TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 42. Rasanya bosan


__ADS_3

"Mami nanti ke cafe?" Tanya Arini.


"Nggak sayang, mami masih ada urusan sama tante Erna untuk ke catering" jawab Fio.


"Kamu nanti ke kantor Fabian lagi dek?" Tanya Deni.


"Kelihatannya iya bang, kenapa ada yang abang butuhkan?" Jawab Arini.


"Nggak, hanya abang merasa di rumah sepi aja ga ada kalian semua" kata Deni.


"Ya  bang Irfan aja suruh ke sini bang" usul Arini.


"Benar juga idemu, biar Irfan bangun pagi deh" kata Deni terkekeh sendiri membayangkan Irfan protes.


"Mi Arini mandi dulu ya" pamit Arini setelah selesai membantu mami Fio masak.


"Iya sayang, bersiaplah buat kuliah" jawab Fio.


"Papi belum bangun ya mi?" Tanya Deni.


"Kenapa bang?" Suara sang papi dari tangga.


"Tuh papi udah di tangga" kata Fio sambil terkekeh.


"Kirain papi belum bangun" kata Deni


"Papi sudah bangun dari tadi, nungguin mami ga masuk-masuk lagi ke kamar ya papi yang keluarlah" kata Aldo.


"Mi boleh nggak Deni ikut ke kantor papi?" Tanya Deni.


"Nggak sayang, itu sama saja abang keluar rumah" jawab Fio.


"Abang kan bisa kerja dari rumah" kata Aldo.


"Iya pah tapi biasanya kan Deni pagi praktek ketemu dengan beberapa pasien jadi ga bosan di rumah" kata Deni.


"Iya memang itu membosankan, tapi itu hanya sebentar bang" kata Aldo.


"Sekarang mandilah sayang, kita sarapan bersama" kata Fio sambil menepuk punggung Deni.


"Iya mi" jawab Deni kemudian naik keatas menuju kamarnya.


"Sama seperti papi dulu, rasanya juga bosan ga boleh keluar kemana-mana selama seminggu penuh" kata Aldo.


"Iya kita dulu juga ga boleh ke sekolah ya pi" kata Fio sambil melihat anaknya jalan menuju tangga ke atas.


"Iya, yuk kita mandi dulu mi sebelum anak-anak turun untuk sarapan" ajak Aldo.


"Papi kenapa tadi ga mandi sekalian sebekum turun?" Tanya Fio.


"Ya kan papi nungguin mami buat mandi bareng" jawab Aldo.

__ADS_1


"Ya ampun pi, kita itu sudah usia loh" kata Fio.


"Biar aja, kita kan masih muda juga walaupun anak-anak kita sudah dewasa" kata Aldo.


Fio membuang nafasnya kasar jika sudah mendengar ucapan suaminya yang terkesan memaksa dan tak bisa dibantah lagi.


Arya yang sudah selesai mandi dan sudah rapi turun ke bawah lebih dulu dan ternyata Fabian baru saja datang.


"Halo Ar, Arini sudah turun?" Tanya Fabian.


"Hai bang, mungkin bentar lagi" jawab Arya.


"Apakah Arini dulu sering jalan bareng Faris?" Tanya Fabian pelan.


"Hehehe abang cemburu ya sama Faris. Arini memang dulu kalau pulang kuliah jarang bareng sama Arya sih" jawab Arya.


"Soalnya yang abang lihat Faris sampai saat ini sepertinya masih menyimpan perasaannya ke Arini" kata Fabian.


"Arini dulu jarang cerita kalau sering jalan sama Faris, kelihatannya sih justru Deby yang tahu hubungan mereka bang" kata Arya.


"Pagi bang" sapa Arini yang sudah di bawah menyapa kekasih dan abangnya.


"Pagi sayang" jawab kedua bersamaan.


"Nanti abang ada janjian sama Ardi dan Faris di kantin dek" kata Arya.


"Jam berapa abang janjiannya?" Tanya Arini.


Arini diam dan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja. Fabian melihat Arini yang hanya diam tanpa menjawab ikutan usul.


"Kamu juga ikut ketemuan dengan mereka sayang?" Tanya Fabian.


