TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 29. Teman tapi mesra


__ADS_3

Setelah semua tamu sudah pulang dan hanya tinggal keluar kecil Aldo Wijaya, Arini baru berani mengemukakan pendapatnya pada sang papi tercinta.


"Pi, kenapa sih pernikahan Arini.harus sebulan setelah bang Deni menikah?" Tanya Arini ke papinya di ruang keluarga, dimana masih ada Miranda yang belum diantar Deni pulang.


"Memang kamu maunya kapan dek, mau 2 minggu lagi aja dari sekarang?" Tanya Deni.


"Idih abang apaan sih, maksud Arini kenapa nggak nunggu tahun depan aja atau beberapa bulan lagi gitu" jawab Arini.


"Ya Fabian mana mau dek kamu suruh nungguin segitu lamanya" kata Deni. Aldo terkekeh menanggapi obrolan anak-anaknya.


"Ya mungkin bang Bian takut banyak cewek yang mengganggunya kali dek" kata Arya.


"Tuh gimana dek kalau ada cewek yang deketin Fabian, emang kamu ga cemburu?" Tanya Deni sambil tersenyum. Miranda ikut tersenyum mendengar kekasihnya mengganggu adeknya.


"Ya Arini juga akan deket dengan cowok lain kalau bang Bian berani deket sama cewek lain" jawab Arini santai.


"Yang pasti kenapa papi kasih kamu waktu hanya sebulan setelah bang Deni menikah, karena Fabian sendiri juga tidak mau terlalu lama tunangannya. Itu yang pernah om Leo sampaikan ke papi lewat telpon beberapa hari lalu" kata Aldo memberikan alasannya.


"Dek, memang bang Bian ga tahu tentang kedekatanmu dengan Ardi?" Tanya Arya.


"Siapa sih Ardi itu?" Tanya Fio.


"Mantan Arini ma" jawab Arya asal.


"Enak aja bang Arya ini jawab ya" protes Arini ke abangnya. Miranda dan Deni tertawa melihat adik kembarnya berdebat.


"Jangan percaya bang Arya mi, Ardi itu teman kuliah Arini" jawab Arini.


"Teman tapi mesra mi" kata Arya sambil terkekeh.


Sedangkan Arini hanya cemberut.


"Ardi teman Arini kuliah mi, hanya saja kami sering jalan bareng sih." Kata Arini.


"Lagian bang Arya ngapain juga sih ngomong di depan bang Bian dan  yang lainnya sih.." protes Arini.


"Ya kan abang hanya bercanda aja" kata Arya


"Iya tapi jangan di depan banyak orang dong. Apalagi di depen bang Bian yang ga tahu Ardi kan bisa jadi salah paham." Kata Arini.


"Bukannya memang dulu kamu pernah jadian dengan Ardi?" Tanya Arya lagi penasaran.


"Udah ga usah bahas Ardi lagi" kata Arini dan itu membuat Arya jadi cufiga akan hubungan Arini dan Ardi.


"Jangan-jangan Fabian itu nantinya sama seperti papimu itu Ar" kata Fio.

__ADS_1


"Kenapa dengan papi sih mi?" Tanya Arya.


"Cemburuan setiap dengar nama orang laki disebut jalan sama mami" kata Fio membuat Aldo terkekeh karena protes istrinya.


"Cemburu itu tanda kalau papi itu cinta sama mami" kata Aldo.


"Pi, mi, Deni pamit dulu mau antar Miranda pulang ya, kasihan udah kecapekan" kata Deni melihat Miranda yang sudah lelah.


"Kenapa ga menginap disini aja sayang" tawar Fio.


"Terima kasih mi, Mira masih ada tugas kampus yang harus segera diselesaikan dan  Mira juga ga bawa ganti baju" jawab Miranda benar adany.


"O ya sudah kalau masih ada tugas kampus, kalau hanya baju bisa pinjam punya Arini dulu." Jawab Fio.


"Terima kasih mi, tapi Miranda harus pulang karena tugasnya ada di laptop Mira di rumah" kata Miranda.


"Ya sudah, mami terima kasih banyak ya Miranda atas kedatanganmu membantu Arini." Kata mama Fio sambil memeluk dan mencium pipi calon menantunya.


"Iya mi sama-sama" kata Muranda dengan mencium punggung tangan Fio ke mudian ke Aldo.


"Kalian hati-hati ya" kata Fio..


"Terima kasih ya kak" kata Arini sambil mereka berpelukan dan saling menempelkan pipi kanan dan kirinya.


