TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 83. Dasar modus


__ADS_3

Arini masuk ke kamarnya dengan diikuti sang suami dibelakangnya.


Abang mau langsung ganti piyama atau mau mandi lagi?" Tanya Arini.


"Ganti piyama aja yank" jawab Bian.


"Ini bang piyama abang kan ada yang ditinggal disini" kata Arini dengan memberikan piyama sang suami yang ada di lemari Arini.


"O iya waktu itu abang tinggal kok ya" kata Bian. Arini mengganggukkan kepalanya.


"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Bian melihat Arini memegang piyama dan berjalan menjauhi sang suami.


"Mau ganti baju juga dong bang" jawab Arini.


"Ga pake baju lebih cantik lagi sayang" kata Bian tersenyum nakal.


"Idih abang malu dong kalau ga pake baju" kata Arini malu.


"Kenapa malu sayang, abang aja udah lihat semuanya kok" kata Bian masih dengan senyum jailnya.


"Sudah sana abang tidur" kata Arini kemudian melanjutkan ke kamar mandinya. Fabian tertawa melihat pipi sang istri yang sudah berubah merah seperti udang rebus.


Paginya seperti biasa Arini bangun terlebih dahulu. Arini hendak turun dari kasurnya, tiba-tiba tangan sang suami memeluk pinggangnya erat.


"Bang Arini mau ke dapur dulu, mau bantuin mami bikin sarapan" kata Arini.


"Morning kiss dulu sayang" kata Bian.


"Ya ampun abang, kan Arini belum gosok gigi" jawab Arini.


"Gapapa kan semalam sudah gosok gigi, sini sayang sebentar aja..." kata Bian sambil menepuk bibirnya sendiri.


Arini cemberut namun juga melakukan apa yang diperintahkan suaminya. Fabian tersenyum melihat wajah sang istri yang cemberut namun menurutinya.


"Pagi mami" sapa Arini setelah di dapur melihat maminya sibuk masak.


"Pagi sayang, sudah bangun" jawab mami Fio


"Mami masak apa?" Tanya Arini


"Masak spagetti kesukaanmu sayang" jawab mami Fio


"Kamu mau masak apa buat suamimu sayang?" Tanya mami Fio


"Spagetti mami aja deh atau roti nanti" jawab Arini sambil tersenyum. Mami Fio ikut tersenyum membalas senyum pitri semata wayangnya.


"Pakaianmu yang nanti mau dibawa sudah selesai diberesin?" Tanya mami Fio.


"Udah mi semalam dibantu bang Bian" jawab Arini manja.


"Putri mami memang manja, beresin koper sendiri kok dibantu suami" kata Fio.

__ADS_1


"Bukan mau Arini itu mi, tapi emang bang Bian aja yang ga bisa diam" kata Arini membuat mami Fio tertawa.


"Wah asyiknya, pagi-pagi sudah tertawa" papi Aldo dari tangga sedang berjalan menuju dapur.


"Eh papi, sudah mandi?" Tanya mami Fio.


"Belim, nungguin mami" jawab Aldo.


"Ya sudah mi, ditinggal aja biar nanti Arini yang nerusin" kata Arini.


"Sudah selesai sayang, ini tinggal nuang spagettinya aja di piring besar" kata mami Fio.


"Ya sudah sini biar Arini yang melanjutkan, mami mandiin papi aja dulu" kata Arini kemudian mendekati mami Fio.


"Ya sudah mami tinggal dulu, bayi tua mami minta mandi" kata Fio sambil tertawa, Arini ikut tertawa mendengar ucapan maminya.


"Mami, dosa loh bilangin suaminya bayi tua" protes Aldo.


"Habis papi seperti bayi sih mandi aja pake nungguin mami" kata Fio sambil menaiki anak tangga.


"Mami juga senang kan kalau mandiin bayi tua ini, malah selalu jadi ingin mengulang" bisik Aldo menggoda sang istri.


"Papi, kita ini sudah tua loh sudah punya menantu. Dan semoga sebentar lagi akan diberikan cucu" kata Fio.


Arini selesai menyajikan sarapannya, langsung berjalan menaiki anak tangga untuk membangunkan sang suami.


Ceklek pintu dibuka Arini.


"Sudah, mau mandi sekarang?" Jawab Fabian, kemudian menawarkan mandi pada sang istri.


