TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 68. Bikin kue bolu


__ADS_3

💐 Kediaman Aldo


Mami Fio sedang memasak dengan ditemani Arini di dapur.


"Anak mami mau buat apa sih pagi-pagi sudah di dapur" kata Fio.


"Mau bikin puding atau kue mi, Arini lagi malas makan nasi" jawab Arini.


"Kenapa malas, kan bisa sarapan roti sayang" kata mami Fio.


"Ya nanti kalau Aira mau mi. Ini pudingnya juga sudah jadi tinggal di tuang aja di cetakan" kata Arini sambil memasukkan pudingnya ke dalam cetakan.


Aira kemudian membuat kue bolu kacang almond.


"Mau bikin apa lagi sayang?" Tanya  mami Fio.


"Hehehe bikin kue bolu mi" jawab Arini tertawa kecil sambil sibuk membuat adonan kue bolunya.


"Hmm baunya enak sekali, bikin apa mi?" Tanya Aldo melihat istrinya di dapur dengan anak gadisnya.


"Mami sih hanya bikin spageti bologneis dan nasi goreng saja pi" jawab Fi.


"Harum baunya" kata Aldo memeluk sang istri dari belakang.


"Pi, kaya anak muda aja sih" kata Fio pelan sambil melepas tangan sang suami yang melingkar di perutnya.


"Ini bau kue bolunya Aira pi, harum ya" kata mami.


"Anak papi bikin kue bolu, ah tahu aja itu kesukaan mamimu dulu waktu muda" kata Aldo.


"Kan sekarang juga masih muda pi" kata Fio terkekeh.


"Tadi waktu papi peluk mami katanya kaya anak muda, sekarang mami bilang masih muda" kata Aldo membuat anak gadisnya tertawa.


"Mami sama papi belum terlihat masih muda kok" kata Arini.


"Ah muda gimana, orang anak mami aja udah gede-gede dan sebwntar lagi mami akan dikasih cucu sama anak-anak mami" kata Fio.


"Tuh mami udah pengin punya cucu" kata Aldo.


"Atau mami pengin punya anak lagi?" Canda Aldo sambil mengedipkan sebelah matanya dengan tersenyjn nakal ke sang istri.


"Udah tua pi kita ini udah ga pantas punya anak lagi. Mami ga mau punya anak lagi" kata Fio sambil menatap suaminya yang terkekeh.


"Idih papi genit deh" kata Arini.


"Iya nih dek, papimu genit" kata Fio sambil mencolek pipi sang suami.


"Nih mami yang genit" kata Aldo sambil menunjuk ke pipinya.


"Sudah mami mau mandi dulu ya sayang, baru kita sarapan" kata mami Fio sambil jalan menaiki tangga menuju kamarnya.


"Iya mi, Aira juga mau mandi dulu setelah mematikan  oven" kata Arini.

__ADS_1


Aldo mengikuti sang istri menuju kamarnya tanpa bersuara membuat Fio kaget saat mau menutup pintu kamarnya tertahan tangan.


"Ya ampun papi bikin kaget mami aja sih" kata Fio.


"Kan papi juga mau ikutan mandi sayang, biar mami ada yang gosokin punggung" kata Aldo senyum-senyum. Fio hanya tersenyum menanggapi suaminya yang sedang meminta jatah pagi hari.


💐 Kediaman Miranda


"Sudah siap sayang?" Tanya Deni melihat istrinya sudah menenteng tas kesayangannya.


"Sudah dong, kan kita mau sarapan bersama dengan mami dan papi" jawab Miranda.


"Okey" kata Deni sambil memberikan lengannya pada sang istri.


"Tumben abang genit ngasih lengannya ke Mira?" Tanya Miranda.


"Terus abang disuruh ngasih lengannya ke siapa kalau ga ke istri abang?" Tanya Deni sambil tersenyum.


"Iya sih, tapi ga biasanya abang begini" kata Mira.


"Ya semoga nanti jadi kebiasaan abang kalau memang ini membuatmu senang" kata Deni, Miranda hanya tersenyum dengan tangannya melingkar ke lengan sang suami.


Mirandan dan Deni perjalanan menuju ke rumah maminya.


"Tadi abang bilang kalau Bian memberikan 2 orang bodyguard buat Arini, terus fungsi mereka buat apa? Soalnya setahu Mira itu Arini kuliah diantar Bian sendiri" kata Miranda.


"Bodyguardnya disuruh nungguin di kampus dan pulang atau pergi kemanapun Arini harus diikuti bodyguarnya itu jika tanpa ada Bian disana" kata Deni.


"Nggak bang ga enak kemana mana diikuti bodyguard, ga bebas kalau mau jalan" jawab Mira membuat Deni menengok sekilas ke istrinya.


