TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 38. Kamu masih mengharapkan dia?


__ADS_3

"Maaf kak takut telat nih Arini duluan ya" kata Arini pamit.


Faris melihat jam dipergelangannya kemudian menuju ruangan bu Tatik. Dan memang masih ada sisa waktu 10 menit sebelum jam mata kuliah bu Tatik.


Di dalam kelas Arini duduk dibangku no 2 dari depan. Tidak lama kemudian datang bu Tatik dengan seorang asisten.dosennya.


"Selamat siang, untuk hari ini kalian akan diajarkan oleh asisten dosen ibu yang bernama Faris Wiraguna" kata bu Tatik pada seluruh mahasiswanya di kelas Arini.


"Silahkan Faris memperkenalkan diri dan mulai mengajar ya" kata bu Tatik.


"Terima kasih bu atas kesempatannya" kata Faris yang kemudian memperkenalkan dirinya pada para mahasiswa dengan sesekali melirik Arini.


šŸ’ Kantor Fabian


Setelah mengantar Arini ke kampus, Fabian menuju kantornya.


Di dalam ruangannya, Fabian teringat akan kedekatan Arini dengan Faris ada rasa cemburu dan kawatir.


"Bukannya mereka pacaran setahun dan jarang mereka nersama, tapi kenapa hubungan mereka terlihat akrab?" Gumam Fabian.


Kemudian Fabian menghubungi seseorang untuk meminta mengawasi dan menjaga calon istrinya.


Fabian mendapat laporan bahwa Arini bertemu dengan Faris di perpustakaan hatinya terbakar cemburu.


"Arini kenapa kamu masih kencan dengannya jika benar kalian sudah putus?" gumam Fabian.


"Apakah kamu masih mencintainya?" Tanya Fabian bicara sendiri.


"Siang ini gue mau jemput Arini agar tidak makan siang dengan mantannya. Mereka tidak boleh terlalu dekat" kata Fabian bicara sendiri yang kemudian keluar dari ruangannya.


Fabian keluar dari ruangan bertemu denganĀ  Rudi asistennya.


"Hari ini apa ada meeting?" Tanya Fabian.


"Ada tuan, jam 14 akan ada meeting denganĀ  bu Anita" jawab Rudi.


"Okey, baiklah. Nanti pesankan saya makan siang dan siapkan di meja saya 2 porsi. SekarangĀ  saya akan keluar dulu sebentar" perintah Fabian.


"Baik tuan akan segera saya pesankan" jawab Rudi.


Fabian menuju ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya menuju ke kampus Arini.


šŸ’ Kampus


Arini yang baru keluar kelas bersama dengan Faris dan berjalan dibelakang bu Tatik sang dosen.


Fabian dari dalam mobilnya melihat Arini jalan bersama Faris sambil berbincang, hatinya mulai diselimuti rasa cemburu.


"Kenapa mereka jalan bersama?" Batin Fabian yang tahu jika angkatan mereka berdua berbeda.


"Apakah mereka sengaja ketemuan hari ini atau suatu kebetulan?" Batin Fabian menerka-nerka kemudian keluar dari mobilnya.


Arini melihat Fabian yang sudah berdiri di dekat mobilnya langsung pamitan dengan Faris.

__ADS_1


"Maaf kak Arini pulang duluan ya, udah dijemput" kata Arini.


"Dijemput siapa?" Tanya Faris yang belum melihat Fabian


"Dijemput bang Bian. Maaf ya kak Faris, Arini pulang duluan" jawab Arini kemudian jalan menuju ke mobil Fabian.


"Baru selesai?" Tanya Fabian sambil membuka pintu mobil untuk Arini.


"Iya bang, abang udah lama nungguin Arini ya?" Jawab Arini kemudian balik bertanya.


"Nggak, abang baru 15 menit yang lalu" jawab Fabian.


"Maaf ya bang kalau Arini bikin abang menunggu" kata Arini.


"Iya tidak mengapa, yang penting jangan setiap hari terlambat dan justru kamu jalan bersama dengan mantan" kata Bian membuat Arini diam dan menatap Fabian.


"Kalau begitu besok abang ga tak perlu menjemput Arini, kawatirnya Arini besok keluarnya terlambat lagi. Karena memang dosennya sering agak mundur waktunya." Kata Arini.


