
"Mama dan papa rencana pulang kapan bang?" Tanya Arini.
"Besok pagi-pagi karena siangnya papa ada meeting" jawab Fabian menengok Arini sekilas.
"Arini titip salam aja ya buat papa dan mama, Arini ga ikut nganter karena ada kuliah pagi besok" kata Arini.
"Iya nanti abang sampaikan dan besok pulangnya abang jemput" kata Fabian.
"Arini bisa pulang sama bang Arya bang" kata Arini.
"Tidak, besok abang yang akan jemput kuliahmu" jawab Fabian.
💐 Cafe
"Yuk kita turun sayang" ajak Fabian setelah mereka sampai.di sebuah cafe.
Fabian memesan makanan dan capucino, sedangkan Aira hanya coklat panas.
"Jangan hanya minum sayang, makan juga dong ga akan bikin gemuk" kata Fabian.
"Arini lagi ga ingin makan bang" jawab Aira.
"Ya ini ada wafel mau ya " tawar Fabian.
"Ya sudah.wafel aja deh sama coklat hangat" jawab Arini.
"Baik ditunggu ya kak" kata pelayan cafenya.
"Jadi tadi siapa yang cemburu?" Tanya Fabian penasaran.
"Sebenarnya tidak ada yang cemburu bang" jawab Arini.
"Tadi itu kak Miranda nanya Arini kalau lagi jalan sama bang Irfan terus kwtemu teman Arini, apakah teman Arini itu cemburu? Nah Aira jawab ga cemburu karena tahu kalau bang Irfan itu abangnya Arini" kata Arini.
"Memang siapa teman Arini itu?" Tanya Fabian.
"Kak Faris yang tadi kita ketemu waktu dia ngobrol dengan bang Arya" jawab Arini.
"Apa hubungan Arini dengan Faris, apakah kalian dulu permah pacaran?" Tanya Fabian.
"Iya dulu waktu Arini masih semester awal" jawab Arini. Fabian menatap Arini heran, karena sepengetahuan Fabian Arini tidak pernah dekat dengan cowok.
"Permisi kak, ini pesanannya" kata pelayan cafe.
"Terima kasih" jawab Arini.
"Kenapa abang melihat Arini seperti itu?" Tanya Arini. Fabian membuang nafasnya pelan.
"Betapa lama kalian pacaran dan Arya tidak tahu kalau Arini pacaran dengan Faris?" Tanya Fabian ada rasa cemburu.
"Semua tidak ada yang tahu" jawab Arini.
"Terus kalian putus karena apa?" Tanya Fabian lagi.
"Karena keaibukan kak Faris dan tidak pernah memberi kabar keberadaannya saat itu" jawab Arini.
"Apakah Arini masih mencintainya?" Tanya Fabian ada rasa kawatir dengan jawaban Arini ataa peetanyaannya.
"Sekarang kami tidak ada hubungan apapun bang dan Arini sekarang tuanngan bang Bian" jawab Arini.
__ADS_1
"Apakah Arini masih mencintainya?" Tanya Fabian mengulang pertanyaannya yang belum dijawab Arini. Fabian menatap mata Arini.
Arini bingung mau .enjawab apa, karena memang pada kenyataannya cinta itu masih tersisa, apalagi mereka tifak pernah ada masalah yang membuatnya sakit.
"Bang Arini sekarang tidak ada hubungan apapun dengan kak Faris dan kami putua juga sudah lama. Dan memang baru tadi kami dipertemukan tanpa sengaja" kata Arini.
"Dihatimu maaih ada nama Faris, kalian masih saling mencintai. Walaupun kamu tidak.menjawab pertanyaanku, tapi matamu tidak bisa bohong Arini" batin Fabian, ada rasa sesak dii dadanya aaat menatap mata Arini yang tidak dapat menyembunyikan perasaannya pada mantannya.
"Berapa lama kalian dulu pacaran?" Tanya Fabian.
"Sekitar setahun" jawab Arini. Fabian membuang nafasnya berat.
"Maaf bang, semua itu sudah menjadi masa lalu Arini" kata Arini pelan.
"Iya dan abang adalah masa depanmu Arini. Maka mulai sekarang jangan dekat dengan laki-laki lain yang bukan mahrommu kecuali abang" kata Fabian.
"Iya bang, lagian Arini juga jarang kok ketemu kak Faris" jawab Arini.
"Abang dulu awal pacaran umur berapa?" Tanya Arini.
