TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 70. Tapi bodyguard jalan terus


__ADS_3

"Miranda jadi ikut juga?" Tanya papi Aldo.


"Ikut pi, bahkan bang Deni katanya juga ikut katanya nemeni bang Bian" jawab Arya.


"Ah itu alasan Deni saja, paling juga Deni ga bisa ditinggal istrinya jalan-jalan." Jawab papi Aldo.


"Emang papi yang ga bisa ditinggal istrinya jalan-jalan" kata Fio sambil terkekeh kemudian mencubit pipi sang suami.


"Kalau papi dulu memang begitu, tapi sekarang kan nggak. Buktinya sekarang papi kasih ijin mami jalan-jalan sama oma dan para cucunya." Jawab Aldo.


"Tapi bodyguard jalan terus kan pi" sindir Arya membuat Aldo terkekeh.


"Hah bodyguard? Emang siapa bodygurd mami?" Tanya Fio.


"Arya mi" jawab Aldo sambil merangkul pundak istrinya dan dibawanya ke pelukannya, kemudian mencium pucuk kepala sang istri.


Arya hanya terkekeh melihat papinya yang melotot ke Arya. Hanya Arya yang tahu jika maminya selalu dijaga bodyguard.


Aldo memang selalu mengutus bodyguardnya untuk mengikuti setiap kegiatan sang istri sejak mempunyai anak kembar Arya dan Arini dulu tanpa sepengetahuan sang istri.


"Tuh oma sudah datang bang, Adekmu dimana?" Tanya Aldo mendengar suara mobil mamanya datang.


"Papi tahu dari mana kalau itu suara mobil oma, kalau ternyata itu yang datang ternyata bang Deni atau bang Bian gimana?" Tanya Arya.


"Tengok deh, pasti itu mobil oma yang datang" kata Aldo yakin.


Arya keluar menengok siapa yang datang. Tetnyata yang keluar dari mobil itu Reza dan Riza Wijaya sepupu Arya dari sang papi.


"Papi salah deh bukan oma yang datang, tapi Reza dan Risa" kata Arya.


"Loh kok papi salah ya, suaranya mirip mobilnya oma" kata Aldo.


"Halo sayang, aduh Risa tambah cantik. Tante lama ga ketemu kamu" kata Fio yang menerima ciuman di punggung tangannya dari sang ponakan suaminya.


"Udah sarapan belum Ris?" Tanya Arya.


"Udah dong bang kita sarapan" jawab Risa.


"Abang juga udah, cuma nanya aja ke Risa ga mau nawarin kok" kata Arya.


"Idih bang Arya jahat banget deh, nanti Risa akan buka kulkas aja. Kata kak Mira kemarin kak Arini bikin puding coklat enak" kata Risa.


"Iya ambil sana sayang, masih banyak deh di kulkas. Keluarin aja buat camilan kita disini sayang" kata Fio.


"Siap tante" jawab Risa kemudian jalan ke dapur.


"Hai Ris, mau ambil puding ya" kata Arini yang sudah lebih dulu berada di dapur.


"Iya disuruh tante kak" jawab Risa.

__ADS_1


"Nih buat kamu udah kakak potong" kata Arini sambil memberikan piring kecil berisi potongan puding.


"Nanti jadinya mau jalan kemana sih mi?" Tanya papi Aldo.


"Kalau ga salah sih mau ke mall PX kalau ga salah" jawab mami Fio.


"Ini ada yang datang lagi calon pengantinya" kata mami Fio.


"Halo bang, apa kabar?" Sapa Reza.


"Baik, kamu apa kabar Za lama ga kelihatan" jawab Fabian.


"Iya sibuk di kampus ini bang" jawab Reza.


"Sibuk pdkt bang" sahut Risa yang jalan dari dapur. Fio tertawa mendengar sahutannya Risa.


"Enak aja" jawab Reza


"Emang kamu tahu Reza pdkt sama siapa?" Tanya Arini.


"Bang Reza pdktnya sama teman kuliahnya kak" jawab Risa.


"Eh oma udah datang" sapa Fio yang melihat oma jalan masuk ke dalam ruang tengah.


