TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 16. Dikira Arini pacar bang Irfan


__ADS_3

"Serius ga mau mampir dulu nih" kata Arya.


"Kapan-kapan aja Ar, besok masih harus kerja" jawab Fabian.


"Ya sudah terima kasih ya Fabian, salam buat mama dan papa" kata Fio.


"Iya tante, nanti Bian sampaikan salamnya. Maaf tan, om Bian langsung pamit" kata Bian.


"Iya hati-hati ya di jalan" kata Aldo.


"Iya om, terima kasih. Yuk bang, Ar Bian pamit pulang" kata Fabian.


"Iya hati-hati Bian" kata Deni sambil menepuk punggung Fabian.


"Terima kasih bang" kata Fabian kemudian keluar dari rumah Arini dan masuk ke mobilnya.


"Kemama aja tadi dek?" Tanya Arya.


"Ke mall aja bang kita nonton sama Arini mau beli skincare aja" jawab Arini


"O iya tadi Arini ketemu sama bang Irfan di mall lagi ngobrol sama temannya deh dokter cewek cantik yang waktu itu Arini ketemu di rumah sakit saat Arini nungguin bang Deni." Kata Arini.


"Hah siapa, dokter Desy?" Tanya Deni menebak.


"Iya sepertinya bang" jawab Arini.


"Terus ngobrol apa aja Arini dengan Fabian, Irfan dan dokter Desy?" Tanya Deni penasaran.


"Dokter Desy sih ga ikutan kita ngobrol, hanya kak Ban, bang Irfan dan Arini aja bang" jawab Arini.


"Siapa dokter Desy itu bang?" Tanya Fio


"Rekan kerja di rumah sakit aja mi" jawab Deni.


"Pasti dokter Desy itu suka dengan abang atau bang Irfan" Tebak Arini.


"Memangnya kelihatan dek waktu tadi sama bang Irfan?" Tanya Arya.


"Iya kelihatan banget dan sepertinya dia mengira Arini pacar bang Irfan deh, tapi kenapa Arini jalan sama kak Bian. Padahal dulu waktu di rumah sakit dia juga liatin Arini dikira pacar bang Deni" kata Arini tertawa.


"Bagus dong dek, jadi bisa dibilang kamu punya pacar 3 cowok ganteng tuh" kata Arya terkekeh. Arini dan Deni tertawa bersama.


"Gue dibilang pacar bang Deni mah santai aja hehehe" kata Arini sambil tertawa.


"Ke bang Irfan juga santai dong" kata Arya


"Nggaklah, ntar pacar bang Irfan cemburu repotlah" jawab Arini.


"Iya Irfan udah dikenalin sama anak dari teman om Raka" kata Fio

__ADS_1


"Emang iya mih, cantik nggak?" Tanya Arini.


"Mami belum pernah lihat anaknya, hanya tahu dari om Raka bilang ke om Iliyas" kata Fio


"Cantik itu relatif dek" kata Deni.


"Iya juga ya" kata Arini sambil tertawa kecil.


"Sudah ayo istirahat semua, mami sama papi juga mau istirahat" kata Aldo kemudian beranjak dari sofa dengan mengajak istrinya masuk ke kamar untuk istirahat tidur.


"Iya ayo tidur udah malam dek, besok masuk kuliah pagi kan" kata Deni. Kemudian mereka semua masuk ke kamar masing-masing.


💐 Kediaman Leo


Setelah Fabian pulang ke rumah dan bertemu dengan mama dan papanya yang ternyata belum tidur.


"Sayang tadi kemana aja kamu pergi sama Arini?" Tanya Dewi


"Cuma jalan ke mall aja sih ma" jawab Fabian sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"Kamu janjian janjian dengan Arini tadi bang?" Tanya Leo.


"Iya pah, Bian udah janjian beberapa hari sebelumnya karena baru sempat nemeni Arini hari ini tadi" jawab Fabian.


"Memang nggak ganggu waktunya Arini?" Tanya Leo yang mulai ada kerugiaan kalau anaknya kemungkinan menyukai Arini.


"Nggak sih pah, karena memang janjian sudah beberapa hari sebelumnya" jawab Fabian.


