TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 18. Sudah terlanjur cinta


__ADS_3

Irfan kaget dengan kedatangan Arini dan Fabian. Ada rasa tidak tidak suka melihat Arini dekat dengan Fabian, tapi segera disingkirkan perasaan itu mengingat dirinya sudah dijodohkan dan akan bertunangan dengan Deby.


"Kalian ini dari mana atau mau kemana?" Tanya Irfan melihat ke Arini dan Fabian bergantian.


"Dari kantor, terus jemput Arini dan nanti akan ada rapat bersama dengan Arya dan klien" jawab Fabian yang sudah duduk di samping Irfan.


Tiba-tiba ponsel Arini berbunyi tanda ada panggilan. Dilihatnya nama yang tertera disana Abang Ganteng.


πŸ“ž "Halo bang, ada apa?" Sapa Arini


"Dimana dek, jangan lupa ya nanti jam 2 rapat loh" kata Arya mengingatkan.


πŸ“ž"Iya bang, ini Arini lagi makan di cafe dekat kantor bang Deni sama bang Bian, bang Deni dan bang Irfan" kata Arini.


"Ya sudah salam aja buat mereka dan jangan lupa, nanti abang tunggu di lokasi ya" kata Arya kemudian menutup panggilannya.


"Siapa yang telpon?" Tanya Fabian.


"Bang Arya ngingetin untuk nanti rapat" jawab Arini


"Kamu juga ikut aktif ngurusin cafe, bukannya tante Fio ya?" Tanya Irfan.


"Arini juga ngurusin bang, mama hanya untuk kegiatan aja sekarang dan pegang 2 cabang sedang yang lain kami berdua yang ngurusin. Soalnya sama papi itu sebenarnya mami udah ga boleh lagi di cafe" jawab Arini.


"Berarti nanti mami juga ikut dong dek rapatnya?" Tanya Deni.


"Nggak bang, mana papi boleh kalau mami ikut rapat ga ada papi" jawab Arini. Deni tertawa sambil geleng-geleng kepala.


"Papi kamu posesif banget ya sama istrinya" kata Irfan.


"Iya kan sudah sampe terkenal di kalangan keluarga besar dan para sahabat papi mami" kata Deni.


"Jangan-jangan loe nanti begitu juga sama Mira" kata Irfan.


"Sepertinya sih gue nggak begitu, ya wajar sajalah. Kan Mira juga orang yang bekerja dan pasti akan ketemu dengan banyak orang" kata Deni.


"Yuk kapan-kapan kita jalan bareng, mau nggak?" Tanya Irfan dengan melihat Deni, Fabian dan Arian secara bergantian.


"Iya yuk, nanti bang Irfan ajak dong calonnya biar kenal sama kita semua" kata Arini.

__ADS_1


"Iya loe ajak ya biar kita bisa kenalan" kata Deni.


"Ya kalau dia bisa ya, soalnya dia kan masih kuliah" jawab Irfan dengan agak berat hati.


"Kuliah dimana bang, jangan-jangan sekampus sama Arini" tanya Arini.


"Iya sekampus sama kamu, tapi abang lupa jurusan apa" kata Irfan.


Setelah mereka selesai makan siangnya, Deni dan Irfan pamit pergi duluan karena sudah harus kembali ke kantor. Sedangkan Arini dan Fabian masih menikmati obrolan berdua di cafe itu.


"Kita berangkat ke tempat pertemuan aja yuk bang" ajak Arini sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


"Okey" jawab Fabian setelah ikut melihat jam di pergelangan tangannya sendiri.


Fabian membukakan pintu mobil buat Arini kemudian Arini masuk dan duduk di dalam mobil Fabian. Kemudian Fabian memasuki mobilnya dan mulai menyalakan mesin mobilnya.


πŸ’ Di rumah sakit


Irafan dan Deni sudah kembali ke rumah sakit untuk bekerja. Deni masuk ke ruang kerjanya sedangkan Irfan hatinya masih belum bisa menerima kebersamaan Arini dan Fabian. Namun tetap saja dia masyk ke ruang kerjanya dan duduk melamun.


