TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 63. Pulang sama Bian atau mami


__ADS_3

Dan benar saja, pada saat Arini selesai nyanyi ponsel langsung di masukkan ke dalam tas. Lalu mereka ngobrol dan bercanda bersama. Bahkan Arini sempat tinggalkan tas karena pergi ke toilet. Nah pada saat ponselnya bergetar tanpa ada suara, dari mereka yang ada di meja tidak ada yang tahu jika ponsel Arini bergetar hingga panggilan itu mati.


Fabian menghubungi Guntur mengatakan bahwa Bian akan menjemput Arini, maka Guntur dan Tata disuruh pulang setelah Fabian sampai di lokasi.


"Mami masuk dulu ya sayang, kalian habiskan makannya dan kalau mau nambah minta sama pelayan cafe ya" kata mami Fio.


"Iya tan silahkan kalau mau ditinggal ngurusin yang lain dan terima kasih banyak" kata Faris.


"Sayang sudah selesai kuliahnya?" Sapa Fabian yang kemudian mengambil duduk disebelah Arini. Faris memandang Fabian ada rasa cemburu, namun Faris juga menyadari bahwa sekarang Arini milik Bian walaupun mereka baru tunangan.


"Loh abang kok sudah sampai disini?" Tanya balik Arini.


"Bang Bian dari kantor ya?" Sapa Arya.


"Barusan selesai ada meeting di dekat sini" jawab Fabian kemudian mengacak pucuk rambut Arini.


"Abang mau makan?" Tanya Arini.


"Abang jus alpukat aja sayang" jawab Fabian.


"Okey, bentar Arini minta ke dapur dulu ya." Kata Arini kemudian berjalan ke dapur dan mampir ke ruangan maminya.


"Mami sibuk ya?" Tanya Arini yang duduk di sofa ruangan maminya


"Nggak sayang, ada apa?" Tanya mami Fio menatap anak gadisnya.


"Ga kenapa-napa sih" jawab Arini.


"Itu teman abang sudah disuruh makan semua belum sayang dan anak gadis mami juga sudah makan belum?" Tanya mami Fio.


"Iya mi, Arini sudah makan dan mereka juga sudah pada makan kok. Tadi Arini ke sini karena mau pesanin buat bang Bian aja, terus Arini mampir deh ke sini" kata Arini.


"Loh Bian sudah jemput anak mami ya atau nanti mau pulang sama mami aja?" Tanya mami Fio.


"Iya juga ya mi, kan Arini bisa pulang bareng mami ya" kata Arini.


"Tapi ga usah deh pasti abang mau ajak Arini pergi dulu kalau jam segini udah jemput" kata Arini.


"Iya kali mau ada yang diperlukan Bian, karena pernikahan kalian juga udah deket kan" kata Fio.


"Arini keluar dulu ya mi" pamit Arini.

__ADS_1


"Iya sayang, mami selesaikan dulu kerjaan mami ya" kata mami Fio.


Arini memberikan jempolnya sambil tersenyum ke maminya, kemusian jalan keluar ruangan mami Fio.


"Mami dimana sayang?" Tanya Fabian ke Arini setelah Arini kembali duduk di sebelahnya.


"Ada di ruangannya, Arini baru aja dari sana. Cuma mami lagi sibuk sih tadi bang" jawab Arini


"Bang nanti apa Arini pulang sama mami aja kali ya, kan abang pasti mau ke kantor lagi kan?" Tanya Arini.


"Abang ke sini memang mau jemput kamu sayang, kita mau fitting baju" jawab Fabian.


Faris mendengar apa yang dibicarakan pasangan ini, hatinya ternyata masih merasakan sakit mendengar orang yang pernah dia dicintai akan menjadi milik orang lain.


"Sayang, mami masih di ruangnya ya? Kita pamit dulu ke mami kemudian kita langsung pergi" kata Fabian. Arini menganggukkan kepalanya kemudian menenteng tas ransel kecilnya kembali.


Faris menatap punggung Arini dan Fabian yang berjalan masuk ke ruangan mami Fio.


"Sudah Ris, jangan dipandang terus ntar loe susah move on" kata Ardi.


Faris hanya tersenyum kecut sambil mengusap muka dengan kedua tangannya.


"Bang Arya, kak Faris, Ardi maaf kami pamit pulang duluan ya" pamit Arini.


