TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 48. Mempercepat


__ADS_3

"Rame dong ada Sely segala enak tuh orang kocak, dia sekarang lagi dekat sama kak Roni kan?" Tanya Arini.


"Kamu tahu aja kalau Sely dekat dengan Roni" kata Faris.


"Tahu dong, kan Sely suka cerita dengan Arini kak" jawab Arini.


"Tapi abangmu kelihatannya ga tahu kamu dekatnya sama siapa saja ya" tanya Faris.


"Hehehe iya bang Arya sibuk sendiri sih" jawab Arini.


"Kamu juga masih dekat dengan Ardi ya Rin?" Tanya Faris.


"Jarang sih kak, terakhir jalan sama Ardi tuh beberapa bulan lalu, emang Ardi ga cerita?" Tanya Arini.


"Cerita sih dan dulu kami suka ketemuan bertiga dengan Ardi dan Arya" kata Faris.


"Yuk sayang kita pulang duluan sudah malam, katanya tadi kamu capek" ajak Fabian memotong pembicaraan Arini dengan Faris agar tidak terlalu panjang.


"Maaf ya kak, kami pulang duluan" kata Arini pamit dengan Hendra dan Faris.


"Iya hati-hati ya Rin" jawab Faris yang hanya diberikan anghukan dan senyum dari Arini.


"Sepertinya Bian cemburu sama kamu ya Ris?" Tanya Hendra.


"Sepertinya sih memang bang Bian orangnya cemburuan bang sama cowok yang ngobrol dengan Arini.


"Ya sudah yuk kita pulang aja dan istirahat buat hari esok" kata Hendra kemudian mengajak Faris keluar karena semua sudah dibayar Fabian.


💐 Kediaman Aldo


Sampai di rumah, Arini langsung masuk ke dalam kamar tanpa menemani Fabian duduk. Aldo melihat anak gadisnya yang langsung jalan menuju kamarnya heran.


"Mi tuh lihat anak gadis mami kelihatannya ada masalah dengan Bian" kata Aldo yang duduk di ruang keluarga dengan sang istri.


"Eh ada nak Bian, udah selesai tadi ke butik kebayanya?" Tanya Fio.


"Udah mi" jawab Fabian sambil mencium punggung tangan calon mertuanya.


"Papi, Aldo ada mi?" Tanya Fabian.


"Ada sayang, mau bicara sama papi ayo ke sana aja. Papi duduk di sana sayang" ajak Fio ke calon menantunya.

__ADS_1


"Malam pi" sapa Fabian sambil mencium punggung tangan calon papi mertuanya.


"Malam nak Bian, baru pulang?" Tanya Aldo.


"Iya pi tadi sekalian makan malam di luar" jawab Fabian.


"O iya pi, kalau boleh Bian mau minta ijin jika akad nikahnya Bian dan Arini dimajukan saja bagaimana?" Tanya Fabian tanpa meminta persetujuan dari Arini.


"Ada apa, apakah kamu sudah ga bisa menahan?" Tanya Aldo sambil tersenyum.


"Papi..." tegor Fio sambil menepuk paha suaminya dan terkekeh.


"Anggap saja begitu pi" jawab Fabian sambil tersenyum.


"Terus terang banyak diluar sana yang berusaha untuk mendekati Arini, makanya Bian ingin mempercepat akad agar dapat melindungi Arini secara lebih" kata Fabian.


"Apakah benar Arini pernah punya mantan?" Tanya Aldo.


"Iya pi dan kelihatannya dia masih mencintai Arini" jawab Fabian.


"Bian dulu papi juga pernah mengalami hal yang hampir sama denganmu, hanya saja saat itu dia belum menjadi mantan mami" kata Aldo.


"Papi kenapa harus mengungkit itu lagi sih, toh sekarang juga semua baik-baik saja" kata Fio ga enak hati dengan Fabian.


"Bian kamu lihat tuh sifat cemburuanmu yang tingkat dewa sama seperti papi Aldo" kata Fio sambil melirik Aldo. Aldo hanya terkekeh melihat istrinya meliriknya.


"Tapi mami suka kan dan bikin mami jadi kangen kan kalau jauh dari papi" kata Aldo.


