Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Memanfaatkan


__ADS_3

Keesokan harinya


Acara yang mereka rencanakan kemarin pun di laksanakan, dan semuanya di atur oleh anak buah Kakek Arsen. Saat ini semuanya tengah berada di halaman belakang di mana tempat acara di laksanakan.


Seorang wanita nampak sedang bicara dengan Ayahnya.


"Ayah, Selani mau berterima kasih dengan Ayah. Karena berkat Ayah juga Selani bisa bertemu lagi dengan anak Selani" ujar Selani tersenyum senang menatap ke arah beberapa orang di depannya yang sedang asyik bercanda dan tertawa riang.


"Kamu tidak usah berterimakasih nak, ini memang tugas Ayah. Seharusnya Ayah lah yang meminta maaf sama kamu, karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik, bahkan kalian bersaudara malah akhirnya seperti ini" ujar Kakek Arsen menunduk dengan helaan nafasnya.


Selani menggeleng, "Ayah sudah melakukan yang terbaik untuk kami, tapi mungkin sifat manusia memang sangat sulit untuk berubah begitupun dengan Kakak, kita hanya bisa mendo'akan nya semoga Kakak cepat sadar atas segala perbuatan salah yang telah di perbuatnya" ucap Selani dengan tersenyum menatap Ayahnya.


"Heii, ada apa ini kok wajahnya malah jadi kusut seperti ini? Kita kan lagi buat acara agar kita bersenang-senang dan melupakan apa yang terjadi, kenapa malah Paman dan kamu seperti ini? Ayo kita pergi menemui yang lain" ujar Ana yang baru saja menghampiri Selani dan Arsen yang hanya berdiri berdua tidak bergabung dengan yang lainnya.


Kakek Arsen pun tersenyum mendengar ajakan Ana.


"Baiklah, ayo kita melupakan semuanya dulu" ajak Kakek Arsen juga, lalu menggandeng Ana dan Selani.


Ketiganya tertawa bersama, sembari menghampiri yang lain.


"Eitss Paman, kenapa malah menggandeng istri orang!" ujar Nathan bercanda.


Kakek Arsen terkekeh mendengar gurauan Nathan, "Biarin, lihat Paman punya dua wanita, kalian semua hanya satu kan?" ujar Kakek Arsen dengan bangga dan gurauannya.


Semuanya pun ikut ketawa mendengar gurauan Kakek Arsen, kecuali satu orang yang hanya menatap diam hal itu.

__ADS_1


'Apanya yang lucu coba? Hanya gurauan seperti itu tidak lucu sama sekali!!' batin Risya julid.


"Yasudah, ayo semuanya kita makan bersama dulu" ajak Rafael kepada semua yang ada di tempat itu.


Semuanya mengangguk, dan duduk di meja mereka masing-masing. Di acara kali ini bukan hanya mereka-mereka saja yang ada, tapi keluarga besar Lewis dan Wikram juga di undang.


Mereka memulai makan mereka dengan di liputi canda tawa bahagia.


******


Di Mansion Lewis di liputi dengan kebahagiaan setelah semua penderitaan yang mereka lalui, berbeda dengan di Mansion Carend saat ini.


Suasana tegang terasa di ruangan itu, hening tak ada satupun yang berbicara, mereka hanya terdiam dengan menundukkan kepala mereka.


"Apa benar apa yang di katakan Mama kamu Bella?!!" tanya Nenek dengan tegangnya menatap tajam Bella. Suara Nenek itu pun memecah keheningan di ruangan itu.


"Ma, jangan kasar begitu dengan Bella!! Bella sudah terpuruk saat ini, jangan menambah beban fikiran Bella lagi!" ujar Mama Bella membela anaknya.


"KAMU MASIH BISA MEMBELA ANAK TIDAK TAU DI UNTUNG INI HAH!!!" teriak sang Nenek marah.