"Hati-hati Rin" jawab Faris.


"Pasti Ar akan abang jagain sampai kapanpun" jawab Fabian sambil menepuk punggung Arya.


"Maaf kami duluan ya" kata Fabian ke Faris dan Ardi.


"Silahkan bang" jawab Faris.


"Kita mau fitting baju hari ini bang?" Tanya Arini ke Bian.


"Iya kita fitting dulu, soalnya mulai nanti hari senin kamu kan sudah ga boleh sama mami keluar kan?" Tanya Fabian.


"O iya benar juga" kata Arini.


"Tadi senang ya bisa nyanyi diiringi Faris?" Tanya Fabian. Arini langsung menengok menatap ke Fabian.


"Maksud abang?" Tanya balik Arini.

__ADS_1


"Tadi bukannya kamu nyanyi di depan dengan diiringi Faris?" Tanya Fabian menatap sekilas ke Arini karena konsentrasi melihat jalan.


"Abang tahu dari Guntur yang cerita?" Tanya Arini.


"Abang lihat sendiri kamu senyum-senyum dengan Faris, bahagia sekali sepertinya" kata Fabian menahan cemburu.


"Itu semua bukan maunya Arini bang, itu Ardi yang minta Arini nyanyi. Padahal kak Faris hanya mau main musik aja awalnya, tiba-tiba Ardi minta Arini membawakan lagu" jawab Arini


"Dan kamu mau juga kan apalagi ditemani Faris di depan" jawab Fabian dingin.


Arini diam saja tidak lagi melanjutkan. Arini malas berdebat dengan Bian membahas dirinya dengan Faris.


"Terserah abang aja mau percaya atau ga ke Arini" jawab Arini.


Arini mengeluarkan ponselnya dari tas dan memainkan game di pomselnya dari pada harus berdebat dengan calon suaminya. Fabian melirik sekilas ke arah ponsel Arini untuk melihat apa yang sedang dilakukan Arini. Setelah tahu bahwa kekasihnya memainkan game hanya diam saja.


"Abang lihat sendiri Arini nyanyi, emang sudah di datang lama di cafe?" Tanya Arini.


"Nggak, abang lihat dari video call pada saat kamu nyanyi sambil tersenyum dengan Faris" jawab Fabian.


"Dan rasanya senang ya ditungguin terus dengan mantan dari kuliah sampai makan siang" kata Fabian dingin.


"Maksud abang apa sih?" Tanya Arini mulai kesal.


"Bukannya sejak di kampus kalian bersama sampai makan siang pun juga disamperin?" Tanya Fabian.


"Kak Faris, bang Arya dan Ardi itu hanya melindungi Arini dari perempuan yang menyukai bang Arya dan Kak Faris. Beberapa orang yang kelihatannya suka dengan bang Arya dan kak Faris salah paham dengan Arini. Arini bang Arya malah nyium kening Arini di depan mereka" cerita Arini.


Fabian hanya diam mendengarkan cerita dari calon istrinya, karena memang Fabian juga sudah mendapat laporan dari Tata bodyguard Arini.


"Terus perempuan itu ngapain kamu?" Tanya Fabian.


"Dia mengira Arini itu pacar bang Arya atau kak Faris dan bang Arya bilang kalaupun Arini pacar bang Arya terus mereka mau ngapain. KanĀ  bang Arya juga cintanya hanya sama Arini katanya. Terus para cewek itu diam saja takut sama bang Arya" kata Arini.


"Memang saat kejadian itu Tata dan Guntur dimana?" Tanya Fabian.


"Tata sih ada di dekat Arini, kalau Guntur kan di parkiran mobil bang" jawab Arini.


"Mulai besok suruh Tata dan Guntur di dekatmu sayang, jangan boleh mereka menjauh." Kata Fabian.


"Iya bang, tadinya Arini juga ga masalah sih sama kak Mely. Karena dia mengira Arini pacaran dengan kak Faris dan Arini sudah bilang kalau Arini ga ada hubungan apapun dengan kak Faris. Arini sendiri juga sudah punua tunangan." Kata Arini

__ADS_1


"Tiba-tiba temannya kak Mely marah gara-gara Arini duduk dekat bang Arya waktu di kantin" kata Arini lagi.


__ADS_2