
"Iya lupa belum kasih kabar ke Deby. Lagian mama juga ga ngingetin Irfan.
"Loh kok mama sih yang salahkan" protes Nindy.
"Bang, besok jadi kan yang mau kenalin Deby ke kita-kita?" Tanya Arini tiba-tiba mendekat sambil membawa mangkuk berisi sup kacang merah.
"Iya tenang aja dek, Deby udah abang kasih tahu kok" jawab Irfan sambil tersenyum memandang Arini.
Raka melihat mata anaknya ada kesedihan sebenarnya tidak tega, namun mengingat adanya hubungan darah yang masih dekat, jadi Raka mencoba untuk menerima.
Arini duduk di teras samping rumah menghadap taman bersama dengan Miranda dan juga Fabian serta Irfan.
"Arini kalau kamu menyukai Fabian sejak kapan?" Tanya Miranda.
"Emm dulu sih Arini pernah suka dengan bang Bian saat sma, tapi karena Arini lihat bang Bian ke Arini sepertinya hanya sebatas menganggap adek saja, ya perasaan itu aku putus sendiri kak" jawab Arini.
"Terus kamu dekat dengan Ardi kan?" tanya Arya.
"Siapa Ardi?" Tanya Fabian menatap Arini.
"Emm Ardi itu temen Aira kuliah" jawab Arini.
"Sudah loe ga usah cemburu, toh sekarang Arini sudah jadi milik loe dan dia jalan dengan Ardi saat belum jadian dengan loe" kata Irfan membela Arini.
Fabian diam dan membuang nafasnya berat.
"Makasih bang Irfan, maaf semua Aira ke sana dulu mau ambil makan lagi" kata Aira menghindari Fabian.
"Iya, silahkan loh siapa yang mau ambil makan lagi ambil aja yah" kata Deni kemudian melihat ke Miranda.
"Kamu kalau ada yang masih mau dimakan ambil aja Mir kesana" kata Deni ke Miranda.
"Iya bang nanti Mira ke sana. Abang mau diambilin apa?" Tanya Mira.
"Nggak terima kasih sayang" jawab Deni.
"Aku aja kalau begitu yang mau ambil, yuk Ar kamu mau ikutan ambil nggak" Kata Fabian menawarkan Arya.
"Arya nanti aja bang" jawab Arya.
Fabian berdiri mengambil makanan yang ada di dekat Arini sambil berbisik ke Arini.
"Jangan dekat-dekat dengan cowok lain mulai sekarang" bisik Fabian.
"Dan siapa itu Ardi?" Bisiknya lagi membuat Arini tercekat lehernya untuk hanya sekedar menelan ludahnya. Karena Fabian berbisik dengan nada seolah peringatan yang tegas.
"Aduh pasangan baru udah berduaan aja nih" kata Nindy saat berada di dekat meja hidangan untuk mengambil makan.
__ADS_1
"Ah tante bisa aja, silahkan tan kalau mau makan" jawab Arini kemudian mempersilahkan tantenya dan dia berpindah tempat.
"Sayang kamu mau puding nggak, enak loh" tawar Fabian membuat Arini berhenti berjalan lebih dulu. Dan menengok ke arah Fabian yang berjalan dibelakangnya.
"Coba kamu buka mulutnya biar abang suapi kamu, enak kok pudingnya" kata Fabian mencairkan suasana ketegangan antara Arini dan dirinya.
"Aaa" kata Fabian menyuruh Arini membuka mulutnya agar Fabian bisa menyuapkan puding untuk Arini.
"Enak kan, mau lagi" kata FabianĀ menawarkan Arini.
"Iya enak, tapi Arini mau makan ini dulu bang. Nanti saja Arini ambil sendiri" kata Arini.
Dari jauh Irfan memperhatikan Fabian menyuapi Arini dan mereka berdua terlihat mesra di depan banyak orang.
"Kamu hutang penjelasan sama abang ya" kata Fabian.
"Penjelasan apa bang?" Tanya Arini pura-pura lupa.
"Penjelasan siapa itu Ardi, apa hubungan kalian sebelum kita jadian?" Tanya Fabian balik setelah menjawab pertanyaan Arini.
"Ardi itu teman kuliah Arini, dulu memang Arini suka jalan bareng Ardi kalau bang Arya ga bisa temani.Arini." jawab Arini.
"Apakah kalian punya hubungan khusus?" Tanya Fabian.
"Kami hanya berteman bang" jawab Arini.
