
Arini sedang duduk di taman samping setelah mandi dan makan malam. Tiba-tiba ada yang menyapa dan membuat Arini terperanjat kaget.
"Kenapa melamun di taman sih, apa ada masalah?" Tanya Faris.
Faris dan Ardi sedang berada di ruang keluarga bersama Arya. Faris melihat Arini duduk di taman samping kemudian Faris mendatangi Arini.
Arini menatap Faris kaget.
"Kak Faris, sejak kapan kakak ada disini?" Tanya Arini.
"Kamu datang tadi kami sudah disini, apa kamu sedang ada masalah?" Tanya Faris.
Arya tahu jika Faris masih mencintai Arini dari sorot matanya saat melihat Arini.
"Ar apakah dulu Faris pacaran dengan Arini lama?" Tanya Arya ke Ardi.
"Setahu gue sih bangsa setahunan deh dan kelihatannya sampai sekarang Faris masih mencintai Arini" jawab Ardi.
"Kenapa mereka putus?" Tanya Arya.
"Entahlah yang jelas Faris kecewa sih dulu memutuskan hubungannya dengan Arini, dia berpikir Arini akan dapat dimilikinya kembali setelah Faris kerja membantu perusahaan abangnya. Tapi ternyata Arini sudah tunangan saat dia akan mendekati Arini kembali" kata Ardi.
"Assalamu'alaikum, Arini dimana Ar?" Tanya Fabian melihat Arya dan Ardi.
"Wa'alaikumsalam" jawab Ardi dan Arya bersamaan.
"Ada ditaman samping bang" jawab Arya kemudian Fabian menuju taman dimana ada Arini sedang duduk berdua dengan Faris.
"Sayang" panggil Fabian melihat Arini duduk dengan Faris sambil berbincang.
"Abang ada apa?" Tanya Arini kaget melihat Fabian berdiri di depannya sambil menatap Arini tajam.
"Abang mengkawatirkanmu, tapi ternyata kamu disini asyik dengan yang lain" kata Fabian dingin.
"Jadi ini alasanmu untuk cepat pulang dari kantor abang?" Tanya Fabian dingin.
"Ingat Arini seminggu lagi kita menikah" kata Fabian tegas.
"Maaf jika saya mengganggu hubungan kalian" kata Faris yang kaget mendengar Arini seminggu lagi akan menikah.
"Kamu tahu kalau Arini adalah calon istriku dan dia sudah menjadi mantanmu, jadi tolong jauhi Arini dari sekarang. Dan jangan lagi mencoba untuk mendekatinya karena aku tidak akan membiarkan siapapun mendekatinya apalagi menyentuhnya." Kata Fabian ke Faris.
__ADS_1
"Maaf bang, saya hanya menemani Arini yang sejak tadi melamun disini" kata Faris jujur.
"Dan saya tahu saya sudah salah melangkah disaat saya melepaskan Arini dulu. Tapi jangan salahkan saya jika saya akan merebut kembali Arini seandainya dia tidak bahagia dengan abang" kata Faris tak kalah tegas membuat Fabian mengepalkan tangannya menahan emosi.
"Maaf sebaiknya kalian berdua pulang saja" kata Arini kemudian berlari masuk ke kamarnya.
"Sayang, tolong dengerin abang sayang" teriak Fabian melihat Arini pergi menkauh darinya dan masuk ke dalam kamrnya.
Fio yang sedang di dapur mendengar keributan langsung keluar dan bertanya.
"Ada apa ini, Fabian kamu disini? Mana Arini?" Tanya Fio.
"Maaf mi, Arini lari masuk ke kamarnya. Bolehkah Bian menemui Arini di kamar?" Tanya Fabian.
"Silahkan kalian selesaikan permasalahan kalian" kata Fio yang langsung tahu kalau mereka ada masalah mendengar Fabian bilang Arini lari masuk ke kamarnya..
Faris menahan kesal melihat Fabian menyusul Arini ke kamar. Ada rasa cemburu, kecewa dan sedih yang Faris rasakan melihat Fabian begitu dekat dengan Arini.
"Ris sudahlah, Arini sudah mau menikah" kata Ardi sambil memegangi pundak sahabatnya.
"Ar kapan Rini akan menikah?" Tanya Faris ke Arya.
"Minggu depan Ris" jawab Arya.