"Maaf ya oma terlambat datangnya" kata oma Rita.


"Oma cicipi deh puding coklat, kak Arini yang masak enak loh" kata Risa.


"Mana oma diambilin beh dong" jawab Oma.


"Ini oma pudingnya sama minumnya" kata Arini.


"Terima kasih sayang" kata oma.


Setelah semua berkumpul, mereka berangkat berangkat bersama. Mobil oma diisi oleh oma, mami Fio, Arya, Reza dan Risa. Sedangkan Deni bersama sang istri membawa mobil sendiri. Begitupun dengan Fabian dan Arini yang juga mengendarai mobil sendiri.


💐 Kediaman Wijaya


Setelah semua pergi, Aldo pun juga pergi berkunjung ke rumah sang papa Wijaya. Lama Aldo tidak ke rumah orang tuanya karena kesibukannya di kantor.


"Tumben Do kamu inget papa" kata opa Wijaya.


"Ya kan selama ini Aldo sibuk pah ngurusin perusahaan papa juga" jawab Aldo.


"Tuh ada Farel di dalam" kata opa.


"Loh kamu juga diaini Rel" sapa Aldo kenadek kandungnya ayah dari Reza dan Risa.


"Iya habis di rumah juga sepi kak, anak-anak pergi sama oma dan istri Farel juga pergi sama temannya" jawab Farel.

__ADS_1


"Iya sama dengan kakak, cuma Fio ikut pergi juga dengan oma. Fabian aja sampai ikut karena Arini ikut" jawab Aldo.


"Fabian itu sama dengan kamu Do, tanya deh sama Farel. Gimana dulu kamu ke istrimu" kata opa.


"Ga usah sulu pah, sampai sekarang juga masih sama" kata Farel. Opa dan Farel tertawa bersama.


"Ya mau gimana pah namanya juga sama istri sendiri" kata opa.


"Iya papa tahu, memang sampai sekarang masih juga ada orang yang deketi istrimu?" Tanya opa.


"Memang Fio masih suka ketemu dengan kak Dio kak?" Tanya Farel.


"Setahu kakak sih ga" jawab Aldo.


"Kata Arya ada temannya Arya yang mantannya Arini ya?" Tanya opa.


"Iya kata Arya dan memang Faris juga suka ke rumah dengan Ardi, temannya Arini kuliah" jawab Aldo.


"Arini itu gayanya sama persis seperti Fio, hanya dulu karena Fio punya group band jadi dia lebih banyak ngumpul dengan groupnya. Kalau Arini sih lebih diem ya kalau Farel lihat" kata Farel.


"Iya Arini lebih diem, tapi banyak juga cowok kampusnya yang deketi kata Arya. Bahkan ada juga teman kuliah Arya yang lihat Arini sempat mau deketi Arini, cuma sama Arya sudah di cegah karena Arini sudah tunangan dengan Bian" kata Aldo.


"Tuh kamu juga harus perhatiin anak gadismu Rel" kata opa.


"Iya Risa itu kemungkinan juga banyak yang deketi loh Rel" kata Aldo.


💐 Mall


Oma dan mami Fio jalan menuju restoran terlebih dahulu karena waktu waktu sudah menunjuk jam makan siang.


Sambil menunggu menu yang dipesan datang, oma menanyakan ke para cucu dan cucu mantu akan apa yang nanti akan diingin mereka belanja.


"Kita nanti ke toko skincare dulu bagaimana, setuju ga, untuk yang laki-laki mau jalan ke mana?" Tanya oma Rita.


"Kami ngikut aja oma" jawab Deni.


"Ya sudah kita semua nanti ke skincare dulu saja ya" tawar oma Rita.


"Iya oma, kami ngikuti oma saja" jawab Reza.


"Reza nggak masalah kan ke toko skincare sayang?" Tanya oma


"Reza tidak masalah oma" jawab Reza santai.


"Okey" kata oma bahgia.


Setelah pesanan datang, mereka semua menikmati makan siangnya dengan tenang dan hening. Tak ada yang membuka percakapan. Hanya sesekali oma yang memulai bersuara jika sedang makan di restoran ngumpul begini.


__ADS_1


__ADS_2