"Nggak kalau abang sudah jemput Arini" jawab Arini.


"Kalau abang belum jemput kamu, apa kalian akan ketemuan disana?" Tanya Fabian menatap Arini.


"Ya kan ada bang Arya juga bang, sambil menunggu bang Bian aja sih" jawab Arini.


"Itu alasannya kamu ikut nunggu di kantin?" Tanya Fabian menatao Arini.


"Terus Arini nungguin dimana? Atau Arini langsung aja ke kantor bang Bian?" Jawab Arini balik bertanya.


"Terserah aja" jawab Fabian datar membuat Arini diam dan tak melanjutkan ucapannya lagi.


"Eh Fabian udah datang, ayo kita sarapan bersama" ajak Deni.


"Iya bang" jawab Bian kemudian mengikuti Deni menuju ruang makan bersama Arini dan Arya.


"Eh Bian sudah datang buat jemput Arini ya" sapa mami Fio.


"Iya tan" jawab Bian.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan bersama dengan keluarga Arini, Bian dan Arini pamit buat berangkat begitupun dengan Arya. Tinggalah Deni di rumah sendiri.


"Sepi juga kalau semua udah pergi gini, gue di rumah begini mau ngapain?" Gumam Deni yang duduk di ruang tamu setelah semuanya anggota keluarganya pergi kecuali mami Fio yang akan pergi agak siangan.


Untuk membuang kegabutannya, Deni jalan menuju ruang gym dekat kolam renang. Setelah puas dengan menguras tenaga membakar lemak, Deni membuka laptopnya yang sempat dia letakkan di meja dekat kolam renang untuk bekerja dari rumah.


"Abang, mami pergi dulu ya sama tante Erna" kata Fio.


"Mami udah disamperin sama mama?" Tanya Deni.


"Mami yang akan nyamperin mama sayang" jawab Fio.


"O gitu, apa mau di anterin Denni apa mi?" Tanya Deni.


"Abang harus di rumah dulu ya dan tidak mami ijinkan keluar rumah okey" kata mami Fio sambil tersenyum.


"Okey mi" jawab Deni.


Fio tahu anak sulungnya jenuh jika waktunya harus kerja tapi di suruh di rumah tanpa ada yang bisa dikerjakannya. Tapi karena Fio merasa mendapat wejangan dari mamanya bahwa seorang calon pengantin itu harus dipingit sebelum melakukan akad nikah agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.


💐 Kampus


Arya sampai di kampusnya langsung masuk menuju ruang kelasnya. Sedangkan saudara kembarnya yaitu Arini yang datang dengan diantar Fabian di gedung yang berbeda dengan Arya.


"Nanti tungguin abang jemput ya sayang" kata Fabian setelah mengantarkan Arini ke kampusnya.


"Iya bang, nanti akan Arini tunggu di kantin" kata Arini.


"No tidak perlu nungguin abang di kantin kalau ada Faris disana" kata Fabian.


"Ya ampun, abang kan Arini juga udah ga ada hubungan apapun lagi dengan kak Faris" kata Arini.


"Pokoknya tidak kalau kamu bertemu Faris" kata Fabian yang melarang keras untuk Arini bertemu Faris.


"Abang kenapa sih, Arini itu beneran ga ada hubungan apapun dengan kak Faris" kata Arini kemudian Arini memberi salam dan keluar dari mobil Fabian.


Fabian langsung menuju ke kantornya setelah Arini keluar dari mobilnya. Arini berjalan masuk ke kelasnya karena jam sudah mendekati waktu masuk kuliah.


Selesai kuliah di jam pertama, Arini menuju ke cafe depan kampusnya untuk bertemu dengan Faris. Mereka sudah janjian untuk bertemu sejak kemarin.


"Hai Rin, baru keluar kelas ya" sapa Faris setelah Arini sampai di cafe.


"Iya kak, maaf terlambat" jawab Arini.


"Gapapa, kamu minum apa?" Tanya Faris.


"Ice cappucino aja" jawab Arini.


"Masih suka dengan ice cappucino ya?" Tanya Faris.


"Hehehe masih inget aja kak" jawab Arini sambil terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2