Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Menemukan


__ADS_3

Di sebuah rumah sederhana bahkan terlihat kumuh, seorang pria paruh baya tengah menatap seroang wanita di depannya dengan senyum smirk nya yang nampak licik dan menyeramkan.


"Selamat datang, Nona Risya" ucap pria paruh baya itu dengan senyum smirk nya.


"Ck tidak usah banyak bacot, sekarang bilang apa rencana lo?" tanya Risya dengan nada arogant nya sembari melipat tangannya menatap pria paruh baya di depannya itu dengan tajam.


"Heh, Nona Risya memang menarik" ucap pria paruh baya itu lagi yang bukannya menjawab pertanyaan Risya melainkan berkata lain.


"Tuan Maxim!!! Bilang sekarang apa rencana lo kalau tidak gue pergi sekarang juga!!" ujar Risya dengan nada kerasnya dan juteknya.


"Haha Nona memang berbeda dari saudari kembar Nona" tawa menyeramkan keluar dari mulut pria paruh baya itu yang ternyata adalah Maxim.


Maxim waktu itu ia tinggal di sebuah gubuk yang tak jauh dari hutan, tapi ternyata para bawahan milik Andrew, Renald dan Kakek Arsen mengejarnya sampai di tempat itu, jadi mau tidak mau ia harus pergi bersembunyi lagi di sebuah tempat kumuh di bawah gunung sekitar hutan itu, selain itu sebelumnya ia juga sudah pindah-pindah agar susah untuk di lacak keberadaannya.


"Baiklah seperti yang saya katakan di awal, saya ingin Nona untuk mengikuti rencana saya, saya tau Nona juga tidak suka kan dengan saudari Nona" ujar Maxim dengan senyum smirk liciknya.


"Ck nggak usah basa-basi bilang sekarang apa rencananya?!" tanya Risya dengan jutek.


"Nona akan tau itu" ujar Maxim kembali dengan senyum liciknya.


Risya hari ini pulang dari luar negeri ingin mengejutkan keluarganya karena sudah lama ia berada di luar negeri melanjutkan studinya, tapi siapa sangka ia akan bertemu dengan Maxim di bandara, awalnya Risya ragu ikut dengan Maxim karena Maxim yang menutupi wajahnya dan terlihat aneh tapi ketika Maxim menyebutkan sesuatu mengenai rencananya Risya pun langsung tertarik dengan itu.


*******


Di sisi lain, nampak seorang pria paruh baya juga tengah menatap tajam bawahannya.


"Ada apa?!" tanya pria paruh baya itu yang ternyata adalah Kakek Arsen.


"Ma..maaf King mengganggu anda, tapi saya ingin melaporkan sesuatu yang penting" ujar bawahan dari Kakek Arsen itu dengan wajah seriusnya.


"Hmm?" Kakek Arsen ikut menatap serius bawahannya itu dan menaikkan satu alisnya.


"Seperti yang King suruh saya untuk memata-matai wanita itu, sekarang wanita itu bertemu dengan dia King seperti yang King sudah perkirakan sejak awal" lapor anak buah Kakek Arsen itu lagi.


Dia yang di maksud disini ialah Maxim.

__ADS_1


Kakek Arsen diam sejenak lalu tersenyum smirk menyeramkan mendengar laporan dari anak buahnya itu yang ia suruh untuk memata-matai Risya.


'Sudah aku duga' batin Kakek Arsen dengan senyum smirk nya.


Anak buah dari Kakek Arsen yang melaporkan melihat senyum dari Kakek Arsen itu menelan ludahnya kasar.


'Walaupun aku sudah biasa lihat, tetap saja menyeramkan padahal King sudah tua' batin anak buah Kakek Arsen itu saat melihat smirk dari Kakek Arsen yang nampak selalu menyeramkan baginya.


"Baiklah, kamu sudah suruh yang lain untuk mengikuti dia kan?! Jangan sampai kita kehilangan jejak dia, kita harus mendapatkan dimana keberadaan b*jingan itu selama ini bersembunyi!!" tegas Kakek Arsen dengan tatapan tajamnya.


"Tenang King, saya sudah menyuruh Red mengikuti mereka, kita akan tau dimana selama ini orang itu bersembunyi" jawab anak buahnya itu dengan tak kalah tegasnya.


"Hmm bagus lah, sekarang kamu pasti paham kan apa yang harus kamu lakukan selanjutnya dan bagaimana caranya?!" tanya Kakek Arsen dengan tatapan menyeramkannya.


Glek, anak buah Kakek Arsen itu menelan salivanya kasar melihat tatapan tajam dan suara mengintimidasi dari Kakek Arsen.


"Baik King, saya paham" jawabnya dengan tegas.


Anak buah kepercayaan dari Kakek Arsen itupun pergi untuk melaksanakan tugas selanjutnya yang baru saja di berikan kepadanya oleh Kakek Arsen.


******


Sementara itu di Mansion milik Andrew, saat ini Andrew tengah berbaring menatap istrinya itu yang sedang tertidur pulas karena capek berjalan-jalan di taman Mansion.


"Istriku memang selalu cantik" puji Andrew menatap istrinya itu yang menurutnya tetap cantik walaupun berat badan dan pipi istrinya yang tambah tembem.


Drrttt drrtt, suara ponsel berbunyi.