"Eh maaf ini mengganggu nggak kalau aku ikutan disini?" Tanya Miranda yang mau duduk di sebelah Arini di dekat kolan renang.
"Besok kalian datang kan ke mall yang Irfan mau ngenalin Deby?" Tanya Mira sambil melihat ke Fabian dan Arini bergantian.
"Iya kami datang dong biar bisa ngerjain Irfan" jawab Fabian.
"Iya Arini penasaran, tapi kata bang Irfan Deby itu sekampus dengan Arini sih cuma yang mana ya kok Arini ga tahu sih" jawab Arini.
"O gitu, mungkin beda kelas kali Ar" kata Miranda.
"Iya kali, tapi walaupun beda kelas ada juga kok yang Arini kenal" kata Arini.
"Mungkin karena Arini sibuk pacaran kali jadi ga sempat kenal sama Deby" sindir Fabian.
"Mana ada, Arini sibuk pacaran" sanggah Arini. Walaupun kenyataannya memang Arini juga ga pernah pacaran, hanya Arini memang orangnya cuek, jadi agak kurang memperhatikan sekelilingnya.
"Sepertinya ada yang sedang cemburu ini" sindir Miranda dan Fabian hanya diam pura-pura tidak mendengar dan sibuk dengan makan puding.
"Wouw pindah kesini rupanya pasangan baru kita ya" canda Irfan.
"Idih abang, ntar gantian deh Arini kerjain ya" kata Arini membuat Irfan terkekeh.
__ADS_1
"Anak kecil ga boleh ngerjain orang dewasa" kata Irfan.
"Dewasa apa, kita hanya terpaut sedikit bang" kata Arini ikut terkekeh.
"Eh iya sini ponselmu Ra, biar kakak fotoin kalian berdua" kata Miranda ke Arini.
"Ini foto disini aja" kata Fabian memberikan ponselnya.
"Sini sayang berdiri disini aja" kata Fabian.
Arini mendekat ke Fabian dan Fabian merangkul pundak Arini.
"Sini aku fotoin kak" kata Arya yang baru datang ke tempat mereka dan meminta ponsel ke Miranda.
"Coba lebih mesra dong" kata Arya.
Fabian memandang Arini dan bersaman Arini juga memandang Fabian. Pada saat pandangan itu bertemu, Arya langsung mengambil gambar. Fabian tersenyum dan mencium kening Arini.
"Ehem" Irfan berdehem.
"Ah abang bikin ganggu aja" kata Arya membuat Miranda dan Irfan terkekeh.
"Loe jangan cemburu dong, kan sudah ada Deby" bisik Mira di dekat telinga Irfan.
"Tahu dari bang Deni ya" tebak Irfan.
"Justru bang Deni yang kasih tahu gue. Gue udah tahu loe naksir dia lama sebelum gue dijodohin sama bang Deni" kata Miranda.
"Emang kelihatan apa kak?" Tanya Irfan heran
"Ya gue tahu gimana sikap loe dan Fabian saat itu kalau waktu dekat dengan Arini" lirih Miranda.
Irfan hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Miranda terkekeh melihat Irfan seperti orang ketahuan selingkuh.
"Baiklah sekarang tolong kalian semua berkumpul dulu disini sebelum tamu kita pamit pulang" kata Aldo mengumpulakan kembali keluarganya untuk memberitahukan kepastian kapan pernikahan Arini dan Fabian. Karena Keluarga Fabian sudah mau pamit pulang.
"Baiklah karena sekarang semua sudah berkumpul, kami akan memberitahukan bahwa 2 bulan dari sekarang akan diselenggarakan pernikahan Arini dan Fabian di pagi hari dan malamnya acara resepsinya." Kata Aldo.
"Hah, kok cepet amat sih?" Bisik Arini ke Fabian.
"Abang maunya lebih cepet lagi" bisik Fabian menggoda Arini.
"Idih, abang" kata Arini dengan pipi sudah merona karena malu.
"Kenapa ga sebulan saja sih sayang" usul oma Rita.
"Kan 3 minggu lagi pernikahannya Deni ma" kata Farel.
__ADS_1
"O iya, jaraknya deketan juga kalian jadinya" kata Oma yang baru mengingat bahwa cucunya yang lain juga sudah mau menikah.
"Okey berarti sudah pasti ya bahwa pernikahan Fabian dan Arini 2 bulan lagi dari sekarang" kata Aldo dan semua setuju kecuali Arini, tapi Arini ga berani usul. Karena Arini tahu pasti semua ga akan setuju dengan usulannya.