Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Jatuh


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit terbesar di Kota itu, seorang wanita saat ini tengah berbaring di ranjang rumah sakit dan di periksa oleh Dokter. Wanita itu adalah Aidah.


Saat sampai di rumah sakit, Aidah langsung di periksa oleh Dokter terbaik yang ada di rumah sakit itu, karena rumah sakit itu adalah milik keluarga Lewis.


"Bagaimana Dok, istri saya kenapa Dok?" tanya Andrew khawatir.


Dokter terdiam sejenak, kemudian tersenyum saat memeriksa bagian perut Aidah.


"Kenapa Dokter malah senyam-senyum, bagaimana keadaan istri saya? Sebenarnya istri saya kenapa?!!" tanya Andrew lagi tapi kali ini dengan nada sedikit kesalnya, walaupun tak dapat di pungkiri wajah Andrew sangat menunjukkan bahwa ia sangat khawatir, ia sangat takut jika istrinya kenapa-kenapa.


"Tuan dan Nyonya tidak perlu khawatir, Nyonya muda saat ini tengah hamil 6 minggu makanya muntah-muntah. Selamat Tuan dan Nyonya" ujar Dokter wanita itu dengan senyumnya.


"Apa!!" Andrew dan Aidah sama-sama membelalakkan matanya kaget, dan terdiam sejenak karena kekagetan mereka.


"Benaran Dok istri saya hamil?" tanya Andrew sekali lagi dengan raut wajah bahagianya.


"Iya Tuan, tapi sebaiknya Tuan Andrew memeriksakan Nyonya muda di Dokter khusus ibu hamil" ujar Dokter wanita itu dengan senyumnya yang turut bahagia.


Andrew langsung mengalihkan tatapannya ke istrinya itu yang sedang terbaring dengan wajah masih nampak kagetnya.


"Sayang, kita akan punya anak" ujar Andrew senang.


Aidah tersadar dari lamunannya, dan ikut menatap suaminya.


"Iya Mas, Aidah senang banget" ujar Aidah dengan air mata haru yang sudah keluar dari balik kelopak matanya saking senangnya, Aidah juga memegang perutnya yang masih datar itu dengan haru.


Andrew juga ikut memegang perut istrinya yang masih nampak datar itu dengan bahagianya.


"Nyonya muda sebaiknya di periksa oleh Dokter kandungan lagi Tuan" ujar Dokter yang baru saja memeriksa itu menyarankan.


Andrew mengangguk paham, "Panggil saja Dokter Kandungan nya keruangan ini!!" perintahnya.


'Eh, maksudnya aku yang di suruh?' batin Dokter bingung.


"Kenapa diam saja?" tanya Andrew melirik Dokter yang baru saja memeriksa istrinya itu hanya diam, bukannya memanggil Dokter kandungan.


"Eh ah baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu" Dokter itu pun buru-buru keluar dari ruangan untuk memanggil Dokter kandungan.


Di ruangan itu memang khusus untuk anggota keluarga Lewis, di ruangan yang Aidah tempati saat ini pun semuanya sudah lengkap, bahkan peralatan canggih pun ada di dalam ruangan khusus ini.


Tak selang beberapa lama, akhirnya Dokter kandungan yang di tunggu itu datang. Saat ingin masuk ke dalam ruangan Dokter kandungan itu sedikit tegang karena tau siapa yang akan di periksa nya, tapi saat masuk dan melihat betapa bahagia dan senyum cerianya Aidah dan Andrew membuat Dokter kandungan itu sedikit merasa lebih baik.

__ADS_1


Dokter kandungan itu pun langsung memeriksa Aidah.


"Maaf Nyonya" ujar Dokter itu, lalu menaikkan sedikit baju Aidah dan mengoleskan sesuatu di atas perut Aidah itu, sembari melihat ke arah layar di samping ranjang.


"Lihat Tuan, Nyonya bayinya sehat, tapi masih kecil sekali karena usianya masih terlalu muda" jelas sang Dokter.


"Yang mana bayinya Dok?" tanya Andrew heran dan bingung karena merasa tidak ada yang berbentuk bayi di layar itu. Aidah juga sedikit bingung dan heran, karena Aidah tak pernah berurusan dengan hal seperti ini juga sebelumnya.


Dokter kandungan itu tersenyum mendengar pertanyaan Andrew, dia memaklumi karena memang seperti ini kalau orang tua baru.


"Itu Tuan, yang masih kecil sekali itu yang bentuk bulat, nah itu bayinya. Memang ukuran nya masih seperti begitu karena isinya yang masih sangat muda" ujar Dokter kandungan itu menjelaskan.


"Oh" Andrew dan Aidah mengangguk paham saat ini.


Setelah memeriksa, Dokter kandungan beserta Andrew dan Aidah duduk di bangku yang ada di ruangan itu, agar Dokter kandungan itu bisa menjelaskan semuanya ke Aidah dan Andrew.