"Tidak masalah kalau memang benar dosennya yang mengulur waktu keluarnya kelas." Kata Fabian. Arini diam, tidak mau melanjutkan lagi ucapannya.


"Kita ke kantor abang dulu ya, soalnya abang ada meeting setelah akan siang." Ajak Fabian.


"Iya tidak masalah bang, nanti Arini akan bilang mama kalau Arini ikut abang ke kantor" jawab Arini.


"Kita makan di kantor abang ya soalnya tadi abang sudah pesan makan siang buat kita" kata Fabian di dalam mobilnya.


"Okey bang" kata Arini.


šŸ’ Kantor


Di samping ruangan Fabian ada kamar untuk istirahat dan balkon yang seperti rooftof dengan meja bulat dan kursi 5 buah.


Siska yang melihat Fabian keluar dari lift menggandeng seorang gadis.


"Bukankah itu gadis yang yang beberapa minggu lalu pernah kesini?" Gumam Siska.


"Gadis siapa Sis?" Tanya Rudi.


"Itu yang waktu itu pernah diajak kesini sama tuan Bian" jawab Siska sambil kepalanya menunjuk ke arah lift yang terbuka.


"O berarti tadi pesan makan siang 2 porsi untuk mereka berdua." Kata Rudi.


"Siang tuan" sapa Siska dan Rudi bersamaan.


"Siang, o iya Rud tadi pesanan saya.sudah ada?" Tanya Fabian.


"Sudah saya letakkan di meja tuan" jawab Rudi.


"Terima kasih" kata Fabian.


"O iya kenalkan ini Arini tunangan saya" kata Fabian, Siska dan Rudi saling pandang.


Kemudian mereka bersalaman sambil menyebutkan namanya masing-masing.

__ADS_1


"Siska"


"Arini"


"Rudi"


"Arini"


"Sekarang kita makan siang dulu yuk sayang" ajak Fabian.


Siska kaget mendengar Fabian memanggil Arini sayang. Arini hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum menjawab ajakan Fabian.


Setelah Arini dan Fabian masuk ke dalam ruangannya, Siska berkata ke Rudi tentang Arini.


"Cantik ya tunangan tuan Bian dan masih muda juga" kata Siska.


"Iya sepupumu ternyata pandai juga memilih calon istri" kata Rudi sambil terkekeh membandingkan Arini dengan mantannya Fabian.


Sedangkan Fabian sudah berada di dalam ruangannya bersama Arini untuk menikmati makan siangnya.


"Abang nanti meetingnya di mana?" Tanya Arini.


"Di kantor abang sini kok, jadi nanti kamu tungguin abang disini ya" jawab Fabian. Arini menganggukkan kepalanya.


"Tadi kamu ngapain sama Faris?" Tanya Fabian.


"Ngobrol aja, kebetulan kami keluar kelas bersamaan" jawab Arini.


"Memang mata kuliah kalian sama?" Tanya Fabian


"Kebetulan kak Faris tadi yang ngajar mata kuliah yang sedang di ambil Arini bang, jadi kak Faris itu asdosnya bu Tatik" jawab Arini.


"Apakah dulu kalian sering janjian kencan di kampus atau di perpustakaan?" Tanya Fabian ingin tahu.


"Kami memang dulu sering ketemu di perpustakaan, tapi bukan untuk kencan bang." Jawab Arini


"Kamu masih mengharapkan dia?" Tanya Fabian lagi.


"Abang kenapa sih tiba-tiba nanyain tentang kak Faris melulu sejak kita ketemu kak Faris di mall?" Tanya Arini tanpa menjawab pertanyaan Fabian.


Fabian menatap Arini yang sedang makan siang.


"Abang makan dulu, sebentar lagi mau ada meeting." Kata Arini menatap Fabian.


"Kenapa abang menatap Arini?" Tanya Arini lagi.


"Kamu masih mencintai Faris ya?" Tanya Fabian serius.


"Abang makan dulu, tidak perlu membahas hal yang tidak jelas" jawab Arini.


"Abang nggak suka kamu ketemuan dengan Faris tanpa abang" kata Fabian.


"Bang, Arini tadi ketemu kak Faris di perpustakaan karena kak Faris ingin ngobrol dengan Arini. Dan kebetulan Arini juga mau pinjam buku ke perpustakaan, sedangkan kak Faris juga ada keperluan di perpustakaan." Jawab Arini.

__ADS_1


__ADS_2