TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 80. Sama teman yang mana


__ADS_3

"Eh abang kenapa nekat dibeli sih, Arini udah punya banyak bang" kata Arini.


"Ya sudah biarkan saja, nanti kalau sama ya ini  ga usah dipakai" jawab Bian santai membuat Arini hanya melotot mendengarkan ucapan suaminya yang begitu santainya.


"Kamu mau makan apa sayang siang ini?" Tanya Fabian pada sang istri dengan tangan kirinya memeluk pinggang sang istri, sedangkan tangan kanannya membawa barang belanjaannya.


"Emm apa ya bang, makan dimsum aja yuk yang ada di dekat kliniknya bang Deni enak deh bang" ajak Arini.


"Okey deh, kita kesana" kata Bian kemudian jalan menuju ke parkiran mobilnya.


"Kamu beli dimsum di sana sama siapa yank, jauh loh itu dari kampusmu" tanya Fabian di dalam mobil sambil fokus mengemudikan mobilnya.


"Dulu pernah diajak teman ke sana" jawab Arini.


"Tapi pernah juga Arini mengajak bang Deni dan bang Arya waktu weekend, kata abang sih enak" kata Arini.


"Sama teman yang mana?" Tanya Fabian lagi.


"Emm pernah sama Ardi dan Deby juga, tapi pertama kali sih Arini diajak kak Faris kesini" jawab Arini jujur.


"O jadi sekarang ini kamu mau nostalgia gitu mengingat mantan?" Tanya Fabian agak dingin mendengar nama Faris disebut.


"Bukan bang, ya sudah deh terserah abang aja mau makan dimana Arini ngikut" kata Arini.


"Loh kenapa ngambek?" Tanya Fabian sambil menengok sekilas pada istrinya.


Arini diam aja hanya menatap ke jalanan depan seolah tidak mendengar suara suaminya.


"Mau ke sate kambing ga sayang?" Tanya Fabian.


"Terserah abang, Arini ngikut aja" jawab Arini.


"Jangan ngambek dong sayang, wajar dong abang cemburu sama Faris" kata Fabian. Tapi Arini tidak menghiraukan ucapan suaminya.


Fabian tahu istrinya ngambek karena ucapannya tadi, tapi memang Fabian cemburu setiap sang istri menyebut nama Faris.


💐 Dimsum


Fabian akhirnya membawa sang istri ke makan siang ke dimsum sesuai keinginan istrinya. Arini turun dari mobil kemudian menuju ke tempat yang jual dimsum.


"Bu saya dimsum 2 porsi ya" kata Arini ke penjual dimsumnya.


"Baik neng, tunggu dulu ya" jawab si penjual dimsum.


"Arini pernah tuh waktu makan disini bertemu bang Deni sama kak Mira" kata Arini.


"Karena dekat dengan kliniknya bang Deni sih ya" kata Bian.

__ADS_1


juga


"Bian, Arini kalian disini ?" Sapa Irfan dan Deni yang baru masuk mencari tempat duduk.


"Eh abang, baru aja Arini ceritapùada sang suami.


"Dek nanti kamu mau menginap di rumah mami kan?" Tanya Deni mengalihkan pembicaraan.


"Iya, kok bang Deni tahu sih" tanya Arini.


"Tahu dong, tadi mami kasih kabar ke kak Mira soalnya kalau besok kalian mau berangkatnya dari rumah mami. Nanti abang nitip dimsum ya tolong kasih buat mami karena mami suka dimsum disini" kata Deni.


"Okey, siap bang nanti Arini sampaikan ke mami" kata Arini.


"Bang, kita belikan mama dan papa aja sekalian ya" kata Arini pada sang suami.


"Biar abang pesankan sekalian 2 porsi ya buat om Leo dan tante Dewi" kata Deni.


"Iya bang, makasih" jawab Arini.


"Terima kasih bang, kok jadi bang Deni yang pesenin" kata Fabian setelah Arini menerima dimsum yang mau diberikan ke Dewi dan Leo.


"Iya sama-sama Bi, salam buat tante Dewi dan om Leo juga" kata Deni.


"Siap nanti Bian sampaikan" kata Fabian kemudian keempatnya keluar bersamaan setelah selesai makan.


"Iya Rin, hati-hati" jawab Faris.


