TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 27. Arini dilamar


__ADS_3

"Memang kamu sampai sekarang masih juga cemburu Do?" Tanya papa Delon. Aldo hanya terkekeh.


"Masihlah pah, orang gelarnya aja di kampus sang raja posesif" jawab Farel membuat yang lain tertawa


"Kok ga tahu diri sih, masak sampai tua masih nitip salam buat istriku" kata Aldo mulai diselimuti cemburu.


"Papi tenang aja, om Dio ga akan bisa dekatin mami lagi. Kan ada Arya juga yang sering ke cafe" kata Arya meredakan rasa cemburu papinya.


"Sudah, toh juga ga ketemu Fio kan." Kata mama Rita.


"Sudah ayo semua siap-siap ini sudah jam berapa" kata eyang Emi (mamanya Fio)


Irfan dan Arya ngobrol di bangku taman bersama Reza anak pertama Farel. Dan Risa anak kedua Farel mengekor mamanya oma Rita.


Di kamar Arini sedang dirias, hatinya bahagia membayangkan hubungannya dengan Fabian yang tak Arini sangka. Apalagi setelah Arini tahu bahwa Fabian ternyata mencintainya sudah sejak Arini masih remaja dulu, masih smp menginjak sma.


Padahal Arini menganggap Fabian adalah abangnya, walaupun saat kelas 3 sma Arini sempat mengagumi ketampanan Fabian, tapi Arini takut kalau sampai perasaannya tak terbalas. Makanya Arini mencoba menganggap Fabian sebagai abangnya seperti Arini ke Irfan.


Fabian dan kedua orang tuanya juga bersama saudara dari Dewi dan kedua orang tua Dewi sudah hadir di kediaman Aldo yang begitu besar dan megah. Raut bahagia terpancar dari wajah Fabian.


"Ternyata kita akan jadi keluarga beneran ya Fi, senang aku rasanya" kata Dewi sambil mencium pipi kiri dan kanan Fio.


"Iya, aku juga senang kita bisa jadi besan" kata Fio.


Setelah mereka berbincang-bincang ringan,  kemudian Leo berniat memulai acara lamaran anaknya. Leo berdehem sebelum memulai bicara serius.


"Karena cinta diantara Fabian dan Arini yang ternyata sudah terpendam lama. Kami sebagai orang tua Fabian ingin menjadikan hubungan mereka berdua ke jenjang yang lebih serius." Kata Leo memberikan jeda sebelum melanjutkannya kembali.


"Maka dari itu kami beserta keluarga besar berniat melamar Arini Mahendra Wijaya untuk Fabian Rahardian anak kami. Semoga keluarga besar bapak Aldo Wijaya sekiranya dapat memberikan jawaban kepada kami dengan lamaran kami sekarang ini." Kata Leo yang mewakili keluarganya.


"Kami sebagai orang tua Arini akan sangat bahagia jika semua ini terjadi, akan tetapi biar anaknya sendiri Arini yang akan memberikan jawabannya" kata Aldo yang kemudian menyuruh istrinya memanggil Arini.


Arini turun dari tangga bersama Miranda dan Risa. Fabian melihat Arini turun, matanya tak berkedip.


"Kamu cantik sekali sayang" batin Fabian yang terpukau wajah cantik kekasihnya yang akan menjadi tunangannya.


Di tangga yang paling bawah saat Arini baru melangkahkan kakinya, Fabian langsung menghampirinya dan memberikan sebuah buket bunga.

__ADS_1


Arini kaget saat tiba-tiba Fabian menghampirinya dan berjongkok dengan melipatkan satu lututnya ke lantai dengan memberikan bunga pada Arini.


"Arini Mahendra Wijaya hari ini Fabian Rahardian datang untuk mengatakan bahwa Aku sangat mencintaimu. Apakah Arini Mahendra Wijaya mau menikah dengn Fabian Rahardian? Ambillah bunganya jika kamu menerimaku" kata Fabian dengan lantang walau hatinya bergetar.


Arini menitikkan air mata haru, tidak menyangka sikap Fabian akan begini dan cintanya Arini yang dulu pernah ada akan berbalas dari Fabian.


"Iya Arini mau menikah dengan bang Bian." Jawab Arini kemudian mengambil buket bunga dari tangan Fabian. Fabian bahagia sekali dan langsung memeluk Arini begitu erat. 


