TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 91. Hamil


__ADS_3

💐 Kediaman Deni Wijaya


Deni terbangun saat mendengar suara istrinya didalam kamar mandi sedang mengeluarkan isi perutnya.


"Sayang kamu kenapa, mual lagi ya?" Tanya Deni sambil memijat tengkuk istrinya.


Miranda terlihat lemas dan pucat, Deni langsung menggendong sang istri untuk dibawa ke atas kasur agar dapat istirahat.


Deni meletakkan tubuh istrinya dengan sangat hati-hati dan begitu lembut.


"Tunggu sebentar, biar abang buatteh dulu ya" kata Deni sambil mencium kening sang istri. Miranda hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum manis.


Kemudian Deni menuju dapur untuk membuatkan teh hangat buat sang istri.


"Ini minum teh manis hangat dulu sayang" Deni memberikan teh hangat buatannya.


"Terima kasih bang" kata Miranda.


"Sayang jangan buat mama sakit dan kesusahan ya. Kamu kalau mau apa-apa minta ke papa saja ya sayang" kata Deni sambil mengelus perut datar sang istri.


Miranda menatap suaminya seakan-akan menginginkan sesuatu.


"Kamu kenapa sayang, apakah kamu lapar? Mau makan apa biar abang pesankan" tanya Deni.


"Aku mau nasi goreng bikinan abang seperti kemarin" jawab Miranda.


"Okey akan abang buatkan spesial untuk kalian berdua" kata Deni langsung beranjak dari kamarnya.


"Tapi telornya dimata sapi ya bang dan kuningnya jangan pecah" lanjut Miranda.


"Siap sayang" jawab Deni.


Disaat nasi goreng sudah selesai dibuat, barulah Deni membuat telor mata sapi sesuai pesanan sang istri dimana kuning telornya harus utuh, tidak boleh pecah.


"Aduh kenapa sih kuningnya pecah melulu, biasanya juga ga pecah begini" gerutu Deni yang sudah membuat telor mata sapi sebanyak 3 telor, namun kuning telornya semua pecah.


Kini Deni mencoba lagi yang ke empat kalinya.


"Alhamdulilah akhirnya bisa juga" gumamnya senang karena berhasil membuat telor mata sapinya dengan sempurna.


"Ini sayang nasi goreng dengan telor mata sapi yang sangat cantik" kata Deni pada sang istri yang sudah menunggunya di meja makan.


"Ayuk bang kita makan, itu piring isi apa bang yang di meja sana?" Tanya Miranda.


"Itu isinya telor mata sapi yang kuningnya pecah sayang.


"Mira mau dong, Mira ambil ya" kata Miranda kemudian mengambil piring yang berisi telor mata sapi dengan kuning telor yang tak berbentuk.


Deni hanya bisa membuang nafasnya kasar menghadapi bumil yang berubah-ubah kemaunya.

__ADS_1


"Iya ambil apa yang kamu mau sayang" kata Deni mencoba sabar menghadapi sang istri yang sedang dalam mode mengidam dan berubah-ubah keinginannya.


💐 Kediaman Fabian


Empat bulan berlalu sudah sejak bulan madunya pasangan ini. Fabian terbangun pagi-pagi karena mendengar sang istri memuntahkan isi perutnya di kamar mandi yang tidak tertutup pintunya.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Fabian


"Entahlah bang, tiba-tiba perutku mual saat bangun tidur. Mungkin maag aku kambuh kali" jawab Arini lemas setelah memuntahkan isi di dalam perutnya yang hanya berisi air saja.


Fabian menggendong istrinya yang terlihat pucat dengan badan sudah lemas.


"Kamu tiduran dulu ya sayang biar abang buatkan minun hangat sebentar" kata Fabian sambil menyelimuti sang istri yang sudah rebahan diatas kasur.


"Iya Arini mau teh hangat ya bang" jawab Arini sambil memandang sang suami yang tengah mengkhawatirkannya.


"Iya sayang tunggu dulu ya" jawab Fabian kemudian menuju ke dapur untuk membuatkan teh hangat istrinya.


Fabian membawa teh hangat dengan toples berisi camilan cookies kesukaan sang istri.


"Nanti kita ke rumah sakit ya sayang, kamu terlihat pucat sekali" kata Fabian.


"Ini mungkin hanya karena Arini masuk angin aja bang" jaeab Arini.


