TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 44. Cintanya masih begitu besar


__ADS_3

Sedang di dalam mobil, Fabian hanya diam tanpa mengajak bicara Arini seperti biasanya. Arini heran melihat Fabian mendiamkannya.


"Abang ga mau makan siang?" Tanya Arini membuka keheningan.


Fabian menengok ke Arini sekilas.


"Kita mau makan apa sekarang?" Tanya Fabian datar.


"Abang marah sama Arini?" Tanya Arini yang tidak menjawab pertanyaan Fabian.


"Abang nanya kenapa kamu jawab dengan pertanyaan juga sih" kata Fabian dingin.


"Terserah aja abang mau makan apa, Arini nanti aja deh makan sendiri di kantin kantor abang. Abang mau rapat kan?" Jawab Arini kemudian bertanya ke Fabian.


Fabian meminggirkan mobilnya dan menatap Arini.


"Untuk apa kamu bertemu Faris tadi di cafe?" Tanya Fabian dingin.


"Abang tahu aku bertemu dengan kak Faris dari siapa?" Tanya Arini sambil mengkerutkan dahinya.


"Untuk apa kamu ketemuan dengan Faris? Bukannya abang sudah memintamu untuk tidak lagi ketemuan berdua dengan Faris?" Tanya Fabian.


"Bang, Arini ketemu dengan kak Faris itu karena sudah janjian dari kemarin dan Arini juga hanya ngobrol sebentar kok" jawab Arini.


"Apakah kalian masih saling berharap untuk bisa kembali?" Tanya Fabian menatap Arini.


"Bang, Arini sudah bilang ke abang kalau Arini sudah tidak ada hubungan apapun dengan kak Faris." Jawab Arini dengan nada agak naik.


"O ya, benarkah itu? Tapi dari cara Faris memandangmu terlihat cintanya masih begitu besar" kata Fabian sambil tersenyum seolah meledek Arini.


"Itu hak kak Faris, yang penting Arini tidak ada hubungan apapun. Kalau bang Bian tidak percaya ya sudah terserah abang aja mau percaya atau nggak" jawab Arini ketus.


"Kita makan di restoran dekat sini aja ya?" Tanya Fabian kembali datar.


"Terserah aja, Arini belum lapar kok" jawab Arini cuek kemudian memandang jalan di depannya. Dan Fabian yang sudah kembali menjalankan mobilnya, fokus untuk mencari parkir di restoran yang mereka tuju.


"Kalau memang abang hari ini sedang ga nyaman dengan Arini, biar Arini pulang naik ojol aja atau Arini turun di kantor bang Irfan aja deh. Nanti bisa pulang nebeng sama bang Irfan" kata Arini.


"Mau nebeng sama Irfan? Kamu nggak takut apa kalau Deby bisa salah paham dengan Irfan dan kamu jika kalian terlalu dekat." Kata Fabian ada rasa cemburu jika Arini dekat dengan Irfan.


"Buat apa salah paham, Deby kan tahu aku dan bang Irfan sepupuan" kata Arini sanatai dan tegas.

__ADS_1


"Ayo kita turun dan makan dulu" ajak Fabian setelah sampai di restoran untuk makan siang.


Arini turun setelah dibukakan pintunya oleh Fabian.


Fabian dan Arini masuk ke dalam restoran yang sudah ditungguin oleh dua orang yang tadi sudah janjian dengan Fabian.


"Siang pak Fabian" sapa kedua orang itu sambil bersalaman dengan Fabian.


"Siang, maaf kalau buat kalian menungguku lama" jawab Fabian.


"Nggak pak, kami berdua juga baru saja nyampe karena tadi macet di dekat sini" jawab salah satu dari kedua orang ini.


"O iya kenalin ini Arini calon istri saya" kata Fabian.


"Arini"


"Tata"


"Guntur"


Mereka saling bersalaman dengan menyebutkan namanya masing-masing.


"Sayang, Guntur dan Tata ini nanti yang akan mengantarmu pulang ke kantor abang kalau abang ga bisa jemput kamu." Kata Fabian membuat Arini bingung.


"Besok abang sibuk ga bisa jemput sayang, jadi Arini akan dianterin Guntur dan Tata pulang. Lagian kalian juga sekelas bukan?" Jawab Fabian yang kemudian bertanya ke Guntur dan Tata.


