
Anak buah Ilyas bekerja dengan cepat, mereka langsung tahu siapa wanita yang tadi meminta pertanggungjawaban bosnya. Dan wanita itu sudah memiliki seorang putra yang berusia 4 tahun.
Ilyas memang sangat kurang suka dengan sikap adiknya yang bernama Gunawan Haryadi yang terlahir dari ibu sambungnya. Ya memang Ilyas sejak usia 10 tahun hidup dengan seorang mama sambungnya yang juga mencintai Ilyas. Ayahnya menikah lagi dengan mamanya Gunawan setelah 3 tahun meninggalnya mama kandung Ilyas.
Usia Ilyas dengan Gunawan terpaut sekitar 12 tahun. Gunawan senang dengan berganti-ganti perempuan, sedangkan Ilyas tidak menyukainya dengan apa yang dilakukan adiknya itu. Dan beberapa kali Gun ditegur oleh sang kakak, namun selalu diabaikan oleh Gunawan.
Gun mencintai seorang wanita, namun mamnya tidak pernah menyetujuinya. Padahal saat itu Gun merasa sudah sangat mantap untuk mengakhiri masa lajangnya dan berniat akan mempersunting wanita itu, namun sang mama menolah keras karena wanita itu merupakan anak yatim piatu yang hidup di panti.
Dan dengan sengaja sang mama menutup panti itu serta memindahkan jauh dari kota dimana sang anak tinggal. Wanita yang begitu dicintai Gun dulu, saat ini sudah kembali di kota kelahirannya untuk meminta tanggung jawab agar anak yang sudah dilahirkan memiliki ayah.
💐 Kantor
"Gun katakan pada kakak, apakah kamu pernah menghamili seorang wanita?" Tanya Ilyas saat keduanya bertemu.
"Maksud kakak apaan?" Tanya Gun.
"Maksud kak, beberapa hari yang lalu, ada seorang wanita datang ke rumah kakak dan meminta pertanggungjawaban kakak atas kelahiran anaknya" kata Ilyas.
Gun mengkerutkan keningnya mengingat wanita-wanita yang selama ini bersamanya sepertinya tidak ada yang hamil anaknya, karena Gun selalu memakai pengaman.
"Tidak mungkin kak, Gun selalu memakai pengaman selama ini" jawab Gunawan.
"Okey, terus mau sampai kapan kamu akan bermain dengan berganti-ganti perempuan. Apa kamu tidak memikirkan nanti masa tuamu?" Tanya Ilyas masih sabar.
"Kak katakan siapa perempuan yang datang ke rumah kakak, apakah karena wanita itu kak Erna jadi sakit?" Tanya Gun dan Ilyas mengangguk.
"Bahkan sampai sekarang, istriku ga mau aku sentuh karena masih belum percaya dengan apa yang wanita itu bilang. Bahwa dia memiliki anak dariku yang usianya sudah 3 tahunan." Kata Ilyas.
Gunawan mengingat kejadian masa lalu dan tiba-tiba saja hatinya sakit mengingat kejadian yang sudah lama berlalu.
"Kak dimana dia sekarang, aku akan bertanggung jawab padanya dan akan aku nikahi dia tanpa restu dari mama" kata Gun menatap sang kakak setelah dirinya menyadari siapa wanita yang datang itu yang dicarinya selama ini.
"Tanyakan saja pada sekertaris kakak keberadaannya. Dan kakak akan membantumu untuk bisa mendapatkan restu dari mama setelah kalian menikah sah." Kata Ilyas yang sudah tahu siapa wanita yang sangat dicintai adeknya selama ini.
Gunawan langsung pamit pada kakaknya dan pergi menemui sekertaris Ilyas untuk mencari tahu orang yang begitu dicintainya dan yang selama ini dicarinya.
__ADS_1
"Semoga benar apa yang ada dalam pikiranku, sayang aku akan menemukanmu" batin Gunawan sambil keluar dari ruang kantor sang kakak.
💐 Hotel
Fabian dan Arini sudah beberapa hari menikmati bulan madunya di Korea, tempat impian Arini untuk bisa berlibur dengan orang yang dicintai dan mencintainya.
"Sayang kelihatannya kamu masih suka disini ya?" Tanya Fabian di depan jendela kaca kamarnya.
"Impianku dulu ingin bisa liburan ke sini dengan orang yang mencintai dan yang kucintai" jawab Arini membuat Fabian sedikit berbangga hati.
