
💐 Kediaman Raka Mahendra
Di dalam kamarnya, dokter Irfan Mahendra malam ini tidak dapat memejamkan matanya. Dia teringat akan wajak cantik sepupunya yang tidak akan pernah bisa dimilikinya.
"Kamu memang cantik Arini, namun sayang kita tidak akan pernah bisa berjodoh. Hubungan persaudaraan kita yang terlalu dekat membuatku harus melupakanmu untuk bisa memilikimu" gumam Irfan.
"Seandainya kita bukan saudara dekat, mungkin abang akan menikung Fabian sayang" gumam Irfan.
Irfan membuang nafasnya kasar kemudian berdiri di balkon luar kamarnya. Irfan menatap ponsel yang menampilkan foto pernikahan Arini dan Fabian. Irfan memandang foto sepupunya bersama sang suami.
"Mungkin memang kalian berjodoh dan dia bukanlah jodoh untukku" gumam Irfan memandang jauh di depan. Ada sesak di dadanya. Orang yang selama ini dicintainya, sudah menjadi milik yang lain.
"Semoga kamu bahagia sayang dengan pilihanmu yang begitu mencintaimu" doa Irfan untuk Arini.
Irfan walaupun sudah menerima perjodohannya dengan Deby, hatinya memang masih sulit menghapus nama Arini. Yah cinta bertepuk sebelah tangan pada sepupunya.
💐 Hotel
Pagi-pagi Arini terbangun, melihat disisi kanannya ada Fabian yang masih memejamkan matanya dengan tangan melingkar memeluk sang istri.
Arini dengan sangat pelan memindahkan tangan suaminya yang melingkar di perutnya. Fabian menahan tangannya yang melingkar di perut sang istri, membuat Arini berat untuk memindahkannya.
Setelah Arini sadar bahwa berat mengangkat tangan suaminya, mata Arini melihat ke arah mata sang suami yang sudah menatap istrinya sambil tersenyum.
"Selamat pagi sayang" sapa Fabian
"Pagi bang" balas Arini. Fabian mencium bibir sang istri.
"Masih terlalu pagi sayang untuk bangun sekarang, kita tidur lagi saja sebentar" kata Fabian memeluk erat istrinya dengan kepala sang istri direbahkan di lengan Fabian. Arini menuruti kata sang suami.
Fabian membuka matanya melihat jam di dinding sudah menunjuk diangka delapan. Fabian menatap istri cantiknya kemudian tersenyum dan mencium kening sang istri. Dengan sangat pelan, Fabian memindahkan kepala istrinya yang menggunakan lengan Fabian untuk bantal.
Arini terbangun karena pergerakan tangan suaminya.
"Kamu terbangun sayang?" Tanya Fabian.
Arini melihat jam di dinding sebelum menjawab pertanyaan suaminya.
"Sudah siang ya, ayo kita bangun dan mandi" ajak Arini.
"Iya ayo kita mandi bareng" jawab Fabian membuat Arini menatap kaget suaminya.
"Ma maksudnya apa?" Tanya Arini terbata.
"Kita mandi bareng sayang, kan tadi kamu yang ajak abang mandi bareng" jawab Fabian sambil tersenyum.
"Ah ya, maksudku abang mandi aja dulu baru nanti gantian denganku" jawab Arini.
"Kita mandi bersama saja okey" kata Fabian kemudian membawa istrinya dalam gendongannya.
"Abang, turunkan Arini bang. Arini belum pake baju" kata Arini yang malu karena badannya masih polos di gendongan sang suami.
Fabian tak mengindahkan protes istrinya, namun Fabian langsung mencium bibir manis yang istri dengan membawanya ke dalam kamar mandi.
"Kita akan melakukannya di sini sayang pagi ini" bisik Fabian membuat pipi Arini merona malu mengingat malam pertamanya bersama sang suami. Keduanya segera membersihkan diri dengan menikmati peluh pasangannya sebelum membasahinya dengan air hangat.
__ADS_1
Selesai mandi dan sudah berpakaian rapi, keduanya turun ke restoran hotel untuk makan pagi bersama.
💐 Kediaman Aldo Wijaya
"Kamu dari mana bang, keringatan begitu?" Tanya mami Fio.
"Dari joging sama papi, mi" jawab Arya.
"Memang papi sekarang dimana?" Tanya Fio
"Papi disini mamiku sayang" jawab Aldo yang sudah berdiri dibelakang istrinya sambil memeluk sang istri.
Arya terkekeh melihat rona merah maminya karena malu.
"Papi ih kaya anak muda aja, malu sama Arya" kata Fio pelan sambil melepas tangan suaminya yang memeluknya.
"Arya ga lihat kok mi, mami ga usah malu" kata Arya membuat Aldo tertawa maminya dikerjain anaknya.
"Abang, kok jadi ngerjain mami sih" protes Fio.
"Habis mami juga aneh sih, tadi nyari papi. Giliran udah dipeluk papi, mami minta dilepasin" kata Arya.
"Mami kangen sama papi bang, karena waktu kita pergi dari mami, mami masih tidur" kata Aldo.
