
Aldo memeluk sang istri dan mencium pucuk kepala istrinya. Arya senang melihat mami papinya selalu mesra dan tak malu menunjukkan kemesraannya walaupun itu didepan anak-anaknya.
"Eh ada pengantin baru datang" teriak Arya melihat Fabian dan Arini datang.
"Halo sayang, kamu kok udah ada disini. Kirain mami kalian akan pulang besok" kata mami Fio dengan memeluk anak gadisnya.
"Bang Bian maunya juga begitu mi, tapi Arini kangen sama mami" jawab Arini.
"Kan ketemu mami juga baru semalam" kata Fio.
"O ya kapan kalian akan berangkat bulan madu Bian?" Tanya Aldo.
"Hari selasa pi, hari senin mau anter papa dan mama dulu ke bandara" jawab Fabian.
"Loh papa langsung pulang senin?" Tanya Aldo.
"Iya senin sore pi, kalau ga salah senin pagi papa ada meeting dengan papi deh" jawab Fabian.
"Oya senin pagi kami ada meeting dengan Arya juga nanti" kata Aldo sambil melihat Arya.
"Bukannya asisten abang juga ada meeting bang dengan kami?" Tanya Arya pada Fabian.
"Iya Suryo yang akan ikut meeting, abang masih cuti soalnya" jawab Fabian.
"Arini ikut meeting ga ini?" Sahut Arini.
"Ngapain ikutan, dari dulu juga kamu ga pernah ikutan dek, yang meeting kan mami nanti" kata Arya.
"Mami ga usah datang, capek nanti" kata Aldo.
"Kan mami juga harus datang dong pi, kan mami sebagai pemilik alfi cafe juga walaupun hanya kecil" protes Fio.
"Ya sudah kalau mami ga capek, besok ikut papi meeting" jawab Aldo santai.
"Gitu dong sayangnya mami" kata Fio sambil mencubit pipi suaminya gemes.
"Apa mi, coba ulang" kata Aldo mendengar istrinya memanggilnya sayang.
"Hah apaan, gitu dong papiku" jawab Mami.
"Ulangi yang tadi" kata Aldo.
"Gitu dong papiku sayang" kata Fio.
"Terima kasih sayangku, baru ini papi dipanggil mami dengan sebutan sayang" kata Aldo membuat Fio malu didepan anak-anaknya suaminya protes.
"Beneran mami ga pernah panggil papi dengan sayang?" Tanya Arya heran.
"Udah ga usah diperpanjang deh bang" kata Fio kemudian pergi ke dapur.
Aldo tertawa melihat istrinya malu.
"Mami kalian malu tuh, jangan digodain lagi" kata Aldo sambil terkekeh.
Fabian tersenyum melihat kemesraan mertuanya, walaupun sudah tambah tua tapi tetap saja jika dengan istrinya memperlakukannya seolah mereka seperti masih muda.
"So sweet banget sih mami papi itu" batin Arini tersenyum melihat mami dan papi selalu mesra.
__ADS_1
"Mami bikin kue ya, baunya enak sekali?" tanya Arini mendekati maminya.
"Bukan mami yang buat sayang, tapi bibi yang buat. Nih kita hidangkan saja di meja sana yuk" jawab Fio kemudian membawa kuenya ke meja ruang tengah untuk dinikmati bersama keluarga.
"Hmmm baunya enak sekali" kata Arya.
"Iya enak loh bang, Arini nanti mau bawa deh buat camilan" kata Arini.
"Nanti kalian mau nginap disini atau mau pulang ke rumah Bian?" Tanya mami Fio.
"Mau ke rumah Bian mi, nanti saja setelah bulan madu kami usahakan untuk menginap disini" jawab Fabian.
"Bener ya, mami pasti nunggu janji kalian nanti" kata mami Fio.
"Iya mi, Bian usahakan akan cari waktu untuk menginap disini" kata Fabian.
"Maklum saja Bian, karena Arini anak mami, jadi maminya masih susah berpisah lama dengan anak perempuannya" kata Aldo.
"Iya pi, tidak masalah kok Bian juga bisa memaklumi" jawab Fabian.
💐 Kediaman Leo
Kedatangan sepasang pengantin baru ini disambut hangat oleh Leo dan Dewi Rahardian.
"Selamat datang sayang" sapa Dewi pada sang menantu sambil berpelukan dan berciuman pipi.
"Selamat siang pah" sapa Arini ke papa mertuanya sambil mencium punggung tangannya.
"Siang sayang" jawab Leo.
