
"Papi dan Arya belum datang ya mi?" Tanya Fabian.
"Papi baru mandi, mungkin Arya juga lagi mandi" jawab Fio.
"Kok papi mami tinggal kalau lagi mandi?" Tanya Arini yang tahu kebiasaan maminya. Jika papinya baru pulang dari kantor dan langsung mandi, pasti maminya menunggu di dalam kamar sampai papinya selesai mandi.
"Soalnya mami lebih berat nungguin kalian datang" jawab mami Fio.
"Ya ampun mami, kan Arini juga baru sehari ga tidur di rumah" kata Arini tertawa kecil.
"Iya memang, tapi rasanya sudah seperti sebulan mami ga ketemu kamu sayang" kata mami Fio.
"Mami sejak tadi kedatangannya papi dari kantor itu sudah gelisah menunggu kalian datang sayang" kata papi Aldo yang sedang turun dari lantai atas sambil terkekeh. Fabian tertawa mendengar ucapan papi mertuanya.
"Semoga saja besok kalau kalian sudah berangkat bulan madu mami tidak mengajak papi menyusul kalian kesana" kata papi terkekeh.
"Ya nggaklah pi, masak mau menyusul bulan madu anaknya" kata mami Fio.
"Mami jadi mengganggu pengantin baru dong kalau sampai menyusul mereka beneran" sahut Arya yang sudah turun dari lantai atas. Fabian hanya tersenyum mendengar candaan keluarga sang istri.
"Besok kalian berangkat jam berapa Bian?" Tanya papi.
"Jam 2 siang pi" jawab Fabian.
"Arya kapan kamu akan kenalin ke papi dan mami?" Tanya Aldo ke Arya.
"Papi, Arya kan belum punya pacar. Terus yang mau dikenalin ke papi dan siapa siapa dong" jawab Arya membuat yang lain tertawa.
"Itu artinya abang disuruh papi segera cari pacar bang" kata Arini sambil tertawa.
"Emang gampang cari pacar, papi aja juga ga bisa dulu cari pacar" kata Arya.
"Pacar papi kan mami bang" kata Aldo.
"Sebelum kenal mami kan papi juga ga punya pacar" kata Arya ga mau kalah.
"Ya kan mami cinta pertama dan terakhir buat papi" jawab Aldo
"Mami pacaran sama papi mah masih terlalu remaja bang, bukan muda lagi" kata Arini membuat Aldo terkekeh.
"Ayo kita makan dulu, itu sudah mami siapin makan malamnya" kata Fio mengajak suami, anak serta menantunya makan malam bersama.
"Kenapa pada tertawa?" Tanya Fio melihat suaminya tertawa.
"Ini mi, papi itu bilang ke Arya suruh kenalin pacar abang ke mami dan papi. Nah bang Arya bilang kalau belum punya pacar. Terus bang Arya juga bilang ke papi katanya papi sebelum kenal mami juga ga punya pacar" kata Arini.
__ADS_1
"Tapi ada teman papi yang suka sama papi dan cemburu sama mami loh waktu itu" kata mami Fio sambil melirik sang suami.
"Tapi papi kan ga kenal dia mi, kok jadi ngomongin kesana sih" protes papi Aldo.
"Kata papi, mami itu cinta pertama dan terakhir papi ya mi?" Tanya Arya.
"Cinta terakhir harus dong, tapi kalau cinta pertama sih mami ga tahu ya" jawab mami Fio.
"Sudah ayo makan dulu, kita sudah di meja makan sekarang" kata Aldo.
"Biar ga ketahuan siapa cinta pertamanya kan" bisik Fio pada sang suami.
"Bukan mi, memang kenyataannya begitu. Lagian papi sudah jujur loh mi" jawab papi Aldo.
"Ya sudah dilanjut nanti lagi saja ngobrolnya, sekarang waktunya makan malam" kata Fio mengakhiri obrolannya.
Semuanya hening pada saat makan malam, tak ada satupun yang membuka suaranya. Hanya terdengar suara sendok dan garpu yang berbenturan dengan piringnya.
Setelah selesai makan malam, keluarga ini berpindah duduk di ruang tengah untuk melanjutkan obrolanya sambil menonton acara televisi.
