
"Ah ga ada yang papi suka saat kita sekolah dulu" jawab Aldo.
"Terus saat kuliah ada ya pi?" Fio bertanya menggoda sambil tersenyum.
"Mana ada, kita kan sudah nikah. Ya ga mungkinlah mi buat papi melihat yang lain. Orang istri sendiri saja udah enak dilihat dan dirasakan" jawab Aldo terkekeh.
"Udah papi mau berangkat kantor jam berapa" tanya Fio yang ikutan terkekeh. Karena Fio percaya jika suaminya ga akan mudah berpaling ke perempuan lain.
"Papi berangkat sekarang ya mi, mau ada rapat dulu sebentar dengan orang kantor" kata Aldo kemudian mencium kening sang istri.
Setelah semua pergi dengan kegiatannya masing-masing, Fio berjalan menuju taman untuk menyiram tanamannya.
Drrrtt drrrt
Ponsel Fio berbunyi tanda ada panggilan.
"Siapa kok tumben, masih pagi udah ada orang menghubungi" batin Fio sambil melihat ponselnya.
"Halo Fi, apa kabar?" Sapa Dewi dari ponselnya.
"Hai kamu Wi, kabar baik. Tumben loe nelpon gue pagi-pagi" sapa Fio sambil duduk di bangku yang ada di taman, karena tanamannya sudah disiram oleh tukang kebunnya.
"Iya nih mumpung inget dan loe pasti juga belum ke cafe kan" kata Dewi.
"Iya hari ini gue lagi pengin di rumah, ada apa ini?" Tanya Fio.
"Gue mau nanya kapan loe dan kak Aldo ada waktu, kami mau ke berkunjung ke rumah loe" jawab Dewi.
"Hey sejak kapan loe formal gini ngomong ma gue Wi" protes Fio sambil terkekeh.
"Hehehe kan kita mau besanan, jadi gue juga harus belajar formal dong ngomongnya" kata Dewi.
"Ini untuk hubungan Fabian dan Arini ya, baik nanti gue nanya sama kak Al dulu kapan dia ada waktu. Tapi kelihatan dalam minggu ini tidak sibuk deh" kata Fio.
"Mungkin minggu depan kali ya kami ke rumah loe buat melamar secara resmi, karena itu permintaan Fabian dari sejak mereka itu jadian." Kata Dewi.
"Okey, nanti aku bilang kak Al. Loe sekarang dimana?" Tanya Fio.
"Gue di Jogja, kak Leo sibuk minggu ini. Makanya aku tadinya mau minggu berikutnya saja. Tapi kata Fabian kalau bisa secepatnya biar ga keduluan dengan yang lain" kata Dewi sambil tertawa.
"Ah Fabian itu ada-ada saja" kata Fio sambil tertawa.
__ADS_1
"Ternyata Fabian itu suka dengan Arini sejak mereka masih remaja dulu. Dan Fabian memang tadinya mau nunggu Arini lulus dulu, ternyata saingannya deketin Arini makin banyak, jadilah dia langsung mengunggkapkan perasaannya ke Arini" kata Dewi bercerita.
Dewi dan Fio saling bercerita tentang hubungan anaknya, masa lalu mereka saat masih sekolah dulu dan banyak hal lain menjadi topik ngobrolnya.
💐 Kampus
Arini diantar Fabian sampai kampusnya. Fabian membukakan pintu mobil untuk Arini, ada beberapa teman Arini yang melihatnya. Dan kebetulan Irfan juga sedang keluar dari mobilnya melihat Arini juga keluar dari mobil dengan Fabian.
"Fabian, mengantar Arini ke kampus. Tumben Arini ga sama Arya berangkatnya. Apa hubungan mereka sudah makin dekat" batin Irfan ada rasa cemburu.
Irfan langsung menghampiri Fabian dan Arini.
"Halo sayang, hai Bi" sapa Irfan setelah berdiri di depan Arini.
"Hai bang, kok tumben abang ada disini." Sapa Arini. Dan Irfan hanya tersenyum.
"Hai Fan" sapa balik Fabian.
"Tumben loe nganterin Arini ke kampus" tanya Irfan.
"Iya, akan jadi rutinitas gue ini antar jemput Arini mulai hari ini" jawab Fabian dengan bangganya.
