TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 40. Katanya Faris temanmu juga


__ADS_3

Fabian melihat kekasihnya tertidur dengan posisi duduk merasa kasihan. Pelan-pelan Fabian memindahkan Arini ke dalam kamar agar badannya Arini juga dapat istirahat.


Kemudian Fabian melanjutkan lagi pekerjaannya di depan layar laptop dan meja kerjanya dengan setumpuk berkas yang harus di tanda tanganinya.


Saat Arini terbangun dari tidurnya, Arini melihat sekelilingnya bingung.


"Aku dimana ini, kamar siapa?" Batin Arini kemudian teringat bahwa dirinya tadi berada di kantor Fabian.


Arini duduk dan meraih ponselnya yang berada di nakas untuk melihat jam berapa. Kemudian Arini hendak berdiri dan keluar dari ruangan itu, akan tetapi pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka.


"Ceklek"


Arini melihat sosok pemuda ganteng yang tersenyum padanya.


"Sudah bangun sayang?" Tanya Fabian dengan senyumannya sambil mendekati kekasihnya.


"Abang, tadi bang Bian yang bawa Arini ke sini?" Tanya Arini tanpa menjawab pertanyaan Fabian.


"Iya karena tadi kamu tidur di sofa, jadi abang bawa kamu ke sini biar badan kamu saat terbangun nggak sakit semua" jawab Fabian.sambil melihat bibir Arini yang membuatnya ingun mencicipinya kembali.


"Terima kasih ya bang, tapi kenapa abang nggak mau bangunin Arini sih. Kan ini sudah kelewat jam pulang kantor abang" tanya Arini.


"Ini abang baru mau bangunin Arini. Karena abang juga baru selesai kerjaannya sayang" jawab Fabian menahat hasrat untuk tidak mencium bibir kekasihnya.


"Ya sudah kita pulang sekarang yuk bang" ajak Arini karena melihat jam sudah menunjuk jam 6 petang.


"Iya, nanti kita mampir untuk makan malam sekalian ya?" Tawar Fabian.


"Boleh juga bang, Arini gimana enaknya abang aja" jawab Arini membuat Fabian senang karena bisa berlama-lama dengan Arini hari ini.


"Arini cuci muka dulu ya bang" kata Arini kemudian masuk ke dalam kamar mandi setelah Fabian menunjukkan kamar mandinya.


Fabian menunggu kekasihnya dari kamar mandi dengan duduk di atas kasurnya sambil memainkan ponselnya.


Melihat Arini keluar dari kamar mandi, Fabian menatap wajah kekasihnya sambil tersenyum.


"Sudah selesai cuci mukanya? Mau pulang sekarang atau masih mau disini dulu sayang?" Tanya Fabian.


"Pulang tahun depan bang" jawab Arini asal sambil tersenyum.


"Boleh, beneran ya pulang tahun depan? Berarti mulai hari ini kita menginap disini" kata Fabian menggoda kekasihnya.


"Abang yang jawab ke papi dan mami ya kalau ditanyain papi" kata Arini.

__ADS_1


"Loh kok abang? Tadi siapa yang jawab minta pulang tahun depan?" Elak Fabian sambil terkekeh.


"Habis abang juga ada-ada saja sih pertanyaannya. Ya jelas pulang sekaranglah pake nanyain kapan segala" jawab Arini membuat Fabian jadi tertawa senang dapat ngerjain Arini.


"Padahal abang udah seneng loh kalau Arini beneran mau pulang tahun depan" kata Fabian.


"Arini tidur disini terus abang pulang, begitu maksudnya? Jadi Arini disuruh nemenin sekuritinya kantor abang?" Tanya Arini terkekeh.


"Ya nggaklah, kalau Arini menginap disini ya abang juga ikutan dong. Masak kekasih bang Bian nemenin sekuriti disini, nggak terimalah abang" protes Fabian.


"Ya nanti kalau Arini disini sendiri, pasti Arini akan habiskan untuk VC ke teman Arini sampai Arini tertidur." Kata Arini.


"Maksudnya VC ke Faris gitu?" Tanya Fabian melotot.


"Ya ampun abang, kan tadi Arini bilang VC sama teman, ya kan siapa ajalah" jawab Arini.


"Lah katanya Faris temanmu juga" tegas Fabian.


