TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 73. Malam pertama


__ADS_3

"Tok tok tok"


"Biar Arini buka, mungkin itu perias yang datang" kata Arini.


"Sudah kamu disitu saja sayang, biar abang yang membukanya" kata Fabian kemudian berjalan menuju ke pintu kamar hotelnya.


"Ceklek" pintu dibuka.


"Maaf tuan, kami dari MUA mau merias nina Arini" kata sang perias


"Silahkan masuk, sudah ditunggu di dalam" kata Fabian


"Selamat sore nona, kami MUA" kata perias ke Arini.


"Iya kak, silahkan duduk. Apa mau sekarang?" Tanya Arini ramah.


"Bisa sekarang jika nona sudah siap dirias" jawab MUA.


"Baiklah, saya sudah siap" jawab Arini.


"Abang kalau mau istirahat  abang tidur dulu saja. Nanti Arini bangunin kalau Arini sudah selesai di rias" kata Arini.


"Abang sudah ga ngantuk sayang, ga bisa tidur" jawab Fabian sambil duduk di pinggiran ranjangnya.


Fabian melihat istrinya yang sedang dirias


"Kamu memang cantik sekali sayang, tanpa makeup pun sudah cantik apalagi jika dirias. Tidak heran jika banyak laki-laki yang mendekatimu. Tapi sekarang kamu hanya milik abang seorang" batin Fabian tiba-tiba hasratnya naik membayangkan dirinya bersama Arini.


Fabian mengambil ponselnya untuk melihat email agar hasratnya kembali normal dengan mengalihkannya melihat ke email.


Fabian melihat istrinya selesai dirias, kemudian mengambil pakaian untuk menggantinya.


"Abang sudah selesai ganti bajunya, Arini mau gantian pakai gaun." Kata Arini.


"Iya sayang, sebentar abang keluar dulu kalau kamu ingin abang keluar" jawab Fabian.


"Suaminya ganteng non dan istrinya juga cantik" kata mua nya yang juga kagum dengan wajah cantik Arini.


"Sudah selesai ya kak pengantinnya, soalnya sebentar lagi akan kita bawa keluar" tanya Miranda.


"Sudah nyonya" jawab muinya yang juga sudah mau pergi.


Arini dan Fabian didampingi oleh Deni dan Miranda berjalan menuju ke pelaminan.


"Cantik sekali pengantin perempuannya" komentar para tamu undangan.


Irfan menatap Arini penuh kekaguman.


"Kamu memang cantik Ar, tidak salah Fabian memilihmu" batin Irfan.


Para tamu undangan menunggu giliran untuk bersalaman dan memberikan ucapan selamat. Banyak yang berdecak kagum melihat sepasang pengantin yang cantik dan juga ganteng.


Acara resepsi berjalan dengan lancar sesuai rencana. Aldo dan Leo bahagia dengan selesainya acara pernikahan anak mereka.


"Sayang istirahat di kamar saja, kamu sudah terlihat lelah nak" kata Fio pada anak gadisnya.


"Bian antar istrimu ke kamar sana dulu" kata mami Fio.

__ADS_1


"Iya mi, kami pamit dulu untuk istirahat." Kata Fabian.


"Iya sayang kalian istirahat saja, biar disini kami yang mengurusinya" kata Leo.


"Jangan main kasar woi" canda Irfan.


"Tenang pak dokter" jawab Fabian, Deni dan Mira tertawa.


"Arya dimana kok ga kelihatan?" Tanya Miranda.


"Paling sama Reza dia" jawab  Deni.


"Fan, loe kapan, rugi loh kalau segera di chas" canda Deni, Mira mencubit paha sang suami.


"Sialan loe Den, mentang-mentang loe ya" jawab Irfan sambil tertawa.


Di depan pintu kamar Fabian membuka kuncinya. Betapa kagetnya Arini melihat kamarnya sudah dihias rapi dengan ditaburi bunga di atas karpet juga di atas badcovernya.


"Abang mau mandi duluan?" Tanya Arini.


"Iya abang mandi duluan ya" kata Fabian kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Selesai Fabian mandi gantian dengan Arini.


"Sayang bisa nggak melepas gaunnya?" Tanya Fabian yang melihat istrinya kerepotan membuka risleting gaunnya.


"Hehehe iya susah, tolong dong bang Bian bukain, Arini mau mandi soalnya" jawab Arini.


Fabian membantu membuka risleting gaun Arini. Terlihat punggung mulus dan putihnya membuat Fabian menelan salivanya.


"Terima kasih bang" kata Arini.