"Iya Ar" jawab Ardi bersamaan dengan Faris.


"Ga lupa pamit ya sama mantan" sindir Bian. Arini hanya diam mendengar ucapan sang suami yang ketus.


"Bian, Arini selamat honeymoon ya, maaf abang ga bisa ikut antar kalian ke bandara" kata Irfan sebelum masuk ke mobil, kebetulan mobil Fabian berada disebelah mobil Irfan.


"Terima kasih bang" jawab Bian dan Arini bersamaan kemudian Arini masuk ke dalam mobilnya yang sudah dibukakan pintunya oleh Fabian.


"Salam buat om Raka sama tante Nindy ya bang" kata Arini.


"Iya nanti abang sampaikan, terima kasih" jawab Irfan.


"Jangan bilang kamu memang ada janjian dengan mantan disini ya" kata Fabian setelah keduanya duduk di dalam mobil.


"Siapa yang janjian sih bang, kalau memang  Arini berniat janjian ngapain Arini harus ajak abang" kata Arini sebel.


"O jadi kalau janjian dengan mantan ga perlu ajak abang ya, jadi apa itu namanya" kata Fabian.


"Terserah abang ajalah" jawab Arini sambil menatap jalanan melalui jendela sampingnya.

__ADS_1


"Jangan pernah pergi sendiri tanpa pamit dengan abang" kata Fabian ketus.


Arini tak habis pikir kenapa hari ini Fabian begitu mudah tersinggung, sebelumnya marah hanya karena Irfan memanggil Arini dengan kata sayang, kemudian sang istri bertemu dengan sang mantan.


Arini sibuk sama sosial medianya dengan membuka ponselnya. Arini tersenyum sendiri kalau membaca pesan yang dikirim salah satu temannya di group kampus. Pesan yang lucu dan bercanda saling sahut menyahut.


"Kenapa senyum-senyum?" Tanya Fabian sambil melirik ke ponsel Arini.


"Hah gapapa hanya membaca pesan beberapa teman aja" jawab Arini datar.


"Sayang apakah kalian masih sering saling ngechat?" Tanya Fabian.


"Maksud abang siapa?" Tanya Arini bingung.


"Itu mantanmu" kata Bian.


"Maksudnya abang kak Faris? Kami hanya sekedar tanya kabar aja kalau ngechat, itupun juga sudah lama. Dan sekarang ga pernah saling ngechat sih, mungkin karena sibuk masing-masing" jawab Arini.


"Ngapain tanya kabar segala, itu paling hanya alasana aja karena dia kangen sama kamu" kata Fabian.


"Ya sudah Arini jawab aja ga pernah. Itu kan yang abang mau" kata Arini ketus.


"Wajar dong abang cemburu, dia mantanmu dan abang sekarang suamimu sayang" kata Fabian.


"Wajar sih wajar, tapi cemburunya abang ga mendasar. Setiap ada nama kak Faris abang selalu curiga dan berpikir negatif" kata Arini.


"Loh kok kamu jadi ngebelain dia sih, kan abang yang suami kamu. Seandainya dia diam-diam merebut kamu dari abang gimana coba?" Tanya Fabian.


"Ya ga gimana-gimana, lagian Arini juga tahu bahwa sekarang Arini itu istri bang Bian. Jadi Arini juga tahu batas berteman bang" jawab Arini kesal.


💐 Kediaman Leo


Sampai di rumah Fabian, Arini langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah mencari mama mertuanya.


"Halo sayang, sudah pulang belanjanya?" Sapa Dewi sang mama mertua.


"Sudah ma, oya ini ada dimsum ma di beliin bang Deni tadi" kata Arini.


"Loh kamu ketemu Deni?" Tanya Dewi.


"Iya tadi waktu makan dimsum ketemu bang Deni dan bang Irfan. O iya bang Deni juga titip salam buat mama dan papa" kata Arini ikut mama mertuanya duduk di meja makan.


"Terima kasih sayang" jawab Dewi.


"Ini dimsum dimana sayang?" Tanya Dewi.


"Di dekat kliniknya bang Deni ma" jawab Arini.

__ADS_1


"Sayang belanjaannya abang bawa ke kamar ya" kata Fabian setelah mencium punggung tangan mamanya.


__ADS_2