TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 81. Dimsum


__ADS_3

"Iya, Arini masih mau disini sama mama dulu" jawab Arini.


Fabian tahu istrinya masih marah dengannya sampai tidak mau melihat wajah suaminya kala menjawab ucapan sang suami.


Fabian naik ke atas dan masuk ke kamarnya dan tak lupa menyimpan belanjaannya tadi ke dalam koper Fabian agar Arini tidak mengetahuinya.


Fabian turun ke bawah menemui sang istri sambil menunggu papa Leo datang.


"Enak bang ini dimsumnya, pinter lidahnya Arini" kata mama Dewi setelah anak semata wayangnya duduk di depannya.


"Iya itu yang minta beli Arini" jawab Bian santai.


"Mami juga kadang minta bang Deni beliin dimsum di sana juga ma dulu waktu bang Deni belum menikah" kata Arini.


"Loh udah lama ya dimsum disana, kok mama baru tahu sekarang" kata Dewi.


"Udah sih ma, ya mungkin mama baru tahu sekarang karena mama kan jarang pulang ke sini" jawab Arini.


"Abang aja juga baru tahu kok ma, kalau disitu ada yang jual dimsum" sahut Fabian.


"Ya abang kan biasa makan di restoran sambil meeting" kata Arini.


"Nggak juga, kadang abang makan dipinggir jalan juga kok ga mesti di restoran" kata Fabian.


"Ada juga es dawet yang dikasih durian, di dekat kliniknya bang Deni. Tapi abang lupa tadi mau kasih tahu kamu" kata Fabian ke Arini.


"Oh tahu itu Arini tempatnya, kalau Arini suka es dawet selasihnya dari pada yang durian" jawab Arini.


"Kamu sering ke sana?" Tanya Fabian dengan aura tak enak dipandang.


"Iya kadang suka mampir kalau mau ke klinik bang Deni, karena bang Arya suka jajan disitu" jawab Arini.


"Sama siapa lagi selain dengan bang Arya?" Tanya Fabian lagi.


"Kadang sama teman-teman Arini kampus bang" jawab Arini santai.


"Sama Ardi?" Tanya Bian.


"Pernah belum ya ke situ sama Ardi, lupa deh bang. Sepertinya sama Ardi juga deh" Jawab Arini. Bian hanya membuang nafasnya ke udara.


"Lupa atau pura-pura lupa" gumam Fabian yang masih terdengar ditelinga Arini dan mama Dewi.


"Sudah tidak perlu membahas masa lalu, nanti lama-lama kalian bertengkar" kata mama Dewi mengakhiri pembicaraannya.


"Tuh papa datang" kata Dewi.

__ADS_1


"Halo semua, mama makan apa itu?" Tanya papa Leo sambil mencium kening sang istri.


"Ini dimsum papa titipan dari Deni tadi" kata mama Dewi.


"Wah papa jadi lapar lihat dimsumnya, beli di dekat kliniknya Deni ya" tebak papa Leo.


"Loh papa tahu dimsum disana?" Tanya Fabian heran.


"Tahu dong, enak itu. Papimu tahu juga itu bang" jawab Leo.


"Kok mama baru tahu pah disana ada dimsum?" Tanya Dewi.


"Iya kan mama jarang pulang ke sini, kalau papa kan sering ke sini. Papa tahu juga karena waktu itu pas lewat di daerah sana sama Aldo kita sedang kelaparan. Terus lihat di warung dimsum itu kok rame, kemudian kami mencoba makan disana. Eh ternyata enak ya sudah habis itu setiap ke daerah situ papa jadi sering mampir" jawab Leo.


"Memang Arini belum pernah diajak papi ke dimsum itu?" Tanya papa Leo.


"Belum pah" jawab Arini.


"Papa mandi dulu deh ma sebelum kita berangkat" kata papa Leo pada istrinya.


"Iya sekarang papa mandi dulu saja biar nanti kita ga terlambat karena ini sudah jam segini" kata Dewi.


"Papa siap-siap dulu ya nak" pamit Leo pada anak dan menantunya.


"Iya pah, Arini juga mau siap-siap" jawab Arini kemudian melangkah naik ke atas menuju kamar suaminya.


"Abang mandi dulu aja, baru Arini mandi" jawab Arini.


