TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 64. Ga mau ambil pusing


__ADS_3

💐 Rumah sakit dokter Raka


"Dok saya dengar dokter Irfan mau menikah ya?" Tanya salah seorang rekan kerja dokter Irfan yang di dengar dokter Desy.


"Masih sebulan lagi dok" jawab dokter Irfan.


"Nanti ada patah hati dong" kata dokter yang lain lagi sambil melirik ke dokter Desy.


Dokter Irfan hanya tertawa menanggapi candaan dari rekan kerjanya di rumah sakit itu.


"Dokter Deni mau kemana, kok kelihatannya buru-buru?" Tanya salah satu dokter yang sedang bercanda dengan dokter Irfan.


"Mau jemput istri dulu dok, maaf ya saya duluan pergi" jawab Deni.


"Den salam ya buat Mira" teriak Irfan.


"Okey, nanti gue sampaiin" balas dokter Dokter sambil memberikan jempol kanannya.


"Dokter Deni itu bukannya buka klinik sendiri ya?" Tanya salah satu rekan kerja dokter Irfan.


"Iya dia buka klinik sendiri dimana nantinya dokter Mira juga akan praktek disana agar selain di rumah sakit yang sekarang dia pake praktek" jawab dokter Irfan.


Deni dan Mira dipandang para teman sejawatnya merupakan pasangan yang serasi. Tidak sedikit rekan kerja Miranda membicarakan hubungan  Deni dan Mira yang terlihat mesra dimata mereka. Deni hampir setiap siang nyamperin istrinya untuk makan siang sebelum sampai ke klinik miliknya.


"Gue mau juga punya suami seperti suami dokter Mira, udah ganteng pengertian lagi ke istrinya dan matanya juga ga kemana-mana kalau lihat perempuan" kata beberapa dokter dan suster yang sering melihat Miranda di jemput suaminya hanya untuk makan siang.


Sejak kedua menikah memang Deni berusaha menyempatkan makan siang bersama dengan sang istri, jika masih ada waktu setelah dokter Deni praktek dari rumah sakit dokter Raka.


"Sayang nanti masih mau ke kampus ga?" Tanya Deni ke istrinya.


"Nggak bang, Mira ga ada kuliah hari ini diundur besok" jawab Miranda.


"Ya sudah kalau begitu mau ikut abang ke klinik atau balik lagi ke kantor?" Tanya Deni.


"Ikut abang aja deh dari pada harus kembali ke kantor" jawab Miranda.


Selesai makan siang Deni mengajak istrinya ke klinik tempat Deni praktek setelah dari rumah sakit dokter Raka.


💐 Butik kebaya


Sesampainya Fabian dan Arini di butik kebaya untuk fitting baju pengantin, Arini digandeng Bian untuk masuk ke dalam butik kebaya.


Arini mencoba kebaya yang sudah selesai dijahit untuk acara akad nikahnya yang tinggal beberapa hari lagi. Begitu juga dengan Fabian yang sudah mencoba jas dengan warna senada dengan kebayanya Arini.


"Gimana, apakah masih ada yang harus diperbaiki lagi?" Tanya pemilik butik.


"Sudah pas semua, tidak perlu lagi" jawab Fabian.


Selesai fitting Fabian mengajak Arini mampir ke sebuah restoran taman dengan pemandangan lampu yang indah karena hari sudah mulai petang.

__ADS_1


💐 Restoran taman


"Ini ngapain ke sini bang?" Tanya Arini.


"Kita mampir dulu disini ya, kamu belum pernah abang ajak ke sini kan?" Tanya balik Fabian.


Fabian menggandeng jemari tangan Arini dan masuk ke dalam restoran taman yang luas dengan kolam ikan di pinggirannya dekat dinding restoran dengan suara gemericik air pancuran.


Fabian mengajak Arini duduk di taman dekat dengan kolam ikan.


"Mau pesan apa sayang?" Tanya Fabian.


"Arini moccacino aja bang" jawab Arini.


"Makannya apa sayang?" Tanya Fabian.


"Samain aja dengan abang" jawab Arini santai.


Sambil menunggu pesanan datang, Arini bertanya ke Fabian.


"Abang ajak Arini ke sini mau ngapain?" Tanya Arini.


"Mau berlama-lama aja pergi dengan kamu" jawab Fabian sambil menaikkan kedua alisnya.


"Apa yang mau abang tanya ke Arini?" Tanya Arini lagi.


"Kita sebentar lagi kan udah mau menikah dan abang juga tidak suka kamu terlalu dekat dengan Faris. Ataukah kamu masih mengharapkan dia kembali?" Tanya Fabian.


