
"Apa hubungan kalian?" Tanya Anti ke Arya dan Arini.
"Menurut kamu bagaimana hubungan kami?" Tanya Arya balik ke Anti dengan tegas dan dingin.
"Jangan bilang kamu tunangan Arini" kata Anti.
"Apa hubungan kami itu tidak penting, yang penting bagi kami jangan pernah macam-macam dengan Arini" kata Arya dingin sambil menatap tajam ke Anti dan Mely.
"Ta bawa Arini." Kata Arya ke Tata.
"Siap tuan" jawab Tata
"Sayang ada mami di cafe, nanti abang akan menyusul ke sana" kata Arini.
"Iya bang, Arini ke tempat mami ya" kata Arini.
"Iya sayang" kata Arya.
"Nanti kakak juga akan ikut menyusulmu Rin" kata Faris.
"Iya kak, makasih" kata Arini kemudian jalan bersama Tata.
"Kalian kalau macam-macam dengan Arini akan berurusan sama gue" kata Arya dingin menatap Mely dan para anak buahnya satu persatu. Begitu juga dengan Faris yang juga menatap mereka dengan begitu dingin.
"Arya, gue cinta ma loe" kata Anti.
"Sorry, gue ga kenal kalian dan kami sudah punya kekasih" kata Arya.
"Ayo Ar kita ke cafe menyusul Arini" kata Faris.
"Loe kalau tahu nyusul Arini semangat banget" canda Arya sambil terkekeh. Faris dan Ardi tertawa.
"Gue juga ga nolak kalau Arini belum ada yang punya" kata Ardi bercanda sambil tertawa.
"Sialan loe" kata Faris sambil menepuk punggung Ardi.
"Ngapain sih mereka seperti tergila-gila dengan Arini, apalagi Arya sampai meluk Arini dan nyium Arini" kata Anti semakin membenci Arini.
"Setahu gue sih Arini memang dekat dengan Arya sejak dulu, bahkan sering berangkat bersama, hanya saja Arya ga parkir disini" kata teman Mely yang lain.
"Memang apa hubungan mereka sih?" Tanya Mely.
"Sudahlah, mulai sekarang makanya hati-hati kalau mau protes dengan Arini" kata yang lainnya lagi. Kemudian mereka pergi ke parkiran mobilnya.
💐 Alfi Cafe
"Mami, sejak kapan disini?" Sapa Arini yang langsung masuk ke ruangan maminya tanpa mengetuk lagi.
"Hai sayang anak mami" sapa Fio sambil mencium kening anaknya.
"Mami sudah dari tadi sayang, kita makan dulu yuk nanti bang Arya juga akan ke sini katanya" kata mami Fio.
"Guntur dan Tata mana, disuruh makan juga sana sayang" kata mami Fio.
"Itu mereka berdua mi" jawab Arini.
"Siang nyonya" sapa Guntur dan Tata bersamaan saat Fio sampai ke mejanya.
"Siang, ya sudah kalau kalian sudah pesan makan. Arini juga biar.akan dulu" kata Fio.
"Siap nyonya" jawab kedua bodyguard Arini.
"Tuh bang Arya datang mi" kata Arini.
__ADS_1
"O iya sama Ardi dan Faris" kata mami Fio.
"Siang tante" sapa Faris dan Ardi kemudian mereka mencium punggung tangan Fio setelah Arya.
"Ayo kita makan siang rame-rame disini" ajak Fiosambil dusuk di salah satu bangku dekat dengan bangku Tata.
"Mami setiap hari kesini?" Tanya Arini.
"Nggak sayang, kemarin kan mami di rumah waktu kamu pulang kuliah kan ada mami di rumah" jawab Fio.
"O iya, lupa Arini" kata Arini.
"Mbak, Arini fish & chips ya sama es jeruk aja deh" kata Arini.
"Loe mau makan apa Ris, Ardi" tanya Arya.
"Nasi goreng 3, es teh 2 dan es jeruk 1 ya mbak" kata Arya setelah Ardi dan Faris memilih menu.
"Mami ga makan?" Tanya Arini.
"Mami udah pesan tadi sama dengan anak gadis .mami" jawab Fio.
"Abang hari ini tadi ga ke kantor papi?" Tanya mami Fio ke Arya.
"Nggak mi, Arya udah bilang ke papi kok tadi pagi" jawab Arya.
