TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 26. Hubungan darah


__ADS_3

"Mari dok, saya duluan" kata Deni datar.


"I iya dokter Deni, silahkan. Dan terima kasih sudah boleh ikut bergabung" jawab Desy terbata tanpa dapat jawaban dari Deni.


Raka yang melihat sikap dinginnya Deni ke Desy dan agresifnya Desy ke Deni jadi berpikir. Apakah dokter Desy mempunyai perasaan ke Deni sang keponakan tersayangnya. Namun Raka tidak ingin lagi ambil pusing. Karena Raka percaya dengan Deni tidak akan mau dekat dengan Desy karena sudah ada Miranda.


Kemudian Deni jalan menuju ruang praktek Irfan.


"Sus, dokter Irfan lagi ada pasien ya?" Tanya Deni ke suster Rini.


"Sudah tidak ada pasien kok dok, silahkan saja langsung masuk" jawab suster Rini.


"Tok tok tok"


"Iya masuk" jawab Irfan.


"Eh ada dokter Deni" sapa Irfan.


"Gue mengganggu nggak ini?" Tanya Deni sambil terkekeh mendengar sapaan Irfan.


"Nggak pasien gue udah ga ada kok, tumben amat jam segini masih dikantor" jawab Irfan.


"Iya nanti bentar lagi jemput Mira ke kampus" kata Deni.


"O gitu, wah sibuk juga ya" kata Irfan.


"Ya kan dari sekarang belajar ikut kesibukannya Mira dong, biar nanti saat kami menikah sudah terbiasa dengan jadwalnya Mira dan gue sendiri. Makanya lie juga harus dari sekarang antar jemput Deby kuliah dong" kata Deni.


"Iya, tadi pagi juga gue anterin kok ke kampus. Kan Deby sekampus dengan Arini, hanya mereka beda kelas. Deby katanya kenal kok sama Arini, hanya ga dekat aja." Kata Irfan.


"Bagus dong, biar kalau kamu terlambat jemput Deby masih ada Arini nanti" kata Deni.


"Ya kalau Arini belum dijemput Fabian, kan sepertinya mereka makin deket aja" kata Irfan ada nada cemburu.


"Iya tadi Fabian menjemput Arini ke rumah" kata Deni.


"Apa Arini juga tahu Deby?" Tanya Irfan.


"Irfan sih kurang tahu, cuma kelihatannya mereka saling kenal hanya tidak dekat." Jawab Irfan.


"Apakah Arini dan Fabian ada hubungan khusus?" Tanya Irfan ke Deni.

__ADS_1


"Iya, mereka sudah jadian. Dan rencana Fabian akan mengajak kedua orang tuanya untuk melamar secara resmi ke papi" jawab Deni jujur sambil menatap mata Irfan yang terlihat ada kesedihan.


"Memangnya ada apa?" Tanya Deni.


"Tidak apa-apa, tadi pagi gue ketemu Fabian dan Arini di kampus. Kelihatannya hubungan mereka semakin dekat" jawab Irfan dengan perasaan cemburu ke Fabian.


"Kenapa loe kelihatan lemas begitu Fan mendengar Arini dan akan dilamar Fabian" selidik Deni.


"Gue ikut senang kalau Arini juga bahagia" jawab Irfan sambil membuang nafas beratnya.


"Loe inget Den, gadis yang gue cintai yang dulu pernah gue ceritakan ke loe?" tanya Irfan.


"Iya kalau boleh gue tahu siapa gadis itu?" Tanya balik Deni.


"Gadis itu yang sekarang akan dilamar Fabian" jawab Irfan berat.


"Hah serius loe suka sama Arini, sepupu loe sendiri?" Tanya Deni meyakinkan dirinya.


"Jujur iya, gue mencintai Arini, namun gue sadar kalau kami punya hubungan darah. Makanya dulu kalau gue lihat Fabian deketi Arini, hati gue cemburu. Tapi tadi pagi gue lihat Arini begitu terlihat bahagia bersama Fabian" kata Irfan mengeluarkan apa yang selama ini mengganjal hatinya.


"Iya kalian ada hubungan darah dan mungkin kalian memang juga bukan jodoh. Itu yang harus loe pahami. Karena gue percaya kalau loe memang mencintai Arini, loe pasti akan bahagia jika melihat orang yang loe cintai bahagia" kata Deni.