"Sayang, dia masa lalu kamu. Artinya kamu tidak perlu lagi terlalu dekat dengannya" kata Fabian.


"Arini tidak terlalu dekat dengan kak Faris, hanya kebetulan juga bertemu. Apakah Arini harus diam jika bertemu orang yang Arini kenal?" Tanya Arini menahan kesal.


"Ya itu lebih baik, karena abang ga suka kamu terlalu dekat dengan mantanmu" jawab Fabian dingin.


"Maaf kak, ini pesanannya" kata pelayan restoran.


"Terima kasih" jawab Arini pelan. Fabian hanya diam menatap Arini.


"Maaf bang mungkin mulai besok kita tidak perlu lagi bertemu deh sampai akad nikah berlangsung" kata Arini tiba-tiba.


"Kenapa begitu, apakah kamu mau ketemuan dengan mantan?" Tanya Fabian memancing emosi Arini.


"Iya" jawab Arini ketus.


Fabian diam saja hanya memandang Arini, sedangkan Arini tanpa mau melihat ke Fabian dan hanya memainkan ponselnya saja.


"Kamu ga makan?" Tanya Fabian.


Arini menggelengkan kepalanya, karena sudah tidak lagi berselera untuk makan.

__ADS_1


"Kenapa ga dimakan, makanan sudah di meja" kata Fabian. Tapi Arini tak bergeming hanya diam seolah tidak mendengar apa yang diucapkan Fabian.


"Buka dulu mulutnya sayang, biar abang suapin" kata Fabian mencoba untuk meredakan emosi Arini.


Arini menggelengkan kepalanya tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


"Sayang makan dulu, itu makanannya sudah dihidangkan" kata Fabian.


"Sudah selesai kan yang mau abang tanya ke Arini?" Tanya Arini.


"Kalau sudah kita pulang aja, Arini udah capek"  lanjut Arini dingin.


"Kamu marah sama abang?" Tanya Fabian.


"Menurut abang?" Tanya balik Arini.


"Menurut abang, Arini sayang sama bang Bian" jawab Bian dengan tersenyum dan menaikkan kedua alisnya agar calon istrinya tidak lagi marah padanya.


Namun Arini tidak terpengaruh dengan candaan Fabian, Arini hanya diam melihat ke Bian sekilas kemudian manatap kembali ponselnya sambil menyeruput moccacinonya tanpa menyentuh  makanannya.


"Kita akan pulang setelah kamu selesai makan pesananmu" jawab Fabian melihat makanannya Arini masih utuh.


Arini memanggil pelayan restoran can meminta pelayan untuk membungkus makanannya. Fabian melotot dengan apa yang dilakukan calon istrinya.


"Maafkan abang, karena memang bang Biqan ga suka kamu terlalu dekat dengan Faris. Abang tahu Faris masih menyimpan perasaannya untukmu dan masih mengharapkan kalian kembali" kata Fabian.


💐 Kediaman Aldo Wijaya


Arini smapai di rumah langsung masuk ke dalam rumah setelah diantar Fabian. Dan Fabian pun juga langsung pulang setelah bertemu dengan Aldo untuk berpamitan bahwa Arini sudah diantarkan kembali pulang ke rumah dengan keadaan baik.


"Maaf abang sayang, abang tahu Faris masih menyimpan harapan untuk kembali padamu. Tapi ingat bahwa kamu sebentar lagi sudah akan menjadi istri abang" gumam Fabian di dalam mobilnya.


"Abang tahu kamu juga pasti belum bisa melupakan Faris" lanjut Fabian bicara sendiri di dalam mobilnya.


Arini di dalam kamarnya setelah membersihkan badannya hanya duduk di meja belajar untuk melihat tugas kuliah melalui emailnya.


Ponsel Arini berbunyi tanpa notifikasi pesan masuk dan Arini melihat siapa saja yang mengirimkan pesan singkatnya itu. Ada nama Faris dari salah satu pesan yang masuk.


🗨"Sedang apa Rin?" Tanya Faris melalui pesan singkatnya.


"Sedang ngerjain tugas kak" jawab Arini singkat💬


🗨"Ada tugas kuliah?" Tanya Faris


"Iya ada kak, maaf Arini lagi ngerjain" kata Arini💬


🗨"Apakah perlu kakak bantu ngerjain Rin?" Tanya Faris lagi.


"Terima kasih kak, tidak perlu" jawab Arini💬.

__ADS_1


Arini meletakkan ponselnya dan tidak lagi ambil pusing dengan chat yang masuk baik dari Faris ataupun dari yang lain.


__ADS_2