Semua ikut bahagia melihat kebahagian dari keduanya.


"Terima kasih sayang sudah mau menerima cintaku" bisik Fabian. Kemudian mamanya membawa kotak musik yang berisikan sebuah cincin berlian cantik dengan model yang sedehana dan elegan.


Fabian mengambil cincin itu dan memakaikannya dijari manis Arini sebelah kiri, kemudian Fabian mencium kening Arini.


"Hay jangan lama-lama, belum halal" celetuk Deni membuat yang lain tertawa.


Fabian tersenyum kecut mendengar celetukan dari Deni. Arini tersipu hingga mencul rona merah di pipinya.


Deni dan Mira serta yang lain memberikan ucapan selamat pada pasangan yang baru saja bertunangan.


"Bagaimana kalau kita nikahkan saja mereka secepatnya?" Tanya Leo ke Aldo dan Raka.


"Memang Deni kapan mau menikahnya?" Tanya Raka.


"Deni 3 minggu lagi sih kak. Ya kalau memang anaknya minta secepatnya sih paling sebulan setelah Deni menikah saja bagaimana?" Tanya Aldo balik ke Leo.


"Ma, gimana kalau nikahnya Fabian sebulan setelah Deni menikah. Jadi kira-kira dua bulan setelah acara ini" kata Leo meminta pendapat istrinya.


"Abang setuju pi kalau mereka secepatnya menikah" sahut Deni.


"Alasan apa kok kelihatannya kamu yang mau cepet-cepet adekmu nikah" kata Raka.


"Tanyakan saja langaung sama Fabian. Soalnya kalau Deni melihat Fabian sih kelihatannya dia maunya secepatnya" kata Deni.


"Bian, coba kamu kesini dulu" panggil Leo.


"Iya pa, ada apa?" Tanya Fabian kemudian duduk di sebelah Leo.

__ADS_1


"Seandainya kamu nikahnya sebulan setelah Deni menikah bagaimana?" Tanya Leo.


"Bian bagaimana baiknya saja pa" jawab Fabian.


"Gimana kalau tahun depan saja?" Tanya Deni bercandain Fabian.


"Ya jangan terus tahun depan dong bang, kelamaanlah" kata Fabian pelan dan malu-malu.


"Udah ga tahan ya" kata Raka menimpali sambil terkekeh membuat yang lain tertawa.


"Bukan masalah ga tahannya om, kawatir ada yang nikung nantinya. Karena Arini itu banyak sekali yang mengejar, lagian memang Fabian mencintai Arini juga sudah sangat lama" jawab Fabian.


"Memang kamu mencintai Arini dari kapan nak?" Tanya Raka.


"Dari Arini masih smp om" jawab Fabian malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya ampun segitu lamanya loe tahan cinta itu dan baru sekarang loe nyatain ke Arini" kata Deni heran dengan Fabian bisa menahan sekian tahun.


"Hehehe... karena waktu itu kan Bian belum punya modal apa-apa buat berani mengungkapkan perasaan Bian ke Arini. Dan papa juga selalu bilang bahwa sekali kita berani mencintai seorang gadis dengan serius, maka kita harus punya modal yang bukan hanya cinta" kata Fabian membuat sang papa bangga merasa anaknya mendengarkan apa yang sudah dia kasih tahu.


"Jadi gimana keputusanmu mau menikah kapan rencananya?" Tanya Raka.


"Kalau bisa secepatnya om." Jawab Fabian sambil tersenyum.


"Ya sudah sebulan setelah pernikahannya Deni saja ya" kata Aldo meminta pendapat yang lain.


"Iya opa juga setuju itu, kalau memang Fabian sendiri sudah siap" sahut Delon.


"Iya Eyang juga setuju," kata Riko.


"Okey kalau begitu sebulan setelah Deni menikah" kata Aldo memastikan.


"Eh Irfan rencana mau nikah kapan kak?" Tanya Fio ke Raka dan Nindy.


"Masih agak lama sekitar 4 bulanan lagi sih, biar hubungan mereka bisa lebih dekat lagi." Jawab Nindy.


"Nah kenapa Deby ga kamu ajak sih Fan?" Tanya Deni.

__ADS_1


__ADS_2