TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 76. Bertemu Peter


__ADS_3

💐 Mall


Deni dan Miranda sudah berada di sebuah mall besar sesuai yang Deni janjikan pada sang istri.


"Kamu mau beli apa sayang?" Tanya Deni ke Miranda.


"Mau jalan saja bang, bosan rasanya lama ga jalan" jawab Miranda.


"Biasanya kan perempuan kalau ngajak jalan ke mall selalu ada maunya, entah beli tas, baju atau apa lagi. Tapi pasti ada yanh dibeli kan?" Tanya Deni.


"Mungkin itu perempuan lain bang, kalau Miranda sih ga selalu ke mall beli kalau ga ada yang dibutuhkan atau tiba-ada ada yang diinginkan saja" jawab Miranda.


"Dulu abang kalau jalan sama perempuan begitu ya, selalu belanja setiap ke mall?" Tanya Miranda memancing sang suami. Karena Miranda ingin tahu masa lalu Deni.


Deni hanya membuang nafasnya saja tanpa mau menjawab pertanyaan sang istri.


"Abang sering belanjaain apa kalau jalan sama perempuan?" Tanya Mira.


"Arini orangnya ga pernah minta selalu belanja barang kalau ke mall, seringnya makan aja" jawab Deni.


"Memang perempuan yang jalan sama bang Deni hanya Arini aja?" Pancing Miranda.


Deni menatap Miranda sekilas kemudian mengajaknya masuk ke sebuah restoran.


"Loh kok malah masuk ke sini bang" kata Miranda.


"Kamu ga suka ya, ya sudah yuk kita keluar lagi saja kalau begitu" kata Deni.


"Bang Deni kenapa sih seperti orang bingung aja, bang Deni mau makan disini? Mira sih ga masalah bang, Mira hanya tanya sama abang saja dari tadi ga abang jawab" kata Miranda.


"Kalau kamu masih mau jalan ya ga masalah kita keluar saja dari sini" kata Deni santai seolah tidak ada masalah.


"Abang ingin makan disini?" Tanya Miranda.


"Memang kamu mau makan disini?" Deni balik bertanya membuat Mira mengkerutkan dahinya.


"Iya kita makan aja dulu disini, Mira tidak masalah kok" jawab Miranda mengalah.


"Apa bang Deni teringat mantan kekasihnya kali ya yang dulu sering belanja" batin Miranda yang tidak pernah tahu akan masa lalu sang suami.


Deni memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka berdua.


"Mira es jeruk dan makannya disamain sama abang aja" kata Mira. Deni memesan makanan pada pelayan sesuai keinginannya dan sang istri.


"Baik kak, ditunggu sebentar ya pesanannya" kata si pelayan setelah Deni memesan makanannya.


Deni memainkan ponselnya tanpa ada suara, membuat Miranda keheranan dengan sikap sang suami yang tidak seperti biasanya. Deni seolah mengacuhkan Miranda. Biasanya sambil menunggu pesanan menunya, Deni selalu mengajaknya ngobrol.


"Abang ada masalah?" Tanya Miranda menghentikan keheningan diantara mereka berdua.

__ADS_1


"Kenapa memangnya?" Tanya balik Deni.


"Abang seperti ada masalah, tidak biasanya abang diam begini sejak tadi." Jawab Mira.


"Ga ada masalah apapun. Kamu masih mau kemana lagi?" Tanya Deni datar.


"Apa Mira ada salah bang, sehingga abang seperti sekarang ini sikapnya ke Mira" tanya Miranda.


"Maaf kalau sikap abang seperti ini, kamu ga salah" jawab Deni kemudian membuang nafasnya kasar.


"Kenapa gue harus mengingat hal yang tidak seharusnya. Semua sudah berlalu, Miranda bukan seperti perempuan lain yang hanya mencintai materi" batin Deni mengingat mantan kekasihnya dulu yang selalu maunya belanja barang-barang branded jika mereka jalan berdua.


Deni putus dengan mantan kekasihnya sejak kekasihnya menjalin hubungan dengan pria bule yang kaya. Mereka selingkuh dibelakang Deni yang akhirnya Deni memutuskan hubungannya dengan sang mantan yang saat itu begitu dicintainya.


"Besok Arini berangkat bulan madu ya bang?" Tanya Miranda memecahkan lamunan Deni ke masa lalunya.


"Kalau ga salah sih selasa berangkatnya" jawab Deni.


"Ini kak pesanannya dan ini es jeruknya" kata pelayan restoran itu.


"Terima kasih mbak" kata Miranda.


"Mira ga nyangka kalau akhirnya mereka menikah dan bang Irfan pun bisa menerima dengan ikhlas" kata Miranda.


