TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 19. Jangan bawa ke bulan


__ADS_3

"Dek, kamu pulang sama abang atau Fabian?" Tanya Arya selesai mereka rapat.


"Sama bang Bian aja ya Ar" jawab Arini.


"Yang ditanya Arini yang jawab bang Bian" kata Arini terkekeh.


"Emang Arini mau diajak kemana bang, bang Bian masih mau balik ke kantor bukan?" Tanya Arini.


"Iya ke kantor sebentar terus mau ajak kamu kemana ya enaknya" jawab Bian tersenyum.


"Jangan bawa ke bulan, ntar gelap" jawab Arya asal sambil tertawa melihat adiknya kalau tahu mau diajak jalan udah pasti ga akan nolak.


"Hehehe bawa senter dong bang nanti kalau ke bulan" kata Arini sambil tertawa.


"Nih mulai deh kalian itu" kata Fabian tertawa.


"Arini tuh kalau tahu diajak jalan mana mungkin nolak Bian, kaya lie ga hafal aja" kata Arya membuat Fabian tertawa.


"Tahu ajah sih abang ini" kata Arini manja.


"Ya sudah yuk kita jalan sekarang" ajak Fabian.


"Okey bang" jawab Arini


"Abang nanti pamitin ke mami ya kalau Arini ikut bang Bian dulu" kata Arini.


"Iya kalau abang ga lupa ya" jawab Arya


"Tuh kan selalu deh begitu" kata Arini. Fabian terkrkeh sambil mengusap puncak kepala Arini.


💐 Kantor Fabian


Arini diajak Fabian mampir dulu ke kantorrnya. Banyak karyawannya yang heran melihat Fabian menggenggam jemari tangan Arini.


"Wouw cantik sekali, apa itu kekasih pak Fabian ya" bisik para karyawannya.


"Iya cantik, tumben pak Fabian bawa gadis cantik ke kantor" bisik yang lainnya.


Sampai di dalam kantornya, Fabian mengajak Arini masuk. Asisten dan sekertarisnya heran melihat Fabian membawa seorang gadis ke kantornya.


"Kamu duduk dulu ya Rin di sini, biar abang tanda tangani berkas dulu sebentar" kata Fabian menyuruh Arini duduk di sofa sebentar.


"Iya bang, Arini tunggu, abang selesaikan kerjaan abang dulu aja" kata Arini.


"O iya pak, besok sore pertemuannya dengan pt Angsa dimajukan pagi jam 9. Karena siangnya mereka harus luar kota" kata Asisten Fabian.


"Okey, tapi tempatnya tetap kan?" Tanya Fabian.

__ADS_1


"Iya pak hanya dirubah jam saja" jawab sang asisten yang bernama Rudi.


Sekertaris Fabian melihat Arini jadi penasaran apa hubungannya dengan Fabian.


"Mau minum dulu ga sayang?" Tanya Fabian.


"Teh aja bang" jawab Arini.


Fabian meminta ke sang sekertaris untuk membawakan teh dan kopi untuk dibawa ke ruangannya.


"Tok tok tok"


"Masuk" kata Fabian dari dalam.


"Ini pak teh dan kopinya" kata Siska


"Ya di letakkan di meja sana saja semua" jawab Fabian.


"Terima kasih kak" kata Arini lembut dengan senyumnya.


"Sama-sama" jawab Siska tersenyum.


"Cantik sekali gadis ini, apa dia kekasih pak Fabian" batin Siska.


Siska pernah punya rasa suka dengan Fabian, akan tetapi dia merasa tidak mungkin untuk mendapatkan seorang Fabian yang begitu dingin sikapnya. Akhirnya Siska pacaran dengan Rudi yang lebih dulu mencintai Siska dari awal mereka bertemu.


Rudi menjadi asisten Fabian sudah sejak berdirinya perusahaan Fabian. Sedangkan Siska baru 2 tahun menjadi sekertaris Fabian.


"Iya diminum aja, maaf ya abang masih harus ngurusin berkas dulu" kata Fabian.


"Iya gapapa abang urus kerjaan dulu aja" kata Arini.


Fabian berdiri untuk mengambil kopinya yang tadi diletakkan di meja dekat sofa. Fabian duduk di sofa sebelah Arini sambil meminum kopi.


"Apakah di kampus ada cowok yang lagi dekat dengan Arini?" Tanya Fabian.


