
"Eh tidak perlu repot-repot dok" jawab dokter Desy.
"Ga repot kok dok, mau makan bubur atau apa dok biar saya bisa segera cekout nih" kata dokter Satya sambil menunjukkan layar ponselnya pada dokter Desy dengan aplikasi makanan onlinenya.
"Jadi dokter Desy mau dipesankan apa, kasihan kan cacing di dalam perut sudah memanggil" kata dokter Satya.
"Kita turun ke kantin saja dok, biar ga menimbulkan omongan orang jika kita makan berdua di ruangan saya" kata dokter Satya.
"Baiklah, mari dok" kata dokter Satya merasa berhasil mengajak dokter Desy makan bersamanya.
"Wah dokter Satya sudah duluan makan pagi berdua ternyata" sapa dokter Irfan.
"Silahkan kalau mau ikut bergabung loh dokter Irfan" dokter Satya menawarkan.
"Terima kasih bro, gue mau bawa keatas aja" jawab Irfan sambil menepuk punggung sahabatnya ini.
"Bergabung aja dok sama kami ga masalah kok" kata dokter Desy.
"Terima kasih, nikmati aja kebersamaan kalian berdua" jawab Irfan sambil mengedipkan sebelah matanya pada Satya.
Satya hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum. Irfan dan Deni tahu jika Satya mencintai Desy, namun Desy menghindarinya karena Desy lebih memilih mengejar Deni.
💐 Kediaman Ilyas Hartadi
Ilyas adalah seorang dokter dan pebisnis yang super sibuk. Ilyas memang sangat jarang berada di rumah. Waktunya lebih banyak dihabiskan pada pekerjaannya. Namun semua itu tidak membuat sang istri protes. Erna sangat pengertian, jika diminta ikut ke luar kota atau keluar negri menemani sang suami selalu dilaksanakan dengan ikhlas.
Suatu saat ada kabar bahwa seorang wanita datang ke rumah dokter Ilyas meminta pertanggungjawabannya karena wanita itu sudah melahirkan seorang anak laki-laki yang wajahnya mirip dengan dokter Ilyas.
Kabar itu membuat Erna, istri dari Ilyas jatuh sakit. Miranda mendengar sang mama sakit langsung pergi ke Yogyakarta dengan ditemani suaminya.
"Mama, mama kenapa?" Tanya Miranda yang sudah di ruang rawat mama Erna.
Erna hanya menangis menatap sang putri.
"Mama hanya kaget saja sayang, mama tidak apa-apa" jawab Erna pelan masih lemas.
Ilyas hanya duduk diam bersama sang menantu tanpa bersuara.
"Kapan kamu datang sayang?" Tanya Erna menatap anaknya.
"Baru saja ma, Mira dan bang Deni dengar kabar mama sakit langsung terbang ke sini" jawab Miranda.
__ADS_1
"Mama tidak sakit kok nak, kamu sendiri gimana kabarnya?" Tanya mama Erna.
"Mira baik ma, mama makan dulu ya biar Mira suapi" jawab Miranda karena melihat di makannya sang mama masih utuh belum tersentuh.
"Mama belum lapar sayang" kata Erna.
"Tapi mama harus makan dulu, sejak pagi mama belum makan" kata Mira sambil membawa piring makan Erna.
"Atau mau disuapi papa saja?" Tanya Ilyas hati-hati.
Erna hanya diam menatap dingin pada sang suami. Jujur baru kali ini Erna mendiamkan suaminya selama pernikahannya berjalan. Ada rasa kecewa dengan suaminya mendengar berita yang sekarang lagi hangat.
"Mau disuapin papa atau Mira ma?" Tanya Miranda.
"Kamu saja sayang" jawab Erna
"Kalau begitu aa dulu dong biar Mira bisa suapin mama" kata Miranda lembut.
Erna membuka mulutnya dan mengunyah makanan yang disuapkan sang anak.
"Mama jangan berpikir yang negatif dulu ya, kita akan cari tahu kebenaran dari berita itu dulu ma" kata Miranda.