"Jadi cinta pertama papi beneran mami?" Tanya Arya sengaja membuka topik obrolan untuk melanjutkan mengerjai papinya.
"Iya bang, tapi kalau cinta pertama mami sepertinya bukan papi deh" kata Aldo melirik istrinya.
"Loh kenapa mami jadi nanya ke papi, kan mestinya mami yang lebih tahu dong" jawab papi Aldo sambil tertawa kecil.
"Nanti kalau mami menyebut nama laki-laki selain papi, ada yang cemburu gimana?" Sindir Arya.
"Nggak, papi ga cemburu kok. Yang penting kan mami ga jalan sama dia" Aldo menampik rasa cemburunya.
"Beneran ga cemburu?" Tanya Fio sambil mencolek pipi sang suami.
Aldo terkekeh menatap sang istri.
"Tuh mami kamu pipinya udah merah mengingat masa lalu pada cinta pertamanya yang belum terbalas, saat terbalaskan ternyata mami sudah nikah sama papi" kata Aldo.
"Siapa sih pi, mami aja ga ngerti deh, o jangan-jangan maksud papi kak Dio ya?" Tanya Fio.
"Nah tuh baru seorang yang disebut, padahal masih ada lagi nama pria lain selain papi dari sejak remaja" kata Aldo.
"Terus siapa, kok mami jadi lupa deh" kata Fio.
"Mungkin yang sekarang jadi besan mami kali yang dimaksudkan papi" kata Arya mencoba menebak.
"Ya ampun kak Ilyas yang papi maksud. Itu sih udah seperti kakak mami sendiri papi sayang" kata Fio dengan tangannya mencolek pipi sang suami.
__ADS_1
"Tuh anaknya aja tahu, masak maminya bisa lupa" kata Aldo. Fabian hanya tertawa melihat bercandaan keluarganya sang istri.
"Mi, kapan-kapan kita ke Jogja yuk mi main ke rumah mama" ajak Arini. Fabian langsung menatap sang istri sambil mengkerutkan dahinya.
"Mau sama siapa sayang ke sana?" Tanya Aldo.
"Ya Arini dengan mami aja pi, kalau papi dan bang Bian kan sibuk kerja semua" jawab Arini.
"Ya kalau abang mengijinkan yank" sahut Fabian.
"Nah tuh betul kata Bian, papi setuju. Istri itu mau kemanapun harus atas ijin suami sayang" kata Aldo.
"Wah papi ada kembarannya sekarang" kata Arya sambil tertawa melihat papi mertua dan menantunya sama pencemburu akut.
"Gue mau lihat gimana nanti loe sama pasangan loe Ar" kata Bian sambil terkekeh.
"Tapi tidak sampai segitunya bang" kata Arya. Fio tertawa mendengar candaan suami dengan anak dan menantunya.
"Papi bahagia bang ada kembarannya yang akan diajak kerjasama sepertinya" kata Fio terkekeh. Aldo ikut tertawa mendengar ucapan sang istri.
"Ini kenapa jadi ngerjain papi sih. Kan tadi awalnya hanya supaya Arya punya pacar, jadi arahnya kemana-mana ini ngobrolnya" kata papi Aldo.
"Arya cari pacarnya nanti saja pi kalau sudah lulus" kata Arya.
"Iyalah bang jangan buru-buru" kata Fio.
"Sudah malam, papi mau istirahat dulu. Ayo mi kita naik" kata Aldo kemudian mengajak istrinya untuk masuk kamar.
"Iya ayo istirahat semua, Arini juga sudah capek kan" kata mami Fio.
"Ajak tuh Bian istirahat sayang, besok kalian mau perjalanan jauh biar ga kelelahan" kata Fio.
"Iya mi" jawab Arini.
"Abang masuk kamar aja dulu kalau sudah mau istirahat, Arini mau ambil air dulu buat dibawa ke kamar" kata Arini.
"Sini biar abang yang bawa aja sayang" kata Bian mengikuti istrinya masuk ke dapur untuk mengambil air putih.
"Arini istirahat dulu ya bang" pamit Arini ke Arya.
"Iya" jawab Arya.
"Gue ke atas dulu ya Ar, loe ga istirahat juga?" Tanya Bian.
"Iya bang silahkan, Arya masih ingin disini dulu" jawab Arya.
__ADS_1