TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 34. Hutang Penjelasan


__ADS_3

"Nggak sih bang, tenang aja deh. Mereka sama Deby tidak ada apa-apa kok" jawab Arini  membuat Deby tertawa.


"Terus ada apa-apanya sama siapa?" Tanya Fabian. Arini hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Fabian yang membuat Arya terkekeh.


"Eh tadi udah kenalan ya Deby sama bang Bian?" Tanya Arini.


"Kenapa sekarang yang salah fokus kamu sih dek, kan yang mau dikenalin kita-kita Deby" kata Arya.


"Hah Arini nggak salah apa-apa kok bang" jawab Arini.


"Hutang penjelasan ke abang" bisik Fabian ditelinga Arini.


Arini langsung melotot menatap Fabian. Namun Bian hanya tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


Irfan melihat sikap Fabian dan Arini masih ada rasa cemburu walaupun sudah berusaha untuk ditepiskan.


"Jadi yang namanya Ardi tu yang tadi itu ya?" Tanya Fabian.


"Iya bang, tapi Arini tidak ada apa-apa dengan Ardi." Jawab Arini.


"Kalau satunya Ardi, apa-apa ada atau ada apa-apa?" Tanya Fabian dengan gaya bercandanya.


"Stttt abang, sekarang kita membuka buku menu aja sambil nungguin bang Deni" kata Arini.


"Arini...Arini... loe dari dulu ga berubah ternyata" kata Deby sambil tertawa.


"Jangan berubah dong" kata Arini.


"Berubah jadi mantan kali" sindir Fabian.


"Gue nggak komen ya Ar" kata Deby.


"Bang Irfan bantu Arini dong, masak abang dari tadi hanya diam" kata Arini manja meminta bantuan Irfan.


"Memang kalian berdua saling kenal sejak kapan sih kelihatannya kompak banget" Tanya Irfan memandang Deby dan Arini bergantian.


"Sejak awal masuk kita kenalan, tapi karena beda kelas dan kadang beda jam masuk kuliah kami jadi ga begitu akrab bang" jelas Arini.


"Terus yang sekelas dengan Ardi itu kamu atau Deby dek?" Tanya Arya.


"Deby" jawab Arini singkat bersamaan dengan Deby.


"Eh itu bang Deny datang" kata Arini.


"Wah sepertinya ada yang merdeka ini, sudah hampir kebuka lagi" sindir Fabian. Arini mencubit Fabian.


"Nanti harus menjelaskan ke abang" bisik Fabian.


"Hai bang, kenalin deh sama calon bang Irfan" kata Arini.


"Deby"

__ADS_1


"Deny"


"Mira"


"Deby teman Arini kuliah?" Tanya Miranda.


"Iya kak" jawab Deby.


"Ini kenapa kok ada muka-muka ga enak sih" tanya Deni melihat Irfan seperti orang ga semangat, sedang Fabian juga seperti ada sesuatu dengan Arini.


"Ini tadi kan Arya ketemu temen cowok bang, nah sekarang lagi nyari mantan dari teman Arya tadi itu Deby atau Arini" kata Arya menjelaskan.


"Kok kesitu lagi sih, ah gue mau ke toilet dulu deh" kata Arini menghindar. Miranda terkekeh melihat raut muka Arini yang langsung melirik Fabian.


"Deb loe temani gue ke toilet dong" ajak Arini.


"Ayo mau abang temani sayang?" Tanya Fabian.


"Nggak, Arini sama Deby aja" jawab Arini yang takut jika Deby cerita masa lalu Arini dengan Faris.


"Segitu takutnya dek kebongkar sampe Deby dibawa pergi" kata Arya sambil tertawa.


"Kenapa memangnya Ar?" Tanya Miranda ke Arya setelah Arini dan Deby pergi.


"Arini sepertinya takut sama bang Bian" kata Arya.


"Takut kenapa?" Tanya Mira.


"Memang tadi kalian ketemuan atau gimana?" Tanya Deni.


"Iya tadi Arya, Arini dan bang Bian ketemu Ardi dan Faris yang merupakan kakak tingkat Arini" jawab Arya.