"Kangen apanya, nggak ya" kata Fio sambil menoel pipi sang suami.
"Arya mau mandi ya mi, pi" pamit Arya sambil terkekeh, kemudian naik tangga menuju ke kamarnya.
"Iya bang" jawab Fio.
"Idih papi, mami kan lagi masak" kata Fio.
"Biar masaknya dilanjutkan sama bibi, mami mandiin papi dulu okey" bisik Aldo sambil mencium daun telinga istrinya membuat Fio merinding geli.
Aldo dan Fio sudah berada di dalam kamarnya.
Fio masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air buat mandi suaminya. Aldo menyusul sang istri untuk mereka mandi bersama dengan berbagi peluh terlebih dahulu sesuai keinginan Aldo.
Arya yang sudah selesai mandi, turun ke bawah untuk makan pagi bersama kedua orang tuanya.
Dan ternyata mami dan papi baru turun setelah Arya sampai di meja makan.
"Ga ada Arini berasa sepi juga ya mi ternyata" suara Arya memecahkan kesunyian meja makan.
"Ya karena kalian biasa ribut kalau mau makan. Mulai saat ini kamu mesti terbiasa makan tanpa adekmu bang" kata Aldo. Arya mengangguk, kemudian mereka bertiga menikmati sarapannya dengan tanpa bersuara.
Selesai makan pagi, mereka bertiga duduk di teras samping rumah menghadap taman.
"Pah, papa tahu nggak kalau sebenarnya bang Irfan itu mencintai Arini?" Tanya Arya.
Aldo menengok ke Arya untuk melihat apakah Aldo tidak salah mendengar dengan apa yang diucapkan Arya itu.
"Dari mana kamu tahu?" Tanya Aldo.
"Ya tahu aja, kelihatannya bang Deni tahu pah dari bang Irfan langsung" jawab Arya.
__ADS_1
"Apakah Fabian juga tahu itu?" Tanya Aldo.
"Iya bang Bian tahu, makanya bang Bian langsung melamar Arini secepatnya" jawab Arya.
Aldo manggut-manggut, namun kaget dengan apa yang didengarnya.
Karena Aldo tidak menyangka kedekatan Irfan pada anak gadisnya ternyata karena adanya rasa cinta yang bukan hanya sebagai saudara.
"Lalu bagaimana hubungan bang Irfan dengan Deby?" Tanya Aldo.
"Hubungan mereka sih kelihatannya makin dekat pi, kan Deby itu dekat juga dengan Arini" jawab Arya.
"Apakah Deby tahu kalau bang Irfan mencintai Arini?" Tanya Aldo
"Kelihatannya tidak deh pi" jawab Arya.
"Kamu sendiri sekarang deketnya sama siapa bang?" Tanya Fio yang kemudian duduk disebelah sang suami.
"Deketnya sama mami dan papi sekarang mi" jawab Arya menahan tertawa, Aldo langsung tertawa.
"Eh kamu itu ditanya orang tua kok, mami tanya serius bang" kata Fio.
"Mi, kalau Arya mah gampang nanti mi, asal Arya sudah punya penghasilan sendiri yang bisa mencukupi kebutuhan hidup nantinya" jawab Arya.
"Dan Arya ga mau dijodohkan ya mi, Arya mau cari pacar sendiri" kata Arya.
Aldo terkekeh mendengar ucapan anaknya.
"Kenapa ga mau, kalau tiba-tiba nanti oma atau eyang membawa jodoh untukmu gimana bang?" Tanya Aldo.
"Pih tolong dong, Arya tidak ingin seperti papi yang harus terpaksa menerima perjodohan yang kita belum siap menghidupi pasangannya" kata Arya.
"Tapi papi dulu jika ga terpaksa harus menghidupi mami, mungkin hasil kerja papi tidak akan berbuah seperti sekarang ini." Jawab Aldo.
"Karena ada mami disisi papi, membuat papi harus bekerja keras untuk bisa menghidupi mami tanpa mami harus bersusah payah mencari nafkah. Dan mami sangat membantu pekerjaan papi untuk menjadikan alfi cafe menjadi seperti sekarang ini" jawab Aldo.
"Kan mami juga ga ngapain-ngapain pi" kata mami Fio.
"Uang tabungan mami aja sampai papi pakai untuk membuka cabang yang di kampus mi. Dan belum lagi mami juga membuka cabang yang lain dengan hasil dari cafe itu sendiri" kata Aldo yang tak lupa atas bantuan dan suport besar dari istrinya.
****
Menceritakan sepasang kekasih yang selama hampir 2 tahun menjalin kasih, namun suatu hari mereka harus berpisah karena suatu perbedaan pada keyakinan mereka.
Apakah mereka sanggup menjalani kisah kasih cintanya yang sebagai pasangan kekasih harus berubah menjadi cinta sebagai saudara.
Baca dan berikan dukungan kalian pada author ya gaes...
Jangan lupa
Vote dan likenya.
Masukkan kedalam bacaan favoritmu kamu gaes.. 😘
__ADS_1