"Kita mandi bersama aja sayang biar menyingkat waktu" kata Bian.


"Abang mandi aja dulu, Arini mau istirahat sebentar" kata Arini menolak ajakan suaminya.


"Ya sudah abang mandi duluan deh, kamu siapin baju abang ya" kata Bian mengalah.


"Siap bang" jawab Arini melangkah menuju ke depan lemari untuk mengambil baju ganti suaminya.


Setelah semua selesai bersiap, Fabian dan Arini yang sudah memasukkan koper Fabian ke dalam mobil kemudian menunggu papa dan mamanya di ruang tengah.


"Kalian sudah siap ya, maaf papa baru turun karena menunggu mama kalian dulu selesai" kata Leo.


"Tidak mengapa pah, terus koper papa mana?" Tanya Fabian.


"Sudah masuk di dalam mobil nak" jawab Leo.


Koper Leo memang sudah dimasukkan oleh sang sopir saat Fabian dan Arini masih berada di dalam kamarnya.

__ADS_1


Kemudian Fabian dan Arini pergi mengantarkan papa dan mamanya ke bandara.


"Nanti kalau ada waktu kalian menengok mama ke Jogja ya sayang" kata Dewi ke Arini.


"Iya ma, akan Arini usahan kan untuk sering menengok mama" jawab Arini.


"Ya jangan terlalu sering dong sayang, kalau abang lagi ga sibuk aja ya" sahut Fabian.


"Ya Arini kan bisa ke sana sendiri bang atau ajak mami ke sana" kata Arini.


"Kok sendiri kesana, terus abang disini sama siapa?" Protes Fabian.


"Ya kan cuma sebentar bang, paling 3 sampai 5 hari" kata Arini.


"Tidak, tidak sayang itu terlalu lama. Kalau mau nengok mama biar abang yang anterin" kata Fabian membuat Dewi dan Leo tertawa.


"Mama jadi inget mami kalian dulu kalau mau main ke Jogja untuk menengok om Raka selalu sulit mendapat ijin dari papi Aldo" kata Dewi sambil terkekeh.


"Iya katanya mami ga pernah boleh pergi sendiri ya ma. Apalagi keluar kota papi selalu ga pernah kasih ijin" kata Arini.


"Iya, papi Aldo itu ga bisa jauh dari mami Fio. Apalagi banyak yang suka dengan mami saat itu" kata Dewi.


"Abang nanti jangan mengikuti jejak papi ya bang yang ga pernah kasih ijin istrinya berlibur sendiri" kata Arini pada sang suami.  Dewi dan Leo tertawa mendengar ucapan Arini.


"Ya bisa begitu dong sayang, seorang istri itu kalau kemanapun sebaiknya didampingi suaminya" kata Fabian.


"Ya ga mesti dong abang, papa ga pernah masalah kalau mama pergi ke sini nengok kamu sendirian" kata mama Dewi.


"Beda dong ma, Bian ga akan ijinkan Arini pergi sendiri kasih kan kalau harus membawa berat koper kesana sini nanti kecapekan" kata Fabian beralasan.


"Bian, Bian... kamu tuh anak papa, tapi kenapa sifat cemburumu sama seperti mertuamu" kata Leo terkekeh.


"Mungkin waktu mama hamil Bian, papa pernah membatin sifatnya kak Aldo" kata Deei menatap sang suami.


"Mungkin kali ya, dulu papa memang heran dengan sifat cemburu dan posesifnya Aldo ke Fio sih" kata Leo.


💐 Kediaman Aldo


Setelah mengantarkan kedua irang tuanya ke bandara, Fabian dan Arini menuju ke rumah maminya.


"Halo sayang, mami sudah menunggu kalian sejak tadi" kata mami Fio sambil memeluk anaknya.


"O iya mi ini ada titipan dari bang Deni buat mami" kata Arini smabil memberikan dimsumnya.


"Apa ini sayang?" Tanya Mami Fio

__ADS_1


"Dimsum mi, tadi siang Arini makan dimsum di dekat klinik bang Deni dan bertemu bang Deni sama bang Irfan disana" jawab Arini.


"Mami suka sekali, terima kasih sayang" kata mami Fio sambil menuju ruang tengah.


__ADS_2