"Kandungannya baik, sehat, tapi mohon di jaga baik-baik yah, jangan banyak aktivitas dulu karena kandungannya masih rentan usianya masih sangat muda. Saya sarankan untuk makan makanan dan minuman yang bergizi untuk pertumbuhan janinnya juga agar tambah kuat, dan selamat yah untuk Tuan dan Nyonya yang akan jadi orang tua baru" ujar Dokter dengan senyum ramahnya.


"Baik Dok, saya pasti akan menjaga kandungan istri saya dengan baik" ujar Andrew dengan senyumnya sembari mengelus perut istrinya yang masih datar


"Iya, terimakasih Dok" ujar Aidah juga dengan senyum ramahnya.


"Baiklah, pola makannya di jaga yah dan ini vitamin saya berikan agar janinnya tambah kuat" ujar Dokter sembari memberikan vitamin.


Andrew menerima vitamin itu, "Oh yah Dok, mm apa saya masih bisa melakukan itu?" tanyanya penasaran.


Pipi Aidah bersemu merah saat mendengar pertanyaan suaminya. Sementara Dokter tersenyum paham apa maksud Andrew.


"Tentu Tuan, tapi sebaiknya jangan keseringan" ujar Dokter dengan senyumnya.


Andrew mengangguk paham.


Setelah memeriksakan diri, Andrew dan Aidah pulang ke Mansion. Tapi, tak lupa mereka mengabari orang tua serta kakak kandung Aidah untuk kumpul juga di Mansion Andrew.


*****


Di sebuah Mansion yang lumayan megah, seorang wanita tengah jalan di tangga dengan menggerutu dengan perut nya yang sudah nampak sangat besar itu.


"Ck, apa-apaan coba kenapa aku malah di kurung seperti ini huh menyebalkan, biar jalan-jalan pun tak bisa padahal pengen shopping. Mana perut besar ini juga menghalangi banget buat jalan-"


Duak

__ADS_1


"Aaahhkk" teriak wanita yang berjalan di tangga itu, belum menyelesaikan perkataannya tali tiba-tiba jatuh dan terguling-guling di tangga.


Para pelayan yang mendengar teriakan Nyonya mereka, langsung segera ke arah suara teriakan itu.


"NYONYA!!" teriak para pelayan di Mansion itu dengan wajah kaget dan cemas mereka. Mereka segera mendekat ke arah Nyonya mereka.


Saat sampai di samping Nyonya mereka, satu orang pelayan langsung mengecek nafas Nyonyanya.


"Bagaimana Nyonya masih hidupkan?" tanya pelayan lainnya khawatir.


"Iya, walaupun nafasnya tidak terlalu terasa, cepat panggilkan ambulance!!" ucap pelayan itu dengan cemas.


Satu orang lainnya itu pun buru-buru memanggil ambulance dan menelfon mengabari Tuannya juga, tak lupa ia mengabari keluarga Nyonya mereka juga.


"Tuan Nyonya-"


"Ada apa lagi dengan Bella?!" tanya orang yang di sebrang telfon dengan garangnya.


"Itu Tuan, Nyonya jatuh dari tangga" ucap pelayan itu dengan tubuh gemetarnya cemas dan ketakutan.


"Apa!!" teriak pria di sebrang sana kaget mendengar ucapan pelayan itu.


"Saya sudah memanggil ambulance dan sebentar lagi Nyonya akan di bawa ke rumah sakit Tuan" ujar pelayan itu lagi.


"Ck, awas saja kalau sampai anak saya kenapa-kenapa!! Hmm bawa ke rumah sakit, ingat pastikan keselamatan anak saya juga!!" tegas pria di sebrang sana dengan nada amarahnya.


"Baik Tuan" jawab pelayan itu dengan tubuhnya gemetar ketakutan.


Setelah telfon itu di matikan, pelayan itu menelfon keluarga Nyonya nya lagi, dan sama kagetnya dan cemasnya semua keluarga Carend mendengar hal itu.


Sementara itu di tempat lainnya, setelah pria itu menutup telfonnya, pria itu menggerutu dengan amarahnya.


"S*alan kenapa dia bisa jatuh seperti itu, bagaimana kalau anakku kenapa-kenapa!!" kesal dan marah pria yang berbicara dengan pelayan tadi.


"Kenapa sayang?" tanya seorang wanita yang baring di sampingnya menatap bingung pria itu yang menggerutu kesal.


"Cih, wanita itu siapa lagi kalau bukan Bella, dia malah jatuh dari tangga" gerutu pria itu kesal.


"Oh, sudahlah lupakan dia nggak usah pedulikan. Kan ada aku, aku juga bisa melahirkan anak untuk kamu juga" ujar wanita itu merayu pria itu dengan mengelus pipi pria itu.


"Haha kamu benar sayang, kamu kan sekarang istri ke 35 ku dan jadi istri kesayangku" ujar pria itu dengan tawanya sembari menggenggam tangan wanita di depannya itu.

__ADS_1


__ADS_2