TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 69. Kue buatan Arini


__ADS_3

"Eh anak mami sudah datang dari bulan madunya, selamat datang kembali sayang" sapa mami Fio.


Deni dan Miranda mencium punggung tangan mami papinya.


"Ayo kita sarapan dulu baru nanti kita bercerita bagaimana liburannya" kata mami Fio.


'Iya yuk kita sarapan dulu. Tadi adekmu bikin kue bolu baunya sangat menggoda" kata Aldo membuat mami Fio terkekeh.


"Bilang aja papi ingin dipotongin" kata Arini yang sedang mengambil kuenya dari dapur.


Arini membawa kue.buatannya yang sudah dipotong-potong untuk dihidangkan ke meja makan.


"Mana ada kue bolu dihidangkan di meja makan pada saat sarapan dek?" Tanya Arya.


"Ya siapa tahu aja ada yang ingin mencicipi kue buatan Arini bang" sindir Arini melihat papinya yang sudah mengambil piring kuenya dengan garpu kecil dan diaodorkan ke sang istri.


"Papi mau makan kue dulu?" Tanya Fio.


"Iya mi, mau cicipin sedikit dulu baru makan nasi" jawab Aldo sambil tersenyum memandang sang istri yang heran.


Arini akhirnya sarapan dengan spagetti bologneis buatan sang mami yang sempat membuat Arini lapar.


Selesai sarapan mereka berpindah duduk di ruang tengah. MiIranda membawa kue bolu buatan Arini di letakkan di meja tamu.


"Enak nggak kak kuenya Arini?" Tanya Arini yang duduk di dekat Miranda.


"Enak sih, kapan bikinnya Ar?" Tanya Mira


"Tadi pagi setelah bikin puding terus bikin itu" jawab Arini.


"Wah nanti siang bang kita makan puding buatan Arini" kata Miranda ke Deni.


"Puding coklat susu pasti ya" kata Deni.


"Iya hehehe" jawab Arini.


"Kesukaannya kak Mira juga coklat tuh" kata Deni.


"Enak sayang puding coklat susunya buatannya Arini" kata Deni ke Miranda.

__ADS_1


"Udah jadi belum Ar?" Tanya Mira.


"Belum ding kak, emang kaka ga kenyang apa habis sarapan, terus makan bolu sekarabg mau makan puding" kata Arini .


"Ya sebenarnya kenyang, cuma karena dengar bang Deni bilang enak puding coklatnya, jadi ingin cicipi"kata Miranda terkekeh sendiri.


"Ga berasa kenyang soalnya tenaganya udah buat semalam" bisik Deni ke sang istri. Miranda langsung menepuk paha sang suami. Deni tertawa kecil melihat istrinya malu menutup mukanya kebelakang punggung sang suami.


💐 Kediaman Leo


"Kak, nanti Dewi mau keluar ya  mau beli gudeg untuk kasih ke Fio" kata Dewi agar sang suami ga menyalahkan jika istrinya pergi siang hari belum pamit.


"Iya, nanti kakak juga ada meeting siang dan sore hari. Kamu mau jalan sama siapa sayang?" Tanya Leo.


"Rencana sih mau nyamperin Erna kalau dia ada waktu nanti" jawab Dewi.


"Okey, hati-hati ya kalian nanti" kata Leo kemudian mencium kening sang istri sebelum masuk mobilnya.


Leo mengendarai mobil tanpa memakai sopir. Sedang istrinya diberikan sopir agar Leo dapat memantau kemana saja kegiatan sang istri. Karena Leo juga sebenernya punya sifat yang pencemburu jika ada seorang pria yang mendekati istrinya. Hanya saja tidak terlalu kentara (terlihat) di mata orang lain selain Aldo yang sudah sangat mengenal sahabatnya ini.


Setelah mobil sang suami tidak terlihat dari pandangan matanya, Dewi kembali masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat ke Erna akan rencananya yang mengajak Erna keluar untuk jalan-jalan sekalian membeli oleh-oleh.


Dewi mulai bersiap mengganti bajunya untuk pergi beraama Erna. Dewi sudah lama tidak jalan bersama dengan sahabat semasa kuliahnya ini.


