TERLANJUR MENCINTAI

TERLANJUR MENCINTAI
Eps 89. Sedikasih Nya saja


__ADS_3

"Tapi Arini masih kuliah ma, nanti gimana ngurusnya baby kalau sambil kuliah" kata Arini.


"Nanti mama bantu merawat sayang" kata Dewi.


"Kan bisa pake baby sitter sayang" kata Fabian.


"Memang kamu udah pengin punya anak Bi?" Tanya Deni.


"Kalau Fabian  sedikasihNya aja bang, walaupun saat ini masih ingin berdua aja dulu" jawab Fabian.


"Kalau Arini gimana, sudah siap punya anak belum?" Tanya Miranda ke Arini.


"Arini mah gimana aja kak, bukannya kalau udah siap nikah mau ga mau harus siap juga ya seandainya harus segera hamil" jawab Arini santai sambil melirik suaminya.


"Siap dong, kan ada suami yang akan selalu siaga" sahut Fabian ikut menjawab membuat yang lain tertawa.


"Benar sayang, kalau memang kita sudah berani ambil keputusan untuk menikah artinya siap ga siap kita harus menyiapkan diri jika segera hamil" kata Fio ikut memberikan suaranya pada anak-anaknya sertu menantunya.


"Loe dulu saat menikah juga begitu Fi?" Tanya Dewi.


"Dulu gue nikah masih sma Wi, jadi mau ga mau harus diatur supaya jangan sampai hamil dulu sebelum lulus. Lagian dulu gue ga mikir sampai segitu, namanya juga masih dibawah umur" kata Fio sambil melirik sang suami.


"Ya orang kamar aja harus pisah gimana mau hamil" kata Leo sambil terkekeh menatap Aldo yang ikut terkekeh.


"Memang papi dulu habis nikah tidurnya terpisah sama mami?" Tanya Arini.


"Iya karena kami masih sekolah sayang  walaupun papi udah mau lulus saat itu. Dan Opa juga Eyang belum mengijinkan papi untuk sekamar dengan mamimu" kata Aldo.


"Sudah tidak perlu ngebahas masa dulu" kata Fio.


"Itu perlu diceritakan mi buat pengalaman kita-kita" kata Arini.


"Gimana ceritanya yang bulan madu, sudah puas jalan-jalannya selama disana?" Tanya Deni pada pasangan pengantin baru itu.


"Ya begitulah bang, ada yang protes mau ngajak balikan lagi karena belum puas liburannya" kata Fabian sambil melirik sang istri.


"Ya orang ga lama ditempat wisatanya bang, gimana merasa puas liburan coba" kata Arini membuat Miranda tertawa.


"Banyak di hotel ya Ar? Teman kakak juga ada yang begitu, banyak menghabiskan waktunya di hotel aja tanpa jalan-jalan ke tempat wisatanya" kata Miranda.


"Emang kakak banyak wisatanya ya dari pada di hotelnya?" Tanya Arini.


"Iya kami banyak jalan ke luar ya bang dari pada di hotel" jawab Miranda sambil menengok ke Deni sang suami.

__ADS_1


"Ya karena posisi kita sama Fabian dan Arini berbeda sayang, kalau mereka mah abang percaya ga akan banyak jalan keluar" kata Deni sambil tertawa melirik ke Fabian yang ikut tertawa namun tangannya menggaruk tenggukknya yang tidak gatal.


"Berarti Fabian dengan papanya sama, maunya di hotel melulu" sahut Dewi sambil melirik Leo yang hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya.


"Ngomong-ngomong kak Mira sekarang ini ngidam apa?" Tanya Arini ingin tahu.


"Selama ini hanya ingin makan yang segar-segar aja dan malas makan nasi" jawab Mira.


"Iya makan nasi jarang sekali tuh maunya makan buah. Jadi kadang dimasakin kentang goreng atau spagetti aja sama si bibi buat gantinya karbohidrat" kata Deni.


"Tapi ga mual kan sayang kalau makan nasi?" Tanya Fio.


"Mamimu dulu juga malas makan nasi, seringnya makan buah waktu hamil Deni" kata Aldo.


"Tapi kalau makan nasi goreng tidak masalah pi" kata Mira.


"Wah persis mami itu waktu hamil Deni. Makannya siang selalu buah sampai kadang papi paksa makan di cafe dengan nasi goreng sepiring berdua sama papi" kata Aldo.