"Ah papi apaan sih" kata Fio sambil tersenyum malu di depan calon menantunya


"O.ya nak Bian tadi maunya akad dimajukan kapan?" Tanya Fio.


"Bagaimana kalau seminggu atau dua minggu setelah acara bang Deni pi. Tapi resepsinya tetap di hari yang sudah ditentukan" kata Fabian serius.


"Buat apa dimajukan bang, yang ada di tunda pi" kata Arini tiba-tiba.


"Sayang sini duduk sama mami" kata Fio menepuk sisi sebelahnya Fio duduk.


"Ada apa sih, dari tadi siang mami lihat anak gadis mami seperti bete begini" kata Fio.


"Pi, papi jangan nuruti maunya abang ya" kata Arini.

__ADS_1


"Kenapa memangnya sayang, apa Arini pernah punya mantan?" Tanya Aldo membuat Arini melotot menatap Fabian.


"Abang ga cerita, tapi papi yang nanya ke abang" kata Fabian menjawab pertanyaan Arini dari sorot matanya.


"Memangnya Arini putus dengan mantan karena apa?" Tanya Aldo.


"Ga ada masalah sih pih waktu dulu kami putus dan sekarang kami hanya berteman kok pih ga ada hubungan apa-apa lagi" jawab Arini bingung.


"Sayang kadang seorang laki-laki itu jika dia sudah mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh, dia akan berusaha menjaga gadis yang dicintainya dari laki-laki lain sekalipun lelaki lain itu baik." Kata Aldo memberikan nasehat pada anak gadisnya.


"Kenapa papi begitu cemburu dengan mami, karena papi tahu di luaran sana banyak orang yang menginginkan mami untuk dijadikan miliknya. Apakah kamu juga akan ikhlas jika mami yang sudah menjadi milikmu akan dimiliki orang lain?" Tanya Aldo.


Arini menatap maminya kemudian kembali ke papinya, Arini menggelengkan kepalanya.


"Kamu ga akan ikhlas kan jika mamimu punya anak dengan yang lain dan membagi cintanya dengan anak dari papi lain selain papimu?" Tanya Aldo.


"Ya siapa anak yang mau pih jika mami punya anak dari yang lain" jawab Arini.


"Sama halnya papi, juga tidak ingin mami menjadi milik yang lain dan membagi perhatiannya dengan pria lain. Begitupun dengan Fabian" kata Aldo memberikan pengertian pada anak gadisnya.


"Jadi papi setuju dengan ide Fabian jika akad nikah kalian dimajukan dua minggu setelah bang Deni menikah" kata Aldo membuat Arini melotot kaget, berbeda dengan Bian yang tersenyum dan berterima kasih atas keputusan calon ayah mertuanya.


"Terima kasih pi atas restunya papi pada kami" kata Fabian.


"Papi apa itu tidak terlalu cepat, apalagi kita belum ada persiapan." Kata Arini.


"Semua akan segera dipersiapkan sayang, kamu tinggal tahu beres aja" kata Aldo.


Arini diam tanpa bisa berkata lagi jika papinya sudah mengambil keputusan.


Di dalam kamar, Fio berkata ke suaminya "papi yakin akad nikahnya Arini mau dimajukan?"


"Yakin mi, papi tahu apa yang dikawatirkan Fabian" jawab Aldo.


"Papi yakin Fabian bisa bertanggungjawab dengan Arini menggantikan papi nantinya. Papi lihat dari matanya, Fabian benar-benar mencintai Arini" kata Aldo ke sang istri.


"Fabian itu benar-benar mirip papi cemburuannya. Hanya bedanya papi cemburuannya setelah kita nikah, kalau Fabian baru setelah melamar Arini." Kata Fio


"Ya karena Fabian sudah lama menahan rasa cintanya pada Arini" kata Aldo.


"Itu tanda jika laki-laki itu sangat mencintai pasangannya mi" kata Aldo.

__ADS_1


"Ya tapi ga akan sampai secemburu itu pi, buktinya kak Leo juga mencintai Dewi tapi tidak cemburu akut ke istrinya" kata Fio.


"Ya setiap orang kan memang berbeda mi" kata Aldo kemudian memeluk istrinya diatas ranjangnya.


__ADS_2