Ardi deketin Tata dan Guntur kemudian mereka bicara sebentar.
"Besok lagi kalau perempuan tadi deketin Arini langsung singkirkan saja Ta" kata Arya.
"Baik tuan" jawab Tata.
"Dan kamu Gun, harusnya kamu berjaganya jangan terlalu jauh deh dari Arini. Karena perempuan tadi lagi kesurupan. Dia cemburu dengan kami yang dekat dengan Arini" kata Arya.
"Bagus itu" kata Arya.
"Bang makan dulu, jangan ngobrol sana sini" panggil Arini.
"Kamu mau kemana sayang?" Tanya mami Fio ke Arini.
"Arini ingin main keybord dulu mi baru makan" jawab Arini sambil jalan ke depan kemudian duduk dan mulai memainkan nada-nadanya.
Di meja Ardi meminta Faris memainkan keyboard dan Arini vokalnya. Faris langsung jalan ke depan dan meminta Arini untuk menjadi vokalisnya yang akan diiringi oleh Faris setelah Arini tadi memainkan instrumennya saja tanpa mau bersuara.
"Lagu apaan ya, Arini ga punya lagu nih" kata Arini melalui microfonenya. Jadi dapat di dengar oleh yang lain.
"Lagu Sunny aja yang dinyanyikan Bcl" kata Ardi.
"Okey, gue cari dulu di buku ya" kata Arini sambil membuka buku lagu-lagu yang ada di meja dekat keyboard.
"Terserah aja mau lagu apa" jawab Faris sambil melihat not angka di buku yang ada di depannya.
"Ya sudah sesuai permintaan Ardi kak ini lagunya Bcl aja" kata Arini.
Kemudian Faris mulai memencet setiap tutsnya dan Arini mulai bersuara.
Sunny Sunny
Jantungku berdebar tiap kuingat padamu
Sunny Sunny
Mengapa ada yang kurang saat kau tak ada
__ADS_1
Sunny Sunny
Melihatmu menyentuhmu itu yang kumau
Kau tak sempat tanyakan aku
Cintakah aku padamu
Tiap kali aku berlutut, aku berdoa
Suatu saat kau bisa cinta padaku
Tiap kali aku memanggil di dalam hati
Mana Sunny, mana Sunnyku
Mana Sunnyku hu-uu
Sunny Sunny
Apa kabarmu, kabarku baik baik saja
Sunny Sunny
Begitu banyak cerita tak habis tentangmu
Sunny Sunny
Salamku untukmu dari hati yang terdalam
Kau tak sempat tanyakan aku
Cintakah aku padamu
Tiap kali aku berlutut, aku berdoa
Suatu saat kau bisa cinta padaku
Tiap kali aku memanggil di dalam hati
Mana Sunny, mana Sunnyku
Semua bertepuk tangan setelah keduanya selesai menyanyikan lagu Sunny. Dan tanpa mereka sadari, Guntur merekam kejadian itu, karena sebelum Arini melantunkan lagunya Fabian menghubungi Guntur dan menanyakan lokasi mereka dimana. Guntur menceritakan bahwa mereka ada di alfi cafe dan Arini sedang bersama Faris untuk mengisi waktu dengan menyanyi.
Fabian langsung meminta untuk Guntur merekamnya dan Fabian meminta panggilannya diganti ke video call agar bisa langsung melihat Arini dan Faris.
Faris melihat bagaimana kekasihnya melantunkan lagunya dengan sesekali mereka berdua saling pandang. Itu membuat Fabian yang melihat langsung dihinggapi rasa cemburu.
"Kalian cocok loh nyanyi duet" kata Ardi.
"Ya kebetulan aja Di" kata Arini.
"Faris ga nolah loh kalau kalian bisa nyanyi duet" kata Ardi.
"Jangan begitu dong, tadi kan hanya kebetulan aja" kata Faris yang ga enak dengan mami Fio.
Mami Fio hanya tersenyum, mengingat masa muda dulu.
Mereka makan sambil bercanda dan ngobrol bersama, tak terasa waktu sudah hampir sore.
"Kamu ga di suruh bang Bian ke kantornya kan dek?" Tanya Arya.
"Nggak sih" jawab Arini kemudian mengambil ponselnya untuk mengecek apakah ada panggilan masuk dari Fabian.
__ADS_1