
"Kamu nanti di jemput bang Bian?" Tanya Faris.
"Iya mungkin, ada apa?" Tanya Arini.
"Kalau ga dijemput sih aku mau ajak kamu makan siang" kata Faris.
"Maaf kak Arini ga bisa" jawab Arini.
"Lagian tumben deh sepertinya kak Faris beberapa hari ini rajin ke kampus atau ada cewek yang sedang di deketin kakak?" Tanya Arini sambil tersenyum bercanda.
"Maunya sih begitu Rin, cuma sayang dia sudah tunangan sekarang, kakak kalah start" kata Faris membuat Arini menatap Faris dengan bertanya dalam hati apakah dirinya yang dimsksud Faris.
"Seandainya gadis itu belum tunangan mungkin kakak udah bersama dia lagi" kata Faris mengingat masa kebersamaannya dengan Arini dulu.
"Rin apa benar kamu mencintai bang Bian?" Tanya Faris menatap Arini serius.
"Kami sudah tunangan kak dan sebentar lagi kami mau menikah" jawab Arini.
"Apakah sudah tidak ada nama kakak di hatimu?" Tanya Faris membuat Arini diam tanpa bisa menjawab sepatah katapun.
"Maaf kak semuanya sudah berlalu, anggap saja Arini adik kak Faris" kata Arini.
"Sebenarnya kakak sudah berniat untuk mengajakmu kembali sama kakak. Tapi setelah kakak tahu kamu sudah bertunangan, alhirnya kakak mencari tahu infonya yang ternyata kamu bertunangan dengan sahabat abang kak Faris" kata Faris sambil membuang nafasnya berat.
Arini hanya bisa diam tanpa bisa membalas ucapan Faris. Sejujurnya nama Faris memang masih ada di hatinya, namun Arini sadar mereka sudah tak ada hubungan apapun lagi dan Arini berusaha untuk menggantinya dengan nama Fabian.
"Suatu saat nanti pasti kakak akan menemukan gadis yang jauh lebih segalanya dari Rini. Maafkan Rini kak." kata Arini yang tak tega melihat Faris seperti orang yang terluka dan tersakiti. Faris tersenyum menatap Arini yang memberikan semangat padanya.
"Rin besok kita makan siang bersama ya, aku jemput kamu di kampus" kata Faris untuk mengalihkan rasa sesak di dadanya.
"Mau makan siang dimana kak, nanti biar Arini aja yang ke sana, kita bisa ketemuan disana" kata Arini yang takut ketahuan Fabian jika mereka pergi bersama dan membuatnya salah paham.
"Kenapa, apa besok kamu dijemput sama bang Bian atau bang Bian ga bolehin kamu pergi sama kakak?" Tanya Faris.
"Mungkin bang Bian yang akan jemput, tapi Arini ga janji ya kak" jawab Arini bingung.
"Maaf kak, Arini pamit dulu ya mau ada kuliah lagi" kata Arini setelah melihat jam di ponselnya.
"Kakak tunggu besok ya Rin" kata Faris berharap.
"Arini ga janji ya kak, nanti Arini kabari aja" kata Arini kemudian keluar dari perpustakaan setelah meminjam buku. Fabian menatap kepergian Arini sambil membuang nafasnya kasar.
Di dalam kelas, Arini bertemu dengan Tata.
"Nona tadi kemana saya cari nona?" Tanya Tata
"Maaf tadi saya lagi pinjam buku" jawab Arini sambil menunjukkan bukunya yang dipinjam di perpustakaan.
__ADS_1
"Panggil Arini saja" kata Arini di dalam kelasnya.
"Nanti kami akan kena marah dengan tuan Fabian non" kata Tata.
"Minimal di kampus panggil saja saya Arini, kalau kalian memanggilku dengan nona jangan salahkan aku jika aku ga akan mau ikut kalian." Kata Arini mengancam.
"Baiklah Arini" kata Tata kemudian.
"Apakah nanti bang Bian akan menjemputku atau aku harus pulang dengan kalian?" Tanya Arini.
"Sepertinya nanti tuan sendiri yang akan menjemputnya" jawab Guntur. Arini menganggukkan kepalanya.
Selesai kuliah, Arini jalan menuju ke kantin untuk membeli jus.
"Hai Ar, tumben loe pesan jus" sapa Ardi.
"Hai Ardi" sapa Arini
Derrt...derrt...
