
Selani yang merasakan ada seseorang di depannya langsung mendongak dengan air mata yang masih menetes di wajahnya.
Tanpa aba-aba Andrew langsung merengkuh memeluk Mama kandung aslinya itu dengan matanya juga berkaca-kaca. Andrew sudah berusaha agar matanya itu tidak berkaca-kaca, tapi bagaimanapun dia juga hanyalah manusia biasa, yang merindukan kasih sayang dari Mamanya.
Andrew hanya diam memeluk sang Ibunda.
"Hiks hiks sayang anak Mommy" lirih Selani dengan air matanya yang bercucuran.
Beberapa saat kemudian Andrew itu pun melepaskan pelukannya, "Sudah Mom, lupakan saja masa lalu" ujar Andrew dengan senyum kecilnya.
"Ma...maaf sayang" lirih Selani menunduk dengan rasa bersalahnya.
Andrew menggeleng, "Mom juga mengalami masa-masa sulit dulu, dan ini bukan salah Mommy tapi salah perempuan itu!" ujar Andrew lembut.
Selani yang mendengar perkataan anaknya merasa hatinya terenyuh, Selani merasa sangat senang saat ini karena bisa bertemu dengan anaknya lagi dan anaknya juga mau memaafkan dirinya.
Semua yang melihat kejadian itu yang ada di ruang tamu, mata mereka ikut berkaca-kaca terharu melihat hal itu. Terutama Kakek, Aidah dan Keluarga Lewis lainnya yang ikut terharu dan senang melihat Andrew bisa lembut seperti itu dengan Ibu kandungnya sangat berbeda saat dengan Serina, mungkin inilah perasaan murni dari seorang anak yang dapat merasakan siapa yang memiliki niat jahat dan baik terhadapnya. Bahkan, walaupun kita sudah besar apapun tentu Ibu kita lah salah satu perempuan terpenting dalam hidup kita, karenanya kita bisa lahir di dunia ini. Maka bagi lelaki sebelum menyakiti wanita, ingat Ibumu yang juga adalah perempuan :(
Beberapa menit berlalu semenjak kejadian tadi mereka akhirnya memilih untuk makan bersama dulu, karena waktu ternyata sudah menunjukkan pukul 13.32 waktu setempat.
Setelah makan, semuanya memutuskan untuk ke Rumah Sakit melihat hasil dari tes DNA, Selani juga ikut menemani ke Rumah Sakit.
Rumah Sakit
Saat sampai di Rumah Sakit, mereka semua langsung menemui Dokter yang tadi bertugas untuk melakukan tes DNA. Sebenarnya bisa saja anak buah Andrew yang mengambil tes itu dan membawanya ke Mansion, tapi Risya tak ingin itu karena katanya dia takut kalau saja laporan itu malah di tukar itulah alasannya, jadi semuanya memutuskan untuk datang semua ke Rumah Sakit.
"Bagaimana Dok tes DNA nya? Apakah sudah selesai?" tanya Andrew kepada Dokter di depan mereka semua saat ini.
__ADS_1
"Iya Tuan, tes DNA nya bisa Tuan dan yang lainnya lihat sekarang" ujar sang Dokter dengan sopan, karena dia juga sangat mengenal siapa sosok di depannya ini yang menggegerkan publik baru-baru ini.
"Suster, tolong ambil hasilnya!!" perintah sang Dokter ke Suter yang mengikutinya dari tadi.
"Baik, Dok" Suster itu pun pergi mengambil hasil tes yang sangat penting itu.
Walaupun sebenarnya mereka sudah tau hasil tes nya tetap saja deg degan terutama keluarga Wikram.
Tak selang berapa lama, Suster itu pun membawa hasil tes di tangannya.
"Ini Dok" ujar Suster, sembari memberikan hasil tes itu ke Dokter Grein.
"Maaf Tuan, ini hasil tes nya" Dokter Grein itu memberikan hasil itu ke Andrew, tapi langsung di rebut oleh Risya.
Semua hanya menatap kelakuan Risya yang tak sabaran. Sementara itu, Risya langsung membuka hasil itu dan membacanya.
"Ada apa Risya?!!" tanya Renald penasaran. Semuanya juga menatap Risya penasaran.
"I..ini-"
Belum juga Risya berbicara, Renald langsung merebut itu dari tangan Risya, karena merasa Risya terlalu lama bicaranya.
Setelah mengambil hasil itu dari tangan Risya, Renald langsung membaca hasil itu. Renald tersenyum cerah setelah membaca hasilnya.
"Benar kan apa yang Renald katakan, Aidah memang adik kandung Renald!!" tegas Renald dengan senyum cerahnya.
"Apa sungguh?!!" tanya Arina kaget dan ikut senang mendengar itu.
