TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 55. Janjian sama penjual bubur


__ADS_3

Ada pesan masuk ke ponsel Arini saat Fabian sedang membuka ponsel Arini.


Ting


๐Ÿ—จ"Arini, kamu gapapa kan? Kakak kawatir dengan mu" kata Faris yang langsung dibuka Fabian.


"Wow ternyata mantan terindah masih mengkawatirkan keadaanmu" kata Fabian yang langsung dibalas Fabian.


"Arini baik-baik saja dengan tunangannya di dalam kamar" Fabian membalas chat dari Faris


Arini hanya diam dan tak berucap sama sekali dengan apa yang diucapkan Fabian. Fabian meletakkan kembali ponsel Arini di meja dan langsung diambil Arini.


Fabian menarik tangan Arini hingga terjatuh di pangkuan Fabian yang duduk di kursi belajar Arini. Fabian mencium bibir Arini dengan lembut membuat Arini melotot kaget.ย  Fabian menggigit bibir bawah Arini agar sedikit terbuka dan Fabian langsung menyapu rongga di dalamnya, Arini pun membalas ciuman Fabian.


Lidah mereka saling membelit, Arini ga sadar dengan apa yang dilakukan Fabian dengan tangan Fabian mulai meraba ke punggung Arini dengan lembut.


"Ehmm" Arini mendesah pelan membuat Fabian tersenyum dan bibirnya sudah berpindah ke daun telinga dan leher Arini.


"Abang geli" kata Arini dengan suara mulai serak sambil berusaha menjauhkan dirinya dari pelukan Fabian.


"Abang suka suaramu membuat abang jadi ga bisa nahan lama-lama" bisik Fabian ditelinga Arini.


"Bibirmu manis jagalah hanya untuk abang sayang" bisik Fabian kemudian mengecup bibir manis Arini kembali dan berusaha menidurkan sesuatu yang mulai tegak dibawah sana.


"Selamat malam dan selamat beristirahat, semoga mimpi indah tentang kita" kata Fabian sambil mencium kening Arini dan keluar dari kamar Arini.


Arini diam sambil menatap kepergian Fabian yang keluar dari kamarnya.


"Abang, maafkan Arini jika foto bersama kak Faris belum sempat Arini hapus. Tapi jujur itu hanya sebuah kenangan masa lalu." Gumam Arini yang masih ragu untuk menghapusnya.


Paginya Arini terbangun lebih awal dari biasanya dan Arini memang berniat akan berangkat lebih pagi sebelum Fabian datang ke rumahnya.


Arini pamit ke maminya untuk berangkat lebih awal dengan alasan ada janjian dengan temannya pagi ini.


Tak lama dari Arini berangkat, Fabian datang ke rumahnya.


"Loh nak Bian baru datang, berarti tadi Arini berangkat sendiri?" Tanya Fio membuat Fabian kaget.


"Arini sudah berangkat mi?" Tanya Fabian.


"Iya katanya ada janjian pagi, ya sudah ayo nak Bian sarapan dulu saja sama kami" kata Fio.


"Terima kasih mi, Bian langsung menyusul Arini saja" kata Fabian langsung pamit pergi menyusul Arini.

__ADS_1


Yang ada dalam pikirannya Bian, Arini janjian dengan Faris pagi-pagi agar tidak ketahuan dengan Fabian.


๐Ÿ’ Kampus


Arini sedang menikmati bubur ayam dikantin kampusnya seorang diri. Fabian yang baru sampai di kampus Arini langsung mencari tunangannya ke kantin.


"Boleh saya duduk disini?" Tanya Fabian melihat Arini makan bubur sambil melamun.


"Abang kenapa menyusul Arini ke kantin?" Tanya Arini.


"Karena abang juga belum sarapan, makanya abang mau ikut kamu sarapan di sini" jawab Fabian sekenanya.


"Kenapa kamu ga kasih kabar kalau mau berangkat lebih pagi, apa karena kamu mau menghindari abang?" Tanya Fabian.


"Maaf bang, tadi Arini lupa mau kasih kabar abang" jawab Arini santai.


"Kamu janjian dengan siapa pagi-pagi begini?" Tanya Fabian lagi.


"Janjian sama penjual bubur" jawab Arini.


"Kenapa harus bohong sama mami kalau hanya untuk menghindari abang" kata Fabian membuat Arini hanya diam.


Fabian selalu menatap bibir mungil Arini yang menurutnya manis dan ingin selalu untuk mengulang menyentuh bibir manisnya dengan bibir Fabian.


