Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Ketegangan


__ADS_3

Semuanya masih duduk dengan wajah tegang mereka menunggu kedatangan Endra yang katanya sudah ada di depan Mansion.


"Assalamualaikum" ucap Endra dengan kaku, saat melihat situasi yang tegang sangat terasa di ruangan itu.


Semuanya langsung menoleh menatap Endra yang baru saja datang.


"Waalaikumsalam" jawab semuanya bersamaan.


"Dokumennya sudah lengkap kan?!!" tanya Andrew dengan tatapan tajamnya.


"Glek, I..iya Tuan" jawab Endra pelan, lalu melangkahkan kakinya ke arah Tuannya.


"Ini Tuan" Endra memberikan berkas itu ke Andrew.


Andrew mengambil itu. Setelah Andrew mengambil berkas itu, Endra memilih berdiri di belakang sofa menunggu perintah yang siapa tau Tuannya masih ada yang ingin di perintahkannya.


"Baiklah, kita bisa melihat semuanya di data ini" ujar Andrew dengan wajah seriusnya.


Semuanya pun menatap Andrew yang mulai membuka lembaran pertama. Andrew langsung membaca apa yang tertera di kertas itu.


"Apa Andrew?!! Aidah adikku kan?!" tanya Renald tidak sabaran.


Andrew terdiam membaca itu.


"Ada orang yang sengaja menculik adikmu!" ucap Andrew serius.


"Tentu, apakah di data itu ada nama siapa penculiknya?!!" tanya Renald lagi. Semuanya pun juga ikut menatap penasaran Andrew.


"Hmm, namanya adalah Arsenio Candrev"


"APA!!!" ke empat orang tua yang di sana langsung berteriak kaget serta saling menatap bersama.


"Kenapa?" tanya yang lainnya kaget saat mendengar teriakan dari ke empat orang tua yang ada di ruangan itu.


"I...itu mirip dengan nama Kakek kamu Andrew!" ujar Tante Ana dengan terbata-bata dengan wajah sangat kagetnya.


"Kakek?!! Bukannya Kakek udah lama meninggal!!" tanya Andrew terkejut.

__ADS_1


Semuanya juga menatap terkejut Tante Ana. Mereka bingung dengan ada apa ini sebenarnya.


"Dan marganya juga bukan Lewis?!!" lanjut Andrew terkejut dan tidak paham.


"Memang karena dia bukan Kakek dari Dad kamu, tapi dari Mom kamu. Namanya sama Arsenio Candrev!!" bukan Tante Ana yang menjawab, melainkan Paman Nathan dengan wajah serius dan kagetnya juga.


"APA!! Bagaimana bisa Paman, bukannya Kakek dari Mom juga sudah meninggal lama banget?" tanya Andrew kaget.


"Tapi, siapa tau namanya saja yang mirip, tapi orangnya berbeda" ujar Paman Rafael dengan ragu.


"Tunggu-tunggu ada apa ini!! Sebenarnya juga Aidah adik aku atau bukan?!!" tanya Renald tegas dengan raut wajah terkejut dan bingungnya.


Mendengar pertanyaan Renald, Andrew tersadar bahwa yang harus mereka ketahui dulu, Aidah adiknya Renald atau bukan. Andrew kembali membaca berkas itu, walaupun dengan raut wajah kaku dan masih kagetnya.


Setelah membaca, Andrew kembali terbelalak kaget.


"Ada apa?!!" tanya semuanya kompak saat melihat wajah terkejut Andrew.


"I..ini semuanya ada hubungannya lagi dengan Arsenio!!" ujar Andrew dengan wajah terkejutnya.


"Ha!! Maksud kamu apa, jelaskan!!" ucap semuanya kompak lagi dengan raut wajah tambah penasaran mereka.


Semuanya pun ikut menatap terbelalak Andrew, mereka semua terkejut mendengar penjelasan Andrew.


"Siapa sebenarnya Arsenio ini, berani-beraninya dia!!" geram Renald dengan mengepalkan tangannya marah.


"Ja...jadi karena dia kita baru bisa menemukan Risya saat usianya 3 tahun, tapi apa motifnya?" tanya Arina kaget dan sedih mengingat masa lalu mereka, dan juga bingung karena keluarga mereka tak pernah sekalipun ada musuh yang mereka tau di luaran sana.