Arini langsung buru-buru pamit ke Ardi melihat ponselnya bergetar ada panggilan dari Fabian.
"Gue duluan ya Ar" kata Arini sambil mengambil cup jusnya.
"Kenapa buru-buru" tanya Ardi tapi sudah tak dijawab oleh Arini yang sudah melayang pergi.
📞 "Halo bang" sapa Arini
"Iya Arini juga sudah jalan menuju parkiran kok" jawab Arini kemudian menutup ponselnya.
"Maaf bang kalau Arini buat abang menunggu" kata Arini sambil masuk ke dalam mobil Fabian.
"Kita makan dulu baru ke kantor ya" ajak Fabian.
"Iya terserah abang aja" kata Arini.
💐 Restoran
"Tadi pinjam apa ke perpustakaan?" Tanya Fabian sambil menunggu makanan yang dipesannya datang.
Deg
"Apa bang Bian tahu aku ketemuan dengan kak Faris?" Batin Arini menatap Fabian.
"Pinjam buka yang tadi Arini tenteng" jawab Arini santai walaupun batinnya penuh tanda tanya dengan maksud pertanyaan Fabian.
"Sering ke perpustakaan ya?" Tanya Fabian yang tahu Arini bingung.
__ADS_1
"Iya kadang aja kalau butuh pinjam buku atau kadang hanya sekedar baca-baca aja" jawab Arini.
"Apa dulu kamu sering ketemu Faris di perpustakaan?" Tanya Fabian.
"Maksud abang?" Tanya Arini pura-pura tidak mengerti maksud pertanyaan tunangannya.
"Dulu kamu dengan mantanmu apa sering janjian di perpustakaan?" Tanya Fabian.
"Ga juga cuma kami memang kebetulan sering ketemu aja di sana" jawab Arini berusaha santai.
"Pantas kalian sering janjian di perpustakaan" kata Fabian.
"Maksud abang apa sih Arini ga paham" tanya Arini ingin tahu maksud Fabian.
"Kamu tadi janjian ketemu di perpustakaan dengan Faris ngapain?" Tanya Fabian akhirnya.
"Bang Arini ke perpustakaan untuk pinjam buku dan kebetulan bertemu kak Faris yang juga sedang di sana" jawab Arini sambil mengaduk minuman didepannya.
"Bukannya kalian memang sudah janjian untuk ketemuan disana?" Tanya Faris dingin.
"Terserah abang mau percaya Arini atau tidak" jawab Arini ketus sambil memainkan ponselnya mendengar nada dingin dari Fabian.
"Katakan sejujurnya, apakah kamu masih mencintai dia dan ingin kembali padanya?" Tanya Fabian.
"Kenapa abang selalu menanyakan itu, bagaimana jika mantan abang kembali mengejar abang untuk mengajak kembali berhubungan dengan abang?" Tanya Arini.
"Kenapa kamu membalikkan pertanyaan ke abang Arini?" Tanya Fabian dingin sambil menatap Arini.
Arini pun juga menatap Fabian tanpa rasa takut, yang ada hanya kemarahan di hati Arini.
"Bukan maksud Arini membalikkan abang, Arini juga berhak tahu bukan tentang abang. Kita kan mau menikah dan abang selalu menuntut Arini untuk jujur. Apakah bang Bian juga akan jujur dengan Arini?" Tanya Arini.
Bian membuang nafasnya kasar.
"Abang sudah berusaha untuk selalu jujur sama kamu dan diantara kami sudah lama tidak ada hubungan apapun. Tolong kamu percaya Arini, jangan kamu terpengaruh apa yang diucapkan Hendra kemarin" kata Fabian.
"Abang meminta Arini percaya dengan apa yang abang bilang, tapi apakah abang juga percaya dengan apa yang Arini katakan dari setiap pertanyaan abang ke Arini?" Tanya Arini dengan nada naik membuat Fabian diam.
"Maaf bang, Arini pulang duluan ojol sudah menunggu di depan" kata Arini langsung jalan keluar karena menahan marah dengan Fabian yang selalu menuntut Arini untuk jujur dan percaya.
Fabian kaget dengan apa yang dilakukan Arini dan langsung mengejar Arini keluar.
***
Terima kasih atas kesetiaan kalian menunggu setiap episode terlanjur mencintai update.
Jangan lupa tinggalkan like, komen, hadiah dan vote.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian semua
I love you ...😘🙏