"Iya karena bang Fabian memajukannya dan papi juga menyetujuinya." Jawab Arya membuat Faris diam tak mampu melakukan apapun.
"Sayang" panggil Fabian sambil mengetuk pintu kamar Arini yang tertutup rapat. Karena tak ada jawaban dari dalam, akhirnya Fabian mencoba membukanya sendiri handle pintu kamar Arini.
"Ceklek"
Ternyata pintu kamar Arini tak terkunci sehingga dengan mudah Fabian masuk ke dalam kamar Arini.
"Sayang, dengarkan abang. Abang dengan Anita sudah tidak ada hubungan apapun dan tadi dia sengaja melakukan itu pada abang biar kamu marah dan kita putus" kata Fabian sambil mendekati Arini.
"Sudahlah bang, ga usah bahas itu lagi Arini udah ngantuk mau tidur. Sebaiknya abang pulang aja untuk istirahat" kata Arini.
"Sayang sebentar lagi kita mau menikah, pasti akan banyak orang yang mau ingin kita berpisah. Tolong kamu mengerti posisi kita masing dimana banyak orang yang tidak menyukai jika kita bersama karena mereka menginginkan salah satu dari kita berdua." Kata Fabian.
"Abang mencintaimu Arini, tidak akan pernah ada yang dapat memisahkan kita" kata Fabian sambil memeluk Arini.
"Bang lepaskan Arini, kita belum menikah dan dibawah banyak orang" kata Arini.
__ADS_1
"Biarkan saja, kalau perlu kita malam ini dinikahkan juga tidak masalah buat abang" kata Fabian sambil tersenyum menggoda.
"Bang, ga enak ada kak Faris dan Ardi juga" kata Arini.
"Ga enak atau kamu takut Faris tahu kalau aku masuk kamarmu dan akan membuatnya berpikir yang tidak-tidak?" Tanya Fabian dingin.
"Bukan itu bang, kenapa sih selalu bawa nama kak Faris, dia baik kok ke Arini bahkan tadi dia juga yang menghibur Arini" kata Arini.
"Ya karena dia masih mengharapkanmu kembali padanya, makanya dia akan selalu baik padamu" kata Fabian ketus.
Tanpa sengaja Fabian melihat foto di meja belajar Arini. Bian mengambil fotonya dan melihat siapa saja yang ada di foto tersebut.
"Ini foto saat kapan?" Tanya Fabian dingin ke Arini.
"Itu waktu kami jalan ke puncak rane-rame" jawab Arini ragu melihat sikap dingin Fabian.
"Kamu berangkat dengan siapa?" Tanya Fabian lagi karena di foto itu ada Arya, Ardi, Arini, Faris, Deby, Sely. Bahkan di foto itu terlihat Arini berdiri diantara Arya dan Faris.
"Kami dari kampus sih, karena bang Arya waktu itu menyusul" jawab Arini.
"Kamu sama Faris?" Tanya Fabian lagi.
"Iya kak Faris nyamperin Arini dan Deby" kata Arini.
"Apakah kamu sering jalan bersama dengan Faris?" Tanya Fabian.
"Bang kalau Arini tanya apakah dulu bang Bian sering jalan bersama dengan Anita, apakah abang akan menjawab tidak? Itu ga mungkin kan, karena kalian masih pacaran saat itu" kata Arini.
"Maaf abang terlalu cemburu melihat Faris begitu mencintaimu dan sepertinya masih mengharapkanmu" kata Fabian.
"Kenapa foto Faris masih terpajang, sebentar lagi kita akan menikah Aira" kata Fabian.
"Itu foto kebersamaan Arini dengan temn-teman aja bang, bukan foto kami berdua kan" kata Arini.
"Apakah kalian pernah foto berdua?" Tanya Fabian sambil membuka ponsel Arini yang tergeletak di meja. Evan menyalakan ponsel Arini yang sejak pulang tadi sengaja dimatikan.
"Wouw mesra sekali" kata Fabian melihat foto Arini dengan Faris yang saling bersandar memunggungi tapi wajah mereka saling menengok kearah keduanya, sehingga tatapan mata mereka bertemu.
Arini hanya diam saat Fabian membuka-buka galeri fotonya bersama Faris dulu.
"Bahkan diperpustakaan aja kalian bisa berselfie ya" kata Fabian.
__ADS_1
"Ternyata banyak juga kenangan kalian walaupun pacaran setahun" kata Fabian lagi.