TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 8. Tawar aja bang


__ADS_3

"Kan gue cuma ngelirik aja" kata Aldo terkekeh.


"Sudah tidak perlu membahas hal yang sudah berlalu. Masa lalu pasti semua orang juga ada, hanya kita perlu melihatnya ke masa depan. Apalagi sekarang anak-anak sudah besar semua" kata Fio.


"Jadi bagaimana keputusannya?" Tanya Iliyas.


"Abang siap ya jika kalian menikah 2 bulan setelah tunangan?" Tanya Aldo ke Deni.


"Memang Deni boleh menawar pi?" Tanya balik Deni.


"Tawar aja bang kalau 6 bulan bagaimana" bisik Mira ke Deni.


"Sepertinya ga mungkin deh" jawab Deni pelan.


"Memang kalau Mira kapan kalian siap menikah?" Tanya Aldo ke Mira.


"Bagaimana kalau 6 bulan setelah tunangan saja om" usul Mira.


"Papa tidak setuju Mir, itu terlalu lama. Paling ya tadi seperti yang om Aldo bilang aja 2 bulan dari kalian tunangan mungkin sudah pas" kata Iliyas.


"Mira mungkin kalau dilihat dari waktunya memang terlalu cepat sekali, tapi semua itu tergantung dari hati kita. Karena mungkin saat kalian pacaran sebelum dan setelah kalian sudah halal itu memang sangat berbeda" kata Fio.


"Tante Fio dulu sama om Aldo juga dijodohkan sayang" kata Iliyas.


"Iya kami malah saat dijodohkan dulu belum pernah saling mengenal. Dan saat itu kami berdua masih duduk dibangku sma" kata Fio.


Miranda kaget mendengar kedua orang tua Deni ternyata dijodohkan saat masih sekolah.


"Tante waktu itu ga nolak?" Tanya Miranda.


"Ya sebenarnya juga menolak seperti kalian saat ini, cuma kami berdua tidak diajak berdiskusi seperti kalian. Dan semua keputusan langsung diputuskan oleh opung dan Eyangnya Deni" jawab Fio.


"Kalian jalani dulu saja, segala sesuatunya nanti pasti kalian bisa menghadapi kok" kata Aldo.


"Jadi keputusan saat ini adalah bulan depan tunangan Deni dan Mira, kemudian 2 bulan berikutnya pernikahan kalian. Biar nanti yang mengurus mama dan mami kalian" kata Iliyas. Mira dan Deni hanya bisa pasrah dengan keputusan kedua orang tua mereka.


"Apakah nanti kalian berdua juga akan ikut anak-anak yang lain ngumpul?" Tanya Aldo. Deni dan Mira saling pandang mempertanyakan apakah nanti akan ikut datang atau tidak.


"Siapa aja yang pada ngumpul?" Tanya Iliyas.


"Semua pah ada Irfan, Arya, Arini, juga Bian" jawab Mira.


"Mau ikut datang nanti?" Tanya Deni ke Mira.


"Datang aja yuk bang mau ga?" Ajak Mira.


"Boleh aja" jawab Deni santai.


"Ya sudah kalau memang semua sudah selesai kami pamit pulang dulu" kata Aldo


"Loe mau ngapain buru-buru pulang aja sih Do" kata Iliyas


"Ya kan sudah selesai urusannya" kata Aldo

__ADS_1


"Tuh lihat istri loe aja masih ngrupi sama istri gue juga" kata Iliyas


"O ya Do, loe tahu ga kalau Irfan kan mau Rak jodohin sama temen anak temen gue juga teman Raka sih" kata Iliyas


"Iya kak Raka udah cerita sih" kata Aldo


"Kalau ga salah Irfan mau kuliah lagi ambil spesialis deh" kata Aldo


"Iya dia mau ambil spesialis kandungan katanya biar jadi penerus ayahnya" kata Iliyas


"Eh bang Deni tahu nggak kalau Irfan sepertinya naksir Arini?" Tanya Mira pelam agar tidak didengar ayahnya


"Hah kamu tahu dari mana Mir?" Tanya Deni kaget.


"Dari cara pandangnya Irfan ke Arini, apalagi kemarin itu sadar ga waktu dia minta Arini duduk dekat Irfan" kata Mira.