"Ga menyangka papa bisa menjadi besan dari sahabat dekat papa" kata Leo terkekeh sendiri.
"Kalian sudah makan siang belum, ayo makan dulu sini sayang" kata Dewi.
"Kami sudah makan siang ma sebelum ke sini tadi" jawab Arini.
"Ya sudah cicipin ini aja, mama buat makaroni panggang" kata mama Dewi.
Arini mengambil makaroni panggangnya sambil ikut duduk di meja makan bersama kedua mertuanya.
"Hmm kelihatannya enak deh makaroninya, abang disuapin dong" bisik Fabian.
Arini menyendok makaroni panggangnya kemudian menyuapkannya ke sang suami. Leo melihat anaknya yang minta disuapin hanya tersenyum.
"Kamu jadi manja bang, minta disuapin segala" kata mama Dewi.
"Ya kan sama istrinya sendiri manja ga masalah kan ma" jawab Fabian membuat kedua orang tuanya terkekeh.
"Sejak kapan kamu jadi manja" tanya Leo.
"Papa juga begitu kalau sama mama" jawab Dewi membela sang anak.
"Tuh papa aja juga manja kan sama mama, berarti Bian manja karena meniru papa" kata Bian membuat mereka semua jadi tertawa bersama.
"Mama besok sudah kembali ke Jogja?" Tanya Arini setelah mereka selesai makan siang.
"Iya sayang, setelah papa selesai meeting. Maaf ya mama ga bisa mengantar kalian bulan madu" kata mama Dewi.
__ADS_1
"Iya ma tidak masalah buat Arini." Jawab Arini.
"Bagaimana kalau besok setelah antar papa dan mama ke bandara, kita menginap saja di rumah mami sayang?" Tanya Fabian setelah mereka berada di dalam kamar Fabian.
"Berarti kita berangkatnya bulan madu dari rumah mami?" Tanya Arini.
"Iya kita berangkat dari rumah mami saja, biar sekalian kamu ambil bajumu tanpa kita wira wiri lagi ke sini" kata Fabian.
"Benar juga ya bang" jawab Arini.
"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Fabian melihat istrinya mendekati pintu kamarnya.
"Mau keluar, ngobrol sama mama" jawab Arini.
"Disini saja sayang temani abang istirahat" kata Fabian.
"Ya kan masih siang, abang istirahat saja dan Arini mau keluar ngobrol sama mama" kata Arini.
"Sayang...." Fabian sudah berdiri dan memeluk Arini dari belakang.
"Abang lepasin dulu tangannya, ini masih siang. Malu ah sama mama dan papa. Lagian besok beliau kan sudah pulang. Jadi kita bisa habiskan waktu bersamanya sekarang" kata Arini.
"Ya sudah yuk, kita keluar sekarang ngobrol sama mama." Kata Fabian yang akhirnya mengurai pelukannya kemudian jalan bergandengan menuju ruang tengah dimana sang mama dan papanya duduk.
💐 Kediaman Deni
"Abang, nanti kita keluar yuk jalan ke mall gitu mau ga?" Ajak Miranda.
"Kenapa, bosan ya di rumah?" Tanya Deni.
"Iya" jawab Miranda.
"Kita habiskan waktu buat di kamar aja yuk istirahat" kata Deni yang masih duduk di meja makan bersama sang istri.
"Ngapain dikamar, kan kita baru selesai makan siang bang" jawab Miranda.
"Melanjutkan acara semalam buat bikin baby sayang" kata Deni pelan sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Sejak kapan abang jadi begini mesum" kata Miranda.
"Sejak kita menikah" jawab Deni santai sambil tertawa kecil.
Miranda membawa piring kotor bekas mereka makan ke dapur untuk dibersihkan.
"Sini non biar bibi yang ngerjain" kata bibi.
"Terima kasih bi" jawab Miranda.
"Ayo sayang kita istirahat di kamar saja, baru nanti sore kita jalan ke mall" ajak Deni.
"Siap dokter Deni" jawab Mira sambil tertawa.
"Besok masih ada kuliah ya?" Tanya Deni
"Besok iya ada kuliah tapi jam 10 sih bang sampai sore" jawab Miranda sambil duduk di sofa kamarnya.
****
__ADS_1
Maaf ya gaes jika baru sekarang update lagi, authornya sedang sibuk beberapa minggu ini.
Semoga saja kedepannya bisa lebih rajin update ya baik di "TERLANJUR MRNCINTAI" mau pun di judul "BERBEDA JALAN"