
💐 Kediaman Raka
"Pah... Irfan jadi tuh yang mau papa kenalin sama anak teman papah?" Tanya Nindy.
"Jadi cuma ini anak masih sibuk sih, dia masih kuliah soalnya mah" kata Raka.
"O masih kecil?" Tanya Nindy.
"Iya baru semester 4 sih" jawab Raka.
"Ya ampun jadi inget jaman Fio dulu, semester 4 sudah punya anak Deni kan" kata Nindy.
"Mungkin kita kenalinnya nanti saat acara tunangan Deni dengan Mira saja gimana?" Tanya Raka.
"O iya bisa tuh pah atau sehari sebelum tunangan Mira aja" kata Nindy yang diangguki Raka.
💐 Rumah sakit
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Tinggal beberapa hari lagi merupakan hari pertunangan Deni dan Mira. Deni yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya yang bukan hanya praktek di satu rumah sakit saja sempat dibuat kaget jika Mira tidak mengingatkannya saat makan siang ini.
Ya saat ini mereka berdua sedang makan siang bersama di Alfi cafe yang berada di lantai satu di rumah sakit Yasri agar mudah untuk Mira meluangkan waktunya yang juga sedang sibuk. Mira bekerja di rumah sakit Yasri yang merupakan rumah sakit milik keluarga besar Iliyas Haryadi.
"Bang hari ini bukannya tgl cincin untuk pertunangan kita jadi?" Tanya Miranda.
"Ah iya, nanti saja ya setelah pulang kantor kita ambil" kata Deni yang sama sekali ga ingat bahwa hari ini harus mengambil cincin pertunangan.
"Jangan bilang bang Deni lupa kalau hari ini mesti ambil cincin" kata Miranda.
"Maaf Mira, karena selama seminggu ini abang terlalu disibukkan dengan pekerjaan" kata Deni.
"Apa karena diantara kita memang tidak ada rasa cinta ya bang, jadi abang juga lupa dengan pertunangan kita." Gumam Miranda yang masih di dengar Deni.
Deni menatap Miranda mendengar pernyataan yang Miranda lontarkan.
"Sekali lagi abang minta maaf, bukan sengaja melupakannya tapi memang benar-benar sibuk. Bahkan kamu tahu sendiri kan kalau abang juga baru tadi pagi datang dari luar kota" kata Deni membuat Mira terdiam.
Sudah hampir sebulan mereka menjalani kebersamaan sebagai seorang kekasih, namun belum juga terselip rasa cinta diantara keduanya. Ya baru juga sebulan ya pembaca....
Banyak godaan diantara mereka, karena selama ini banyak laki-laki yang mendekati Miranda. Begitu juga dengan Deni, banyak perempuan yang berusaha merebut hati seorang Deni Angkasa Wijaya yang dikenal dengan seorang dokter yang ganteng, sabar dan berwibawa. Walaupun terkesan dingin dan angkuh jika sedang berhadapan dengan orang lain. Tapi karisma seorang Deni memang sangat menggoda kaum hawa untuk bisa menjadi kekasihnya.
Setelah pulang dari rumah sakit, tak lupa Deni menjemput Miranda untuk diajak mengambil cincin pertunangan.
"Apa ada lagi yang mau kamu belanja Mir?" Tanya Deni.
"Tidak bang, kita langsung pulang saja. Besok kita masih harus kerja dan badan perlu istirahat." Kata Miranda.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kita pulang" kata Deni kemudian mengantarkan Mira sampai ke rumahnya.
💐 Kampus
Pagi ini Arya dan Arini berangkat bersama ke kampusnya.
"Hai Ar, siapa dia? Pacar loe Ar, anak mana sih?" tanya salah satu teman Arya yang kebetulan parkir tepat di sebelah mobil Arya.
"Adik gue" jawab Arya santai.
"Adik atau adik ketemu gede?" Tanya Aldi.
"Dia kembaran gue, tanya aja kalau loe ga percaya" kata Aldi.
"Cantik dia ya, kenapa loe ga kenalin sama gue sih" kata Aldi.
"Loe jangan macam-macam ya sama adik gue, dia udah punya pacar" kata Arya asal sambil jalan menuju kelasnya.
Arini berjalan menuju gedung fakultasnya, karena Arya parkir agak jauh dari fakultas Arini, maka Arini harus melewati fakultas kedokteran dimana Irfan sedang berdiri disana tanpa Arini tahu jika ada Iffan.