Irfan mengkerutkan dahinya bingung sambil memikirkan maksud perkataan Fabian.
"Mulai hari ini, doakan ya semiga kami segera bisa menghalalkan hubungan kami" jawab Fabian membuat rona merah di pipi Arini memancar.
Irfan langsung melihat ke Arini yang merona.
"Benarkah mereka sudah jadian dan Arini merona, itu tanda kalau dia juga punya rasa ke Fabian" batin Irfan.
"Loe kapan mau ngenalin kekasih loe ke kita semua?" Tanya Fabian dengan maksud menyadarkan Irfan bahwa dia sudah punya kekasih yang harus dijaga.
"Iya nanti hari sabtu kita ketemuan di mall aja" jawab Irfan datar.
"Benaran bang, pasti cantik deh" kata Arini. Irfan hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah masuk dulu sayang, nanti terlambat loh" kata Fabian setelah melihat jam di pergelangan tangannya.
"Iya bang, Arini masuk kelas dulu" kata Arini ke Fabian dan Irfan.
"Iya nanti bang Bian jemput ya makan siang" kata Fabian dan Irfan hanya diam. Arini menganggukkan tanda setuju dan melangkah menuju ke kelasnya.
__ADS_1
"Loe udah jadian dengan sama Arini?" Tanya Irfan
"Sudah" jawab Fabian singkat.
"Selamat ya, gue titip jaga dia dengan baik" kata Irfan menepuk pundak Fabian kemudian pergi meninggalkan Fabian. Sedangkan Fabian menjawab dengan menggunakan kode jempol tangannya tanda siap dan akan selalu dijaganya.
Fabian masuk ke dalam mobilnya sambil tersenyum bahagia mengingat mereka sudah jadian.
"Aku pasti akan selalu menjaga cintaku Fan" kata Fabian di dalam mobilnya dengan mengingat pesan dari Irfan yang disamapaikan Fabian untuk menjaga Arini.
Fabian menyalakan mesin mobilnya kemudian melajukannya menuju ke kantor.
💐 Rumah sakit
Deni sudah mengantarkan Mira ke kantornya dan siang akan menjemputnya untuk makan siang dan mengantar kuliah untuk ambil spesialisnya.
Mira memang sedang kuliah lagi untuk ambil spesialis kandungan yang sudah lama diimpikannya.
Deni duduk di ruangan prakteknya karena sebentar lagi jam praktek di mulai.
"Tok tok tok"
"Ya masuk" jawab Deni.
"Om Raka, ada apa om kok tumben" sapa Deni sambil berdiri dan mencium punggung tangan Raka walaupun di kantor.
"Iya om mau nanya sama kamu Den" kata Raka.
"Silahkan om, mau nanya apa?" Tanya Deni heran.
"Tentang hubungannya Irfan sama Deby, apakah Irfan sering cerita ke kamu mengenai hubungan mereka?" Jawab Raka dengan memberi pertanya balik ke Deni.
"Irfan baru akan mengenalkan Deby ke kami semua hari sabtu om dan Irfan sih sebenarnya lebih dekat ke Arini" jawab Deni. Raka manggut-manggut mendengarkan jawaban Deni.
"Apakah Irfan juga dekat dengan Fabian?" Tanya Raka.
"Dekat juga sih, tapi memang lebih deketnya ke Arini dan Arya deh om" jawab Deni.
"Cuma memang sempat Irfan ceruta sedikit mengenai Deby yang katanya dia belum mengenal bagaimana sifatnya. Dan Deni pernah menyarankan untuk lebih sering bertemu, kalau perlu antar jemput saat kuliah agar bisa makin dekat." Jawab Deni.
"Apa benar ada gadis yang disukai Irfan sebelum dia dikenalkan dengan Deby?" Tanya Raka serius.
__ADS_1
"Emmm, Deni sih ga tahu pastinya ya om, cuma menurut perkiraan Deni dan Mira sih Irfan menyukai gadis itu sudah lama dan dia juga menyadari ga akan mungkin direstui oleh orang tuannya apalagi keluarga besarnya, itu yang pernah Irfan bilang ke Deni" jawab Deni hati-hati.