__ADS_1
"Iya, Ma tentu!!" Renald mendekat ke Mamanya dan memperlihatkan di kertas itu.
Raut wajah Arina dan Elvin ikut senang membaca itu, mereka pun mengalihkan pandangan mereka ke arah Aidah yang hanya terdiam mendengar kabar itu walaupun sebenarnya dia sudah tau dari awal bukannya sudah di jelaskan oleh Kakek Arsen tapi tetap saja hatinya masih gundah mengetahui hal ini.
Arin dan Elvin langsung mendekat ke Aidah dan langsung memeluk Aidah dengan senyum bahagianya, serta air mata haru mereka.
"Maaf sayang, Mama baru tau kamu ternyata anak Mama. Maafin kami ya sayang" lirih Mama Arina dengan wajah harunya dan senangnya, sembari memeluk Aidah.
"Maafin Papa juga sayang, Papa tidak bisa mengganti masa kecil kamu, tapi mulai sekarang Papa janji Papa akan selalu ada untuk kamu. Maafin Papa dan Mama yah sayang" lirih Elvin dengan memeluk Istrinya dan Aidah dengan haru.
Sementara Risya yang melihat itu mengepalkan tangannya, sangat berbeda dengan reaksi Renald yang senang mengetahui bahwa Aidah benar-benar adik kandungnya.
'Aidah tidak boleh merebut kasih sayang Mama dan Papa' batin Risya merasa terancam dengan kepalan tangannya melihat orang tuanya memeluk haru Aidah.
"Sudah-sudah sebaiknya kita pulang sekarang dan istirahat dulu. Besok Kakek akan buatkan pesta untuk kita, sebagai syukuran karena semuanya telah selesai" ujar Kakek Arsen yang ikut tersenyum melihat kebahagiaan semuanya.
"Iya benar kata Paman, sebaiknya kita istirahat dulu karena semua pasti juga capek dan masih kaget dengan semua yang terjadi sebaiknya kita mengistirahatkan diri kita. Jadi, besok kita bisa senang-senang di pesta itu" ujar Nathan dengan senyumnya. Senyum yang jarang di perlihatkan di depan umum.
Semuanya menyetujui perkataan Kakek Arsen dan Nathan. Semuanya pun akhirnya pulang ke Mansion Andrew, semuanya sepakat untuk menginap, agar besok saat pesta di mulai mereka bisa langsung bersiap-siap di Mansion itu, karena acaranya juga di hadiri hanya mereka dan keluarga serta kerabat dari keluarga Lewis, dan Wikram. Sementara keluarga dari Kakek Arsen tidak ia undang, karena semuanya hanya penjilat tidak ada yang pantas menurutnya untuk ia undang.
Di dalam kamar, suasana hening menyapa sepasang pasutri yang saling menatap sedari tadi satu sama lainnya. Aidah dan Andrew sudah beberapa menit saling menatap dengan menghela nafas mereka, tanpa ada yang memulai pembicaraan.
"Hah, sayang aku tidak menyangka jika kita berdua memiliki rahasia masa lalu dan itu semua saling berkaitan dan itu semua adalah rahasia terpenting dalam hidup kita" ujar Andrew dengan menghela nafas panjangnya, sembari menatap istrinya itu, sekaligus memecah keheningan di antara mereka.
"Iya Mas benar, Aidah juga tidak menyangka bahwa kita memiliki rahasia seperti ini. Tapi, Aidah senang karena semuanya sudah terselesaikan, terutama Aidah sudah mengetahui dan bertemu dengan Mama dan Papa kandung Aidah, Mas juga sudah mengetahui dan bertemu Ibu kandung Mas. Kehidupan memang ada di tangan Tuhan Mas kita tidak tau apa yang di rencanakan ya untuk kita. Tapi, Aidah berharap semoga kedepannya jalan kita lebih baik lagi, karena semuanya sudah terselesaikan saat ini" ujar Aidah dengan helaan nafas panjangnya juga. Aidah menatap suaminya sendu tapi senyum nampak di bibir manisnya itu.
"Iya sayang, semoga saja semuanya berjalan baik kedepannya" ujar Andrew, lalu memeluk istrinya dengan perasaan yang terasa lega di hatinya saat ini. Aidah pun membalas pelukan suaminya dengan perasaannya yang sama dengan suaminya terasa lega setelah semua permasalahan pelik ini selesai.
__ADS_1
Tapi ini baru awal, jalan kehidupan mereka masih panjang nantinya, dan tidak ada kehidupan yang lurus-lurus saja tanpa hambatan. Tapi yakin dengan segala rasa kepercayaan dan saling membantu serta menguatkan pasti akan ada jalan untuk keluar dari segala permasalahan itu bersama-sama.