Andrew menggeleng, "Saya akan baca lagi." Andrew kembali mengalihkan perhatiannya ke dokumen yang di pegangnya walaupun saat ini hatinya tak karuan terkejut juga dengan semuanya.


Beberapa saat kemudian, Andrew sangat-sangat terkejut dan terdiam melihat isi lembaran berikutnya dari dokumen itu.


Semuanya masih menatap Andrew dengan penasaran. Suasana di ruangan itu pun sangat-sangat terasa tegang. Endra yang sedari tadi berdiri pun, terasa tak kuat lagi berdiri karena kakinya yang ikut gemetaran tegang.


"Ada apa Mas?" tanya Aidah yang ikut tegang melihat wajah suaminya yang menatapnya dengan raut wajah terkejut.


Setelah menatap sejenak istrinya, Andrew mengalihkan pandangannya lagi ke arah semuanya. "I..iya, sepertinya Aidah memang adik kamu Ren" lirih Andrew.

__ADS_1


"APA!!" Kali ini semuanya sangat-sangat terkejut mendengar perkataan Andrew.


"Jangan bilang sepertinya nak Andrew, yang jelas!!!" ujar Arina tegas dengan wajah tegangnya menatap Andrew tajam.


"Mom jangan mengelak lagi, Aidah memang adik Renald!!" tegas Renald.


Arina terdiam mendengar perkataan anaknya, lalu ia mengalihkan pandangannya ke Aidah yang menunduk terdiam akibat sangat terkejut dengan ucapan suaminya.


'Ba...bagaimana bisa, a...aku bukan anak kandung Mom dan Dad!!' batin Risya terkejut kaget dengan kepalan tangannya, perasaan Risya saat ini terasa campur aduk.


"Baca baik-baik son, jangan sampai kamu salah baca!!" tegas Nathan kepada ponakannya yang ikut juga terkejut mendengar ucapan ponakannya itu.


Andrew kemudian membaca ulang dengan teliti berkas itu.


Andrew menggeleng, "A...Apa yang Andrew katakan benar Paman, Aidah adik dari Renald" lirih Andrew.


Andrew pun merangkul istrinya yang sudah di pastikan sangat terkejut dengan semua ini. Aidah hanya terdiam saking terkejutnya mendengar hal itu.


Renald menatap dengan perasaan campur aduk Aidah yang ternyata adalah adiknya. Tapi tiba-tiba Renald mengingat siapa di balik semuanya ini.


"Tapi, siapa itu Arsenio, kenapa dia berani sekali memisahkan aku dengan adikku!!!" ucap Renald dengan mengepalkan tangannya serta tatapan tajamnya.


Semuanya pun menoleh ke arah Renald saat mendengar ucapan Renald tentang Arsenio, kecuali Aidah dan Risya yang entahlah perasaan mereka saat ini campur aduk.


"Kamu benar son, beraninya dia cari masalah dengan keluarga kita keluarga Wikram!!!" ujar Elvin juga dengan dingin serta tatapan tajam dan amarahnya. Bagaimana tidak marah, jika anaknya yang masih bayi saat itu di culik, dan ternyata anak yang di rawatnya selama ini bukanlah anak kandungnya, melainkan orang lain, ya walaupun dirinya tetap sayang kepada Risya karena bagaimana pun dia telah merawatnya dari kecil.


"Hmm, kita harus mencari tau siapa dia sebenarnya!!" tegas Nathan dengan wajah seriusnya.


"Dad, dia tidak mungkin Kakeknya Andrew kan?" bisik Ana kepada suaminya dengan tatapan cemasnya.


"Tidak mungkin Mom, bukankah Kakek Andrew sudah lama meninggal!!" jawab Nathan tegas.


"Siapa bilang tidak mungkin?!!" suara seseorang yang tiba-tiba masuk dengan berjalan pelan ke arah semuanya yang saat ini tengah tegang dan marah.


Semua yang mendengar suara seseorang yang baru saja masuk itu pun langsung menoleh ke arah sumber suara.


Seseorang yang masuk itu menatap mereka semua dengan senyum smirknya.

__ADS_1


*****


Wahhh author juga ikut tegang ngetiknya😖🤐.


__ADS_2