"Ah sudahlah ayo pulang bang, sudah makin malam ini" kata Arini yang akan melangkah keluar dari kamar itu.


"Okey sayang, kita pulang" ajak Fabian kemudian Fabian menghentikan langkah Arini dengan menarik lengan Arini membuat Arini menabrak Fabian.


Dan Fabian langsung memeluknya dengan pandangan kedua yang bersitatap.


Fabian mencium lembut bibir sang kekasih. Arini tak membalas karena bibirnya masih kaku. Fabian menggigit bibir bawah Arini kecil agar terbuka dan Fabian langsung menyapu isinya.


Fabian melepas ciumannya setelah Arini kehabisan nafasnya. Kemudian Fabian mengelap bibir basah Arini dengan jempolnya karena perbuatannya.


"Kita pulang sekarang yuk" ajak Fabian setengah berbisik.


Arini menganggukkan kepalanya tanpa dapat bersuara karena malu dengan apa yang mereka perbuat barusan.


Fabian melihat raut muka malu Arini tersenyum kemudian menggandeng jemari tangan Arini.


"Jangan pernah melakukannya dengan yang lain selain abang" kata Fabian memperingatkan kekasihnya.


"Abang, siapa juga yang melakukannya. Itu kan karena abang aja yang curi-curi ke Arini.


"Apakah ini yang pertama buat Arini?" Tanya Fabian yang sudah berdiri berhadapan dengan Arini.


Arini menganggukkan kepalanya. Fabian tersenyum dan merasa bangga dapat menjadi kekasih Arini.


"Ayo bang, udah malam Arini sudah lapar nih" kata Arini kemudian Fabian mengajaknya keluar dari ruangan menuju ke parkiran di mana mobilnya terparkir.

__ADS_1


"Kita makan apa ya enaknya, abang bingung juga" kata Fabian.


"Sate ayam aja enak kali ya" usul Arini.


"Kenapa jangan-jangan kamu ngidam ya?" Tanya Fabian sambil tersenyum.


"Abang ih sembarangan deh. Karena tadi waktu di kantor abang bau asap sate jadi bikin pengin makan sate deh" jawab Arini manja. Fabian terkekeh mendengar jawaban Arini yang sewot.


"Ya gapapa kalau memang ngidam karena kita ciuman tadi, abang siap tanggung jawab kok" kata Fabian membuat Arini malu hingga memerah pipinya.


Fabian tertawa senang jika bisa menggoda kekasihnya.


"Kamu bikin abang ga bisa jauh aja sih sayang. Besok kita ke kantor abang lagi ya?" Ajak Fabian yang gemas dengan Arini.


"Ya ampun abang, lama-lama nanti Arini jadi ngantor deh di kantor abang" kata Arini.


"Iya gapapa abang akan siapin meja buat kamu di ruangan abang okey" kata Fabian serius.


"Kita lihat dulu besok ya bang kalau Arini ga banyak tugas" jawab Arini.


"Tugasnya dikerjain di kantor aja ya" rayu Fabian.


"Nanti dibantu abang deh kalau tugasnya banyak atau susah" rayu Fabian lagi sambil tersenyum dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Ayo kita keluar untuk makan malam sayang" ajak Fabian setelah sampai di rumah makan sate ayam langganan Fabian.


"Pak sate ayamnya 2 porsi ya sama es jeruk dan jeruk hangat" kata Fabian.


"Siap pak Bian" jawab pedagang sate.


Fabian dan Arini mendapat tempat duduk di pojok.


"Abang langganan ya disini?" Tanya Arini


"Iya ini dulu langganan papa sama papi juga kok" jawab Fabian.


"Emang iya, kok Arini belum pernah diajak papi kesini sih" kata Arini.


"Ya mungkin papi sibuk kali jadi ga sempat ajak anak gadisnya ke sini" kata Fabian.


"Hai bro berdua aja" sapa sahabatnya yang membuat Fabian kaget kerena tepukan di punggungnya.


"Hai Ndra, kirain tadi siapa" kata Fabian melihat Hendra dan Faris yang kemudian duduk di depan Fabian dan Arini.

__ADS_1


"Kalian satu kantor?" Tanya Hendra.


"Nggak, Arini masih kuliah. Tadi gue jemput kuliah terus ke kantor gue" jawab Fabian.


__ADS_2