
"Memang tadi pagi kamu ga nanya mami sayang?" Tanya Fabian.
"Hehehe nggak" jawab Arini manja.
"Eh itu dia yang tadi kita omongin nongol juga" kata Ardi.
"Siapa?" Tanya Arya sambil menengok ke arah Ardi menunjuknya ada Faris yang lagi jalan dengan Deby.
"Benar kan dugaanku, pasti ada Faris" batin Fabian.
"Untung aja gue sendiri yang ngejemput Arini" lanjut Fabian dalam hati.
"Hai semua, eh ada bang Bian" kata Deby.
"Hemm" Bian.
"Halo... lagi ngumpul ya" kata Faris yang langsung ambil kursi dan diletakkan di antara Arya dan Ardi yang sedang berhadapan. Begitupun dengan Deby juga duduk diantara Arini dan Fabian yang berhadapan.
"Tumben bang Bian yang jemput Arini, biasanya dia pulang dengan Guntur sama Tata" celetuk Deby.
"Iya kebetulan lagi ga ada meeting" jawab Fabian.
"Ar loe lihat ga sih kalau temannya Mely melototin loe melulu" kata Deby pelan.
"Biar aja, dia kan cemburu ma gue, karena gue nempel sama bang Arya" jawab Arini cuek.
"Biarkan aja dek, gue nek juga ngelihatnya" kata Arya.
"Paling bentar lagi Mely yang akan deketin Faris" kata Ardi.
"Jangan, gue ogah cewek begituan" kata Faris cepat.
"Dia cantik loh kak" kata Arini sambil tersenyum.
"Ogah Rin, gue ga tertarik cewek begituan" kata Faris santai.
"Terus tertariknya cewek seperti apa dong?" Tanya Ardi memancing Faris.
"Yang jelas tidak seperti itu" jawab Faris kemudian memesan jus jambu.
"Kak, Deby mau juga dong jusnya" teriak Deby.
"Okey, mau jus apa?" Tanya Faris.
"Samain aja" jawab Deby.
"Loe ga makan Deb?" Tanya Arya.
"Nggak bang, jus kan juga udah bikin kenyang" jawab Deby.
"Jus alpukat kan kenyang Deb" kata Arini.
"Gue kan ga suka alpukat, gue sama kaya loe Ar" jawab Deby sambil tertawa kecil.
"Loe dijemput bang Irfan Deb?" Tanya Arya.
"Nggak, bang Irfan siang ini ada urusan jadi ga bisa jemput. Nanti gue pulangnya nebeng kak Faris aja" jawab Deby sambil melirik Arini.
"Yang penting ga ada yang cemburu Deb kalau loe nebeng Faris" kata Ardi.
"Tenang aja ga akan ada yang cemburu Ar, tapi ga tahu kalau bang Irfannya cemburu sih" sahut Faris.
__ADS_1
"Bang Irfan ga cemburuan kali kak, dia mah santai aja" kata Deby.
"Sebenarnya cemburuan juga sih Deb, hanya ga nunjukin aja ke loe" jawab Arya.
"Emang iya ya?" Tanya Deby penasaran.
"Setahu gue sih bang Irfan cemburuan juga" jawab Arya.
"Kalau bang Arya cemburuan ga?" Tanya Arini.
"Yang pasti tidak seperti papi dek" jawab Arya membuat Arini tertawa.
"Kalau bang Bian cemburuan ga Ar?" Tanya Ardi ke Arini.
"Tuh bang ditanyain Ardi, jawabnya gimana tuh" kata Arini sambil tersenyum.
"Ya dibilang cemburuan juga boleh, kan abang hanya mempertahankan milik abang" jawab Fabian membuat yang lain tertawa bersama, karena mereka semua tahu jika Bian sangat cemburuan sekali.
"Kalau ada yang bilang bang Bian ga cemburuan, bisa runtuh nih bumi" kata Arya, semua yang mendengar ucapan Arya tertawa termasuk Faris.
"Cemburu itu kan tandanya cinta" kata Fabian sambil menatap Arini.
"Arini ga komen bang" kata Arini.
"Udah hafal ya dek, sama dengan papi soalnya" kata Arya sambil terkekeh.
"Ya kan calon menantu Ar" Fabian membela diri.
"Sayang sudah selesai, yuk kita ke kantor dulu ya" kata Fabian.
"Ya sudah ayo" jawab Arini.
"Maaf kami duluan ya" kata Fabian pamit ke Arya, Ardi, Faris dan Deby.
