TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 22. Sejak kapan jatuh cinta


__ADS_3

Arini bangun pagi ikut membantu maminya di dapur.


"Aduh anak gadis mami udah bangun" kata Fio


"Idih mami, biasanya juga Arini bantu mami di dapur walaupun ga setiap hari" kata Arini sambil terkekeh. Fio gemas melihat anak gadisnya, diciumnya puncak kepala anak gadisnya.


"Kamu pengin buat sarapan apa sayang?" Tanya Fio


"Bantuin mami aja masak, Arini mah sarapan apa aja yang dibuat mami" jawab Arini manja.


"Ternyata anak gadis mami sudah besar ya, sudah punya pacar sekarang" kata Fio sambil menyiapkan bahan buat sarapan.


"Mamiii... kok pagi-pagi udah meledek Arini ya" protes Arini. Fio hanya terkekeh mendengar anaknya protes.


💐 Kediaman Leo


Pagi ini Leo dan anaknya sedang olah raga joging di sekitaran kompleks rumahnya. Sedangkan Dewi sang istri berada di dapur untuk membuat sarapan.


"Pa, seandainya Bian meminta papa melamar seorang gadis papa dan mama setuju nggak?" Tanya Fabian disela-sela jogingnya saat mereka sedang istirahat.


Leo langsung menatap anaknya kaget.


"Gadis mana yang mau anak papa lamar ini, apakah dia gadis yang baik?" Tanya Leo.


"Iya pa, dia gadis yang sangat baik, lucu, imut dan menggemaskan" jawab Fabian.


"Wah anak papa kelihatannya sedang jatuh cinta ini" kata Leo.


"Fabian baru kemarin menyatakan perasaan Fabian pada gadis itu pa dan Fabian ingin papa dan mama segera melamar gadis itu untuk Fabian" kata Fabian.


"Siapa gadis itu nak, papa jadi penasaran" kata Leo yang penasaran.


"Dia Arini Mahendra Wijaya pa" jawab Fabian.


"Sejak kapan kamu jatuh cinta dengan Arini nak" tanya Leo ingin tahu, tapi hatinya tidak memungkiri jika Arini memang gadis yang sangat baik.


"Sejak dia masih remaja dulu pa" jawab Fabian.


"Papa dan mama akan melamarnya untukmu nak" kata Leo sambil menepuk punggung anaknya.

__ADS_1


Memang selama ini Leo tahu Fabian pacaran dengan beberapa anak gadis, tapi baru sekarang Leo senang jika yang menjadi kekasih anak semata wayangnya adalah Arini. Karena Leo tahu seperti apa Arini itu dari sejak lahir.


Bukan karena Arini anak orang kaya, melainkan karena kepribadiannya yang begitu luar biasa menurut Leo. Gadis yang cerdas, tidak suka hal yang layaknya anak orang kaya yang suka pamar kemewahan atau sombong, sopan, bisa menghargai orang lain tanpa membedakan kaya dan miskin.


"Benar pah, kapan rencana papa dan mama mau melamar Arini untuk Bian?" Tanya Fabian bahagia sambil jalan bersama Leo untuk pulang.


Leo tersenyum ikut bahagia melihat anaknya begitu semangat.


"Nanti papa akan diskusi dulu sama papa kapan enaknya, soalnya besok papa sudah harus kembali ke Jogja, papa ada rapat juga di kantor besok siang" jawab Leo.


"Terima kasih pah, semoga tidak terlalu lama" kata Fabian berharap.


Leo tersenyum memandang anaknya yang begitu berharap agar kedua orang tuanya melamar Arini.


"Apakah Arini juga tahu dengan mantan-mantanmu?" Tanya Leo.


"Belum pah, lagian kan Bian pacaran sama mereka dulu juga ga serius, hanya sekedar aja punya pacar dan ga jomblo" jawab Fabian santai sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Siapa yang punya pacar?" Tanya Dewi yang tiba-tiba datang mendekati anak dan suaminya yang baru masuk ke rumah.


