TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 41. Jangan memuji cowok lain depan abang


__ADS_3

"Tumben loe ajak cewek ke kantor. Dulu wakru masih sama Anita ga pernah loe ajak kekantor" kata Hendra. Fabian hanya melirik Arini yang dari tadi hanya diam.


"Beda dong, sekarang Arini tunangan gue dan doain sebentar lagi kami akan menikah ya sayang" kata Fabian ke Hendra kemudian melihat ke Arini tunangannya sambil tangannya menggenggam jemari tangan Arini. Arini hanya tersenyum tanpa mengeluarkan suaranya.


"Besok kamu ada kuliah Rin?" Tanya Faris.


"Ada kak pagi, kenapa kakak yang akan ngajar ya?" Tanya Arini sengaja membuat Fabian cemburu. Karena memang besok tidak ada kuliah yang diasisteni Faris.


"Kakak ke kampus untuk urusan lain sih bukan ngajar" jawab Faris.


"O begitu, kirain disuruh ngajar lagi" kata Arini.


"Memang yang kakak ajarkan kemarin jelas di kamu Rin?" Tanya Faris.


"Jelas kok, enak caranya kak Faris ngejelasin" jawab Arini yang di dengar Fabian.


"Ehemm" Fabian berdehem membuat Arini menengok ke Fabian dan memberikan minumnya.


"Jangan memuji cowok lain di depan abang" bisik Fabian ditelinga Arini. Arini menelan ludahnya mendengar bisikan tegas dari Fabian.


"Siapa Anita?" Bisik Arini tak kalah tegas dan dingin.


Fabian menatap Arini tapi Arini seolah tak peduli dengan tatapan kekasihnya.


"Rin kamu nggak makan, ayo lanjutkan lagi makannya" kata Faris yang membuyarkan lamunan Arini yang sedang diam menatap makanannya. Entah apa yang dipikirkan Arini saat ini.


"Eh iya kak, Arini lanjutin kok makannya" kata Arini.


"Kalian berdua dekat ya hubungannya, apa seangkatan kuliahnya?" Tanya Hendra sambil melihat Faris dan Arini bergantian.


"Arini adik tingkat Faris bang" jawab Faris.


"O begitu, tapi dekat ya kalian" kata Hendra.


"Iya kami memang dekat sejak dulu ya Rin" kata Faris yang hanya dianggukin Arini.


Arini tahu Fabian sudah mulai tak nyaman karena ada Faris. Tapi Arini mencoba tetap diam.


"Ayo kita pulang duluan sayang" ajak Fabian setelah melihat Arini sudah menyelesaikan makan malamnya.


"Sorry bro gue duluan ya biar tunangan gue ga kemalaman" pamit Fabian ke Hendra dan Faris.


"Arini duluan ya kak" pamit Arini.


"Iya hati-hati" jawab  Faris dan Hendra bersamaan.


"Kamu pernah ada hubungan apa dengan tunangan Fabian?" Tanya Hendra ke adeknya.


"Kami teman bang" jawab Faris.


"Kamu pernah menaruh hati padanya ya?" Tanya Hendra yang tahu dari cara Faris memandang Arini.

__ADS_1


Faris membuang nafasnya berat.


"Bukan hanya menaruh hati saja bang, tapi memang pernah pacaran walaupun sebentar" batin Faris.


"Sejak kapan kalian berdua dekat?" Tanya Hendra ke Faris.


"Sudah lama bang, sejak awal Arini kuliah disitu" jawab Faris ada rasa kecewa teringat saat melepaskan Arini dulu.


"Kita mau pulang sekarang kan bang?" Tanya Faris mengalihkan pembicaraannya.


"Iyalah kan sudah malam juga. Yuk kita pulang" jawab Hendra.


"Arini, jika dulu kita tidak putus hubungan mungkin sampai saat ini kamu masih tetap menjadi kekasihku" batin Faris.


Di dalam mobil Faris hanya diam sambil konsentrasi ke jalan karena dia yang pegang kemudi.


Kediaman Hendra


Sampai di rumah Faris langsung langsung masuk kamar, begitupun dengan Hendra. Faris membersihkan badannya dengan mandi kemudian duduk di balkon kamarnya sambil mengingat kenangan bersama Arini dulu.


"Akankah semuanya bisa terulang Arini?" Gumam Faris.


"Kelihatannya bang Bian begitu mencintai Arini, ga mungkin dia tak bisa membahagiakan Arini." Batin Faris ketika melihat sikap dan mata Fabian ke Arini di saat mereka bertemu di rumah makan sate ayam tadi.