"Ayo keburu sore nanti ga bisa istirahat" ajak Deni agar Miranda bisa segera istirahat.


"Hehehe iya bang" kata Miranda terkekeh.


Setelah Miranda pulang, Aldo dan Fio juga masuk ke kamar untuk istirahat, begitupun Arini.


Drrtt...drrtt...drrtt


"Siapa yang ngirim pesan ke Arini?" Tanya Arini bicara sendiri di dalam kamarnya sambil mengambil ponselnya, kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Bang Bian yang kirim pesan, ada apa?" Batin Arini melihat nama Fabian tertulis di ponselnya.


Arini membaca isi pesan Bian tersenyum sendiri.


"Baru juga beberapa jam bang, sudah nanyain kabar Arini" kata Arini bergumam sendiri.


Arini membalas chat dari Fabian, kemudian di tinggal ke kamar mandi karena badannya terasa lengket dan gerah karena keringat.


💐 Rumah Fabian


"Bang jangan lupa mulai minggu depan perlu disiapkan kebutuhan untuk seserahannya. Arini." Kata Dewi mengingatkan anaknya.

__ADS_1


"Iya ma pasti akan Bian persiapkan nantinya, mama tenang aja cukup kasih tahu Bian apa saja yang harus disiapkan Bian" kata Fabian.


Fabian setelah pulang dari rumah Arini  langsung masuk ke kamar mandi, badannya sudah lengket dengan keringat.


"Satu lanhkah sudah tercapai, rasanya lega sudah melamar Arini secara resmi" gumam Fabian di dalam kamar mandi sambil tersenyum sendiri.


Entah kenapa Fabian merasa nyaman dekat dengan Arini, berbeda saat Fabian dekat dengan para mantan kekasihnya dulu. Mungkin karena Arina punya karakter yang berbedaa. Memang Arini anak orang kaya, tetapi kehidupannya sederhana. Ya walaupun barang yang dia gunakan kebanyakan barang bermerk. Bukan berarti harus bangga dengan barang bermerk.


Arini memang didik untuk selalu hidup apa adanya dan tidak boleh memlilh berteman hanya dengan anak orang berada. Tetapi memilih teman yang baik. Sedangkan para mantan kekasih Fabian jika membeli barang harus yang bermerk dan makan harus di restoran besar. Padahal mantan kekasih Fabian bukanlah dari anak kalangan seperti Arini, mereka hanya anak orang biasa.


Dan Fabian pun juga tidak pernah mengajak mantan kekasihnya ke kantir bersamanya saat mereka masih pacaran dulu. Fabian selalu bertemu di luar kantor, dengan alasan merasa terganggu jika ada orang selain urusan kerjaan.


Namun sejak menjalin hubungan dengan Arini, bahkan sebwlum dia menyatakan resmi melamar Arini, Fabian sudah berani menggandeng Arini dan membawanya ke kantor.


Sampai-sampai sang asisten saja dibuat heran dengan Fabian yang menggandeng seorang gadis di kantor.


Setelah selesai mandi, Fabian memegang ponselnya dan mengirimkan pesan untuk Arini.


🗨 "Halo sayang, sedang apa? Sudah mandikah?" Tanya Fabian.


"Baru saja selesai mandi bang, bang Bian sendiri sudah mandi?" Jawab chat Arini kemudian balik bertanya.💬


🗨 "Berarti kita bareng dong mandinya, abang juga baru selesai mandi" Fabian.


Arini membaca kiriman dari Fabian hanya tersenyum, bingung mau membalas apa.


🗨 " Kok ga dibalas sayang" kata Fabian.


"Mau balas apa dong?" Tanya Aini.💬


🗨 "Ya balas apa saja yang mau dikatakan Arini" jawab Fabian sambil tersenyum.sendiri membayangkan wajah Arini jika sedang malu.


Arini meletakkan pinselnya karena dipanggil mama Fio untuk makan malam. Sedang Fabian masih menunggu Arini membalas setiap chat yang sudah dikirim Fabian.


"Kenapa ga dibalas ya, di baca juga belum sih. Apa Arini ponselnya lowbat" gumam Fabian di dalam kamarnya.


"Tok tok tok"


"Ya masuk" kata Fabian.


"Ceklek"


"Den sudah ditunggu tuan dan nyonya di meja makan" kata bibi.


"Baik bi, sebentar lagi saya turun" kat Fabian setelah melihat jam di dinding yang menunjuk waktu makan malam.

__ADS_1


__ADS_2