TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 30. Bukan Jodoh


__ADS_3

"Papa sama mama besok jadi mau langsung pulang ke Jogja?" Tanya Fabian setelah mereka selesai malan malam.


"Iya jadi dong, papa siangnya ada acara di kantor om Iliyas untuk rapat bersama" jawab Leo.


"Pah, memang dulu om Iliyas itu mantan mami Fio ya?" Tanya Abian.


"Bukan mereka tidak sampai pacaran, hanya mereka dulu pernah saling menyukai saat masih remaja dan di waktu yang berbeda" jawab Leo.


"Maksudnya di waktu yang berbeda bagaimana pah?" Tanya Fabian.


"Jadi dulu mami Fio itu pernah menyukai om Iliyas, tapi saat itu om Iliyas sudah punya pacar dan menganggap mami Fio hanya sebagai adiknya saja." Jawab Leo.


"Terus setelah beberapa tahun kemudian saat om Iliyas sudah lama putus dengan pacarnya mulai suka dengan mami Fio. Dan disaat om Iliyas mulai mencintai mami Fio itu papi Aldo sudah lebih dulu tunangan dengan mami Fio." Kata Leo melanjutkan.


"Jadi terlambat dong om Iliyas menyatakan perasaannya ke mama Fio?" Tanya Fabian.


"Bukan terlambat lagi, tapi udah ga berani menyatakan perasaannya lagi, karena saat om Iliyas cerita bahwa dia mencintai mama Fio ke om Raka, ternyata mami Fio sudah menikah dengan papi Aldo.


"Kasihan juga ya om Iliyas" kata Fabian.


"Ya berarti memang bukan jodohnya" kata Leo.


"Dulu papi Aldo menikahi mami Fio itu saat mereka masih dibangku sekolah menengah atas. Jadi masih sangat muda sekali" kata Leo.


"Mereka dijodohin ya pah?" Tanya Fabian.


"Iya dijodohin sama mamanya papi Aldo. Mereka tunangan itu seminggu setelah perkenalan.


Kemudian bulan berikutnya mereka menikah. Kalau papa ga salah begitu ceritanya,." Kata Leo.


"Iya mereka saat menikah mami Fio masih di kelas X sama dengan mama. Saat itu ada teman mama sekelas yang juga menyukai mami Fio" sahut Dewi mengingat masa sma dulu.


"Ternyata lucu juga ya ceritanya dan sekarang anaknya om Iliyas mau jadi istri dari anak mami Fio" kata Fabian sambil terkekeh.


"Iya sekarang malah akan jadi besan mereka. Itu tante Erna kan sahabat dan asisten mami Fio juga" kata Dewi.


"O asisten mami Fio? Asisten di cafe ya ma?" Tanya Fabian.


"Iya asisten di alfi cafe, terus sama papi Aldo disuruh kuliah agar bisa selalu menjaga mami Fio. Karena mami itu banyak yang menyukai dan papi orangnya cemburuan sekali" kata Dewi.

__ADS_1


"Ya wajar sih mah kalau cemburu, soalnya kan mami juga sudah jadi tanggung jawab papi." Kata Fabian.


"Iya, tapi ya ga perlu sampai dijaga seketat itu juga. Masa cuma ngobrol dengan cowok lain saja juga ga diijinkan loh mami Fio itu." Kata Dewi.


"Ya kalau Bian sih juga akan bersikap hal yang sama mah kalau memang banyak laki-laki yang mendekati istri Bian" kata Fabian.


"Jangan-jangan kamu nanti setelah menikah dengan Arini akan cariin asisten juga buat Arini" tebak Dewi.


"Ya ga masalah kan ma, memang rencana Bian begitu dan nanti kalau Arini mau kerja juga biar di kantor Bian aja kerjanya" kata Fabian membuat papanya tertawa.


"Kamu anak papa, tapi posesifmu persis papi nak" kata Leo terkekeh mendengar rencana anaknya.


"Kasihan Arini bang kalau terlalu kamu membatasi dalam bergaul" kata Dewi.