"Biasa sih mereka kalau di rumah begitu" kata Deni.


"Tapi aku rasa Irfan memang suka dengan Arini" kata Mira.


"Tapi ga mungkin mereka dibolehkan seandainya benar terjadi, soalnya mereka masih sepupu dekat banget" kata Deni. Mira hanya mengangguk- anggukkan kepalanya saja.


"Yuk kita jalan aja" ajak Deni karena canggung ada kedua orang tua mereka.


"Om, tante, papi, mami, Deni minta ijin ajak Mira keluar" kata Deni.


"O iya nak silahkan aja" jawab Iliyas.


"Mungkin pih" kata Deni sambil mencium punggung tangan ke empat paruh baya ini.


Deni dan Mira keluar dari rumah Iliyas menuju mall dimana adik-adiknya mengadakan pertemuan dengan yang lain.


💐 Mall


"Kamu tahu kalau Irfan suka dengan Arini sejak kapan?" Tanya Deni.


"Sebenarnya sih Mira curiga udah lama sih, cuma baru kelihatan banget ya saat kemarin kita ketemuan bareng itu" kata Mira.


"Tapi memang Irfan pernah nanya sih ke abang tentang Arini apakah sudah punya pacar atau belum" kata Deni mengingat waktu di kantor pernah menanyakan tentang Arini.


"Emang bang Deni ga curiga ya" tanya Mira.


"Yah karena mungkin merasa kami sepupuan ya, jadi ga ada rasa curiga" kata Deni.


"Yuk kita turun, siapa tahu dari mereka sudah ada yang sampai di sini" kata Deni.


Mereka mempunyai group chat tersendiri, makanya Mira selalu memantau apakah audah ada yang datang duluan atau belum.


🗨 "Halo, gue dah sampai nih" Mira


"Gue juga udah baru di parkiran" 💬 Kembar


🗯 "gue baru masuk parkiran" Fabian.

__ADS_1


"Kak Bian dan kak Mira udah nyampai bang" kata Arini ke Arya.


"Berarti bang Deni juga udah sampai dong kalau kak Mira udah sampai" kata Arya.


"Ya kalau bang Deni ikut datang, kalau ga ikut gimana bang" kata Arini.


"Ya ga mungkinlah, ya kali bang Deni datang kak Mira nggak. Orang bang Deni aja baru dari rumah kak Mira" kata Arya.


"O iya juga ya" kata Arini terkekeh sendiri.


"Hai Ar" panggil Fabian dari belakang kembar.


"Hai bang, apa kabar" sapa Arya ke Fabian.


"Alhamdulilah baik" jawab Fabian.


"Hai Arini makin imut aja kamu" sapa Fabian.


"Hai bang, kapan nyampai disini?" Tanya Arini.


"Baru tadi siang sih" jawab Fabian.


"Reza belum dateng ya dek?" Tanya Arya.


"Belum bilang sih bang di group" jawab Arini.


💐 Restoran


Deni dan Mira sudah duduk di dalam restoran yang sudah mereka janjikan untuk bertemu.


"Tuh bang Deni dan kak Mira udah nyampe" kata Arini.


"Hai Bian apa kabar, lama kita ga ketemu ya" kata Deni


"Kabar baik bang. Selamat ya bang, semoga lancar semuanya" kata Fabian terkekeh sambil melirik Mira.


"Loe tahu sejak kapan?" Tanya Deni kaget Fabian bisa tahu.


"Tahu dong" jawab Fabian.


"Selamat ya Mir" kata Fabian.


"Iya makasih, tapi gue heran loe bisa tahu deh Bian. Gue aja baru tahu semalam" kata Mira. Fabian hanya tersenyum tanpa keluar kata-kata.


"Gimana bisnis loe?" Tanya Deni.


"Alhamdulilah bang" jawab Fabian.


"Besok malam kita jalan yuk, ke cafe Sugar" ajak Deni.


"Boleh kebetulan Bian juga lagi ga ada acara" jawab Bian.


Akhirnya mereka berkumpul semua ada Deni, Mira, Arya, Arini, Fabian, Reza dan Irfan. Hanya Reza dan Irfan yang belum tahu kalau Deni dan Mira sudah dijodohkan dan akan tunangan.

__ADS_1


__ADS_2