TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 67. Belajar kerja


__ADS_3

"Sayang mau minum atau makan apa? Biar dibeliin Rudi kalau mau" tanya Fabian ke Arini.


"Nggak bang, Arini masih kenyang" jawab Arini.


"Boleh ga Arini jalan-jalan diseputaran kantor abang?" Tanya Arni.


"Mau jalan kemana, kantor abang kan tidak besar sayang, ga ada tamannya seperti kantor papi" kata Fabian.


"Iya tidak masalah bang biar tidak bosan aja" kata Arini membuat Fabian menatap kekasihnya.


"Kamu udah mulai bosan ya sayang, sebentar lagi abang selesai sih. Jadi kita bisa jalan ke mana kamu mau" kata Fabian yang tidak mengijinkan Arini jalan-jalan sendiri di kantornya.


Fabian menyadari bahwa banyak karyawannya yang tidak kalah gantengnya dengan dirinya, Fabian kawatir jika nantinya ada karyawannya yang mendekati Arini.


Kediaman Aldo Wijaya


-----‐------------------------------


"Bang, Arini tadi sama Fabian ya?" Tanya mami Fio.


"Iya mi, tadi Arini bilang ke Arya waktu kami di kantin kalau Arini mau mampir ke kantor bang Bian dulu" kata Arya.


"Ya sudah kalau begitu, mungkin sekarang mereka lagi makan di luar sama Bian" kata mami Fio.


"Biarkan saja mi, toh Bian juga baik orangnya dan punya tanggung jawab. Mungkin ada yang mesti mereka bahas, kan sebentar lagi mereka sudah mau menikah" kata Aldo.


"Pi hari minggu itu oma kan janjiin anak-anak mau pada diajak jalan, boleh ya mami ikut?" Tanya mami Fio merayu suaminya.


"Arya ikut juga?" Tanya papi Aldo.


"Ikut sih pi, kan Arya ga ada janjian sama teman Arya" jawab Arya.


"O ya Arya nanti setelah Arini menikah, papi ingin kamu belajar kerja di kantor papi" kata Aldo tanpa menjawab permintaan sang istri.


"Iya pi, di kantor papi atau di kantor cabang?" Tanya Arya.


"Di kantor papi saja dulu baru suatu saat kamu papi pindahin pegang di kantor cabang" jawab Aldo.


"Siap pi" jawab Arya.


"Bang Deni ga papi libatkan di kantor papi?" Tanya Arya.


"Iya nantinya akan papi libatkan juga, abangmu masih sibuk dengan kliniknya saat ini" kata Aldo.


Selesai makan malam, keluarga ini berpindah duduk di ruang tengah sambil menonton acara televisi. Tidak lama kemudian terdengar suara salam dari pintu ruang tamu yang ternyata anak gadisnya datang bersama tunangannya.

__ADS_1


"Eh anak gadis mami sudah datang" sapa Fio sambil menerima uluran tangan dari calon menantunya.


"Maaf mi pulangnya kemalaman, tadi Bian ajak ke kantor dulu dan baru jalan karena Arini bilangnya bosan" kata Fabian jujur.


"Iya tidak mengapa. Tapi ingat ya mulai lusa, hari senin kalian tidak diijinkan bertemu sampai hari akad nikah kalian" kata mami Fio.


"Iya mi, Arini sudah mengingatkan juga" kata Fabian.


"Tapi kalau Bian hanya main ke rumah aja dan ga ajak Arini keluar bagaimana mi?" Tanya  Fabian.


"Itu sih sama saja bertemu bang" kata Arya membuat Aldo dan Fio tertawa.


"Tidak sayang, itu juga tidak boleh. Kalau menurut orang jaman dulu itu seminggu setelah dan seminggu sebelum menikah itu sebenarnya pasangan calon pengantin itu tidak boleh keluar rumah masing-masing." Kata mami Fio.


"Cuma kalau mami sih hanya sebelum kalian menikah saja jika semua sudah terselesaikan kepentingannya. Agar saat kalian menikah nanti ada rasa rindu diantara kalian dan kalian tidak terlihat lelah atau capek saat di rias" kata mami Fio menjelaskan secara logika.


"Tenang saja Bi, dulu papi juga mengalami begitu. Deni juga sama sampai dia bingung sendiri harus ngapain, karena ke kantor saja tidak diijinkan mami dan eyang serta omanya" kata Aldo.


"Iya pi, ini Bian juga sama mama katanya tidak boleh ke kantor atau kegiatan yang sifatnya ke luar rumah" kata Bian. Aldo terkekeh melihat raut muka protes sang calon menantu dengan aturan mama serta maminya.