"Iya tapi tetap terlihat dari pandangan matanya antara bang Irfan ke Arini jika Irfan itu masih belum bisa melepaskan Arini dari hatinya." Kata Deni.


Selesai mereka makan di restoran, Miranda mengajak jalan ke sebuah toko baju langganannya.


"Bagus, kalau kamu suka ambil aja" jawab Deni.


"Abang mau ga kalau couplean sama Mira?" Tanya Miranda.


"Iya sayang" jawab Deni sambil mengacak kepala sang istri.


"Kalau abang mau Mira ambilnya dua dengan warna yang sama, tapi kalau abang ga mau ya sudah Mira akan ambil satu aja" kata Mira.


"Kamu marah sama abang, ambil saja dua, biar kita punya kaos couple" kata Deni.


"Bener abang mau kita couplean?" Tanya Miranda lagi yang belum yakin.


"Iya kita couplean" jawab Deni.


Miranda mengambil kaosnya dengan warna yang sama buat mereka berdua.


"Miranda...." panggil suara yang tak asing ditelinga Miranda.


Miranda menengok kearah suara yang memanggilnya.


"Apa kabar Mir?" Sapa seorang laki-laki yang Miranda pernah dekat yaitu mantan kekasihnya yang bernama Peter.

__ADS_1


"Peter kamu disini sama siapa?" Tanya Miranda kaget melihat sang mantan kekasihnya yang Miranda putusin karena ketahuan mendua dengan perempuan lain.


"Iya aku disini sudah dari seminggu lalu" jawab Peter.


"O iya kenalkan ini suamiku" kata Miranda mengingat adanya Deni disampingnya.


"Suami..., kapan kamu menikah?" Tanya Peter tak percaya kemudian melihat ke Deni.


"Deni" kata Deni sambil mengulurkan tangannya.


"Peter, mantan kekasih Miranda" jawab Peter dengan menyambut uluran tangan Deni.


Miranda hanya diam sambil melihat reaksi kedua pria yang pernah mengisi hatinya.


"Kamu masih mau pilih apalagi sayang?" Tanya Deni sambil memeluk pinggang sang istri. Ada rasa cemburu dihatinya melihat Peter menatap penuh cinta pada sang istri.


"Mira nomer ponselmu masih sama kan?" Tanya Peter.


"I-iya masih sama" jawab Mira bingung harus menjawab yang mana dulu karena Mira juga kaget dengan reaksi Deni yang tiba-tiba memeluk pinggangnya seolah memperlihatkan pada Peter bahwa Miranda sudah menjadi miliknya.


"Kamu masih mau milih apalagi sayang?" Tanya Deni lagi membuat Miranda menatap pada sang suami. Deni tersenyum melihat istrinya bingung.


Peter melihat pandangan kedua pasangan ini ada rasa kecewa pernah melepaskan Miranda.


"Apakah kamu sudah melupakanku Miranda, begitu cepat kamu menggantikan posisiku di hatimu dengan pria lain" batin Peter.


Peter dulu begitu mencintai Miranda, karena Miranda perempuan yang begitu perhatian, baik dan bisa mengerti dirinya. Namun Peter dengan mudahnya menjalin dengan perempuan lain yang lebih seksi hanya karena Miranda tak pernah mau disentuh kecuali hanya pegang tangan dan cium pipi, bahkan ciuman bibirpun Miranda sering menolaknya walaupun itu pernah terjadi disaat hubungan keduanya dulu masih terjalin.


"Ternyata hatiku masih mencintaimu Miranda" batin Peter.


"Sejak kapan kamu menikah, kenapa aku ga kau undang?" Tanya Peter.


"Sebulan lalu kami menikahnya, maaf jika tidak mengundangmu" jawab Miranda.


"Apakah kamu ada waktu Mira, ada yang mau aku tanyakan padamu" tanya Peter.


"Maaf Peter, tapi Mira sibuk dalam minggu ini" jawab Miranda.


"Ya sudah nanti aku akan menghubungimu  kapan kamu ada waktu" kata Peter.


"Silahkan saja dan maaf Peter,  kami mau jalan duluan ya" kata Miranda sambil mengajak sang suami jalan menjauhi Peter.


****


Maaf jika updatenya agak lama ya...


Baca juga cerita yang lain di BERBEDA JALAN yang mengisahkan sepasang kekasih yang harus menerima perjodohan karena sebuah keyakinan yang berbeda yang membuatnya harus mengakhiri kisahnya.


Apakah mereka akan menemukan kebahagiaaannya masing-masing dengan pasangan sahnya. Dan bagaimana kisah Aira yang bertemu kembali dengan mantan kekasihnya yang dulu digantung...

__ADS_1



__ADS_2