"Mbok, saya tinggal dulu ya. Nanti kalau ada yang kesini untuk memberikan mengantarkan  kebaya diterima saja. Karena tadi katanya mau diantar ke rumah" kata Dewi.


"Baik nyonya" jawab mbok Parti


"Besok nyonya jadi berangkat ke Jakarta?" Tanya mbok Parti.


"Iya jadi dong mbok, kan Bian mau nikah hari sabtu mbok" jawab Dewi.


"Cepat sekali ya momongannya mbok Parti udah mau punya istri" kata mbok Parti sambil mengeluarkan air matanya.


Mbok Parti ini yang membantu Dewi mengurus buah hatinya dari Bian masih bayi hingga dewasa sebelum Fabian hijrah ke Jakarta.


"Iya mbok, besok mbok Parti dan mbak Tum akan ikut kami juga loh ke Jakarta" kata Dewi yang lupa belum memberitahu mbok Parti.


"Kalau simbok ikut ke sana, terus yang jaga di rumah ini siapa nyonya?" Tanya mbok Parti.

__ADS_1


"Kan ada satpam mbok, ga usah dipikir. Yang penting mbok Parti seneng nanti melihat Bian bersanding dengan istrinya" kata Dewi.


"Iya nyonya, saya akan siap-siap baju dulu" kata Mbok Parti.


"Iya mbok" jawab Dewi tersenyum senang melihat mbok Parti juga senang.


Leo menemukan mbok Parti pada saat dirinya masih belum menikah dengan Dewi. Mbok Parti seorang janda yang tidak mempunyai anak karena diceraikan suaminya dengan alasan menginginkan punya anak dari darah dagingnya sendiri. Sang suami mempunyai istri muda yang memintanya untuk menceraikan mbok Parti.


Pada saat itu, Leo sedang mencari orang untuk membantu membersihkan rumahnya yang nantinya akan ditinggali bersama sang istri setelah Leo dan Dewi menikah. Mbok Parti dengan senang hati menerima tawaran Leo. Hingga sekarang mbok Parti masih bertahan ikut dengan Leo. Dan mbok Parti selalu merasa Bian itu seperti seorang cucu bagi mbok Parti.


💐 Kediaman Fabian


Hari ini Fabian janji akan mengikuti calon istrinya jalan-jalan dengan omanya. Fabian memang sengaja meluangkan waktunya untuk tetap bisa bertemu dengan Arini sebelum dirinya dipingit (tidak diperbolehkan kemana-mana sebekum hari akad nikah berlangsung).


Fabian sudah meminta sopir kantor dan Rudi untuk menjemput kedua orang tuanya dan art orang tuanya.


Fabian sedang sarapan bersama Rudi di rumahnya.


"Loe berat yang jalan dengan Arini dibanding harus jemput orang tua loe Bi?" Tanya Rudi.


"Bukan begitu juga Rud, gue udah terlanjur janjian sama Arini dan bang Deni juga sama oma lagi. Sedangkan mama bilangnya mau datang besok, tiba-tiba ngasih kabar dimajukan hari ini. Karena papa besok ada meeting di Jakarta"  kata Fabian.


"Bukannya tante bilang pagi ini datangnya bro?" Tanya Rudi.


"Tidak, mama ga siang jam 2an baru dari sana. Jadi kemungkinan sampai disini sore" jawab Fabian.


"Kirain gue datengnya pagi ini." Kata Rudi.


"Awalnya mau pagi ini, tapi papa ga bisa. Jadi yah terpaksa siang nanti" jawab Bian.


💐 Kediaman Aldo Wijaya


"Yang pada mau pergi udah sibuk, sampai papi ga keurus" sindir Aldo.


"Papi jangan gitu dong, kan mami juga udah urusin papi dari bangun tidur sampai setelah sarapan. Sekarang mami tinggal menyiapkan baju buat jalan sama oma dan anak-anak" kata Fio sambil membelai pipi sang suami.


Aldo tersenyum mendengar jawaban istrinya.


"Fabian jadi ikut juga ya?" Tanya Aldo ke Fio.

__ADS_1


"Ikutlah pi, bang Bian mana bisa nggak ikutan kalau tahu Arini jalan-jalan dan dia sendiri ga ada kesibukan" jawab Arya.


__ADS_2