"Terima kasih sayang sudah mau menerima abang sebagai suamimu" bisik Fabian ditelinga Arini membuat Arini merinding.


"I love you my darling" bisik Fabian dengan mencium daun telinga istrinya.


"I love you to" jawab Arini terbata.


"A abang geli" kata Arini terbata merasakan geli geli nikmat dengan hembusan nafas Fabian di lehernya.


Tangan Fabian mulai menyusup masuk ke dalam gaun pengantin sang istri yang sudah terbuka risletingnya.


Tubuh Arini diputar hingga berhadapan dengan Fabian. Diciumnya bibir mungil sang istri dan dikulumnya. Arini membalas ciuman bibir snag suami. Tangan nakal Fabian sudah menurunkan gaun sang istri.


Dengan bibir masih saling memagut, Fabian menggendong  istrinya dan meletakkannya di atas rajang pengantin dengan sangat hati-hati.


Tangan nakal Fabian sudah berada di tempat yang dicarinya, meremas gunung kembar secara bergantian. Fabian menikmati setiap inci tubuh snag istri dengan mata yang sudah sayu, begitupun dengan Arini yang merasakan gelenyar nikmat hingga membuatnya mendesah karena permainan sang suami yang begitu lembut.


"Sayang, abang boleh ya melakukannya?" Tanya Cabian meminta ijin iatrinya.


"Iya bang" jawab Arini dengan muka merona.


Fabian memagut bibir sang istri kembali dan dengan perlahan memasukkan juniornya hingga membuatnya berkeringat karena penyatuannya. Sepasang pengantin saling menikmati indahnya sirga dunia hingga terdengar erangan dari keduanya.


Fabian tumbang diatas tubuh sang istri.


"Terima kasih sayang, abang mencintaimu" bisik Fabian menatap istrinya kemudian mencium kening sang istri.

__ADS_1


"Arini juga mencintai abang" jawab Arini dengan nafasnya yang masih belum teratur.


Keduanya tidur dengan berpelukan.


Paginya Arini terbangun lebih dulu, Fabian masih tertidur nyenyak dengan tangan melingkar di pinggang sang istri.


Arini dengan pelan melepas pelukan tangan sang suami dari pinggangnya. Fabian mengerjabkan matanya memandang wajah sang istri yang baru bangun. Fabian mencium bibir istrinya sekilas.


"Selamat pagi istriku" sapa Bian


"Pagi bang" jawab Arini tersenyum malu.


Arini mau bangun dari tempat tidurnya, Fabian segera menggendong sang istri dan membawanya ke dalam kamar mandi.


"Abang kenapa masih diaini sih" protes Arini melihat suaminya belum juga keluar dari kamar mandi.


"Kita mandi barenh sayang" kata Fabian sambil memetikan kran di bathupnya.


"Abang keluara dulu aja" kata Arini manja.


"Kamu malu, abang sudah melihat semuanya sayang bahkan abang sudah menyentuhnya semua" kata Fabian membuat Arini merona karena malu.


"Ayo Arini biar abang bantu kamu mandi, masih sakit ya?" Tanya Fabian.


"Katanya lama-lama udah ga sakit sayang, yang ada enak. Makanya kita perlu mencobanya lagi ya" bisik Fabian ditelinga Arini membuat Arini merinding dan geli.


Fabian menggosok punggung sang istri, tapi tangan nakalnya jail dengan sesekali mencolek kedua gunung kembar istrinya dari belakang.


"Abang...ih nakal ya" protes Aira geli.


Fabian tersenyum kemudian memeluk sang istri dari belakang dan menciumi leher istrinya hingga membuat Arini merinding dan geli.


Arini menengok ke arah suaminya dan Fabian mencium bibir sang istri sambil membaliknya tubuh iatrinya hingga menghadapnya. Fabian menggendoang istrinya dan membawanya ke atas ranjangnya.


Terdengar ******* seksi istrinya membuat Fabian semakin bersemangat dan kembali Fabian mengadakan penyatuannya di pagi hari sebelum mereka turun untuk sarapan.


***



BERBEDA JALAN menceritakan kisah cinta sepasang remaja yang akhirnya harus menjadikannya sebagai saudara karena perbedaan keyakinan. Dan harus bisa menerima perjodohan yang orang tuanya atur untuk dirinya.


Apakah mereka bisa menerima satu dengan yang lainnya?


Lalu bagaimana kehidupan mereka dengan pasangan masing-masing?


Baca dan ikuti kisahnya


Jangan lupa berikan


Like


Komen


Hadiah


Vote

__ADS_1


Terima kasih author tunggu ya komennya ya gaes 😘


__ADS_2