
"Okey, kalau perlu besok biar gue pake ponsel bang Irfan untuk minta ijin ke bang Bian deh" kata Deby.
"Serah loe aja, gue lagi malas urusan begituan. Kita jalan aja yuk" kata Arini setelah selesai makannya.
"Iya yuk gue juga pengin jalan juga" kata Deby kemudian jalan keluar dari cafe.
"Eh Tata... kok loe ada disini, sejak kapan?" Tanya Arini waktu keluar dari cafe berpapasan dengan Tata dan Guntur.
"Maaf non, saya sejak tadi setelah non Arini di dalam" jawab Tata.
"Guntur, Tata kalian disini juga?" Sapa Deby.
"Iya Deb" jawab Guntur.
Arini diam tak ingin lagi bertanya setelah mendengar jawaban dari Tata.
"Sudah jelas ini pasti bang Bian yang nyuruh mereka disini buat mata-matain gue." Batin Arini
"Kalian mau kemana?" Tanya Deby ke Guntur dan Tata.
Guntur dan Tata saling pandang kemudian memandang ke Arini, tetapi Arini hanya diam pura-pura tidak tahu apa yang akan mereka berdua lakukan.
"Kami mau temani kalian jalan aja" jawab Guntur akhirnya.
"Serius nih kalian mau temani kami jalan. Bukannya kalian ke sini punya tujuan sendiri dong ya ga Ar?" Tanya Deby.
"Iya serius kok, kami mau temani kalian jalan" kata Tata.
"Ya sudah kalau begitu, kami mau jalan ke tempat skincare dulu ya" kata Deby kemudian mengajak Arini.
"Ar loe mau cari apa, gue mau serum" kata Deby.
"Gue nemeni loe belanja aja" jawab Arini santai walaupun jalannya jadi ga nyaman karena adanya Tata dan Guntur.
"Katanya tadi loe ada yang mau dibeli?" Tanya Deby.
"Iya tapi yang mau gue beli habis ternya disini" jawab Arini yang memang kenyataannya begitu setelah tadi menenyakan barang yang dicarinya ke pegawainya skincare yang dicarinya.
"Ya sudah besok aja kita jalan yuk ke mall lain buat nyari skincare yang loe cari tadi" kata Deby.
"Ya kita lihat besok aja, kalau ga ntar gue bisa ajak bang Arya atau mami gue jalan" kata Arini.
"Ah loe ajak gue aja deh kalau mau belanja atau jalan ya, biar gue ga bete" kata Deby.
"Okey, kita lihat besok aja" kata Arini yang di dengar Tata dan Guntur.
"Ar loe stres ga punya tunangan cemburuan seperti bang Bian?" Tanya Deby.
__ADS_1
"Hehehe entahlah, gue ga tahu harus jawab apa" jawab Arini sambil tersenyum.
"Kalau gue udah stres Ar, ga bebas mau pergi kemana sama siap harus ijin pacar. Ya kalau dia ngijinin pergi, kalau ga sedangkan kitanya sedang ingin keluar kan jadi ga nyaman" kata Deby.
"Loe mau nyari apa lagi Deb, selain itu? Eh kita lihat lipstik dulu yuk, gue tertarik sama yang warna baru deh" kata Arini.
"Iya yuk, gue mau lihat juga" kata Deby.
Guntur dan Tata hanya mengikuti kedua gadis ini belanja.
"Gun kalian berdua ini kok jadi seperti bodyguard kami aja sih, kalau kalian mau belanja atau mau jalan ke tempat yang lain silahkan loh" kata Deby.
"Ya anggap aja kami bodyguard kalian" jawab Guntur.
"Deb, gue ke sana sebentar ya" kata Arini menunjuk ke toko sebelah skincare.
"Okey, nanti geu nyusul loe" kata Deby
"Ga usah gue cuma bentar, nanti gue balik lagi ke sini mau beli lipstik" kata Arini kemudian ke toko sebelah.
Tata mengikuti Arini dari belakang. Dan Guntur hanya berdiri di luar kedua toko yang bersebelahan agar tidak menjadikan Deby curiga dan pasti akan kena protes Arini.