"Kita harus ke dokter sayang, kamu terlihat lemas. Abang ga ingin kamu jatuh sakit" kata Fabian tak mau dibantah.


"Tapi ini hanya masuk angin aja bang, paling buat istirahat seharian juga nanti sudah sehat lagi" kata Arini yang malas mau ke rumah sakit.


Arini mau tidak mau harus ke dokter, karena suaminya tidak ingin ada bantahan.


Rumah sakit


Fabian sampai diparkiran, keluar dari mobil dan langsung membukakan pintu mobil buat sang istri yang masih terlihat pucat.


"Abang kita ke bang Deni aja kan?" Tanya Arini.


"Iya abang sudah telp ke bang Deni tadi, pagi ini dia praktek" jawab Fabian sambil menunggu pasien yang berada di ruangan Deni.


"Nyonya Arini" panggil suster dari ruangan dokter Deni setelah pasiennya keluar.


"Ayo sayang, namamu sudah dipanggil" ajak Fabian.


"Hai sayang, kamu kenapa?" Sapa Deni.


"Ini bang, tadi pagi Arini muntah dan badannya lemas" jawab Fabian.


"Coba abang periksa dulu ya" kata dokter Deni.


"Kapan terakhir kamu haid dek?" Tanya Deni

__ADS_1


"Kalau tidak salah awal bulan lalu bang" jawab Arini.


"Bian, coba nanti kamu bawa aja ke dokter kandungan untuk lebih meyakinkan. Sepertinya  Arini hamil" kata dokter Deni.


"Benar bang Arini hamil?" Tanya Fabian senang.


"Kalau dugaan sementara abang begitu, makanya coba bawa ke dokter kandungan saja untuk memastikannya" kata Deni.


"Baik bang" jawab Fabian dengan wajah yang ceria.


"Jaga pola makan dan jangan terlalu capek ya dek" pesan Deni pada Arini.


"Iya bang, terima kasih bang" jawab Arini sambil berjalan keluar dengan sang suami setelah selesai pemeriksaannya.


Kemudian keduanya langsung pergi ke dokter kandungan perempuan. Dan ternyata benar jika Arini sekarang sedang hamil 5 minggu.


Kabar kehamilan Arini sudah sampai di telinga  mertua dan kedua irang tuanya.


Alex dan Dewi sangat gembira mendengar berita membahagiakan ini.


"Sayang besok kamu di rumah saja ya, biar kuliahnya ambil cuti saja sampai melahirkan" kata Fabian.


"Arini ga mau kalau disuruh ambil cuti sampai melahurkan bang. Kapan Arini selesai kuliah nanti" kata Arini.


"Biar kamu ga kecapekan sayang" kata Fabian.


"Arini tidak akan kecapekan bang, lagian kuliah Arini kan tidak memberatkan waktunya" kata Arini lagi dengan cemberut.


"Ua sudah, tapi jaga jangan sampai terlalu lelah ya sayang. Kasihan anak kita yang didalam jkut kelelahan nanti" kata Fabian.


"Iya bang, tenang aja Arini ga akan kelelahan kok" jawab Arini.


"Sekarang kamu mau makan apa sayang?" Tanya Fabian ke sang istri.


"Apa ya bang, tapi Arini dari kemarin ingin makan somay dekat kampus Arini sama es teller" jawab Arini. Fabian menganggukkan kepalanya.


Keduanya makan somay dan es teller sesuai keinginan bumil di dekat kampus Arini. Namun keduanya makan di dalam mobil, karena bangkunya sudah penuh dengan anak mahasiswa.


Arini begitu menikmati makanannya.


"Enak ya bang, dari kemarin Arini mau ajak abang ke sini tapi lihat abang sibuk jadi Arini batalkan untuk ajak abang" kata Arini.


"Kenapa ga telp abang kemarin sayang, kan abang bisa belikan kamu ke sini setelah abang pulang kantor" kata Fabian.


"Arini maunya makan disini bang, tapi Arini kemarin malas mau keluar juga" kata Arini.


"Ya sudah yang penting sekarang udah makan kan, atau mau beli dibungkus buat nanti makan di rumah?" Tawar Fabian


"Ga bang, sudah cukup" jawab Arini.

__ADS_1


Kemudian Fabian keluar dari mobil untuk membayar dan memberikan piring kotirnya pada sang penjual somay tersebut.


__ADS_2