"Kamu mau bebas?" Tanya Deni yang kurang suka mendengar jawaban sang istri dengan kata bebas.


"Maksudnya bebas itu ga ada yang mengikuti bang, kalau perginya sama abang kan lebih nyaman ada yang digandeng, di ajak ngobrol atau bercanda" jawab Miranda meralat ucapannya.


"Kamu itu bisa aja ngerayu abang" kata Deni tersenyum sambil tangannya mengacak pucuk rambut sang istri.


💐 Kediaman Aldo Wijaya


Deni dan Mira maauk ke dalam rumah menuju ruang tengah.


"Kok sepi sih" gumam  Miranda, kemudian menuju dapur dan bertemu dengan bi Ina.


"Pada keman bi kok sepi, apa mami dan papi pergi?" Tanya Miranda.


"Eh non Mira dan den Deni sudah datang, nyonya dan tuan sedang dikamar non. Mungkin sebentar lagi turun. Nkn Arini juga sedang mandi katanya tadi" jawab bi Ina.


"Abang ke kamar Arya dulu ya sayang, dia pasti belum bangun" kata Deni.


Setelah mendapat anggukkan dari sang istri, Deni menuju ke kamar Arya dengan mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Iya masuk bi" kata Arya yang sudah bangun dan selesai mandi.

__ADS_1


"Ceklek" pintu terbuka dan Arya melihat ke arah pintu.


"Eh bang Deni, kapan pulang?" Tanya Arya yang kaget nelihat kedatangan abangnya sambil memeluknya.


"Semalam abang baru sampainya, kirain abang  kamu belum bangun Ar, masih mimpi" jawab Deni sambil mendudukkan badannya di sofa kamar Arya.


"Arya sudah bangun dong bang, kan udah harus sarapan" kata Arya sambil terkekeh.


"Bagaimana hubungan Bian dan Arini?" Tanya Deni.


"Bang Bian bener-bener mirip papi bang, cemburunya udah tingkat dewa. Apalagi kalau ketemu Faris, Arini ga akan lepas dari pegangan tangan bang Bian." Jawab Arya terkekeh mengingat tingakat cemburunya Bian ke adek kesayanagnnya.


"Siapa Faris?" Tanya Deni.


"Faris itu kakak kelas Arini sekaligus mantannya Arini.


"Sejak kapan Arini pacaran, kok abang ga pernah dengar?" Tanya Deni heran.


"Arya saja yang sekampus ga tahu kalau Arini pernah pacaran dengan Faris bang, apalagi abang" jawab Arya..


"Jadi menurut ceritanya sih katanya Arini pacaran sama Faris di awal Arini kuliah jadi maba dan hanya sering jalan bareng aja. Sedangkan Faris itu setahun diatas kami angkatannya. Karena Faris terlalu sibuk membantu di kantor abangnya, akhirnya Faris memutuskan hubungannya dengan Arini." Cerita Arya.


"Terus sekarang Arini kefemu lagi dengan Faris?" Tanya Deni.


"Iya dan Faris kelihatannya masih mengharapkan Arini untuk bisa kembali padanya." Jawab Arya.


"Nggak akan bisa Faris dengan mudah deketin Arini, kalau abang melihat tipenya Bian." Kata Deni.


"Bahkan pernah di rumah ini kedua orang itu saling beradu mulut yang akhirnya membuat Arini pergi ninggalin mereka dan masuk ke kamarnya." Lanjut Arya.


Deni menghela nafasnya kemudian beranjak pergi keluar kamar Arya.


"Yuk keluar kita sarapan" ajak Deni.


"Halo kak, selamat datang kembali dari honeymoon" sapa Arya yang di dengar Arini karena baru membuka pintu kamar untuk menuju ke ruang makan.


Arini melongok ke bawah melihat siapa yang disapa abang kembarannya.


"Eh ada kak Mira sudah datang, teriak Arini dari atas. Kemudian berlari turun untuk memeluk kakak iparnya.


"Paling sebentar lagi mami dan papi turun kak, kita tungguin aja" kata Arini. Dan benar saja kedua mertua Miranda jalan menuruni tangga.


***


Happy READING



BERBEDA JALAN menceritakan kisah cinta seorang yang saling mencintai akan tetapi mereka mempunyai keyakinan yang berbeda.


Bagaimana kisah cintanya selanjutnya? Simak dan baca serta berikan komentar kalian ya gaes agar dapat membangkitkan ide cerita buat author.


Terima kasih gaes untuk Like, komen, hadiah dan vote yang sudah kalian berikan untuk author 🥰

__ADS_1


__ADS_2