Arini diam mendengar apa yang baru saja dikatakan tunangannya. Arini menatap Fabian tanpa memberikan anggukan atau apapun tanda menyetujui akan tindakan Fabian.


"Maaf bang, besok Aira akan pulang dengan bang Arya saja. Arini mau istirahat di rumah" kata Arini yang akhirnya membuka suaranya.


"Tidak sayang, besok kita akan pergi setelah abang selesai meeting" kata Fabian menatap Arini.


"Kapan-kapan ajalah bang perginya, Arini ingin istirahat dulu di rumah" kata Arini yang merasa ada sesuatu yang direncanakan Fabian dengan menyuruh Guntur dan Tata pulang bersama Arini.


"Apa abang marah karena aku bertemu dengan kak Faris atau abang memakai kedua orang ini untuk mematai aku selama ini?" Batin Arini bertanya sendiri.


"Pantas aja bang Bian selalu tahu apa yang aku lakukan di kampus" batin Aira lagi.


"Kenapa sayang, kan kalau kamu capek bisa istirahat di kantor abang" tawar Fabian.


"Maaf bang, Arini tetap enaknya jika istirahat di rumah aja setelah pulang kuliah" tolak Arini halus sambil tersenyum.

__ADS_1


"Apakah Arini tahu maksudku ya untuk membatasinya agar tidak terlalu sering bertemu dengan Faris" batin Fabian.


"Ya sudah kita bahas nanti saja di kantor ya sayang" kata Fabian agar tidak berdebet di tempat umum.


Arini hanya membuang nafasnya berat kemudian melihat ponsel karena ada notifikasi masuk yang ternyata dari maminya.


Setelah selesai makan siangnya Fabian mengajak Arini ke kantornya.


💐 Kantor


Sesampainya di kantor Fabian, Arini melihat mobil Arya terparkir di kantor Fabian.


"Itu bukannya mobil bang Arya ya?" Tanya Fabian.


"Loh Arya sudah datang ternyata" kata Fabian sambil melihat mobil yang ditunjuk Arini.


"Memang bang Bian ada janji sama bang Arya?" Tanya Arini sambil jalan masuk ke kantornya.


Bian menggandeng Arini dengan mesra membuat karyawan yang melihatnya heran. Fabian yang dikenal dingin dan tak pernah menggandeng seorang wanita di kantornya sekarang dengan santai dan mesra menggandeng gadis cantik ke kantor.


Bahkan ada yang mengira kalau Fabian memang tidak menyukai perempuan. Karena para karyawannya sering melihat keakraban Fabian dengan Rudi asistennya dan juga Arya yang kadang mampir ke kantor Fabian.


"Siapa gadis itu ya, tumben bos kita bisa mesra dengan perempuan" bisik beberapa karyawan Fabian.


"Mungkin buat menepis gosip kali kalau bos kita sesuka jenis" bisik karyawan lainnya lagi. Arini sebenarnya mendengar bisikan mereka, hanya Arini tidak ambil pusing. Karena Arini tahu kalau Fabian dikenal dingin di lingkungan kantor dan rekan kerjanya.


"Ada Arya di dalam ruangan saya?" Tanya Fabian pada Siska sekertarisnya.


"Iya tuan, ada Tuan Arya menunggu di dalam" jawab Siska kemudian Fabian mengajak masuk Arini ke ruangannya.


"Abang kok ga bilang sih kalau mau ke sini?" Tanya Arini ke Arya.


"Abang juga tidak tahu kalau kamu mau ke sini sayang" jawab Arya karena sebentar lagi mau ada meeting.


"Abang mau ada meeting dengan bang Bian?" Tanya Arini.


"Iya makanya abang mampir dulu ke ruangan bang Bian sambil menunggu waktu meeting dek" jawab Arini.


"Nanti Arini ikut juga gapapa kok mewakili alfi cafe aja" kata Fabian.


"Bentar, berarti nanti mami juga akan datang dong" tanya Arini ke Arya.

__ADS_1


"Iya mami datang, ini udah dijalan. Tapi om Leo ga bisa datang dan abang yang mewakilinya" jawab Arya.


__ADS_2