"Nanti papa cerita ke mama, sekarang papa mau mandi dulu" jawab Leo yang sudah lengket dengan keringat.


"Mama kok nggak kaget sih?" Tanya Leo.


"Mama pernah ketemu Bian dengan Arini di alfi cafe kampus pah. Waktu itu mama semoat menduga kalau Bian sedang mendekati Arini. Mama pikir mereka sudah pacaran loh" kata Dewi.


"Kok mama ga cerita ke papa waktu di mobil papa jemput mama sih" kata Leo.


"Ya mama takut saja kalau apa yang mama pikir tidak sama dengan kenyataan" jawab Dewi.


"Papa kaget tadi waktu Bian cerita ke papa kalau dia habis menyatakan perasaannya ke sorang gadis itu yang ternyata Arini" kata Leo.


"Memang rencana papa mau melamar Arini kapan?" Tanya Dewi.


"Nanti aja ma, jangan terlalu buru-buru. Papa minggu ini masih sibuk." Jawab Leo.


Kemudian Dewi mengajak suaminya untuk turun dan sarapan bersama. Fabian yang sudah menunggu di meja makan tersenyum menyapa ke dua orang tuanya.


"Aduh anak mama ternyata sudah dewasa ya, sudah minta untuk segara melamar anak gadis orang" kata mama Dewi.

__ADS_1


"Ya kan Fabian juga sudah kerja ma, nunggu apalagi coba." Kata Fabian sambil terkekeh sendiri. Leo hanya tersenyum melihat istrinya menggoda anak semata wayangnya.


Selesai sarapan Fabian pamit dengan kedua orang tuanya untuk pergi ke kantor.


"Kamu mau langsung ke kantir apa mau jemput Arini dulu bang?" Tanya Leo.


"Ehm mau jemout Arini dulu pah buat anterin ke kampus pagi baru ke kantor." Jawab Leo.


"Hati-hati bawa anak gadis orang, jaga bener-bener loh sayang" pesan Dewi pada anaknya.


"Iya mah udah pasti akan selalu Bian jaga kok" jawab Fabian kemudian keluar menuju mobilnya.


💐 Kediaman Aldo


Selesai sarapan Arini sudah berdiri dan akan mengambil tasnya ke kamar, ternyata Fabian sudah datang dan masuk ke rumahnya.


"Assalamu'alaikum om, tante" sapa Fabian saat disuruh bi Ina bergabung di meja makan. Kemudian Fabian mencium punggung tangan Aldo dan Fio bergantian.


"Wa'alaikumsalam" jawab Aldo, Fio dan ketuga anaknya bersamaan. Arini tersenyum setelah menjawab salam dari Fabian.


"Eh ada Fabian, tumben pagi-pagi. Ayo saralan dulu" kata Fio.


"Iya tante terima kasih, Bian sudah sarapan tadi di rumah sama mama dan papa" jawab Fabian.


"Pasti mau jemput ini ya" kata Deni.


"Hehe iya bang, Bian mau jemput Arini untuk mengantarkan ke kampus" kata Fabian.


"Ayo bang kita berangkat" ajak Arini yang sudah mengambil tasnya dari kamar. Kemudian Arini dan Fabian pamit dengan semuanya.


"Hati-hati ya kalian" kata Fio. Arya juga ikutan pamit karena ada kuliah pagi juga. Begitupun Deni yang mesti menjemput Mira dulu untuk mengantar ke kantor.


"Papi jadi ingat waktu dulu jemput mami saat kita habis kenalan" kata Aldo sambil tersenyum mengingat kenangan waktu baru kenal dengan istri tercinta.


"Iya mami juga jadi inget waktu papi selalu jemput mami buat ke sekolah. Bahkan sampai ada cewek yang protes lagi ke mami di kantin" kata Fio.


"Siapa mi, protes apaan?" Tanya Aldo.


"Mami lupa namanya, dia ga terima kalau mami deket sama papi. Dia kan suka sama papi" jawab Fio.

__ADS_1


__ADS_2