Andrew mengernyitkan dahinya mendengar ponselnya berbunyi, karena sekarang juga sudah seharusnya jam pulang kantor jadi seharusnya tidak ada lagi yang perlu di kerjakannya.


Andrew pun bangun dengan pelan dari tempat tidurnya agar istrinya yang lagi tidur pulas tidak terganggu. Setelah bangun, ia mengambil ponselnya. Wajah Andrew berubah menjadi serius saat melihat nama yang menelfonnya.


"Hmm, bagaimana?" tanya Andrew dengan serius.


"Aku sudah menemukan keberadaannya" ucap seseorang dari seberang telfon itu dengan serius.

__ADS_1


Andrew terdiam sejenak lalu kembali berkata, "Dimana dia berada?" tanya Andrew dengan kepalan tangannya.


"Tunggu dulu, apa yang akan kamu berikan untukku? Ini seharusnya bukan pekerjaan aku, pekerjaanku banyak menumpuk di Perusahaan hanya untuk mencari keberadaan dia selama beberapa bulan ini!!" tanya pria itu dari seberang telfon.


"Ck nanti aku akan membantu kamu agar di restui. Cepat beritahu dimana dia?!" tanya Andrew lagi tidak sabar.


"Huh, kamu tidak berubah Tuan Andrew. Tapi, aku tidak butuh bantuan mu untuk di restui karena tanpa bantuan mu juga aku yakin Tuan akan merestui aku" ujar pria di seberang sana dengan bangganya.


"Kenapa sekarang kamu jadi cerewet ha!! Kalau kamu tetap tidak memberitahu aku sekarang Kelvin, sebelum kamu kesini aku akan jodohkan dia sama orang lain!!!" tegas Andrew dengan kesalnya karena pria di seberang telfon yang ternyata bernama Kelvin itu bukannya memberitahu tapi malah tambah cerewet menurutnya.


"Huh, hobinya mengancam cih. Baiklah-baiklah, tapi aku lihat dia bukan hanya sendiri melainkan sama seorang perempuan namanya kalau tidak salah Risya" ujar pria diseberang telfon itu yang bernama Kelvin.


"Ri..Risya?!!" gumam Andrew kaget mendengar itu.


"Kenapa? Kamu kenal sama wanita yang bernama Risya itu?" tanya Kelvin.


"Namanya mirip sama saudari kembar istriku, tapi mungkin hanya namanya saja yang sama. Tapi, aku mau kamu cari tau siapa wanita bersamanya itu!! Dan beritahu dimana dia sekarang?!" tanya Andrew dengan tegas.


"Ck kamu tambah pekerjaan saja, gara-gara kamu pekerjaan aku banyak tertunda karena itu juga aku harus menunda untuk ke Indonesia padahal beberapa bulan lalu aku sudah bisa ke Indonesia!!" ucap Kelvin sedikit kesal.


"Huh, kamu mau aku suruh Paman pecat kamu ha!!" kesal dan ancam Andrew.


"Ck, dia di dekat hutan waktu itu, di bawah gunung ada gubuk kecil di situ dia ada di sana di tempat terpencil nya" ujar Kelvin memberi tau.


Andrew sedikit kaget mendengar itu.


"Hmm kerja bagus, nanti aku bantu kamu supaya direstui. Makanya cepat selesaikan pekerjaan kamu di sana lalu kesini keburu dia di ambil sama orang lain, apalagi kamu taukan di kampus bagaimana pasti banyak cowok-cowok tampan yang bakalan naksir sama dia" ujar Andrew memanas-manasi.


"Ck, kalau bukan kamu yang suruh aku menyelidiki orang-orang dia yang terlibat di sini dan menyelidiki dimana dia berada huh semua pekerjaan aku pasti sudah selesai!!" kesal Kelvin mendengar Andrew yang malah menyalahkannya karena lambat bekerja, padahal ia terlambat semua karena tugas dari Andrew yang tiba-tiba coba saja kalau Andrew bukan orang terpenting dari orang yang dicintainya dia pasti sudah tidak mau untuk menuruti perintah dari Andrew.


"Hmmm Mas" lirih Aidah sembari membuka perlahan. Suara lirihan Aidah itu terdengar juga dengan Kelvin.


"Sudah dulu!!" Andrew langsung mematikan telfonnya tanpa menunggu jawaban dari Kelvin. Dan itu membuat Kelvin sedikit kesal dengan tingkah Andrew yang memang selalu semena-mena dan cuek.


Kelvin adalah salah satu orang kepercayaan dari Nathan Paman Andrew. Kelvin dipercayakan untuk menjadi bodyguard untuk anaknya Nathan yaitu Cika. Ia sudah lama tidak jadi terus untuk datang menyusul untuk menjaga Cika, karena Perusahaan, Mafia serta yang lainnya semuanya diserahkan ke Kelvin untuk mengurusnya menggantikan untuk sementara Nathan yang sudah cukup lama berada di Indonesia. Karena, Kelvin memang jago dalam bela diri, senjata, dan juga it, karena itu juga lah Andrew menyuruh Kelvin untuk membantunya menyelidiki masalah itu. Sebenarnya Kelvin bisa mengetahui dengan cepat dimana pria itu bersembunyi jika saja Maxim keluar dari area tempat itu lebih cepat.

__ADS_1


__ADS_2