"Mau abang duluan atau Arini duluan yang mandi?" Tanya Arini.


"Mau kita berdua biar ada yang gosokin punggung abang" jawab Fabian sambil menaikturunkan kedua alisnya sambil menahan tawanya.


"Idih, modus banget deh" kata Arini sambil berjalan menuju kamar mandi.


Fabian menyusul sang istri dengan berjalan cepat agar bisa ikut Arini mandi sebelum pintu dikunci sang istri.


"Astaga abang, ngapain sih ikutan masuk ke sini" kata Arini setelah tahu suaminya ada dibelakangnya.


"Kan abang juga mau mandi sayang" jawab Fabian sambil mencium istrinya gemas.


"Ya sudah abang mandi duluan" jawab Arini.


"Abang tadi sudah jawab, bahwa kita mandinya barengan supaya ada yang gosokin punggung" alasan Fabian agar bisa mandi bersama sang istri.


Arini hanya menghela nafasnya melihat suaminya langsung masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya.


"Loh kok ditutup sih pintunya, kan Arini mau keluar dulu bang" kata Arini.


"Sudah ayo mandi, kita sudah ditunggu mami untuk sarapan sayang" kata Fabian agar istrinya menurut.

__ADS_1


"Hah... dasar modus" gumam Arini.


"Abang dengar ya" kata Fabian tersenyum.


"Emang bener kan" kata Arini.


Keduanya melakukan mandi bersama sesuai keinginan Fabian yang sudah tidak dapat menahan hasratnya bila melihat tubuh sang istri.


"Pagi sayang, yuk kita sarapan dulu" sapa mami Fio melihat anak dan menantunya menuruni anak tangga menuju meja makan.


"Pagi mami sayang" jawab Arini manja.


"Ternyata anak papi walaupun sudah menikah masih manja juga ya sama mami" kata Aldo dengan bibir tersenyum.


"Sepertinya manja itu ga akan hilang pi.." sahut Bian dengan menampilkan senyumnya melihat sang istri yang memang manja.


"Benar itu karena suaminya sendiri juga memanjakannya" kata Arya ikut memberi komentar.


Semua tertawa mendengar komentar yang dikeluarkan Arya.


"Sama berarti dengan maminya" kata Aldo.


"Sudah ayo makan dulu, bercandanya nanti lagi" kata Fio.


Suasana hening, hanya terdengar suara garpu untuk yang berbenturan dengan piring. Mami Fio melihat cara anak gadisnya melayani makan sang suami hanya tersenyum tanpa memberi komentar.


"Ternyata anak gadisku sudah dewasa dan mandiri, dapat melayani suaminya juga walaupun selama ini dia selalu dimanja oleh abang-abangnya" batin Fio bangga.


"Papi hari ini ga ke kantor?" Tanya Arini melihat papinya hanya memakai kemeja lengan pendek.


"Tidak sayang, hari ini papi tidak ada janjian dan meeting dengan klien" jawab Aldo.


"Bang Arya ada kuliah pagi ya?" Tanya Arini.


"Ada sampai sore bahkan, hari ini jadwal abang padat dek" jawab Arya.


"Arini kuliah masih minggu depan sih, tapi udah kangen ke kampus ternyata" kata Arini.


"Yakin kangen ke kampus?" Canda Arya membuat Fabian menatap sang istri tanda tanya.


"Iya, memang maksudnya bang Arya apa dong" jawab Arini balik bertanya.


"Ya siapa tahu kangennya sama siapa gitu, abang kan juga ga tahu" jawab Arya.


"O iya kangen sama ibunya kantin" jawab Arini asal sambil tertawa. Aldo hanya menggelengkan kepalanya, teringat saat masih muda dulu sering kawatir jika istrinya ke kampus tanpa ada Erna yang mendampingi.


"Abang, jangan membuat Fabian cemburu ya" kata Fio mengingatkan sang anak.


"Hahaha maaf bang, Arya hanya menggoda Arini saja" kata Arya melihat wajah adek iparnya yang sudah menatap Arini dengan tanda tanya.


"Abang jangan termakan ucapan bang Arya, dia mah tukang gangguin orang" kata Arini yang tahu suaminya nanti pasti akan menanyakannya banyak hal.

__ADS_1


Fabian tersenyum melihat Arya, namun tetap dalam pikirannya akan ada banyak pertanyaan untuk sang istri.


__ADS_2