"Masih kuliah dan abang juga sudab putus saat masih kuliah" jawab Fabian.
"Berapa lama ya dulu itu, kelihatannya sih ga sampai setahun kok" jawab Fabian.
"Terus setelah putus sama yang pertama, abang pacaran lagi kapan?" Tanya Arini.
"Abang pacaran yang kedua itu kurang lebih setahun deh kalau ga salah" jawab Fabian.
"Terus setelah putus dengan yang kedua apakah abang pacaran lagi?" Tanya Arini.
"Iya dan itu yang terakhir buat abang" jawab Fabian.
"Iya orang selama ini abang tunggu adalah yang terakhir buat abang dan akan .enjadi ibu buat anak-anak abang" kata Fabian.
"Bang Arini serius ini" kata Arini. Fabian tetkekeh.
"Abang juga serius sayang" jawab Fabian.
"Abang pengin bawa kamu pulang sekarang deh" kata Fabian yang dibuat gemas melihat Arini.
"Pacar abang sebelum dengan Arini itu siapa?" Tanya Arini.
"Dia pemilik restoran Kulintang" jawab Fabian.
"Kak Tessa, kenapa abang putus?" Tanya Arini menatap Fabian.
"Ya karena tidak cocok" jawab Fabian.
"Bukan kak Tessa itu cantik, kariernya di dunia entertain juga bagus bang?" Tanya Arini.
Fabian memang yang tidak mau menceritakan apa penyebab putusnya hubunhan mereka.
"Abang lebih senang dengan anak mahasiswi aja lebih lucu" jawab Fabian terkekeh.
"Abang masih mencintainya?" Tanya Arini.
"Tidak sama sekali" jawab Fabian mantap.
"Sekarang kan Tessa sedang dekat juga dengan pengusaha muda bang, memang abang ga cemburu?" Tanya Fabian.
__ADS_1
"Tidak dan abang hanya peduli dan cemburu dengan orang yang abang cintai" jawab Fabian tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Abang Arini serius ini" kata Arini
"Abang juga serius sayang" kata Fabian.
"Ada lagi yang mau Arini tanyakan tentang abang?" Tanya Fabian.
"Abang belum jawab pertanyaan Arini tadi" kata Arini.
"Yang mana?" Tanya Fabian.
"Kenapa abang putus dengan Tessa?" Tanya Arini
"Tadi udah abang jawab kan, karena tidak cocok" jawab Fabian.
"Bukan itu jawaban yang Arini mau, ada sesuatu yang abang tutupi" kata Arini.
"Tadi juga ada pertanyaan abang yang belum Arini jawab, tapi abang nggak memaksa Arini untuk menjawabnya kan" kata Fabian.
"Ya tapi ini Arini maunya abang jawab pertanyaan Arini" kata Arini.
"Sudahlah tak perlu diperpanjang lagi, itu nggak pantas diucapkan" kata Fabian.
"Sudah malam, kita pulang ya apa Arini masih mau kemana lagi?" Tanya Fabian.
"Emm kita beli jagung bakar yuk bang yang di dekat lapangan atlit" ajak Arini.setelah di dalam mobil.
"Okey, memang Arini sering ke sana?" Tanya Fabian sambil menyalakan mesin mobilnya
"Nggak sering sih cuma pernah aja" jawab Arini.
"Kesana sama siapa sayang?" Tanya Fabian santai.
"Pernah juga sama bang Arya" jawab Arini.
"Selain sama bang Arya sama siapa lagi?" Tanya Fabian penasaran.
"Arini pernah rame-rame sama teman kalau ga slaah sama Deby juga deh waktu awal-awal kuliah dan kita pulang agak malam karena ada acara" jawab Arini.
💐 jagung bakar
"Sudah sampai, kita duduk disana aja yuk sayang sepertinya enak" ajak Fabian.
"Iya tuh Arini juga senang kita duduk-duduk begini asyik" kata Arini. Fabian memesan 2 jagung bakar.
"Abang suka kesini.ya?" Tanya Arini.
"Kalau ada teman yang ngajak aja, tapi kami cowok semua" jawab Fabian.
"Bian... loe Fabian kan?" Panggil Hendra.
"Hendra, apa kabar. Loe ma siapa?" Tanya Fabian.
Terima kasih sudah meluangkan membaca
Jangan lupa Like, komen, Vote dan Hadiah
__ADS_1
😘😘