"Apakah aku sudah terlanjur cinta sama Arini, tapi dia sepupuku. Mana mungkin kami bisa bersama. Lagian apa Arini juga mencintaiku, tapi mau dikemanakan Deby" batin Irfan berperang sendiri.


"Tok tok tok"


"Masuk" kata Irfan dari dalam


Pintu dibuka dan nongol Deni membuyarkan lamunannya.


"Loe kenapa, kelihatan kusut gitu pikiran lor, ada masalah?" Tanya Deni


"Entahlah, gue bingung dengan diri gue sendiri" jawab Irfan.


"Memangnya apa apa?" Tanya Deni


"Gue mencintai sesorang, namun sekarang gue kan mau dijodohkan dengan Deby" kata Irfan.


"Terus..." kata Deni.


"Tapi sekarang orang yang gue cintai itu sedang jalan dengan cowok lain. Dan gue juga sudah ada Deby, gue bingung dengan perasaan gue" kata Irfan.

__ADS_1


"Apa cewek yabg loe cintai itu selingkuh atau bagaimana dan apakah kalian sudah menjadi pasangan kekasih?" Tanya Deni


"Gue belum menjadi pasangan kekasih, karena gue ragu apakah dia juga mencintaiku dan apa mungkin kita akan bisa menjalin hubungan sebagai seorang kekasih" kata Irfan.


"Kenapa nggak kalau loe dulu menyatakan perasaan loe, tapi sekarang loe ada Deby. Dan jangan pernah menyakitin hati seorang gadis baik-baik walaupun loe belum mencintainya" kata Deni.


"Iya gue juga akan mencoba menjalani dengan Deby saja dan akan berusaha menghapus nama gadis itu di hati gue walupun gue sakit melihat dia jalan dengan cowok lain" kata Irfan.


"Apakah gadis itu tahu jika loe mencintainya?" Tanya Deni.


"Tidak dan jangan pernah dia tahu kalau aku pernah mencintainya. Biarkan saja hubungan kami seperti ini" kata Irfan.


"Apakah hubungan loe dengan gadis itu baik?" Tanya Deni.


"Iya dia lucu, cantik, mandiri dan manja itulah yang membuatku jatuh cinta padanya" kata Irfan membayangkan wajah dan tingkah laku Arini jika sedang jalan bersama.


"Loe kelihatannya memang sudah jatuh cinta padanya, kenapa kemarin sebelum loe dikenalin dengan Deby ga bilang dulu ke om Raka?" Tanya Deni.


"Ga mungkin papa merestui hubungan kami. Itu yang membuatku berusaha menlepaskan namanya dari hatiku" kata Irfan.


Deni tahu bagaimana perasaan Irfan saat ini. Karena tadi dia melihat bagaimana dia menatap penuh cemburu dengan Fabian.


"Memang tidak akan mungkin bang kalian bersatu, karena kalian masih punya hubungan yang sangat dekat" batin Deni.


"O ya kapan loe mau kenalin Deby ke kita-kita?" Tanya Deni.


"Iya nanti saja hari sabtu mungkin kita janjian jalan bersama bagaimana" kata Irfan.


"Gue mah okey aja, tapi yang lainnya gue ga tahu juga" kata Deni


"Ya sudah nanti gue bilang aja di group kita deh" kata Irfan.


Deni kembali ke ruangannya sendiri setelah ngobrol sebentar dengan Irfan. Karena Irfan juga harus ke ruang prakteknya segera. Dan Deni hari ini dia bertugas mendapat giliran jaga di UGD.


πŸ—¨ "Bang, nanti jemput Mira agak telat dikit aja ya, soalnya Mira lagi praktek sampai jam 5.30" kata Mira mengirimkan lewat pesan singkatnya di ponsel Deni.


"Okey, ini abang juga lagi jaga di UGD hari ini" balas DeniπŸ’¬


"Berarti benar juga apa yang dulu pernah dibilang Miranda kalau Irfan mencintai Arini" batin Deni.

__ADS_1


"Hati memang rumit jika hanya dipikirkan saja. Gue udah ga mau mikir, mending jalani aja yang ada. Toh Miranda juga gadis yang baik" gumam Deni mengingat percintaannya yang juga pernah kandas di tengah jalan


__ADS_2