"Nah Faris itu yang sepertinya mantannya Arini. Tapi memang yang Arya dengar Ardi juga suka dengan Arini." Kata Arya.


"Arini pacaran kok kita bisa nggak tahu dek?" Tanya  Deni heran.


"Arya aja juga nggak tahu bang yang sekampus dengan Arini" kata Arya.


"Deby cantik ya, loe kenapa ngelamun?" Tanya Miranda sambil melempar potongan tisu yang sudah dibulatkan ke Irfan.


"Deby baik loh Fan jangan loe kecawain dia, sorry walaupun gue baru saja  kenal, tapi dapat terlihat dengan jelas dari sorot matanya dan bahasa tubuh Deby. Loe kalau mau cari info bisa lewat Arya yang sekampus walaupun beda jurusan" kata Miranda.


"Iya tenang aja, gue ga akan buat Deby kecewa kok" kata Irfan.


"Fan loe pilih deh, mau Deby atau Desy?" Tanya Deny.


"Gile aja Desy, ogah gue" jawab Irfan membuat Yang lain tertawa.


"Dokter Desy yang tadi itu ya bang?" Tanya Fabian.


"Iya, dia tadi tuh selama ini berusaha deketin gue dan Irfan" jawab Deny masih tertawa.

__ADS_1


"Kenapa kalian berdua ga ada yang mau?" Tanya Miranda.


"Nah loe lihat sendiri gimana modelnya Desy itu. Waktu dulu Arini deket gue, dia langsung deketin Deny. Setelah lihat Arini nempel Deny, dia berusaha deketin gue. Ya kita yang lihat enek juga kan. Seperti sedapatnya aja, alias jual murah" kata Irfan.


"Sudah ke toiletnya?" Tanya Fabian setelah Arini dan Deby datang.


"Hehehe sudah" jawab Arini manja sambil memegang pundak Fabian.


Irfan memanggil pelayan restorannya untuk memesan menu. Sambil menunggu pesanan datang, Arya membuka pembicaraan.


"Jadi tadi itu mantan siapa?" Tanya Arya.


Arini pura-pura nggak dengar dan sibuk dengan bermain game di ponselnya.


"Deby nggak komen ya, takut salah" jawab Deby.


"Kelihatannya ada yang nggak dengar deh" kata Fabian.


"Memang Arini pernah pacaran ya?" Tanya Irfan.


"Ini ngomongin apa sih, Arini lagi sibuk main game bang" jawab Arini membuat yang lain tertawa.


"Ya mungkin semua punya masa lalu, tapi yang jelas jangan masa lalu itu kita bawa dan akan menjadi bumerang buat masa depan kita." Kata Deny.


"Kalau kita sudah serius mengarah ke depan, buang dan singkirkan masa lalu itu, agar kita tidak terjebak dengan masa lalu itu sendiri." Kata Deni.


"Wuih kaya orang tua aja loe Den" kata Irfan.


"Iya gue belajar dari papi dan mami" kata Deny.


"Arini setuju" kata Arini.


"Berarti tidak masalah dong bang kalau kita cerita mantan?" Tanya Arya.


"Kalau pendapat abang sih tidak masalah, yang penting dari pasangan itu untuk saling jujur dan terbuka serta percaya" jawab Deni.


"Bang Irfan cerita mantan dong" kata Arini.


"Bener ya, tapi habis abang cerita nanti gantian Arini ya" kata Irfan.


"Yee kan Arini jadi pendengar aja, habis bang Irfan ya bang Bian yang mantannya banyak tuh" kata Arini.


"Loh kok jadi ke abang sih" kata Fabian.


"Kalau kakak rasa semua cowok disini mantannya banyak semua deh Ar, bagaimana kalau satu persatu para cowok cerita mantannya" usul Miranda.


"Jujur gue ga punya mantan" kata Arya. Deni hanya terkekeh menatap tunangannya yang ikut kepo masa lalu Deny.


"Urutannya dari siapa nih?" Tanya Arini semangat.


"Arini jadi semangat kalau dengar ada yang mau cerita mantan" kata Irfan terkekeh.

__ADS_1


"Bagaimana kalau cewek duluan yang cerita mantan?" Tanya Arya mengusulkan.


__ADS_2