"Terima kasih Ar" kata Fabian.
"Maaf ya kami pulang duluan, bang nanti bilang ke mami, Arini mampir ke kantor bang Bian" kata Arini.
"Okey dek, hati-hati" kata Arya
"Hati-hati Rin" kata Faris yang juga di dengar Fabian.
Arini hanya memberikan jempol kanannya sebelum di gandeng sang kekasih.
"Tuh cewek murahan banget sih, masak sama semua cowok nempel" kata Mely yang juga di dengar oleh Arya dan temannya.
"Arini tuh cantik dan manja, sedangkan bang Bian belum jadi miliknya aja udah seposesif itu. Bagaimana nanti setelah mereka menikah ya?" Tanya Deby.
"Yah begitulah adanya Deb, papi gue lebih dari dari bang Bian posesifnya ke mami gue dan itu sampai sekarang loh" kata Arya.
"Hah serius Ar?" Tanya Deby.
"Iya, kalau loe ga percaya tanya deh sama bang Irfan" kata Arya.
"Mungkin karena mami loe masih mudah kali Ar, jadi papi loe kawatir kalau masih banyak yang suka dengan mami loe" kata Ardi.
"Ya emang masih muda, dulu mami nikahnya aja juga masih sma" kata Arya.
"Serius Ar, nikah muda?" Tanya Faris.
"Iya mereka dijodohkan sama oma (maminya papi gue)" kata Arya.
__ADS_1
"Mereka dikenalin kemudian tunangan dan hanya dalam waktu sebulan atau lebih langsung dinikahkan." Cerita Arya.
"Lucu juga ya ceritanya" kata Deby.
"Dulu harusnya loe nvelamar Arini dulu sebelum loe putus dengannya karena kerjaan" kata Ardi.
Faris hanya tersenyum kecut kemudian membuang nafasnya berat.
Kalau kalian penasaran awal pertemuannya mami dan papinya Arya baca aja di "AWAL EKSKUL" kata Author 😀😉
"Belajarlah membuaka hati untuk yang lain Ris" kata Arya.
"Iya, gue ikhlas kok Ar" kata Faris.
"Begitu dong, pasti akan menemukan Arini yang lebih baik lagi" kata Deby memberi semangat.
Faris hanya tersenyum menanggapi ucapan Deby.
"Ar loe bukannya mau ada kuliah lagi ya nanti?" Tanya Faris.
"Iya bentar lagi sih" jawab Arya.
"Ya udah sana kuliah dulu, gue juga mau nganterin Deby sekalian balik ke kantor" kata Faris.
"Terus gue ngapain dong?" Tanya Ardi.
"Ar mau ga loe kerja ma gue aja nanti kalau loe udah selesai kuliah?" Tanya Faris.
"Gue sih mau aja, tapi kerjaannya apa dulu" jawab Ardi.
"Ya nanti loe lihat dulu aja, masih tahun depan kan loe lulus?" Tanya Ardi.
"Doain aja gie bisa selesaj tahun depan" kata Ardi.
"Ga berasa ya Ar kalau tahun depan kita udah selesai kuliah" kata Arya.
"Iya ga berasa waktu cepat berjalan" kata Ardi.
"Tanda kalau kita semakin tua" sahut Deby.
"Gue belum merasa tua Deb" kata Faris. Deby tertawa dengan ucapan Faris begitupun dengan Arya dan Ardi.
"Udah ah kita pulang yuk kak" ajak Deby.
"Iya ntar gue jadi telat ngantor" jawab Faris kemudian keluar dari kantin bersama Deby.
💐 Kantor
"Abang ada meeting ya siang ini?" Tanya Arini.
"Nggak sih, cuma ada berkas yang perlu tanda tangin abang" jawab Fabian.
Di dalam ruang kantor Fabian, Arini duduk di sofa dengan memainkan game di ponselnya. Sedangkan Fabian sudah sibuk dengan menandatangani beberaoa berkas yang masih menumpuk di atas meja kerjanya.
****
BERBEDA JALAN ini menceritakan tentang hubungan kedua anak manusia yang saling mencintai, akan tetapi mereka harus membuat cintanya itu menjadi cinta sebagai seorang sahabat atau saudara. Karena ada dinding yang begitu tinggi yang mengharuskan mereka berpisah.
Akankah mereka menemukan kebahagiaan masing-masing setelah mereka di jodohkan oleh orang tuanya mereka?
__ADS_1
Baca dan berikan Like, Komen dan Vote kalian ya gaes 😘