"Iya kamu mandi aja dulu sayang baru nanti kita lanjut ngobrol lagi" kata Dewi. Kemudian Fabian berjalan menuju kamarnya untuk segera ebersihkan badannya.


"Pah, kita rencana mau pulang ke Jogja kapan?" Tanya Dewi.


"Kenapa mam, apa udah kangen sama kotanya di sana?" Tanya Leo.


"Nggak sih pah, mama cuma nanya aja. Kalau masih lama mama juga ga masalah" jawab Dewi.


"Iya ga masalah, karena mama pasti akan pergi jalan dengan Fio kan" tanya Leo yang dibenarkan oleh Dewi sambil tertawa.


"Tahu aja papa itu" jawab Dewi.


Fabian selesai mandi kembali turun dan duduk di sofa depan papanya.


"Mama sama papa masih lama kan kembali ke Jogjanya?" Tanya Fabian.


"Papa kan harus kembali ke kantor nak" jawab Leo.


"Memang kapan rencana papa dan mama kembali?" Tanya Fabian.


"Ya mungkin dua hari lagi" jawab Leo.

__ADS_1


"Memang kenapa sayang?" Tanya Dewi.


"Nggak papa sih ma, hanya nanya aja jadi nanti Bian bisa atur waktu untuk antar mama dan papa ke bandara." Jawab Fabian.


"O iya pa, apa Irfan jadi dijodohin sama anak teman om Iliyas?" Tanya Fabian ingin tahu.


"Kelihatan jadi kok, sebelum acara tunangannya Deni dan Mira" jawab Leo.


"Memang ada apa bang, apa Irfan sudah punya kekasih?" Tanya Leo.


"Sepertinya sih belum, cuma ya Bian ga tahu pastinya sih pah" jawab Fabian lega merasa tidak ada saingan untuk mendekati Arini.


💐 Kediaman Raka


Irfan pulang dari kantornya masih uring-uringan sendiri mengingat kedekatan Arini dengan Fabian.


"Bang kenapa sih pulang kantor wajahmu kusut begitu, apa ada masalah di kantor?" Tanya Nindy


"Nggak ma, hanya capek aja" jawab Irfan. Raka hanya mendongakkan kepalanya memandang wajah kusut anaknya.


"Sekarang kamu mandi dulu aja, baru nanti turun untuk kita makan malam bersama biar badanmu segar" kata Raka.


"Iya pah, Irfan ke atas dulu pah, mah untuk membersihkan badan" kata Irfan undur diri untuk ke kamarnya.


"Iya sana mandi biar badan dan pikiranmu segar" kata Nindy.


"Pah menurut papa, Irfan akan cocok ga ya sama Deby?" Tanya Nindy.


"Kita lihat aja ma, semoga mereka cocok. Deby juga anaknya baik dan keluarga juga baik ga keluarga yang banyak menuntut" kata Raka.


"Iya semoga aja mereka cocok ya pah, Deby aku lihat anaknya lucu deh walaupun rada manja" kata Nindy.


Setelah Irfan selesai mandi, turun menuju sofa dimana kedua orang tuanya sedang duduk santai disana.


"Nah kan kalau segar begitu anak mama tambah ganteng deh" kata Nindy.


"Ah mama, emang Irfan anak kecil apa" protes Irfan.


"Kuliahmu gimana Fan?" Tanya Raka.


"Ga ada masalah pah, baik-baik aja" jawab Irfan.


"Kamu sama Deby ga pernah berangkat bersama apa Fan?" Tanya Nindy.


"Berangkat bersama ke mana ma, aku kan ngantor sedangkan Deby kuliah. Ya mana aku tahu jadwal kuliahnya" jawab Irfan datar.


"Ya seharusnya kamu nanya jadwal Deby kapan kuliah pagi, jadi kamu bisa anterin Deby sekalian ke kampus" kata Raka.


"Ah ngapain pake nanya jadwal segala pah" jawab Irfan.

__ADS_1


"Kalau menurut mama itu Deby anaknya baik loh bang, jangan kamu sia-siakan begitu. Nanti kamu kecewa dibelakangnya" kata mama Nindy menasehati anaknya.


__ADS_2