
"Gue ga ada hubungan apapun dengan Mely, kamu jangan percaya ucapan Mely Ar" kata Faris
Arini hanya tersenyum ke Faris.
"Sebenarnya Arini tahu dari dulu dia itu suka dengan kak Faris" kata Arini santai.
"Iya, kakak lebih suka dengan gadis lain" jawab Faris pelan. Arini tahu yang dimaksud Faris, maka Arini hanya tersenyum.
"Loe pasti akan menemukan orang yang lebih baik buat berada di sisi loe suatu saat nanti" kata Arya.
"Semoga saja, kalau kembarannya juga seorang gadis gue akan deketin dia" kata Faris.
"Gila juga loe ya, untung gue laki-laki" kata Arya sambil menepuk pundak sahabatnya sambil tertawa. Arini ikut tertawa untuk mencairkan hatinya.
"Bang Bian ga telpon kamu dek?" Tanya Arya.
"Tadi telp Arini waktu lagi di mall" jawab Arini.
"Berarti bang Bian tahu kalau kamu tadi pergi sama oma dan mami?" Tanya Arya.
"Ya tahulah bang, apalagi ada Guntur dan Tata yang juga ikutan" kata Arini. Arya terkekeh mendengar jawaban adeknya.
"Memang kamu kalau pergi bodyguardmu harus ikut ya Ar?" Tanya Faris ke Arini.
"Iya kak, mereka pasti ikut. Kan Arini ga boleh bawa kendaraan sendiri" jawab Arini.
"Itu saja mereka belum menikah Ris, gue ga kebayang kalau nanti Arini sudah nikah sama bang Bian, pasti makin sulit waktunya buat Arini pergi sendiri. Sama seperti mami dan papi" kata Arya.
"Memang om Aldo cemburuan ya sama tante?" Tanya Faris.
"Sangat.... mami kalau mau pergi pake ditanyain dulu samaΒ papi, maminya sama siapa aja. Kalau mami sendiri dan hanya diantar sopir belum tentu mami diijinkan papi." Jawab Arya.
"Nah ini bang Bian sepertinya juga ga beda jauh dari papi tingkat cemburuannya." Kata Arya.
"Ya ampun sampai segitunya ya" Tanya Faris heran.
"Mami itu waktu sma aja berangkat pulang sekolah selalu sama-sama dengan papi" kata Arya.
"Memang om dan tante pacaran dari sma?" Tanya Faris.
"Iya mereka kan dijodohin sejak masih sma, bahkan menikah juga masih sma" kata Arya.
"O begitu, tahu gitu dulu gue lamar waktu gue deket sama Arini juga" kata Faris. Arini kaget apa yang baru saja diucapkan Faris.
"Loe masih mencintai Arini?" Tanya Arya kemudian memandang Arini dan Faris bergantian.
"Kak, pasti suatu saat kakak akan bertemu dengan gadis yang jauh lebih baik dariΒ Arini" kata Arini. Faris hanya tersenyum melihat Arini bicara.
"Sudah bro pasti nanti loe juga akan bertemu orang tepat buat loe" kata Arya sambil menepuk pundak Faris.
"Tadi mau nanya apalagi ke Arini tentang Mely? Kalau sudah ga ada pertanyaan lagi, Arini mau tidur soqlnya udah ngantuk" kata Arini mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Kalau suatu saat Mely ngancam kamu, bilang sama kakak atau ke Arya ya" kata Faris.
__ADS_1
"Iya kak" jawab Arini.
"Maaf Arini naik dulu kak udah ngantuk" kata Arini sengaja menghindari Faris.
"Iya selamat mimpi indah ya Ar" kata Faris sambil tersenyum dengan menaikkan alisnya.
"Terima kasih kak" jawab Arini yang sekilas melihat Faris kemudian membalikkan badannya dan langsung naik ke atas menuju kamarnya.
"Gue juga mau pulang istirahat dulu bro" kata Faris kemudian keluar menuju mobilnya.
"Okey, hati-hati ya dijalan. Jangan mikir seorang gadis yang sudah akan jadi milik orang" kata Arya. Faris tersenyum miris menjawab Arya dengan menepuk pundak Arya.
π Kampus
Paginya Fabian mengantarkan Arini sampai di kampus baru Fabian akan ke kantor.
"Nanti pulang sama Guntur dan Tata ya, abang ada meeting siang soalnya" kata Fabian.
"Iya bang" jawab Arini.