Irfan berusaha menekan perasaannya ke Arini dan mencoba untuk merubah rasa cintanya menjadi rasa sayangnya pada sebagai seorang kakak ke adeknya. Walaupun itu berat buat Irfan, tapi dia harus bisa demi kebahagiaan Arini juga.


Tak terasa waktu cepat berlalu dan hari ini adalah hari dimana keluarga Fabian akan melamar Arini untuk Fabian.


Den selesai sarapan pergi menjemput Miranda untuk ikut datang ke acara lamaran Arini.


Lamaran Arini hanya didatangi oleh keluarga besar saja. Dimana yang hadir kedua orang tua Aldo, kedua orang tua Fio, Raka sekeluarga dan Farel sekeluarga.


"Sayang bajunya sudah disiapin kan buat nanti?" Tanya oma Rani ke Arini.


"Sudah kok oma sejak kemarin mami sudah gantung di kamar Arini" jawab Arini.


"Tak terasa ternyata oma ini sudah mau melihat cucunya menikah ya" kata oma Rani (mamanya Aldo) ke eyang Emi (mamanya Fio).


"Iya kita sudah mau menikahkan cucu ya. Sebentar lagi kan Deni yang nikah, tinggal ini Aini mau kapan" kata eyang Emi.


"Kalau lihat dari kedekatannya Fabian ke Arini sih kelihatannya tidak akan lama dari tunangan ini pasti pernikahannya Arini" kata opa Delon (papanya Aldo).


"Loh memang Leo anaknya berapa sih?" Tanya oma Rita.

__ADS_1


"Anaknya ya hanya Fabian aja ma" jawab Aldo.


"O iya itu pasti nanti minta secepatnya nikah" kata Rita.


"Kelihatannya sih begitu" kata Aldo


"Terus gimana kalau ternyata nanti harinya deketan dengan Deni?" Tanya oma Rita.


"Ya gapapa sih ma kalau memang keduanya sudah siap." Jawab Aldo.


"Iya kalau aku setuju jawaban Aldo, disamping kedua sudah siap juga Arini banyak yang ngedeketin. Begitupun Fabian pasti banyak perempuan yang juga deketi dia." Sahut Raka


"Mama jadi inget dulu saat nikahnya Aldo dan Fio, kasihan juga ya Aldo harus menahan hasrat sampai 2th ke Fio" kata mama Rita.


"Nah kan, sekarang mama baru sadar kalau berat kan jika menikah terlalu dini buat kami berdua" kata Aldo.


"Buat kamu saja kali Do, buat Fio mungkin lebih senang" kata mama Rita membuat yang lain tertawa.


"Terus.dulu kamu solo karir terus dong Al sampai Fio lulus?" Tanya Raka sambil tertawa.


"Ya nggaklah, aku minta ijin papa Delon dan papa Riko dulu. Mana tahan solo karir melulu" jawab Aldo yang untungnya tidak ada sang istri.


"Untuk aku nikah sama Nadya udah kuliah, jadi aman aja ga harus solo karir selama itu" sahut Farel.


"Ya kan mama yang maunya aku nikah cepet" kata Aldo.


"Tapi kalau kamu ga segera nikah sama Fio saat itu bisa terlambat sama Dio kan. Kamu ga ingat waktu ketemu sama mamanya Dio yang mengira Fio anak mama dan dia mau ajak mama besanan" kata mama Rita mengingatkan.


"Memang mamanya om Dio juga kenal mami ya oma?" Tanya Arya yang ikutan duduk diantara papinya dengan keluarga besar.


"Kok kamu kenal om Dio, memang sudah pernah ketemu?" Tanya Aldo kaget.


"Sudah, om Dio kalau ke Jakarta sering kok makan di cafe. Dan Arya pernah ketemu serta ngobrol sebentar sama om Dio" jawab Arya membuat Aldo kaget.


"Kok kamu ga cerita ke.papi" kata Aldo.


"Ya buat apa pi, orang om Dio juga nitip salamnya ke mami aja" kata Arya.


"Wah ada yang cemburu ini..." sindir Farel dan yang lain tertawa.


"Betul sekali Rel" sahut Raka.

__ADS_1


__ADS_2