"Sayang nanti kamu minta sama dokter yang memeriksa mama ya agar mama bisa segera pulang. Mama ingin main ke rumah kamu" kata Erna.
Ilyas senang melihat istrinya menghabiskan makannya walaupun harus disupain anaknya tanpa mau dengan dirinya.
"Abang kalau mau pulang dulu sama papa buat istirahat boleh loh bang, biar Mira disini menunggu mama dulu" kata Miranda.
"Abang akan bantu kamu menunggu mama disini sayang" jawab Deni.
"Kalian makan siang saja dulu, pasti kalian sudah lapar kan" kata Ilyas.
"Kamu ajak aja suamimu makan siang dulu sayang, mama ditinggal ga masalah kok" kata Erna ke Miranda.
"Ya sudah Mira tinggal makan dulu ya, mama sama bibi dulu ya biar Mira ajak bang Deni dan papa yang juga dari pagi belum makan" kata Miranda yang diangguki Erna.
"Papa disini saja, kalian makan berdua sana" kata Ilyas.
"Ayolah papa makan juga, biar papa juga jangan jatuh sakit" kata Miranda.
"Papa keluar dulu ya sama anak dan menantu kita, kamu mau dibawain apa sayang?" Tanya Ilyas menggenggam tangan sang istri. Namun Erna menarik tangannya membuat Ilyas sedih.
__ADS_1
"Pergilah, kalau perlu ga usah pulang" jawab Erna ketus.
"Sayang dengar, aku ga pernah menyentuh perempuan siapapun selain kamu. Apalagi setelah kita menikah, tolong percaya kakak sayang" kata Ilyas dengan mata berkaca-kaca akan sikap dingin penolakan istrinya.
"Pah, ayolah kita makan dulu. Biarkan mama istirahat dulu pah" kata Miranda sambil mengusap punggung sang papa tercinta.
💐 Cafe
Selama duduk di cafe rumah sakit, Ilyas hanya diam mengingat perlakuan sang istri yang begitu dingin padanya. Sambil menunggu pesanan, ketiga dokter ini banyak mengobrol
"Papa jangan terlalu memikirkan sikap mama, mungkin saat ini mama masih syok dengan berita itu" kata Deni.
"Tapi selama kami menikah, baru sekarang ini mamamu bersikap dingin begini sama papa. Walaupun dulu kami pernah juga salah paham, tapi mamamu ga pernah sedingin ini sama papa nak" kata Ilyas tak bersemangat.
"Pa, kalau Mira kok curiga dengan om Gun ya" kata Miranda.
"Dari mana kamu bisa mencurigainya?" Tanya Ilyas.
"Bukannya om Gun itu suka berganti-ganti perempuan pah?" Tanya balik Miranda.
"Maksudmu anak itu anak dari om gun dengan wanita itu?" Tanya Ilyas.
"Benar pah, coba deh kalau test DNA bagaimana hasilnya agar mama juga lebih yakin dan percaya" jawab Miranda.
"Anak itu sekarang dimana pah?" Tanya Deni.
"Dia ada di rumahnya, cuma papa bingung kenapa tiba-tiba wanita itu datang ke papa dan minta pertanggungjawabannya saat anaknya juga sudah besar." Kata Ilyas.
"Om Gun sampai sekarang juga ga nikah kan pah?" Tanya Deni.
"Iya memang dia ga ingin menikah sejak gadis yang dicintainya meninggal dalam sebuah kecelakaan dengan selingkuhannya" jawab Ilyas.
"Nanti akan Deni coba untuk membawa anak itu agar bisa test DNA pah" kata Deni.
"Iya papa percaya kamu Den" kata papa.
"Sekarang papa makan dulu biar kita ga kelamaan meninggalkan mama" kata Miranda.
"Om Gun masih praktek di sini kan?" Tanya Mira.
"Iya dan papa ingin memindahkannya ke Jakarta atau papa yang akan pindah kalau dia ga mau" kata Ilyas.
__ADS_1
"Ya soal itu dipikirkan nanti saja dulu pah, yang penting masalah ini segera selesai agar mama tidak marah dengan papa " kata Miranda.