"Nanti setelah abang meeting baru abang akan ke rumah buat nyamperin kamu dan kita ke toko cincin ya sayang" kata Fabian.
"Buat apalagi sih bang, kan kita udah pernah ke sana?" Tanya Arini.
"Iya buat lihat-lihat aja" jawab Fabian asal.
"Ah terserah abang aja deh mau ngapain, Aira udah keburu terlambat bang" kata Aira sambil membuka pintu mobilnya.
π Kantor
Fabian ada meeting siang ini bersama para kliennya di dekat kantor sahabatnya Hendra. Kantor Fabian bergerak dibidang pengadaan bahan pangan seperti tepung dan beberapa rempah. Fabian juga punya kerjasama dengan seorang pengusaha mie instan.
Hari ini Fabian selesai meeting akan langsung ke rumah Aldo untuk menjemput Arini sesuai janjinya.
"Hai Bi, loe mau kemana buru-buru" sapa Hendra yang bertemu dengan Fabian saat keluar dari sebuah restoran.
"Loe bikin kaget orang saja Hen" kata Bian kemudian melihat Hendra dan Faris bergantian.
"Mau ada janji nyamperin Arini" jawab Fabian.
"O ya sudah selamat pacaran deh, besok gue ke kantor loe ya" kata Hendra.
"Iya gue tunggu ya pagi" kata Fabian.
"Okey" jawab Hendra.
Fabian langsung keluar menuju ke mobilnya, sedangkan Hendra bersama Faris masih ada pertemuan dengan kliennya.
π Kediaman Aldo
Fabian perjalanan menuju ke rumah Arini untuk menjemputnya sesuai janjinya tadi pagi. Sedangkan Arini sedang duduk di teras samping rumah bersama maminya.
"Sedang menikmati udara sore mi?" Sapa Fabian sambil mengulurkan tangannya untuk menvium punggung tangan calon mertuanya.
__ADS_1
"Eh ada Fabian, kok ga ada suaranya tiba-tiba sudah di dekat mami" kata Fio.
Iya mi, ada janji sama Arini mau keluar sore" kata Fabian sekalian meminta ijin ke camernya.
"Arini ga usah ganti baju aja ya bang, sebentar Arini ambil tas dulu" kata Arini.
"Iya ga usah ganti suxah cantik kok" jawab Fabian, mami Fio terkekeh mendengar Bian memuji anak gadisnya.
"Kamu itu kelihatannya diam ternyata bisa juga memuji anak gadis mami" kata Fio sambil menepuk bahu calon menantunya.
"Ya kan bener mi, memang anak gadis sudah cantik tanpa harus bermakeup dan mengganti bajunya" kata Bian terkekeh.
"Kamu seperti papimu juga, diam tapi pandai juga melihat anak gadis orang" kata Fio membuat Fabian tertawa.
"Sama seperti papi waktu muda mi, diam-diam memperhatikan mami juga kan di sekolah" kata Fabian.
"Kok kamu tahu, dari papa Leo ya" kata Fio .
"Hehehe iya mi, papa suka cerita masa sma dulu" kata Bian sambil tertawa kecil.
"Yuk bang mau berangkat sekarang?" Tanya Arini.
"Iya yuk" jawab Fabian kemudian pamit ke calon mami mertuanya.
"Hati-hati ya kalian" kata mami Fio.
"Iya mi" jawab keduanya bersamaan.
Arini dan Fabian berjalan keluar menuju ke mobilnya.
Fabian mulai menjalankan mobilnya menuju mall yang dimaksud Fabian tanpa di ikuti Guntur dan Tata. Fabian memang pernah bilang selama Arini jaklan dengan Fabian tidak perlu Guntur dan Tata ikut. Tapi jika Arini jalan tanpa ada Fabian yang menemani baru Gantur dan Tata harus selalu siap ada di belakang Arini untuk menjaganya.
***
Kisah cinta dua orang yang berbeda kepercayaan, namun harus terpisah karena sesuatu yang tak mungkin bisa menjadikan mereka bisa bersama. Apalagi orang tua mereka yang juga tidak pernah merestui hubungannya karena mereka berbeda kepercayaan.
Lalu bagaimana langkah yang harus diambil dari keduanya?"
Baca dan ikuti kisah perjalanan cintanya Aira dan Lukas Siahaan...
Jangan lupa ya gaes untuk memberikan
LIKE
KOMEN
HADIAH
VOTE
πππ
__ADS_1