"Maksudnya apa bang, kalau Arini mah banyak teman cowok" jawab Arini.


"Maksud abang yang sekarang sedang dekat sama Arini ada nggak?" Tanya Fabian menatap Arini.


"Ada sih, cuma ya begitulah hanya dekat aja bang." Kata Arini mengingat ada teman cowok yang sedang dia suka namun sampai saat ini cowok itu tak pernah menyatakan perasaannya ke Arini.


"Apakah kamu menyukainya?" Tanya Fabian sedikit ada rasa risau di hatinya.


"Entahlah bang, tapi orangnya baik menurut Arini" jawab Arini sambil membuang nafasnya berat.


"Abang nanti mau ajak Arini jalan kemana sih, jangan bilang ajak cari cewek buat abang ya" kata Arini terkekeh.

__ADS_1


"Abang ga laku, makanya sampai sekarang juga belum punya cewek" kata Fabian.


"Ah tidak mungkin, pasti banyak cewek yang deketin abang. Hanya abang aja kali yang ga pernah mau sama cewek itu" kata Arini.


"Abang sudah terlanjur mencintai seorang gadis dari gadis itu masih remaja dulu" kata Fabian.


"Terus abang kenapa ga deketin gadis itu, apa dia sudah punya pacar sekarang?" Tanya Arini semangat.


"Sepertinya gadis itu belum punya pacar, hanya abang ragu apakah dia mau sama abang" kata Fabian.


"Ya kenapa ga abang tembak aja langsung sama gadis itu" kata Arini.


"Iya abang juga berniat begitu, tapi kelihatannya gadis itu sedang menyukai coeok lain selain abang" kata Fabian memancing Arini.


"Wah berarti abang harus cepetan tuh, keburu dia ditembak cowok lain" kata Arini memberi semangat Fabian.


"Iya abang baru mempersiapkan untuk menyatakan perasaan abang sama gadis itu" kata Fabian ragu.


"Bang Bian udah selesai kerjaannya?" Tanya Arini yang melihat Fabian santai duduk di sofa dan ngobrol dengannya.


"Sebenarnya belum, tapi masih bisa dikerjakan besok lagi" jawab Fabian.


"Sudah yuk kita jalan aja sekarang, ntar keburu Arini capek nungguin abang kerja" kata Fabian.


"Arini sih ga masalah nungguin abang, cuma jangan terlalu lama bang" jawab Arini sambil tertawa kecil.


"Kamu itu ya" kata Fabian sabil mengusap kepala Arini


"Ayo kita pergi sekarang saja, biar nanti di lanjutin Rudi kerjaan abang" kata Fabian.


"Siap bang, jangan bilang abang mau ajak Arini nembak gadis yang di taksir abang" kata Arini. Fabian terkekeh melihat Arini.


Akhirnya Fabian menggandeng tangan Arini keluar dari ruangan Fabian. Siska dan Rudy yang melihat Fabian dekat dengan Arini dibuat heran. Pasalnya selama ini banyak cewek yang mendekati Fabian, tapi tidak seorangpun yang dapat dengan mudah untuk bisa bertemu dengan Fabian di kantor, apalagi sampai diajak ke dalam ruangannya.


Selama ini jika ada seorang gadis yang ingin bertemu dengan Fabian selalu di suruh menunggu di ruang tamu di luar ruangan Fabian. Baru kali ini Fabian mengajak seorang gadis hingga masuk ke ruangannya.


Fabian sudah melajukan mobilnya menuju sebuah restoran dipinggir pantai dengan menikmati udara pantai sore hari.


"Arini suka ga ke pantai?" Tanya Fabian setelah mereka duduk di batu yang ada dipinggir pantai sambil menikmati suara deru ombak.


"Arini suka bang, cuma papi dan mami Arini terlalu sibuk, jadi kami sekarang ke pantai." Jawab Arini.


"Di pantai kalau sore begini enak sih, udah ga panas dan bisa menikmati sunset" kata Arini. Tanpa Arini sadari Fabian mengambil foto saat Arini duduk di atas bebatuan dengan ombak yang sedang menerpa batu di sekitarnya.


****


Baca juga ya karyaku "BERBEDA JALAN"

__ADS_1


Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karyaku.


Jangan lupa sisipkan Like, komen, Hadiah dan Vote kamu 😘🙏


__ADS_2