"Ya nanti mama lihat aja, kan memang seharusnya bergaul itu ada batasnya apalagi kalau posisinya sudah jadi milik orang ma"


"Sudahlah ma, biarkan saja maunya Bian bagaimana, yang penting jangan pernah lupakan tanggung jawabmu sebagai seorang suami yang harus memberikan nafkah lahir dan batin serta menjaganya dengan benar" kata Leo.


"Iya pah, doain Bian aja agar selalu dapat menjaga Arini dengan baik" lata Fabian.


"Memang Arini bilang mau kerja bang?" Tanya Dewi ingin tahu.


"Ya abang buka cabang aja didekat kantor abang, jadi Arini bisa kerja disana" usul Leo.


"Benar juga ya pah, itu ada sih sebelah kantor Bian yang kosong, dulu bekas restoran" kata Bian.


"Nah itu bisa kamu sewa dulu kalau memang  disewakan. Alfi cafe waktu buka pertama kali juga bekas cafe sebelumnya. Papa ikut bantu merintisnya waktu kami masih kelas Xll" kata Leo.


"Hebat juga ya tekatnya papi" kata Fabian.


"Iya papa juga salut sama papimu, tambah lagi didukung sama istrinya." Kata Leo.


"Sudah malam, kita istirahat dulu pah" kata Dewi.


"Ya ayo kita istirahat dulu, besok kita berangjat pagi-pagi" kata Leo.


"Iya Fabian juga mau istirahat, biar besok bisa anterin pagi" kata Fabian kemudian beranjak pergi menuju ke kamarnya.


"Loh pah, bukannya besok baru hari minggu?" Tanya Dewi tiba-tiba.

__ADS_1


"O iya benar juga, berarti kita pulannya masih lusa ma." Kata Leo mengingat pulangnya hari senin.


"Papa tiketnya hari minggu atau senin?" Tanya Fabian.


"Senin bang, maaf papa yang salah. Ingatnya papa besok hari senin, soalnya siangnya papa ada meeting sama om Iliyas" kata Leo.


"Hehehe besok baru hari minggu pah dan besok Fabian juga ada janjian di mall siang karena Irfan mau mengenalkan tunanannya ke kita semua." Kata Fabian.


"Tak terasa ternyata kalian sudah pada mau menikah, papa ingetnya kalian masih kecil aja" kata Leo.


"Pah, mama mau istirahat dulu ya di kamar karena mama udah ngantuk" kata Dewi.


"Ya sudah bang kita istirahat dulu saja, yang pasti papa dan mama pulang senin pagi" kata Leo kemudian menyusul istrinya  masuk ke kamar.


"Iya pah, senin pagi Bian anterin ke bandara, papa istirahat saja dulu" kata Fabian kemudian masuk ke kamarnya untuk istirahat juga.


💐 Kediaman  Aldo


Banyak orang-orang melakukan olah raga pagi di sekitar kompleksnya masing-masing termasuk Aldo dan ketiga anaknya yaitu Deni, Arya serta Arini.


"Bang kita berhenti dulu dong, aku pengin minum susu kemasan itu enak deh " kata Arini.


"O iya itu enak, ada yougurtnya juga dek" kata Arya kemudian berhenti di gerobak yang berjualan susu kemasan gelas.


"Beli apa itu kalian?" Tanya Aldo.


"Papa mau yougurt ga, enak pah" tawar Arya.


"Ada susu moka juga pih, bang Deni mau ga?" Tanya Arini.


"Ya papi yougurt aja" kata Aldo.


"Abang juga yougurt aja dek" kata Deni.


Kemudian mereka duduk di sebuah bangku panjang di bawah pohon yang ada di pinggir lapangan kompleks sambil menikmati yougurt dan susu kemasan gelas.


"Kalian bisa tahu minuman seperti ini dari mana?" Tanya Aldo.


"Arini sih tahu sejak masih sma pi, suka beli bahkan di depan gerbang sekolah" jawab Arini sambil kertawa kecil.

__ADS_1


"Iya adek mah hampir setiap hari pi beli minuman itu" kata Arya.


__ADS_2