"Apakah orang itu sumimu sayang?" Tanya Fabian sambil memeluk sang istri dari belakang.
Arini menengok ke kanan unutuk memandang sang suami sambil tangannya memegang tangan suaminya yang melingkar di perutnya.
"Menurut abang siapa orang itu?" Tanya Arini berbalik badan menghadap ke sang suami.
"Mau abang sih itu bang Bianmu sayang" jawab Fabian dengan menaikkan kedua alisnya.
"Abang sangat mencintaimu Arini Mahendra Wijaya" kata Fabian dengan menggenggam kedua tangan sang istri dan menciumnya.
"Abang..." panggil Arini yang sudah polos tanpa sehelai benang.
"Ya sayang" jawab Fabian dengan suara seraknya dan tetap dengan aktifitasnya dengan menyentuk titik titik sensitif sang istri.
Deaahan demi ******* menggema di dalam kamar hotel ini hingga lahar panas pun menyembur ke dalam gua sang istri.
Fabian merebahkan badannya di samping sang istri untuk memulihkan nafasnya yang masih tak beraturan.
"Bang, kita lusa sudah akan pulang kan?" Tanya Arini.
"Iya sayang, kenapa apakah kamu ingin mempercepat kepulang kita?" Jawab Fabian dengan memberi sebuah pertanyaan.
"Abang sudah dikejar kerjaan yang menumpuk ya?" Tanya Arini.
"Kerjaan pasti sudah banyak sayang, kamu pun harus kembali kuliah kan. Apa kamu ingin kita mengundur kepulangan kita?" Tanya Fabian.
__ADS_1
"Tadinya Arini masih ingin disini barang sehari atau 2 hari lagi bang" jawab Arini jujur.
"Baiklah akan abang mundurkan jadwal kepulangan kita" jawab Fabian.
"Terima kasih bang" jawab Arini dengan mencium pipi sang suami.
"Sayang... Fabian memiringkan badannya menghadap sang istri yang kepalanya di tempelkan di lengan sang suami.
"Hemm" jawab Arini.
"Kok cuma hemm sih, lihat abang dong" kata Fabian sambil mendekati bibir sang istri. Arini mendongakkan wajahnya melihat ke sang suami. Bibirnya langsung bersentuhan dengn milik Fabian dan langsung dilumat oleh sang suami dengan lembutnya.
Arini pun kembali hanyut dengan permainan sang suami hingga kembali mengulang olah raga malamnya yang beberapa menit lalu baru selesai.
Keduanya tertidur dengan saling berpelukan setelah selesai dengan 3 rondenya. Belum pagi setelah subuh mereka akan mengulanginya dan juga akan ada drama mandi bareng setiap pagi dan setiap hari.
Bahkan semua itu selalu dilakukan Fabian sejak mereka menikah. Bagi Fabian sudah menjadi sebuah kewajiban sebelum tidur dan setelah subuh atau mandi pagi hubungan suami istri itu dilakukan. Bahkan bisa keduanya seperti saat ini, setelah subuh dan juga pada saat mandi pagi.
💥 Kediaman Aldo Wijaya
"Bang bagaimana kabar mama Erna?" Tanya mami Fio melalui sambungan telpon.
"Sudah pulang dari rumah sakit mi, sehari setelah mami menengok dulu. Besok kami akan kembali ke dan Mira juga akan mengajak mama ke pulang sembari papa menyelesaikan masalahnya." Jawab Deni.
"Iya mamamu itu harus dijauhkan dulu dari papamu untuk mengurangi amarahnya agar tidak mudah sakit" jawab Fio.
"Iya mi, bahkan mama sudah bilang kalau mau jalan-jalan sama mami setelah kami sampai di Jakarta nanti" kata Deni.
"Iya mami siap kok menemani mamamu jalan kemana maunya" jawab mami Fio sambil terkekeh.
"Mami pasti siap, tapi papi bagaimana mi?" Tanya Deni mengingatkan ke posesifannya sang papi ke maminya.
"Papi pasti mengijinkan sayang" jawab mami Fio.
"Iya Deni tahu papi, pasti papi mengijinkan asal ada Arya yang akan menemani kalian jalan" kata Deni sambil tertawa. Miranda yang mendengar percakapan mertuanya dengan sang suami ikut menyahut.
__ADS_1
"Tenang mi, nanti Miranda temani biar papi mengijinkan mami jalan-jalan" sahut Miranda membuat Deni melotot ke istrinya.