"Kamu masih bisa kerja di rumah, habiskan saja waktumu dengan kerjaan di rumah. Misal Rudi itu di suruh aja ngantor di rumah atau jika butuh kamu dia yang kamu suruh ke rumah" kata Aldo.


"Iya benar juga tuh pi waktunya dihabiskan dengan bekerja di rumah aja. Nanti rapatnya bisa lewat online" kata Fabian sambil terkekeh.


"Iya tuh bisa rapat lewat online, papi dulu sekolah jadi bolos tuh. Belum ada online begitu" kata papi.


"Iya sayang, kamu hati-hati di jalan" kata Fio.


"Terima kasih mi" jawab Fabian.


💐 Kediaman Miranda


Deni dan Miranda baru sampai di rumah malam ini tanoa memberi kabar pada semua keluarga besarnya. Deni memang sengaja pulang dari bulan madu tidak ingin membuat keluarga besar repot harus menjemputnya. Deni hanya meminta pada asistennya untuk menjemputnya di bandara dan mengantarkannya pulang ke rumah Miranda sementara waktu.


Deni akan pindah ke rumahnya sendiri setelah rumah selesai di renovasi. Sebenarnya Miranda maunya tetap tinggal di rumahnya yang sekrang mereka tempati, tapi Deni tidak mau karena dia sudah mempunyai rumah sendiri yang akan dijadikannya rumah tinggal setelah menikah walaupun tidak mewah.


"Abang ga mandi dulu?" Tanya Miranda.


"Iya kamu mandi dulu aja sayang kalau mau mandi. Abang beresin koper dulu" jawab Deni.


"Ya sudah  Mira mandi dulu ya bang kalau begitu" kata Miranda.


"Iya sayang" jawab Deni sambil mengangkat kopernya menuju ke lantai 2.


Deni memasuki kamar Miranda dengan mengedarkan pandangannya ke semua sudut.

__ADS_1


Ya baru sekali ini Deni memasuki kamar Mira.


"Abang kalau mau mandi ini handuknya udah Mira siapin." Kata Miranda yanv masih duduk di pinggir ranjangnya.


"Sayang nanti kalau kita sudah pindah di rumah sendiri, kamu ga apa-apa kan kalau kamar kita tidak semewah disini?" Tanya Deni dengan menatap istrinya.


"Mira tidak mengapa bang, ini semua kan papa yang buatin bukan uang Mira juga." Kata Miranda.


"Lagian abang uangnya juga sudah buat beli rumah dan renovasi itu sudah sangat cukup buat Mira" lanjut Mira membuat Deni tersenyum.


Walaupun Deni berasal dari keluarga terpandang dan bahkan di lihat dari segi kekayaan yang orang tuanya miliki tidak jauh berbeda, namum Deni tidak didik menjadi orang yang mengandalkan kemewahan.


"Ayo kita mandi sekarang dan istirahat, abang tahu kamu sudah kelelahan" kata Deni.


Kemudian mereka mandi bersama, maklum masih pengantin baru 😉.


Selesai mandi bersama, pasangan pengantin baru ini makan malam berdua baru istirahat tidur karena perjalanan panjang pulang dari bulan madu.


Paginya Deni bersama Mira ke rumah mami dan papinya.


"Sayang kita mau berangjat kapan ke rumah mami?" Tanya Deni.


"Pagi ini aja bang, jadi kita sarapan bersama di sana. Mira kangen dengan Arini" kata Miranda.


"Ya sudah selesai mandi kita berangkat ke sana sebelum Arini pergi dengan Bian" kata Deni.


"Mira dengar dari Arya, Bian cemburu dengan mantannya Arini bang" kata Miranda.


"Ya Bian kan memang seperti papi sayang, orangnya posesif ke pasangannya. Dan cemburunya tingkat dewa" kata Deni.


"Sekarang saja Arini sudah dikasih 2 bodyguard sama Bian" kata Deni menambahkan.


"Yuk bang kita berangkat sekarang" ajak Miranda.


****



Berbeda Jalan ini menceritakan kisah cinta dua anak manusia yang saling mencintai tetapi harus terpisah karena sebuah keyakinan yang berbeda.


Kedua orang tua masing-masing berusaha menjodohkan anaknya mereka dengan orang lain.


Dapatkah mereka menemukan kebahagiaannya dengan orang yang menjadi pasangannya sekarnag?


Baca dan masukkan ke dalam Favoritmu 🧡

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan Like, komen, hadiah dan juga Vote kamu ya gaes


Terima kasih gaes 😘


__ADS_2