"Sabar...sabar Bian, sebentar lagi semuanya akan jadi milikmu" batin Fabian.


"Maaf bang, Arini ga janji ya soalnya kemarin Deby bilang mau ajak Arini jalan dan Arini juga mau beli skincare yang kebetulan kemarin ga ada di mall sana" kata Arini.


"Ya sudah nanti biar diantar Guntur setelah kita makan siang bersama di kantor abang" kata Fabian. Arini hanya diam mendengar jawaban dari Fabian.


"Hai Ar, tumben loe sarapan di kantin" kata Sely.


"Hai Sel" sapa Arini sambil tersenyum.


"Eh Ar nanti kita jalan yuk, lama deh kita ga pernah jalan bareng" ajak Sely.


"Hehehe gue udah aja janjian sama Deby untuk jalan bareng" jawab Arini.


"Tuh kan kalian berdua masih sering jalan tapi ga ajak gue ya" kata Sely


"Ya nanti loe bisa bilang sama Deby kalau mau ikutan kami jalan" kata Arini.


"Okey nanti gue chat Deby deh gue ikut kalian jalan ya biar bisa sama-sama jalan seperti dulu lagi" kata Sely sambil mengedipkan sebelah matanya dan langsung pergi.

__ADS_1


"Abang pergi dulu sampai ketemu nanti di kantor abang untuk makan siang" kata Fabian sambil mencium pucuk kepala Arini. Arini menganggukkan kepalanya tanpa bersuara.


Arini menatap ponselnya, Arini adalah orang yang memang suka mengoleksi semua foto-foto dirinya bersama siapa saja untuk kenangan suatu saat nanti jika mereka sudah sama-sama menua atau hidup berjauhan. Arini memang sudah lama berusaha melupakan Faris sejak mereka tidak saling bertemu dan berhubungan melalui medsos atau saling mengirimkan pesan. Tepatnya sejak Faris kuliah di negri orang.


Arini kembali menutup ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas kembali dan mulai berjalan masuk ke kelasnya untuk mengikuti kuliah pagi.


Keluar dari kuliah Arini sudah mendapatkan kiriman pesan dari Faris yang telah menunggu di cafe dekat kampus mereka.


Arini tahu notifikasi yang masuk baru saja ke ponselnya itu adalah pesan dari Faris, tapi Arini sengaja masuk ke perpustakaan.


"Maaf kak, Arini ga mau membuka chat dari kakak" batin Arini yang tidak ingin membaca dan membalas pesan Faris.


Arini masuk ke dalam perpustakaan untuk sekedar membaca buku agar bisa menjauhi Faris untuk sementara. Guntur dan Tata melihat Arini di dalam perpustakaan seorang diri sedang membaca buku dengan serius.


Di dalam cafe, Faris menunggu Arini datang dan juga menunggu balasan pesan dari Arini. Tetapi Arini tak kunjung membaca dan membalas pesannya.


"Sedang sibukkah kamu Rin, sampai tak membaca pesanku dan membalasnya" batin Fatis sambil memadangi ponselnya.


"Ataukah kamu takut bang Bian cemburu dan marah?" Batin Faris mengingat semalam Bian cemburu melihat Faris duduk berdua dengan Arini.


"Arini maafkan kakak jika kakak masih mencintaimu" batin Faris.


๐Ÿ—จ"Arini kamu lagi dimana?" Tanya Faris lagi melalui kiriman pesan ke ponsel Arini.


Akan tetapi tidak juga mendapat balasan dari Arin hingga Arini selesai kuliah siang hari.


"Arini" panggil Faris membuat Arini kaget pada saat Arini hampir sampai di mobil Guntur dan ada Tata berada di belakang Arini.


"Kak Faris" sapa Arini dengan menengok ke arah suara.


"Kamu tadi kemana, kakak tungguin di cafe ga datang dan kakak kirim pesan tidak kamu balas juga?" Tanya Faris.


***



BERBEDA JALAN menceritakan kisah cinta seorang Lukas dengan Aira yang sudah saling mencintai tapi harus terpisah karena perbedaan keyakinan.


Dan seorang pemuda yang menemukan cinta pertamanya yang sempat hilang yang pada akhirnya dipertemukan seorang gadis tanpa sebuah kesengajaan.


Bagaimana kisah selanjutnya?


Baca dan masukkan kedalam daftar favoritmu ๐Ÿงก

__ADS_1


Jangan lupa berikan jejak dengan menginggalkan LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE kamu ya buat semangat author.


Terima kasih semuanya ๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ™


__ADS_2