Arini hanya beli bakery ke toko sebelah untuk sang mami dan dirinya sendiri.
"Tata loe mau yang mana, pilih aja sekalian buat Guntur" kata Arini meminta Tata untuk ikut belanja bakery.
"Kalian serumah atau beda rumah?" Tanya Arini.
"Kami beda rumah nona karena kami bukan saudara kandung" jawab Tata.
Arini membelikan bakery untuk Tata dan Guntur juga yang dibungkus menjadi 2 kantung. Setelah membayar di kasir, Arini kembali ke toko skincare lagi untuk menemui Deby dan membeli lipstik yang tadi diinginkan Arini.
"Maaf nona biar saya yang bawa belanjaannya" kata Guntur meminta kantung belanjaan yang dibawa Arini.
"O iya ini yang dua buat kalian bawa pulang ya nanti buat Guntur dan Tata" kata Arini.
"Terima kasih nona" jawab Guntur dan Tata bersamaan. Kemudian Arini memilih lipstik dengan Deby.
"Hai Deb" sapa Ardi yang melihat Deby dan Arini sedang mengantri di kasir toko skincare setelah memilih lipstik.
"Eh Ardi, sama siap lor disini?" Tanya Deby.
"Hai Ar tumben kalian jalan berdua, mana Arya?" Tanya Ardi sambil menengok kanan kiri.
"Iya kami hanya berdua, eh berempat dengan Tata dan Guntur tuh jadi bodyguard kami berdua tapatnya bodyguard Arini" kata Deby.
"Bang Arya ga ikutan sih, di rumah mungkin" jawab Arini ke Ardi.
__ADS_1
"Loe sendirian?" Tanya Deby lagi ke Ardi.
"Tuh gue bawa teman yang sedang patah hati" jawab Ardi kemudian memanggil Faris.
"Hai kak Faris, tumben ya kita ketemu di mall" kata Deby. Arini hanya diam tanpa banyak bicara.
"Nona maaf ada telp dari tuan" kata Guntur ke Arini.
Arini menerima ponsel yang diberikan Guntur samb menatap tajam ke Guntur dan Tata.
Faris dan Ardi kaget mendengar Guntur memanggil Arini dengan nona dan seperti menghormati Arini.
"Beneran bodyguard Arini?" Tanya Ardi ke Deby.
"Hehehe mungkin, karena gue juga ga tahu sih. Cuma dari tadi mereka mengikuti kami terutama Arini dan itu bawa belanjaan Arini juga telp dari bang Bian" kata Deby.
"Bang Bian memberikan bodygourd buat Arini..." batin Faris sambil melihat Arini yang masih menerima telp dari Bian dan menjauhi Deby, Faris dan Ardi.
"Ini Gun, terima kasih" kata Arini memberikan ponselnya Guntur kembali setelah menerima panggilan dari Fabian.
"Bang Bian ya Ar, loe udah disuruh pulang?" Tanya Deby.
"Iya bang Bian, tapi gue bilang kalau lagi antri bayar lipstik" jawab Arini.
"Ya sudah habis ini kita pulang, kalau begitu biar bang Irfan jemput gue aja" kata Deby.
"Loe bisa dianter Guntur dan Tata Deb, gue kan hanya jalan kaki aja ke situ" kata Arini.
"Nggaklah, yang ada nanti bang Bian marah bodyguard loe anter gue dan loe malah jalan kaki" kata Deby.
"Sini Rin, biar kakak aja yang antri kalian tunggu disana" kata Faris.
"Terima kasih kak, Arini antri sendiri aja sudah biasa kok" kata Arini.
"Ar mana barang loe biar sekalian sini sama gue" panggil Deby yang sudah di depan kasir sebelah Arini. Arini memberikan barang pembelanjaannya ke Deby.
"Kamu kemana-mana sekarang diantar bodyguard ya Rin ?" Tanya Faris.
"Bukan maunya Arini kak" jawab Arini yang langsung dipahami Faris.
****
Jangan lupa berikan jejakmu dengan memasukkan ke dalam rak buku favoritmu
LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE
__ADS_1
Terima kasih atas ke dukungan kalian semua para reader setia ๐งก ๐