"Hehehe Deni juga kalau makan nasi sepiring berdua dengan Mira sih pi biar dia mau makan nasi" kata Deni yang membuat mami Fio tertawa.


"Ya sudah sekarang kita makan siang dulu saja yuk, tuh udah disiapkan sama bibi sayang. Kebetulan mami tadi juga udah potong-potong buah segar banyak" kata Fio mengajak mereka untuk makan siang bersama.


"Mana Arini?" Tanya mama Dewi ke Fabian.


"Capek kali ingin istirahat" Leo ikut menyahut.


"Nggak kok pa, katanya hanya mau ambil apa tadi kurang tahu deh" kata Fabian sambil melihat ke arah anak tangga barangkali istrinya sudah keluar dari kamar.


"Kalau istrimu  mau istirahat biarkan saja bang, bawakan saja makan siangnya ke kamar" kata Leo pada anak semata wayangnya.


"Iya pah, tapi Arini kelihatan hanya mau ganti baju saja kok" jawab Fabian.


"O ya sudah kalau begitu" kata Leo sambil menganggukkan kepalanya.


Tak lama kemudian Arini turun dengan wajah lebih segar karena sudah mandi dan mengganti pakaiannya.


"Tambah cantik aja kamu Ar, mandi ya tadi?" Tanya Miranda.


"Iya kak, habis rasanya gerah badan Arini" jawab Arini sambil duduk di kursi makan sebelah suaminya.


"Kirain papa tadi kamu kecapekan sayang" kata mama Dewi.


"Hehehe nggak sih ma, hanya gerah aja ingin mandi" jawab Arini sambil tersenyum.

__ADS_1


Keluarga besar ini sedang menikmati makan bersama dengan banyak canda dan obrolan ringan yang membuat mereka bahagia karena kebersamaannya.


💐 Rumah Sakit


"Maaf dok, tadi dapat titipan ini dari dokter Desy" kata suster Susi ke Irfan, membuat Irfan mengkerutkan keningnya sambil menerima bingkisan dari Susi.


"Terima kasih suster Susi" jawab Irfan kemudian meletakkan bingkisan itu di meja tanpa ingin membukanya.


"Mau ngapain lagi sih dia, memang ga ada kerjaan apa" gumam Irfan heran dengan rekan sejawatnya yang masih ingin mencoba mendekatinya.


Derrt... derrt... derrt


📞 "Halo pah" sapa Irfan setelah menerima panggilan telponnya.


"Kamu dimana bang, ini mama ada di ruangan papa" kata mama Nindya.


"Iya ma, Irfan sebentar lagi ke sana" jawab Irfan kemudian menjawab salam dari sang tanda mengakhiri panggilannya.


Irfan berjalan menuju ruangan papa Raka, dimana sang mama tercinta menunggunya.


Tok tok tok


"Masuk" jawab Raka


"Ceklek" Irfan membuka pintu ruangan papanya dan tak lupa mencium punggung tangan mama dan papanya.


"Sayang kamu belum makan siang kan, ini mama bawain makan siang buatmu dan papa. Kita makan bersama di sini" kata mama Nindya sambil tersenyum.


"Jadinya pindah di kantor ya ma kita makan siangnya" ucap Raka sambil terkekeh melihat istrinya tersenyum.


"Begitulah pah, habis setiap siang mama makan sendiri di rumah" jawab Nindya.


"Tapi sebentar lagi mama makan siang sudah ada yang akan menemani pah" kata mama Nindya.


"Siapa?" Tanya Raka dan Irfan kompak bersamaan sambil mengkerutkan dahinya.


"Istrinya Irfan dong. Kan kalau Irfan sudah menikah akan tinggal di rumah, jadi mama ada temannya nanti" jawab Nindya membuat Irfan membuang nafasnya begitu saja tanpa ingin menjawab ucapan mamanya.


"Ma seandainya tahun depan saja Irfan menikah bagaimana?" Tanya Irfan pelan.


"Kenapa harus tahun depan, memang kamu mau ngapain sekarang ini" tanya Nindya.


"Sementara untuk pendekatan aja dulu ma, lagian Deby kan juga masih kuliah ma" kata Irfan beralasan.

__ADS_1


__ADS_2