"Karena dia reputasi keluarga kita hancur, karena dia juga Perusahaan yang dengan susah suami ku bangun itu di ambang kebangkrutan, dan sekarang apa dia masih bisa berbuat sesuatu yang membuat reputasi keluarga kita yang memang sudah tercemar tambah tercemar dan rusak lagi di publik!!" ketus Nenek marah, dan menatap tajam semuanya terutama Bella dan Mamanya.


"Kalau orang di luar sana sampai tau kalau kamu hamil tapi kamu mau bercerai apa kata orang ha!! Kamu tau juga Kakak kamu Bastian akan menikah sebentar lagi, bagaimana jika pihak wanita malah tiba-tiba tidak setuju bagaimana nasib kita!!" lanjut Nenek marah, dengan tatapan tajamnya.


Bella menangis deras mendengar ucapan Neneknya, "Hiks hiks Nenek, Bel..Bella juga tidak tau kalau Bella hamil hiks hiks" ujar Bella dengan tangisnya, ia juga terpukul mendengar kabar ini.

__ADS_1


Tadi saat ia baru bangun tidur, rasanya ia ingin muntah-muntah terus, tapi siapa sangka muntah-muntah nya bukan muntah biasa melainkan karena ia ternyata hamil.


"Nenek kan sudah bilang minum pil agar kamu tidak hamil, tapi apa ini kenapa kamu tidak minum pil ha, kenapa kamu sangat ceroboh Bella!!" kesal sang Nenek menatap tajam cucu perempuan yang dulu selalu di banggakannya dan di manjanya itu.


"Hiks hiks Bella juga sudah minum Nek, ta...tapi Bella tidak tau kenapa bisa hamil hiks hiks Bella juga tidak mau, Bella janji akan menggugurkan anak ini" ujar Bella dengan deraian air matanya.


"Tidak, kamu tidak boleh gugurkan anak itu!!" tegas Papa Bella melarang anaknya.


"Kamu masih fikir mempertahankan anak itu, yang akan merusak citra keluarga kita ha!!" ujar Nenek marah kepada anak laki-lakinya itu.


"Bukan seperti itu Ma, tapi bukankah kalau ada anak itu, kita bisa lebih mudah mendapatkan keuntungan dari si tua bangka itu?! Lagi pun semuanya sudah terlanjur, lebih baik kita manfaatkan anak ini saja untuk bisa mendapatkan harta dari si tua bangka itu! Lagian Bella juga belum bicarakan dengan resmi kan masalah perceraiannya, jadi lebih baik di lanjutkan dan kita bisa mendapatkan keuntungan dari si tua bangka itu!!" ujar Papa Bella memberi ide dengan senyum liciknya.


Semuanya terdiam mendengar itu, Nenek pun juga mulai memikirkan perkataan anak laki-lakinya itu.


"Heh, benar juga apa yang kamu katakan, kita bisa memanfaatkan anak ini untuk menguras harta di tua bangka itu!!" ujar Nenek sangat menyetujui usul anak laki-lakinya itu.


Tapi berbeda dengan Bella yang langsung menggeleng, "Tapi, Bella tidak ingin kembali di Mansion neraka itu lagi!!" ujar Bella tidak terima.


"Kamu tenang saja, Papa yang akan bicara dengan tua bangka itu agar kamu di bellikan Mansion baru itu semua kan demi anak di janin kamu itu, kita bisa memanfaatkannya dan aku yakin dia pasti tidak akan menolak" ujar Papa Bella dengan seringai liciknya.


Bella pun menghela nafasnya dengan mengepalkan tangannya Bella menjawab, "Terserah Papa saja" jawab Bella menahan kekesalan dalam hatinya.


"Nah gitu, kan Kakak kamu Bastian bisa menikah juga dengan perempuan itu, nama baik kita juga tidak akan tambah tercemar lagi, selebihnya serahkan saja kepada Papa" ujar Papa Bella lagi dengan seringai liciknya.


*****

__ADS_1


Padahal kemarin Author mau buat tiga episode eh malah ada masalah keluarga jadi upnya hanya bisa satu, insya Allah hari ini author up lebih banyak.


__ADS_2