"Halo Arini" sapa Irfan yang melihat Arini jalan seorang diri dengan cueknya. Mendengar ada yang memanggil namanya, Arini menengok ke arah suara tersebut.
"Eh bang Irfan" sapa Arini kemudian mendekati Irfan.
"Iya nantinya, ini baru daftar" jawab Irfan.
"Kamu tadi ga lihat bang Irfan berdiri disini?" Tanya Irfan.
"Hehehe maaf bang, Arini ga perhatiin tadi, soalnya Arini juga jarang lewat sini. Tadi kebetulan aja bang Arya parkir di situ jadi terpaksa Arini lewat sini." Jawab Arini.
"Maaf ya bang, Arini harus segera masuk" kata Arini pamit ke Irfan.
"Iya selamat belajar ya sayang" kata Irfan.
💐 Rumah sakit
Pagi ini seperti biasa Deni praktek pagi di rumah sakit. Sedangkan sorenya Deni praktek di klinik pribadinya yang bekerjasama dengan temannya. Deni selama ini sangat sibuk karena sedang merintis sebuah klinik bersama temannya yang juga seorang dokter.
"Dok hari ini sepertinya pasien agak banyak" kata suster Susi melihat tumpukan berkas file pasien di meja praktek Deni.
"Iya sepertinya nanti agak terlambat makan siangnya, ya sudah gapapa sus yang penting mereka semua cocok dengan pelayanan kita" jawab Deni.
"Nanti saya dibelikan saja dibawah ya sus" kata Deni.
"Baik dok, nanti saya minta bagian kebersihan untuk membelikan" jawab suster Susi.
__ADS_1
"Tok tok tok"
"Ceklek" suster Susi membuka pintu
"Dokter Deni ada sus?" Tanga dokter Desi.
"Ada dok" jawab Susi. Kemudian dokter Desi masuk menemui dokter Deni.
"Dok, nanti siang saya tunggu makan siang di cafe bawah ya" kata dokter Desi yang memang sangat menyukai Deni dan Irfan.
"Terima kasih undangannya dok, akan tetapi saya minta maaf tidak bisa memenuhinya karena pasien saya banyak dan saya sudah meminta suster Susi untuk membelikan makan siang." Jawab dokter Deni.
Dokter Desi melihat tumpukan berkas pasien yang ada di meja dokter Deni kemudian hanya diam saja.
"Kalau dokter Irfan kira-kira hari ini ada ga ya dok?" Tanya dokter Desi.
"Maaf dokter Desi, saya tidak hafal jadwalnya dokter Irfan." Jawab Deni. Auster Susi yang tahu jika dokter Desi sangat menyukai Deni hanya bisa diam walaupun dalam hati ingin tertawa karena setiap dokter Desi mengajak makan selalu ditolak oleh dokter Deni.
"Suster Susi pasien berikutnya tolong dipanggil" kata dokter Deni.
"Maaf dokter Desi, saya masih banyak pasien" kata dokter Deni agar dokter Desi segera keluar dari ruangannya.
Akhirnya dokter Desi keluar dari ruangannya dokter Deni. Tak lama kemudian datang Arini yang sudah duduk di ruang tunggu pasien. Arini mencoba menghubungi sang abang tercinta untuk mengatakan bahwa dirinya menunggu di luar ruangan Deni, karena merasa belum ada janjian sebelumnya.
"Halo sayang" sapa Deni dari panggilan ponselnya.
"Abang, ini Arini sudah duduk di ruang tunggu depan kamar praktek abang" kata Arini.
"Kamu sama bang Arya atau sendirian sayang?" Tanya Deni
"Arini sendirian bang" jawab Arini.
"Okey kalau begitu tungguin abang sebentar lagi selesai ya" jawab Deni kemudian menutup ponselnya.
"Suster, nanti saya minta dibungkusin makan siangnya 2 porsi ya. Ini uangnya sekalian buat suster Susi" kata Deni memberikan lembaran uang ke suster Susi.
Di luar Arini menunggu Deni di ruang tunggu sambil memainkan ponselnya. Irfan sedang diajak ngobrol dengan dokter Desi. Tiba-tiba matanya Irfan melihat seorang gadis yang sedang duduk. Dan Irfan langsung menolak ajakan dokter Desi untuk makan siang.
***
cerita ini kelanjutan dari "AWAL EKSKUL"
ada juga karyaku "BERMULA DARI CAFEMART"
Terima kasih sudah membaca karyaku 😘🙏
__ADS_1