"Seandainya dia bukan sahabat bang Hendra mungkin aku akan tetap berusaha mendekatimu Rin"  kata Faris bicara sendiri di dalam kamarnya sambil merebahkan badannya.


"Benarkah kamu akan menikah Rin? Kenapa dadaku jadi sesak?" Batin Faris.


Kemudian Faris meraih ponselnya dan mengirimkan pesan ke Arini.


"Belum, baru saja sampai rumah kak" Arini 💬


🗨"Besok kakak tunggu di cafe depan kampus ya setelah kuliah dijam pertama" kata Faris


"Okey kak, jangan-jangan kak Faris mau ngenalin ke Arini ya" kata Arini 💬


🗨"Kakak kangen ngobrol aja sama kamu Rin"  Faris


Arini tidak membalas chat dari Faris. Dia bingung harus balasnya bagaimana jika Faris mengatakan begitu.


"Kenapa kakak baru merasa kangen saat kita sudah tak ada hubungan apa-apa lagi?" Gumam Arini.


"Arini sudah ada bang Bian kak sekarang, jadi maaf jika Arini tidak membalas. Arini harus menjaga perasaan bang Bian" kata Arini bicara sendiri di dalam kamarnya.


Faris menunggu chat dari Arini yang tak kunjung ada.


"Apa mungkin Arini sudah tidur karena kecapekan seharian tidak istirahat" Faris menduga-duga.


"Apakah aku salah jika mengharapkan Arini kembali walaupun dia sudah bertunangan" tanya Faris pada dirinya sendiri.


Kediaman Fabian

__ADS_1


Di tempat lain Fabian yang sudah selesai mandi, kemudian Fabian duduk di sofa sambil memegang ponselnya. Tiba-tiba teringat akan pertemuannya dengan Hendra dan Faris saat mereka sedang makan malam di rumah makan sate ayam.


"Apakah Faris masih mengharap untuk kembali ke Arini, ga akan bisa" kata Fabian bertanya sendiri dan dijawab sendiri.


"Kamu ga akan pernah bisa mendapatkan Arini kembali. Gadis itu milikku dan hanya akan menjadi milikku selamanya" kata Fabian menyakinkan dirinya sendiri.


"Aku ga akan pernah ijinkan kamu untuk terlalu sering bertemu dengan gadisku" kata Fabian tegas.


Ya Fabian mempunyai seseorang yang akan selalu mengawasi Arini saat tidak dengan Fabian dimanapun.


💐 Kediaman Aldo


Pagi-pagi Arini yang sudah terbangun langsung menuju dapur untuk membantu maminya menyiapkan sarapan.


"Pagi sayang, sudah bangun nak?" Tanya mami Fio sambil mencium kening anak gadisnya.


"Pagi mi" jawab Arini


"Mami mau masak apa buat sarapan?" Tanya Arini.


"Mau bikin nasi goreng sosis saja ya atau anak mami mau dimasakin yang lain?" Jawab mami Fio kembali bertanya.


"Nasi goreng aja, sini Arini bantu mami masak" kata Arini.


"Iya adek potong-potong sosis sama sayuran aja" kata mami Fio.


"Wah ada calon mami yang sedang belajar mrmasak" sindir Deni yang masuk ke dapur karena mau ambil air putib setelah joging.


"Abang, Arini mah sudah biasa kali bantu mami masak ya mi" protes Arini manja.


Fio tertawa mendengar anaknya protes dengan sang abang.


"Iya Arini sudah sering bang bantu mami masak" kata mami Fio membuat Arini tersenyum.


"Abang aja yang ga pernah bangun pagi, sekalinya bangun pagi meledek Arini" kata Arini dan Deni terkekeh.


"Abang hari ini ga ke kantor kan, soalnya tinggal beberapa hari lagi abang menikah. Jadi abang harus mempersiapan segala sesuatunya di rumah dan ga boleh ketemu atau melakukan pekerjaan di luar rumah dulu" kata Fio.


"Tuh abang dengerin, jadi joging juga harus di rumah aja" kata Arini menambahkan.


"Anak kecil ikutan aja" protes Deni.


Arini dan mami Fio tertawa.


""""


Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca TERLANJUR MENCINTAI.



Jangan lupa

__ADS_1


LIKE, KOMEN, VOTE, HADIAH


Terima kasih atas dukungan kalian 🙏🙏😘


__ADS_2